alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Indonesia Update /
Peduli Thalassemia dengan Melakukan Deteksi Dini
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af1375a902cfef1278b457c/peduli-thalassemia-dengan-melakukan-deteksi-dini

Peduli Thalassemia dengan Melakukan Deteksi Dini

Peduli Thalassemia dengan Melakukan Deteksi Dini

JPP JAKARTA - Pembiayaan atas Penyakit Thalassemia di Indonesia terus membengkak dari tahun ke tahun. Untuk itu, diperlukan penanganan dan pencegahan secara komprehensif oleh seluruh pemangku kepentingan masyarakat.

Dalam rangka memperingati Hari Thalassemia Sedunia 2018, Sekretraris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes dr Asjikin Iman Hidayat Dachlan, MHA menggelar press briefing di Ruang 109 Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (07/05/2018).

Press briefing juga dihadiri oleh Dr. dr. Pustika Amalia Wahidiyat, Sp.A(K) dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, perwakilan dari penyandang Thalassemia dan perwakilan dari organisasi yang bergerak dalam kepedulian terhadap Thalassemia.

Hari Thalasssemia Sedunia diperingati setiap tanggal 8 Mei. Tema peringatan Hari Thalassemia Sedunia tahun 2018 adalah “Bersama untuk masa depan yang lebih baik”.

"Tema ini menegaskan bahwa jika semua pihak mau berkontribusi untuk pencegahan dan pengendalian Thalassemia maka akan memberikan masa depan yang lebih baik bagi penyandang Thalassemia," ujar Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes.

Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2007, sedikitnya 8 provinsi dengan prevalensi lebih tinggi dari prevalensi nasional, antara lain Provinsi Aceh (13,4%), DKI Jakarta (12,3%), Sumatra Selatan (5,4%), Gorontalo (3,1%), Kepulauan Riau (3,0%), Nusa Tenggara Barat (2,6%), Maluku (1,9%), dan Papua Barat (2,2%). Berdasarkan data YTI dan POPTI tahun 2014, dari hasil skrining pada masyarakat umum dari tahun 2008–2017, didapatkan pembawa sifat sebanyak 699 orang (5,8%) dari 12.038 orang yang diperiksa; sedangkan hasil skrining pada keluarga Thalassemia (ring 1) tahun 2009-2017 didapatkan sebanyak 1.184 orang (28,61%) dari 4.137 orang. Sedangkan berdasarkan data RSCM, sampai dengan bulan Oktober 2016 terdapat 9.131 pasien Thalassemia yang terdaftar di seluruh Indonesia.

Pembiayaan kesehatan untuk tata laksana Thalassemia menempati posisi ke 5 di antara penyakit tidak menular setelah penyakit jantung, kanker, ginjal, dan stroke sebesar Rp217 miliar di tahun 2014 menjadi Rp444 miliar di tahun 2015 menjadi Rp485 miliar di tahun 2016 dan menjadi Rp376 miliar sampai dengan bulan September 2017. Penyakit Thalassemia termasuk dalam beban biaya rawat inap tertinggi dalam Penyakit Tidak Menular. Jumlah kunjungan pasien Thalasssemia di berbagai fasilitas layanan kesehatan hingga September 2017 mencapai 420.393 orang.

Diakui, dr Asjikin Iman Hidayat, Penyakit Thalassemia belum bisa disembuhkan dan harus transfusi darah seumur hidup, tetapi dapat dicegah dengan mencegah pernikahan sesama pembawa sifat Thalassemia.

"Oleh karena itu, deteksi dini sangat penting untuk mengetahui status seseorang apakah dia pembawa sifat atau tidak, karena pembawa sifat Thalassemia sama sekali tidak bergejala dan dapat beraktivitas selayaknya orang sehat," jelasnya.

Idealnya dilakukan sebelum memiliki keturunan yaitu dengan mengetahui riwayat keluarga dengan Thalassemia dan memeriksakan darah untuk mengetahui adanya pembawa sifat Thalassemia sedini mungkin. Sehingga pernikahan antar sesama pembawa sifat dapat dihindari. Hal ini harus di kampanyekan kepada masyarakat melalui berbagai media komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE).

Dalam rangkaian Hari Thalassemia Sedunia 2018, Kementerian Kesehatan telah menyelenggarakan Sosialisasi dan Skrining Thalassemia pada Anak Sekolah di Pandeglang, Banten dan Garut, Jawa Barat dengan total murid yang diskrining sebanyak 240 orang. Kemudian dilanjutkan dengan Sosialisasi dan Skrining Thalassemia pada Anak Sekolah di Jakarta Barat pada bulan Mei ini dan dilanjutkan dengan Sosialisasi Thalassemia untuk masyarakat awam serta promosi melalui media cetak dan elektronik.

Diharapkan dengan peringatan Hari Thalassemia Sedunia 2018, dapat meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit Thalassemia.(kes)

 


Sumber : https://jpp.go.id/humaniora/kesehata...n-deteksi-dini

---

Kumpulan Berita Terkait HUMANIORA :

- Peduli Thalassemia dengan Melakukan Deteksi Dini Perluas Ekspor ke Eropa, Kemenperin Bawa 22 IKM Promosi di Swiss

- Peduli Thalassemia dengan Melakukan Deteksi Dini 88.783 Siswa Lulus SPAN Kampus Islam Negeri

- Peduli Thalassemia dengan Melakukan Deteksi Dini Tim FHC Kemenkes Gelombang V Menyisir Kampung Asmat

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di