alexa-tracking

Prabowo Akan Kalah (What?)

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af0f1bda09a39f5298b4567/prabowo-akan-kalah-what
Prabowo Akan Kalah (What?)
Prabowo Akan Kalah

Selasa 10 April 2018 - 19:16

Prabowo Akan Kalah (What?)
Prabowo Subianto Prabowo Subianto (Foto: AFP PHOTO / Adek Berry)

Prabowo maju lagi? Banyak orang ragu, termasuk Prabowo sendiri. Kok ragu? Pertama, elektabilitas gak menggembirakan. Stagnan dan cenderung turun. Kedua, tak mudah "jualan". 

Susah cari diksi untuk "branding" Prabowo. Sebagai satu-satunya "tokoh oposisi", Prabowo tak cukup cerdas memanfaatkan setiap momentum untuk mem-branding dirinya. Malah keluar kata "goblok". Kata yang tak membawa rasa simpati rakyat yang mayoritas Jawa. Prabowo terlalu polos dan lugu soal politik. Ketiga, potensi kekalahan ini mengakibatkan kesulitan cari dana. 

Kabarnya, Prabowo sudah kemana-mana, tapi kesulitan dapat pendana. Mereka pesimis terhadap Prabowo. Buat apa bantu yang kalah. Begitulah kira-kira yang ada dalam pikiran mereka yang punya uang.

Sekali nyawapres kalah. Lanjut nyapres juga kalah. Yang mengalahkan adalah Jokowi, new comer yang belum punya pengalaman dan track record memadai. 

Belum pernah jadi pejabat tinggi. Ke Jakarta dan Jadi gubernur baru dua tahun. Tapi, Jokowi mampu mengalahkan Prabowo. Saat ini, Jokowi punya segalanya, kecuali elektabilitas yang juga tidak menggembirakan. Tapi, jika lawannya Prabowo, Jokowi jauh lebih unggul. 

Wajar jika Jokowi sangat percaya diri jika lawannya adalah Prabowo. Tim istana mendorong agar Prabowo yang maju. Tampak Luhut Binsar Panjaitan (LBP) girang kalau Prabowo yang maju. Dorong terus agar tetap maju. Salah seorang politisi PDIP pun bilang: kalau Prabowo gentle, maju sendiri. 

Jangan majukan calon yang lain. Mereka kompak dorong Prabowo maju. Mereka yakin Jokowi akan dengan mudah mengalahkan Prabowo. Semua survei punya kesimpulan yang sama.

Prabowo sadar itu. Kenapa nekat mau maju? Sebab, Gerindra ingin naik suaranya. Prabowo maju, itu "branding" buat Gerindra. Jumlah kursi untuk anggota legislatif akan kedorong naik. Suara Gerindra diprediksi nambah. Apalagi, 2019 pilpres dan pileg bersamaan. Branding partai dan caleg akan mudah. Risikonya, Prabowo jadi martir. Dikorbankan untuk suara dan kursi Gerindra. 

Wajar jika PAN cenderung "emoh dukung" Prabowo. Bagaimana dengan PKS? Banyak tokoh dan elit PKS juga ragu. Tapi tak ada pilihan lain, "demi alasan persekutuan". Satu keputusan yang tidak rasional. "Mangan ora mangan asal kumpul". Ini filosofi Jawa yang sudah usang. Sudah ditinggalkan oleh kebanyakan orang Jawa, terutama yang perantauan. Karena sudah tidak lagi rasional. PKS mau mempertahankannya?

Majunya Prabowo, jika jadi, akan melapangkan jalan buat Jokowi untuk dua periode. Diksi #2019 Ganti Presiden akan sia-sia. Jokowi tak perlu keluar banyak keringat untuk kalahkan Prabowo. Apalagi jika Demokrat dan PAN gabung dengan istana, sebagaimana kabar yang lagi santer. 

