alexa-tracking

Main Content

852
316
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af13fbd1ee5df195a8b4569/islam-mengangkat-drajat-wanita

islam mengangkat drajat wanita

islam mengangkat drajat wanita
islam mengangkat drajat wanita
08-05-2018 13:12 217
Assalamualaikum wr,wb..

Tiada kata yang pantas untuk diucapkan kecuali
memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan segala rahmat, taufik, dan hidayahnya
kepada kita sekalian. Sehingga kita masih dapat
menikmati anugrah terindah nya berupa nikmat berupa iman,islam, kesehatan dan
kebahagiaan.

Shalawat serta salam mudah-mudahan tetap tercurahkan
kepada junjungan Nabi Besar Kita Muhammad SAW dan para
sahabat-sahabat Nabi semuanya...yang telah menunjukkan kita dari jalan yang gelap gulita
menuju jalan yang terang benderang..

Berbagai tuntutan kesetaraan gender antara pria dan wanita pun tak dapat dibendung.
Berbagai aksi pro dan kontra
bermunculan. Hingga didirikanberbagai gerakan untuk bisa
mewujudkan hal tersebut.
Entah Barat sudah membuat
skenario ini atau belum, tak
mau begitu saja melepaskan
kesempatan ini untuk menyerang Islam. Berbagai
pendapat yang tidak rasional mereka menuding bahwa
Islam mengesampingkan kaum wanita.
Padahal jika kita tak langsung membenarkan ucapan
mereka, justru Islam yang mengangkat kaum feminis ini.
Berbagai macam tradisi jahiliyah dan budaya dunia
dahulu sangat merendahkan derajat wanita. Berikut
ulasannya.

Wanita Dahulu
Kehidupan wanita di jaman jahiliah yaitu di Arab dan di
dunia secara umum, adalah di dalam kehinaan dan
kerendahan. Khususnya di bumi arab, para wanita
dibenci kelahiran dan kehadirannya di dunia. Sehingga
kelahiran bagi mereka, adalah awal dari kematian mereka.
Para bayi wanita yang dilahirkan di masa itu segera di
kubur hidup-hidup di bawah tanah. Kalaupun para wanita
dibiarkan untuk terus hidup, mereka akan hidup dalam
kehinaan dan tanpa kemuliaan. Perilaku jahiliyah ini
diabadikan dalam firman Allah yakni dalam quran surat
At Takwir {81} : 8-9
“Ketika bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya,
karena dosa apakah dia dibunuh”.

Wanita yang sempat hidup dewasa mereka dilecehkan
dan tidak memperoleh bagian dalam harta warisan.
Mereka dijadikan sebagai alat pemuas nafsu para lelaki
belaka. Yang ketika telah puas direguk, segera dibuang
tak ada harga dan nilai. Di masa itu pula, para lelaki
berhak menikahi banyak wanita tanpa batas, tidak
mempedulikan akan keadilan dalam pernikahan.
Kedudukan wanita dalam Islam Ketika datang islam,
Islam menjaga dan muliakan serta mengangkat
kedudukan wanita menjadi diangkat dari bentuk-bentuk
kedzaliman dan islam mengembalikan kedudukannya
kepada derajat insaniyah.itulah indahnya islam.

Allah berfirman dalam
quran ( surat Al Hujurat {49}: 13)
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari
seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan
kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu
saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling
mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling
taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal...

Di antara stigma negatif yang dialamatkan oleh Barat
terhadap ajaran Islam adalah, bahwa Islam tidak
menghargai kedudukan wanita, memasung
kebebasannya, tidak adil dan menjadikannya sebagai
manusia kelas dua yang terkungkung dalam penguasaan
kaum laki-laki serta hidup dalam kehinaan. Wanita Islam pun dicitrakan sebagai wanita terbelakang dan
tersisihkan dari dinamika kehidupan tanpa peran nyata di
masyarakat. Oleh karena itu, mereka menganggap,
bahwa Islam adalah hambatan utama bagi perjuangan
kesetaraan gender.nauzubillah min zalik

Anehnya, sebagian kaum muslimin yang telah kehilangan
jati dirinya malah terpengaruh dengan pandangan-
pandangan itu. Alih-alih membantah, mereka malah
menjadi bagian dari penyebar pemikiran mereka. Dibawah
kampanye emansipasi wanita dan kesetaraan gender,
mereka ingin agar kaum muslimah melepaskan nilai-nilai
harga diri mereka yang selama ini dijaga oleh Islam.
Wanita pra-Islam
Sebelum datang Islam, seluruh umat manusia
memandang hina kaum wanita. Jangankan
memuliakannya, menganggapnya sebagai manusia saja
tidak. Orang-orang Yunani menganggap wanita sebagai
sarana kesenangan saja.

