alexa-tracking

Kisah Susno Duadji Basmi Gajah Oling, Sopir Truk, dan Preman Jalanan

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af123b9ded77084738b4568/kisah-susno-duadji-basmi-gajah-oling-sopir-truk-dan-preman-jalanan
Kisah Susno Duadji Basmi Gajah Oling, Sopir Truk, dan Preman Jalanan
Kisah Susno Duadji Basmi Gajah Oling, Sopir Truk, dan Preman Jalanan

Agus Yuda, seorang sopir truk yang berjalan kaki dari Sidoarjo-Jakarta untuk bertemu Presiden Joko Widodo, Rabu (8/5). Hanya satu niatnya, menyampaikan keluhan soal maraknya pungli terhadap sopir truk di jalanan.

Jika berbicara soal pungli dan premanisame di jalanan, mungkin sebagian dari kita akan teringat nama Susno Duadji, mantan Kabareskrim Polri.

Namun, kegarangan seorang Susno Duadji memberantas pungli mulai terlihat ketika ia masih menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat. Kala itu ia sudah memerintahkan anak buahnya untuk membasmi segala bentuk organisasi pungli.

Menurutnya, pembasmian organisasi pungli harus segera dilakukan. Sebab, praktik pungli menimbulkan kerugian mencapai Rp 9 miliar per tahun dan hal tersebut sangat merugikan pengusaha.  

Kala itu, ada dua organisasi yang diburu oleh Susno, yani Kotikam dan Gajah Oling. 

Perjalanan Susno melawan praktik pungli berlanjut, kala ia menjabat sebagai Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Polri. Saat itu, Susno Duadji membuat sebuah gebrakan dengan membubarkan organisasi Gajah Oling.

Sebelum dibubarkan, Gajah Oling terkenal di kalangan pemilik jasa angkutan barang. Sebab, hampir semua truk angkutan barang di panturan dan jalur selatan pasti menempelkan tulisan Gajah Oling.

Jasa Gajah Oling amat diperhitungkan, sebab Gajah Oling disebut-sebut merupakan anak usaha Koperasi Pembekalan dan Angkutan (Bekang) yang terafiliasi dengan oknum TNI. 

Nama Gajah Oling menjadi tak asing lagi bagi sopir truk di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Namun kegarangan Gajah Oling sirna ketika ia diberangus dalam operasi pemberantasan preman jalanan pada 2008. 

Saat itu, stiker dan cat tanda jasa pengamanan bertuliskan Gajah Oling langsung dihapus oleh polisi. Setelah Gajah Oling resmi dibubarkan, polisi khususnya Polda Sumut, Polda Metro Jaya, DIY, Jateng dan Polda Jatim, terus memburu oknum yang masih menggunakan nama Gajah Oling. 

Pada November 2008, Polres Banyumas menggrebek sebuah ruko yang dijadikan markas Gajah Oling di daerah Purwokerto, Jawa Tengah. Dalam penggrebekan tersebut, polisi menyita sejumlah berkas dan memeriksa salah satu pengurusnnya berinisial PR. 

Saat itu, PR mengatakan perusahannya mulai terlibat dengan Gajah Oling sekitar tahun 2003. Seiring berjalannya waktu, untuk di Purwokerto saja kelompoknya memiliki kurang lebih 100 anggota. Satu anggota diwajibkan membayar 'iuran' sebesar Rp 540 ribu per tahun.

Dari operasi preman yang berlangsung selama November-Desember 2008 tersebut, Polri berhasil mengamankan 12.478 preman termasuk sejumlah anggota dari Gajah Oling.

Sekian tahun berlalu, ternyata penumpasan praktik pungli pada sopir truk tak sirna. Buktinya hari ini para sopir truk mengadu ke Jokowi, salah satu isunya mengenai pungli. Yang terparah di jalur Sumatera, hingga Rp 3 jua sekali jalan.





Sumber : https://kumparan.com/@kumparannews/k...preman-jalanan

---

Kumpulan Berita Terkait :

- Kisah Susno Duadji Basmi Gajah Oling, Sopir Truk, dan Preman Jalanan Kisah Susno Duadji Basmi Gajah Oling, Sopir Truk, dan Preman Jalanan

- Kisah Susno Duadji Basmi Gajah Oling, Sopir Truk, dan Preman Jalanan Jokowi Perintahkan Polri dan Kemenhub Tindak Tegas Pelaku Pungli

- Kisah Susno Duadji Basmi Gajah Oling, Sopir Truk, dan Preman Jalanan Anies Pilih Bebaskan PBB untuk Veteran daripada Lapangan Golf

×