Dua partai ini bersikap rasional. Mereka tak akan dukung calon yang akan kalah. Kok mendahului takdir? Tuhan sudah menetapkan hukum sosial. Banyak orang dungu di negeri ini yang tak mau belajar tentang hukum sosial itu. Akibatnya, berulangkali tersungkur karena mengabaikan perhitungan sosial.

Usia Prabowo sudah senja. Satu diantara dua pilihan: mau husnul khatimah menjadi begawan politik? Bijak dan legowo menyerahkan kepemimpinan bangsa ini kepada yang lebih muda? Atau mengakhiri masa tua dengan kekalahan ketiga kalinya? 

Jika ini benar-benar terjadi, maka akan jadi catatan politik yang serius buat anak bangsa kedepan. Orang akan bilang: jangan seperti prabowo, tiga kali nyalon kalah. Sebuah kalimat yang akan diabadikan di sepanjang sejarah untuk mereka yang tidak belajar dari kekalahan. Nafsu yang kurang perhitungan.

Diapasangkan  dengan siapapun, elektabilitas Prabowo diprediksi sulit terangkat. Sebab, capres menjadi faktor utama rakyat memilih. Cawapres hanya pendukung. Jika elektabilitas capres "gak nendang", maka akan sulit untuk menang. Karena alasan inilah, kabarnya Gatot "emoh" dan menolak dengan tegas untuk menjadi cawapres Prabowo. 

Ada dua tokoh yang potensial mengalahkan Jokowi. Keduanya tokoh muda dan "rising star". Pertama, Anies Baswedan. Gubernur DKI ini lagi naik daun. Eksistensinya jadi pembicaraan publik. "Media darling". 

Kasak kusuk sejumlah elit politik membicarakan Anies for presiden 2019. Sebab, Anies paling potensial kalahkan Jokowi. PKS dan PAN kabarnya legowo mendukungnya. 

Faktor inilah yang membuat sejumlah pihak berupaya "dengan berbagai cara" menjegal Anies untuk nyapres. Anies berupaya "dibonsai" agar tak muncul. Dibully habis, agar namanya hancur. Tapi, Anies beruntung, masih kuat bertahan. 

Elektabilitasnya terus naik. Kelemahan Anies satu: gak punya uang. Amunisinya cekak. Tapi, jika Prabowo legowo mendeklarasikannya, besar kemungkinan donatur merapat. Bagi donatur, siapapun yang potensial menang akan dibantu. 

Bukan rahasia umum lagi.
Hanya Prabowo yang bisa mendeklarasikan Anies. Tidak yang lain. Kepada Prabowo, Anies "sendiko dawuh". Fatwa politik Prabowo adalah satu-satunya tiket dan amanah Anies nyapres di 2019. Kenapa harus Prabowo? Toh ada partai lain? 

Kabarnya, Anies tak mau jadi penghianat. Jika sebelumnya ada sejumlah politisi dan elit negeri yang menghianati Prabowo, biarlah itu jadi masa lalu. Anies benar, bangsa ini mesti belajar berkomitmen dan menjaga moralitas berpolitik.

Kedua, Gatot Nurmantyo. Mantan Panglima TNI ini berpotensi mengalahkan Jokowi. Duitnya banyak. Amunisinya lebih dari cukup. Dari mana? Jangan tanya. Yang jelas, soal dana politik, kabarnya, Gatot paling siap diantara calon lainnya. 

Kelemahan Gatot satu: masih punya masalah komunikasi dengan aktivis 212. Terutama dengan pimpinannya yaitu Habib Rizieq. Mesti dijalin komunikasi jika Gatot tak ingin ada kendala serius. Sebab, Habib Rizieq, saat ini, menjadi faktor penting untuk mendapatkan suara umat Islam.

Soal cawapres, PKS punya stok berlimpah. Ada Ahmad Heryawan, Mardani Ali Sera, Sohibul Iman, Hidayat Nurwahid dan Anis Matta. Di luar PKS ada Tuan Guru Bajang, Zulkifli Hasan, AHY dan Muhaimin Iskandar.

