alexa-tracking

Islam[1] Ka-Te-Pe

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af0de8331e2e6fb618b4570/islam1-ka-te-pe
Islam[1] Ka-Te-Pe
Islam KTP

Islam[1] Ka-Te-Pe

Apa yang terbayang di pikiran anda saat mendengar kata "Islam KTP"? Kalau anda berpikir Islam KTP adalah orang-orang beragama Islam yang malas menjalankan ibadahnya, maka mungkin anda salah. Bisa jadi mereka adalah orang-orang yang sebenarnya tidak mau masuk Islam tetapi terpaksa harus mencantumkan "Islam" di KTP mereka karena alasan politis.


Di Jawa, orang-orang seperti ini juga dikenal sebagai penganut Kejawen. Terdapat beberapa kesalahpahaman mengenai orang-orang ini, antara lain:

aliran ini sering dianggap sebagai satu aliran, yaitu Kejawen [2]. Kenyataannya, yang disebut Kejawen sebenarnya adalah aliran-aliran yang kebetulan pendirinya adalah orang Jawa. Walaupun beberapa dari kepercayaan-kepercayaan ini memiliki persamaan, tetapi tetap saja satu dan yang lainnya mempunyai perbedaan-perbedaan. Dengan kata lain, tidak pernah ada sebuah kepercayaan tunggal yang disebut Kejawen, yang ada adalah sekelompok aliran di Jawa yang mempunyai beberapa ciri. Bahkan beberapa kepercayaan menolak sebutan Kejawen karena menyempitkan makna kepercayaan mereka hanya dianut oleh orang-orang Jawa, sementara para penghayatnya tidak hanya orang Jawa.

aliran-aliran ini sering dituding sebagai tak lebih dari aliran sinkretis yang mencampuradukkan antara Islam, Buddha, dan Hindu. Kenyataannya, walau beberapa dari aliran ini tergolong baru, namun fondasi yang melandasi aliran ini sudah ada jauh sebelum agama Buddha dan Hindu masuk [3].

aliran-aliran ini juga dituding sebagai animisme (mempercayai semua benda memiliki roh) dan dinamisme(mempercayai semua benda memiliki kekuatan batin [tidak harus mempunyai roh]). Kenyataannya, walau beberapa aliran mempunyai corak dinamisme (saya pribadi belum pernah menemui corak animisme), secara prinsip dasarnya, aliran-aliran ini lebih bersifat Panentheism [4].

Dari definisi-definisi mengenai agama yang diberikan oleh beberapa orang luar negeri (yang berusaha netral, mengakui pengaruh agama dalam masyarakat, dan obyektif tanpa mereduksi maknanya) [5], aliran-aliran kepercayaan ini mungkin bisa dianggap sebagai agama tersendiri (walau masih perlu dikaji lebih lanjut). Hal ini pernah saya utarakan kepada salah satu Pelaku Kepercayaan namun ia menolak dengan alasan "definisi" yang saya berikan tidak dikenal oleh masyarakat Indonesia. Tetapi memang orang-orang Kepercayaan tampaknya tidak nyaman bila Kepercayaan mereka disebut sebagai agama, mungkin karena istilah "agama" di masa sekarang terkesan eksklusif dan menyeramkan. Mereka lebih suka istilah "Kepercayaan". Namun Penghayat Kepercayaan yang saya ajak diskusi, sepakat bahwa Kepercayaan yang ia anut bukanlah bagian dari agama-agama resmi yang diakui Indonesia.


Seorang bapak yang walau sudah tua namun selalu tampak bersemangat[6] bercerita di depanku tentang masa mudanya, di era Sukarno, saat-saat ia selalu menuliskan "berTuhan tapi tak beragama" di kolom agama dan tidak pernah mendapatkan masalah selama dinasnya sebagai tentara. Namun ketika era berganti menjadi era Orde Baru, barulah ia dipaksa memilih di antara 5 agama yang diakui pemerintah. Merasa familiar? Tentu saja! Kalian pasti pernah mendengar bagaimana penganut-penganut Kong Hu Cu dipaksa memilih di antara 5 agama resmi dan baru di masa Gus Dur-lah mereka bisa dengan percaya diri menyatakan diri sebagai penganut Kong Hu Cu. Apa yang dialami oleh penganut Kong Hu Cu, juga dialami oleh para Penghayat Kepercayaan(!). Mereka tidak bisa mencantumkan nama kepercayaan mereka. Mereka hanya bisa menikah bila menggunakan cara agama yang diakui pemerintah. Beberapa isu yang saya dengar lebih menyeramkan seperti pelarangan penguburan jenazah di TPU.


Seperti yang disebutkan oleh kawanku, Jan Peter [7], mayoritas Pelaku Kepercayaan di Jawa mengaku sebagai Islam (karena terpaksa tentunya). Bapak yang saya sebutkan di atas tadi mengatakan alasan memilih "Islam" untuk dicatut bukan karena "Islam" adalah agama yang paling mendekati paham kepercayaannya melainkan karena pemerintah tidak mempersyaratkan surat-surat dari Masjid. Berbeda dengan menjadi Kristen dan Katolik yang membutuhkan pengakuan dari Gereja.

