alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Berita Luar Negeri /
Berhubungan Seks di 9 Negara Ini Dibayar Pemerintah
4.2 stars - based on 5 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af107e89a0951c1518b4568/berhubungan-seks-di-9-negara-ini-dibayar-pemerintah

Berhubungan Seks di 9 Negara Ini Dibayar Pemerintah

Berhubungan Seks di 9 Negara Ini Dibayar Pemerintah


Para ahli demografis mengklaim bahwa suatu negara butuh tingkat kesuburan lebih dari 2 anak per wanita untuk mencapai kesuburan pengganti. Ini merupakan tingkat di mana kelahiran baru dapat mengisi ruang yang ditinggalkan oleh kematian.

Namun, karena pengaruh ekonomi dan budaya, hanya sekitar setengah dari 224 negara di dunia yang mencapai kesuburan penggantin. Bagi yang tidak, pemerintah negara mereka bahkan melakukan berbagai cara agar penduduknya mau berhubungan seks. Negara apa saja?
1. Singapura
Singapura memiliki tingkat kesuburan terendah di dunia, hanya 0,81 anak per wanita. Pada Agustus 2012, pemerintah bahwa menyelenggarakan National Night yang bertujuan untuk mendorong pasangan agar mau memiliki anak. 
Setiap tahun, pemerintah Singapura menghabiskan sekitar US$ 1,6 miliar untuk program agar penduduk mereka lebih banyak berhubungan seks.
2. Denmark
Negara Nordik yang kecil ini memiliki tingkat kesuburan yang rendah, hanya sekitar 1,73 anak per wanita. Denmark sampai-sampai membuat video kampanye agar warganya mau berhubungan seks dan punya anak. Video tersebut menjelaskan kalau memiliki anak akan membuat bahagia orang tua mereka dengan kehadiran cucu.
3. Rusia
Berdasarkan laporan Insider Tech, badai demografis tengah melanda negara ini. Pria muda sekarat karena HIV/AIDS dan alkohol, sementara para wanitanya tidak memiliki bayi. Masalah tersebut membuat pemerintah Rusia pada tahun 2007 menetapkan tanggal 12 September sebagai Hari Konsepsi.
Pada hari ini, orang-orang diberikan hari libur untuk fokus memiliki anak. Dilansir laman Liputan6, wanita yang melahirkan anak tepat 9 bulan kemudian, memenangkan hadiah berupa kulkas.
4. Jepang
Tingkat kesuburan orang Jepang begitu rendah sejak 1975. Berhubungan seks menjadi sesuatu yang membosankan di negara tersebut. Bahkan, banyak pria yang memilih mengurung diri di dalam kamar dan menjadi budaya.
Untuk mengimbangi hal tersebut, pada tahun 2010 sekelompok mahasiswa dari Universitas Tsukuba, bahkan memperkenalkan Yotaro, bayi robot. Tujuannya dengan mengasuh bayi ini, diharapkan pasangan siap secara emosi saat memiliki anak.
5. Rumania
Sejak tahun 1960, pertumbuhan penduduk cenderung datar di Rumania. Ini bahkan mendorong pemerintah untuk mengenakan pajak penghasilan 20% bagi pasangan yang tak memiliki anak.
Pada tahun 1989 saat kepemimpinan Rumania berubah, jumlah pertumbuhan penduduk sedikit naik. Tapi 1,31 anak per wanita merupakan perbandingan yang masih kecil sehingga tingkat kesuburan di sana masih jauh di bawah yang seharusnya.
6. Korea Selatan
Dengan tingkat kesuburan hanya 1,25 anak per wanita, negara ini mengambil langkah apa pun yang bisa dilakukan untuk mempromosikan kehidupan berkeluarga. Pemerintah bahkan menawarkan insentif uang tunai pada orang-orang yang memiliki lebih dari satu anak.
7. Italia
Dengan tingkat kesuburan 1,43, jauh di bawah rata-rata Eropa, pemerintah Italia telah mengambil langkah kontroversial untuk mendorong warga mereka memiliki lebih banyak anak. Seperti yang dilaporkan Bloomberg, pemerintah negara ini bahkan telah membuat iklan yang mengingatkan bahwa waktu terus berjalan sementara anak tak datang begitu saja.
 8. Hong Kong
Dengan tingkat kesuburan hanya 1,18 anak per wanita, Hong Kong menghadapi tantangan yang sama dengan banyak negara industri: tak cukup orang muda untuk menggantikan yang tua. Ini berdampak pada populasi yang makin berkurang dan pertumbuhan ekonomi yang melambat.
9. Spanyol
Tingkat kesuburan di Spanyol telah merambat ke tingkat pengangguran mereka. Sekitar setengah dari anak muda di Spanyol tak memiliki pekerjaan, ini tertinggi kedua di Eropa setelah Yunani.
Untuk melawan tren yang mengkhawatirkan, pemerintah Spanyol bahkan menyewa komisaris khusus untuk menemukan penyebab tren tidak mau memiliki anak serta strategi membalikkan hal tersebut.