Jika Prabowo legowo memberikan tiket partainya kepada satu diantara dua tokoh di atas, yaitu Anies atau Gatot, maka potensi menangnya jauh lebih besar. Selain faktor "rising star" dan elektabilitas, kedua tokoh ini juga punya surplus lainnya. 

Anies tidak punya masalah dengan ulama dan umat. Malah sebaliknya, Anies sangat dekat dengan -dan didukung oleh- ulama dan umat. Sementara Gatot punya Amunisi (dana) berlimpah. Prabowo bisa pilih mana yang lebih dibutuhlan. Dengan catatan, kader Gerindra mesti bisa bersikap rasional. 

Sebaliknya, jika Prabowo dipaksa untuk terus maju, kemungkinan ia akan melengkapi dan menyempurnakan kekalahannya menjadi tiga kali.
https://kumparan.com/tony-rosyid/prabowo-akan-kalah


Prabowo: Kalah Bukan Pilihan 

 06/07/2014, 17:30 WIB 

Prabowo Akan Kalah (What?)
Capres nomor urut 1, Prabowo Subianto mengumumkan hasil verifikasi harta kekayaannya di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Selasa (1/7/2014). Capres nomor urut 1 Prabowo Subianto memiliki harta kekayaan terbanyak, yaitu sebesar Rp 1,6 triliun, cawapres nomor urut 2 Jusuf Kalla sebesar Rp 465 miliar, cawapres nomor urut 1 Hatta Rajasa sebesar Rp 30 miliar, dan capres nomor urut 2 Joko Widodo sebesar Rp 29 miliar.(TRIBUNNEWS/HERUDIN) 

JAKARTA, KOMPAS.COM - Calon presiden (Capres) Prabowo Subianto mengatakan, kalah bukan pilihan bagi dirinya dalam pemilu presiden pada 9 Juli ini. Prabowo menegaskan hal itu kepada wartawan harian  The Straits Times dalam penerbangan dengan jet pribadinya untuk kampanye di Semarang, Jawa Tengah belum lama ini. 

Harian itu menurunkan laporannya, Minggu (6/7/2014). Prabowo mengaku, dirinya tidak banyak mempersiapkan diri untuk kampanye. Namun sejumlah hasil survei telah menunjukkan tingkat elektabilitasnya meningkat dan terus membuntuti saingannya, Joko Widodo. 

“Saya tidak terlalu mempersiapkan diri, semua mengalir saja,” katanya kepada Straits Times sebelum bulan puasa dimulai. Mantan jenderal Kopassus berusia 62 tahun itu menyatakan bahwa ia terdorong takdir. 

“Kami merupakan keluarga terpandang. Kami diajar bahwa keluarga kami selalu melayani negara, rakyat, bangsa,” katanya dalam penerbangan selama 40 menit itu.  

 Ia melanjutkan, diskusi  politik merupakan  hal yang lumrah di meja makan keluarganya, yang akarnya bisa dirunut sejak perang melawan Belanda di Jawa. “Hidup selamanya merupakan pertempuran antara yang baik dan yang jahat,” kata Prabowo. 

“Hal itu memberi pengaruh yang luar biasa pada diri saya.” Ia mengatakan, kematian dua orang pamannya pada Januari 1946, dalam perang kemerdekaan, menginspirasi dia untuk bergabung di militer.  

“Tugas militer merupakan pengorbanan terbesar, karena anda mengorbankan jiwa untuk melayani negara, dan jika negara memintamu mengorbankan jiwamu, maka anda harus memberikannya,” katanya. 

Karir militer Prabowo melejit cepat hingga menjadi jenderal terpercaya mantan Presiden Suharto yang juga mantan mertuanya sebelum kejatuhan Soeharto tahun 1998. Setelah dipecat dari dinas militer karena perannya dalam penculikan aktivis demokrasi saat Suharto disingkirkan, dia mengasingkan diri ke Yordania. 