Sekarang pertanyaannya:

Apakah mereka harus terpaksa mengakui salah satu agama "resmi" sementara seharusnya "tiada paksaan dalam agama"(Quran 2: 256)?

Apakah umat muslim tidak malu memaksa mereka mengikuti syariat Islam sementara mereka mencatut nama "Islam" karena tekanan politis?

Apakah umat muslim tidak malu mengaku sebagai mayoritas sementara mungkin saja yang selama ini mengisi "Islam" dalam KTP mereka, dalam lembaga-lembaga sensus bukanlah Muslim?

Penulis berharap jawaban-jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini bisa membuat kita semakin arif dalam bersikap.

Wassalammu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Kunderemp Ratnawati Hardjito A.K.A
Narpati Wisjnu Ari Pradana


Catatan Kaki:
[1] definisi Islam: Agama yang muncul di semenanjung Arab pada abad 7 Masehi.

[2] terlihat dari tulisan teman saya, Jan Peter(walaupun ia bermaksud baik) di http://jpmrblood.blogspot.com/2006/06/ruu-app-dan-kehancuran-indonesia.html "sebagai contoh, orang-orang Jawa menganut agama Kejawen, walaupun dalam KTP tertulis agama mayoritas." atau definisi Wikipedia berbahasa Indonesia "Kejawen (bahasa Jawa: Kejawèn) adalah sebuah kepercayaan atau mungkin boleh dikatakan agama yang terutama dianut di pulau Jawa oleh suku Jawa dan sukubangsa lainnya yang menetap di Jawa." (terakhir diakses tanggal 7 Juni 2006)

[3] Lihat di situs tentang budaya Jawa, http://www.jawapalace.org/orangjawa.html 
"Sejak jaman awal kehidupan Jawa (masa pra Hindu-Buddha), masyarakat Jawa telah memiliki sikap spiritual tersendiri. Telah disepakati di kalangan sejarawan bahwa, pada jaman jawa kuno, masyarakat Jawa menganut kepercayaan animisme-dinamisme. Yang terjadi sebenarnya adalah: masyarakat Jawa saat itu telah memiliki kepercayaan akan adanya kekuatan yang bersifat: tak terlihat (gaib), besar, dan menakjubkan. Mereka menaruh harapan agar mendapat perlindungan, dan juga berharap agar tidak diganggu kekuatan gaib lain yang jahat (roh-roh jahat).

Hindu dan Buddha masuk ke pulau Jawa dengan membawa konsep baru tentang kekuatan-kekuatan gaib. Kerajaan-kerajaan yang berdiri memunculkan figur raja-raja yang dipercaya sebagai dewa atau titisan dewa. Maka berkembanglah budaya untuk patuh pada raja, karena raja diposisikan sebagai ‘imam’ yang berperan sebagai pembawa esensi kedewataan di dunia (Simuh, 1999). Selain itu berkembang pula sarana komunikasi langsung dengan Tuhan (Sang Pemilik Kekuatan), yaitu dengan laku spiritual khusus seperti semedi, tapa, dan pasa (berpuasa)."

[4] Panentheism adalah kepercayaan yang mempercayai semua benda di dunia ini adalah bagian dari Tuhan. Di dalam agama Hindu, konsep Atman mirip dengan konsep ini sementara dalam literatur Islam, Wihdatul Wujud(dan di Jawa dipopulerkan oleh Syekh Siti Jenar) bisa dikategorikan dalam kepercayaan ini. Lebih lanjut tentang Panentheism bisa dibaca di http://en.wikipedia.org/wiki/Panentheism

[5] Beberapa definisi saya berikan di forum diskusi Ajangkita.com. Bisa dibaca di: http://www.ajangkita.com/forum/viewtopic.php?t=13063&start=32

[6] Bapak ini diusulkan sebagai kandidat Menteri Agama dari minoritas oleh Dawam Rahardjodalam sebuah artikel di Koran Tempo 2 Juni 2006

[7] bisa dibaca di
[url]http://jpmrblood.blogspot.com/2006/06/ruu-app-dan-kehancuran-indonesia.html [/url]"Sebagai contoh, orang-orang Jawa menganut agama Kejawen, walaupun dalam KTP tertulis agama mayoritas."

http://cacianqalbukunderemp.blogspot...m-ktp.html?m=1
image-url-apps
Temen ane Budha tapi ane gak tau di ktp dia apa. Yang ane tau dia masuk pelajaran agama Kristen gara-gara di daerah ane guru agama Budhanya gak ada
image-url-apps
bebaskan, masing2 aja ga usah usil
KASKUS Ads
Islam ya Islam
Budha ya Budha
Kristen ya Kristen
Hindu ya Hindu
kalo ga menjalankan kewajiban agamanya masing-masing ya berarti kafir
emoticon-Cool
intinya jangan saling ganggu
Yang penting akur emoticon-rose
image-url-apps
Islam[1] Ka-Te-Pe
Ane pernah sekolah dimana sekolah buddha (ane khatolik), jadi mau gak mau ane harus ngikutin kegiatan kaya berdoa ala buddha, baca paritta, meditasi. Cuman tetep aja hati ane masih di agama ane emoticon-Malu (S)
Ya itung2 ada pengalamana lah kaya gimana doa buddha emoticon-Hammer (S)
×