Orang-orang Romawi
memberikan hak atas seorang ayah atau suami menjual
anak perempuan atau istrinya. Orang Arab memberikan
hak atas seorang anak untuk mewarisi istri ayahnya.
Mereka tidak mendapat hak waris dan tidak berhak
memiliki harta benda. Hal itu juga terjadi di Persia, Hidia
dan negeri-negeri lainnya. (Lihat al Mar`ah, Qabla wa
Ba’da al Islâm, Maktabah Syamilah, Huqûq al Mar`ah fi al
Islâm: 9-14 )

Orang-orang Arab ketika itu pun biasa mengubur anak-
anak perempuan mereka hidup-hidup tanpa dosa dan
kesalahan, hanya karena ia seorang wanita! Allah
berfirman tentang mereka,
“Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan
(kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah)
mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya
dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang
disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya
dengan menanggung kehinaan ataukah akan
menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)?. Ketahuilah,
alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.” (QS. An-Nahl [16]: 58).
Muhammad al Thâhir bin Asyûr mengatakan, “Mereka
mengubur anak-anak perempuan mereka, sebagian
mereka langsung menguburnya setelah hari kelahirannya,
sebagian mereka menguburnya setelah ia mampu
berjalan dan berbicara. Yaitu ketika anak-anak perempuan
mereka sudah tidak bisa lagi disembunyikan. Ini adalah
diantara perbuatan terburuk orang-orang jahiliyyah.
Mereka terbiasa dengan perbuatan ini dan menganggap
hal ini sebagai hak seorang ayah, maka seluruh
masyarakat tidak ada yang mengingkarinya.” (al Tahrîr waal Tanwîr: 14/185).

Wanita Pasca Islam
Kemudian cahaya Islam pun terbit menerangi kegelapan
itu dengan risalah yang dibawa oleh Nabi Muhammad
shallallahu ‘alaihi wa sallam, memerangi segala bentuk
kezaliman dan menjamin setiap hak manusia tanpa
terkecuali. Perhatikan Allah berfirman tentang bagaimana
seharusnya memperlakukan kaum wanita dalam ayat
berikut:
“Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu
mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu
menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali
sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya,
terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata.
Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila
kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena
mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah
menjadikan padanya kebaikan yang banyak.”(QS. An Nisa[4]: 19).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga sering
mengingatkan dengan sabda-sabdanya agar umat Islam
menghargai dan memuliakan kaum wanita. Di antara
sabdanya:
“Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada
para wanita.” (HR Muslim: 3729).
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap
istrinya, dan aku adalah yang paling baik terhadap
istriku.” (HR Tirmidzi, dinyatakan shahih oleh Al Albani
dalam “ash-shahihah”: 285).
Oleh sebab itu mengapa Allah S.W.T dan nabi Muhammad S.A.W mengganjurkan wanita berhijab.karna semua itu untuk kebaikan serta menjaga wanita..

Dr. Abdul Qadir Syaibah berkata, “Begitulah kemudian
dalam undang-undang Islam, wanita dihormati, tidak
boleh diwariskan, tidak halal ditahan dengan paksa,
kaum laki-laki diperintah untuk berbuat baik kepada
mereka, para suami dituntut untuk memperlakukan
mereka dengan makruf serta sabar dengan akhlak
mereka.” (Huqûq al Mar`ah fi al Islâm: 10-11).

Wanita adalah Karunia, Bukan Musibah
Setelah sebelumnya orang-orang jahiliyah memandang
wanita sebagai musibah, Islam memandang bahwa
wanita adalah karunia Allah. Bersamanya kaum laki-laki
akan mendapat ketenangan, lahir maupun batinnya.
Darinya akan muncul energi positif yang sangat
bermanfaat berupa rasa cinta, kasih sayang dan motivasi
hidup. Laki-laki dan wanita menjadi satu entitas dalam
bingkai rumah tangga. Kedunya saling membantu dalam
mewujudkan hidup yang nyaman dan penuh kebahagian,
mendidik dan membimbing generasi manusia yang akan
datang. Allah berfirman,
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia
menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya
kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan
dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat
tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS. Al Rûm [30]: 21).
“Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu
sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu,
anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezki dari yang
baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang
bathil dan mengingkari nikmat Allah?.” (QS. An Nahl [16]:72).
“Mereka (istri-istri) adalah pakaian bagimu, dan kamupun
adalah pakaian bagi mereka.” (QS. Al Baqarah [2]: 187).

Hak dan Kedudukan Wanita
Sebagaimana laki-laki, hak-hak wanita juga terjamin
dalam Islam. Pada dasarnya, segala yang menjadi hak
laki-laki, ia pun menjadi hak wanita. Agamanya, hartanya,
kehormatannya, akalnya dan jiwanya terjamin dan
dilindungi oleh syariat Islam sebagaimana kaum laki-laki.
Diantara contoh yang terdapat dalam al Qur`an adalah:
wanita memiliki hak yang sama dengan laki-laki dalam
beribadah dan mendapat pahala:
“Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-
laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka
mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya
walau sedikitpun.” (QS. An Nisâ [4]: 124).

Allah juga berfirman tentang hak wanita:
“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan
kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi laki-
laki, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya.
Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al
Baqarah [2]: 228)
Ibnu Katsir berkata, “Maksud ayat ini adalah bahwa
wanita memiliki hak atas laki-laki, sebagaimana laki-laki
atas mereka. Maka, hendaknya masing-masing dari
keduanya menunaikan hak yang lainnya dengan cara
yang makruf.” (Tafsîr al Qur`ân al Adzîm : 1/609).

Post Reply

Silakan dikomen gan ...

Replies (0)

×