Prabowo kembali ke Indonesia tahun 2002. The Straits Times melaporkan bahwa pendapatnya tentang episode ketidakadilan dan sejarah keluarganya bukanlah satu-satunya yang mendorong upayanya menjadi orang nomor satu di Indonesia. Ia ingat pelecehan rasial yang ia hadapi sebagai satu-satunya orang Asia di kelas saat ia belajar di sekolah internasional di Swiss, Hong Kong dan Inggris. 

“Saya betul-betul ingin membuktikan bahwa orang Indonesia bukanlah monyet-monyet yang bodoh,” katanya. “Kita ingin menjadi negara yang modern. Kita ingin menjadi setara dengan Barat, tetapi kita mengagumi Barat…. Namun kita merasakan perlakuan yang rasial,” katanya. 

“Menurut saya hal ini dipengaruhi oleh orang-orang seperti Dr Mahathir dan Lee Kuan Yew - hasrat bahwa kita bukanlah manusia kelas tiga, bahwa kita juga bisa menjadi modern, kita bisa bersaing,” ucapnya. 

Ia mengakui bahwa ia mengagumi mantan perdana menteri Malaysia dan Singapura tersebut. Satu tema umum yang digunakan Prabowo untuk menggairahkan pemilih adalah menekankan betapa “orang asing telah mencuri sumber daya alam kita”. 

“Kita dibesarkan untuk terlalu ramah, dan tidak menyadari bahwa kekayaan kita telah dicuri…. Mereka bilang orang Indonesia itu bodoh, pemimpin kita bisa dibeli,” teriaknya dalam kampanye di Makassar pada 17 Juni 2014.   

Namun saat bertemu dengan para investor asing dan diplomat, ia mengatakan bahwa dana internasional amatlah penting bagi pembangunan Indonesia. The Straits Times mengatakan, Prabowo memang orang yang penuh kontradiksi. 

Walaupun keluarganya dibuang setelah memberontak terhadap Soekarno ditahun 1957, dia dengan sadar mencoba meniru gaya retorika presiden pertama Indonesia tersebut. 

Walaupun merupakan produk elite, ia percaya bahwa dirinya bisa menjangkau rakyat jelata. Nyatanya, banyak kalangan di Indonesia tertarik dengan visi yang diangkatnya mengenai Indonesia yang mampu “berdiri diatas kaki sendiri”.


https://nasional.kompas.com/read/2014/07/06/17301511/Prabowo.Kalah.Bukan.Pilihan



Prabowo Subianto Bicara Soal Capres 2019 : Saya Siap Mati untuk Negara Ini

Kamis, 8 Maret 2018 09:16




Prabowo Subianto, Siap Mati Demi Membela Negara

WARTAKOTA, PALMERAH-- Ketua Umum Partai Gerinda Prabowo Subianto akhirnya menyatakan kesediaannya untuk kembali dicalonkan sebagai Presiden RI pada Pemilihan Presiden (Pilres) 2019.

Mantan Komandan Jenderal Koppasus itu mengaku, alasannya siap menjadi Capres karena ingin menegakan kedaulatan Republik Indonesia.

"Kalau memang demi membela kedaulatan rakyat, saya harus maju untuk berjuang sebagai presiden republik Indonesia..." ujar Prabowo disambut sorak para pengurus dan kader Partai Gerindra. 

Pernyataan Prabowo itu terlihat dalam video yang kemudian di-share di akun twitter Partai Gerindra Rabu (7/3/2018) sekitar 13 jam lalu.

Menurut Prabowo, masalah sekarang adalah soal kedaulatan Indonesia.

Karena itu, perjuangannya untuk menduduki posisi orang nomor satu di Indonesia itu bukan semata-mata karena jabatan.

"Ini adalah Indonesia berdaulat atau tidak, itu persoalannya. Perjuangan kita. Bukan jabatan yang kita cari. Bukan jabatan. Saya letnan saja siap mati untuk negara ini," ujar Prabowo.

Jika para kader partai menginginkan dia kembali menjadi Capres, Prabowo minta para kader loyal dan patuh.