http://news.rakyatku.com/read/99948/...yar-pemerintah
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
emoticon-Om Telolet Om!
emoticon-Wow
Lha impor aja kan bisa,. emoticon-linux
impor dari indo, banyak nasbung miskin kelaparan emoticon-Cool
emoticon-Ngakak
uduy mana mau kek ginian
paling mentok nete sama ngobel doang emoticon-Leh Uga
Knp gak buat pabrik anak saja , dirawat , dididik dengan terbaik ,teercerdas terunggul.
ada yang berminat kesono 😆
pemuda2 di 9 negara itu terguoblok sedunia ...

apa tdk tau hubungan itu tuh paling uenaaaak dan nikmaaaat tiada tara

bisa muncrat2 sampai ke mulut dan hidung ... emoticon-thumbsup emoticon-Ngakak
wanjiiir... di sini beranak pinak ampe gak terkontrol.. emoticon-Ngakak (S)
di sana pertumbuhan penduduk malah rendah emoticon-Big Grin
negara maju, jadi males punya anak.. blm lg mikir beban tanggungan n asuh anak..
kongtol sekali, di indon udah miskin malah ngebet ngentiaw sampe belasan anak, udah miskin makin miskin malah nyalahin pemerintah lagiemoticon-Ngakak emoticon-DP
Di indon mah

Ah sudah lah
kebalikan sama negara miskin semacam indon
Quote:


Mantaf comment ente emoticon-thumbsup
Gw paling ngenes kalau liat orang yg narik grobak rongsokan dan kardus, terus ada 2 anaknya ikut ngedorong, diatas gerobaknya ada 1 anak yg lebih kecil, sedangkan ibunya ngikutin di belakang sambil gendong bayi
mayoritas negara2 tersebut yang ane liat sih permasalahannya ada pada :
1. Mentalitas Pemuda-Pemudi terhadap kesiapan momong anak (atau keseriusan terhadap relasi lanjut selain pacaran)
2. Mentalitas bukan pada Sukses di Keluarga, melainkan pada karier
3. Migrasi Besar2an terutama di daerah eropa timur dan russia karena area metropolitan dan eropa barat punya lapangan pekerjaan lebih banyak dan dengan gaji lebih besar sehingga yang tinggal di negaranya merupakan orang lansia atau anak2 kecil
4. Biaya hidup yang tergolong susah untuk bisa momong anak. contoh di negara scandinavia itu pajaknya gila2an bisa 50% dari total penghasilan pribadi, sementara di jepang dan korsel biaya hidup yang mahal (dan tekanan di masyarakat untuk sukses -> dimana sukses dalam karier), sementara russia, well lingkungannya tidak ramah dan biaya hidup dibanding dengan pendapatan sama besarnya.

cara satu2nya bagi negara2 tersebut sukses menaikan jumlah kelahiran anak:
1. Keringanan pembayaran pajak ketika memiliki batasan anak yang ditenteukan (misal punya anak lebih dari 2)
2. Maternal leave support
3. Pemerintah menggratiskan semua biaya pendidikan dan kesehatan untuk anak2 dari keluarga yang memiliki anak diatas 2
4. Pembebanan pajak bila memiliki anak dibawah 2
5. Pendorongan/Bantuan untuk buka bisnis supaya untuk menambah pendapatan untuk support keluarga yang memiliki anak lebih dari 2
6. Pendidikan pentingnya memiliki generasi penerus dan perubahan mindset masyarakat supaya dibalanced antara kerja dengan keluarga.


itu saran ane sih. tapi ya susah terlaksana karena butuh biaya gede. riskan untuk memperlebar defisit dan pemborosan anggaran.
Diubah oleh truthseeker4all
di sini kondom.bocor laku keras gan. .emoticon-Wakaka
Quote:


anaknya nanti dikirim jadi jihadis ISIS gan seperti ... lupa lagi berita di bogor atau di mana ya? emoticon-DP
meanwhile di negeri wkwkwkw land........ emoticon-Cool
Quote:


Waakkakakakka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di