"Kalau kau percaya sama saya, percayalah sama saya. Yakinlah. Saya tidak akan berbuat yang mencelakakan merah putih," tegasnya.

Di akhir rekaman dalam video itu, Prabowo dengan mengepalkan tangannya mengatakan, "Saya siap menjadi alat untuk bangsa dan negara Indonesia."

Video itu diunggah akun twitter Partai Gerindra @Gerindra: Tidak ada kata pensiun untuk seorang prajurit. Mereka harus siap kapanpun negara membutuhkan, kapan pun rakyat meminta bantuan.

Seorang prajurit, tidak akan mengenal kata lelah apalagi berhenti dalam berjuang.
http://wartakota.tribunnews.com/2018/03/08/prabowo-subianto-bicara-soal-capres-2019-saya-siap-mati-untuk-negara-ini?page=all

---------------------------------

Ada Band - Haruskan aku mati karenamu ...



mati kalo sedang jomblo ... yaa nggak enaklah bagi seorang Lelanang ning jagad, Wo! ...

emoticon-Sorry




Peduli amat
2030 bukannya mau bubar
Lagian malas juga dipimpin presiden muslim
Tidak ada perubahan yang berarti

Prabowo Akan Kalah (What?)

Prabowo udah abis di 2014, dtelanjangi. Masih maju lagi tggal lempar isu yg sama di 2014
Prabowo akan maju?
ngapain pilih orang yg pingin berkuasa namun tidak menguasai masalah? emoticon-Big Grin
kagak nanggung2 semangat @TS bikin trit
Langsung 3 IN 1
tiga berita dalam 1 trit

LanJut emoticon-Big Grin
Masih pakai strategi isu bochor2 kah ?
yauda kalah aja
emank ngaruh apa sama kehidupan kalo dia kalah
Kalo bener2 jadi presiden epik banget ceritanya kiprah wowo di politik :
Kalah konvensi golkar --> Bikin partai --> Jadi Cawapres --> Jadi Capres --> Jadi Pres emoticon-Ultah
Keringatmu tidak pernah mengkhianatimu, Become a president, or die trying, akan sangat menginspirasi emoticon-Smilie
sudahlah, prea-sejarah tunjuk KH Taboe sebagai capres, dijamin elektabilitas jongos kui langsung anjlok ke level terendah :sexhand
muak jika capres 2019 gitu2 saja...

termasuk jokowi dan prabowo.. emoticon-Traveller
bla bla intinya anies capres tbb wapres emoticon-Embarrassment

eaaaahhh emoticon-Big Grin
Quote:


hahaha kampret emoticon-Leh Uga
kalok masalah erektabilitas gw yakin pak wowo udah ga bisa naik lagiemoticon-Big Grin
padahal kalo mau membuang egonya
dan menerima pinangan jadi wapres oleh pak jokowi udah pasti dapet tuh

ane sih cuma ngucapin selamat hattrick gagal kepilih aja deh
si wowo
religius kaga
nasionalis kaga
dermawan kaga
ada istri kaga
pengalaman birokrasi pemerintah kaga

mending dukung TBC aja sono kaya ntapz
wowok kuda elektabilitas nyungsep, tp yang koar2 paling kenceng gerombolan berudu... jadi sebener nya yang panik itu siapa?
Quote:


yg Paling panik NASTAK.. emoticon-Angkat Beer

bisa aja ente.. Mengganti KECEBONG dg BERUDU... emoticon-Leh Uga
Quote:


biar lebih sopan bre...
btw ente punya counter pulsa kan, simpati 30 gb sm 17 gb kok ngilang sih?
Quote:


semenjak ada peraturan max.. 3 kartu (pakek KK) sama MENKOMINFO SIALAN...! emoticon-fuck

semua promo ikut brubah jd lbh mahal breyh.. emoticon-Cape deeehh

mhn doa restu... ini ane dan tmn2 mau touring ke jkt... emoticon-Angkat Beer

kita akan sama2.. Mndemo RUDIANTOLOL...! emoticon-fuckemoticon-Busaemoticon-fuck