alexa-tracking

Pasokan dan harga BBM selama Ramadan dipastikan stabil

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af02b9d60e24bba448b456d/pasokan-dan-harga-bbm-selama-ramadan-dipastikan-stabil
Pasokan dan harga BBM selama Ramadan dipastikan stabil
Pasokan dan harga BBM selama Ramadan dipastikan stabil
Petugas SPBU bersiap melayani pembeli bakar minyak (BBM) di SPBU daerah Jakarta Pusat, Senin (9/4/2018).
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pasokan dan kestabilan harga bahan bakar minyak (BBM) selama Ramadan hingga Idulfitri 2018.

Menteri ESDM, Ignasius Jonan, mengatakan ketersediaan BBM dan kestabilan harga akan berlaku untuk semua jenis, baik yang bersubsidi maupun tidak.

"Kalau BBM secara keseluruhan untuk pasokan Ramadan hingga Idulfitri saya kira tidak ada masalah," sebut Jonan, dikutip dari ANTARA, Senin (7/5/2018).

Jonan mengaku saat ini kementeriannya bersama PT Pertamina (Persero) tengah melakukan pemantauan langsung untuk memastikan penyelesaian kesiapan pasokan BBM. Beberapa wilayah yang pasokannya akan ditambah antara lain tempat wisata dan jalur mudik.

Tahun lalu, Pertamina mencatat peningkatan konsumsi BBM dari 93.126 kiloliter (kl) menjadi 95.612 kl, atau sekitar 2,6 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Jika dibandingkan dengan kondisi normal, konsumsi BBM sepanjang arus mudik dan balik pada tahun lalu tercatat meningkat 9,41 persen.

Untuk tahun ini, Pertamina memprediksi tambahan pemudik sekitar 11-13 persen, dengan perincian pemudik dengan motor sebanyak 7,7 juta dan mobil sebanyak 3,5 juta.

Dengan prediksi tersebut, Pertamina menyiapkan tambahan pasokan BBM sebanyak 15 persen.

"Jadi kalau tahun lalu arus mudik dan balik lancar, insyaAllah tahun ini lebih lancar lagi dengan pasokan yang kita tingkatkan lebih besar lagi," kata Plt Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, dalam iNews, akhir pekan kemarin.

Pertamina juga bakal menyiapkan fasilitas pengisian bahan bakar sepanjang jalan tol di Pulau Jawa. Saat ini, perusahaan pelat merah itu sudah menyiapkan 99 titik stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) mobile baik di jalur-jalur tol fungsional yang baru dioperasikan maupun jalur nontol.

Perlakuan yang sama juga akan diterapkan di sejumlah titik di luar Pulau Jawa. Namun, Nicke mengaku belum memastikan titik-titik mana saja SPBU mobile akan diberlakukan.

"Kami masih riset dalam bentuk penguatan stok BBM, ada kantong-kantong di beberapa tempat sehingga ketika terjadi kekurangan pasokan, ini langsung bergerak," sambungnya.

Terkait harga BBM, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi, mengatakan kepastian harga BBM yang tidak naik disebabkan karena kebijakan subsidi energi yang tepat sasaran.

Sepanjang 2015-2017, total subsidi untuk energi sebesar Rp323 triliun atau lebih rendah 66 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp958 triliun.

Subsidi energi terdiri dari subsidi BBM, elpiji, dan listrik. Sejak tahun 2015, jenis BBM yang disubsidi hanya Solar dan minyak tanah, sementara Premium tidak lagi disubsidi APBN.

Meski demikian, harga BBM jenis Premium (jenis BBM khusus penugasan) dan solar tidak pernah mengalami kenaikan sejak April 2015. Saat itu harga premium tersebut sebesar Rp7.300 dan solar Rp6.900 per liter.

Demikian halnya dengan BBM jenis solar per 10 Oktober 2015, harganya turun dari Rp6.900 menjadi 6.700 per liternya. Lalu per 5 Januari 2016 juga turun menjadi Rp5.650 per liter dan 1 April 2016 turun lagi menjadi Rp5.150 per liter. Hingga 2019 solar juga tidak ada kenaikan.
Inflasi tak melonjak drastis
Meski pemerintah memastikan tidak ada kenaikan BBM selama Ramadan dan Idulfitri 2018, namun lonjakan harga bahan kebutuhan pokok lainnya jelang masuknya Ramadan tetap berpotensi menimbulkan kenaikan inflasi pada bulan Mei dan Juni 2018.

Apalagi, tren nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang terpantau melemah dalam satu bulan terakhir juga membawa faktor lain dalam kenaikan inflasi.

Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudistira, memprediksi inflasi Mei 2018 berkisar antara 0,5 persen-0,6 persen (atau sekitar 3,6 persen year-on-year).

Angka ini lebih tinggi dibandingkan inflasi pada April 2018 yang sebesar 0,1 persen atau Maret yang berada di level 0,2 persen.

"Solusinya kendalikan pasokan pangan khususnya bahan makanan yang secara musiman naik saat Ramadan. Kemudian, karena faktor nilai tukar rupiah, (Bank Indonesia) bisa menaikkan 7-day Repo Rate 25-50 bps untuk kendalikan kurs," ucap Bhima dalam Liputan6.com.

Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) optimistis inflasi pada Ramadan dan Idulfitri tahun ini tidak akan melonjak drastis--meski Yunita tidak menyebut berapa angka prediksi inflasinya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Yunita Rusanti, menjelaskan hal itu disebabkan karena Ramadan dan Idulfitri jatuh pada pertengahan bulan, sehingga membantu dari sisi perhitungan inflasi.

"Ini agak terbantu dari sisi perhitungan inflasi karena akan terbagi dua, di Mei dan Juni. Kalau jatuhnya di awal atau akhir bulan, maka akan tinggi sekali di salah satu bulan," jelas Yunita.

Berkaca tahun lalu, saat Ramadan dan Idulfitri dimulai pada akhir bulan, inflasi Mei tercatat mencapai 0,39 persen dan Juni mencapai 0,69 persen. Sementara pada 2016, saat Ramadan dan Idulfitri dimulai pada awal bulan, inflasi melonjak ke posisi 0,66 persen hingga 0,69 persen.
Pasokan dan harga BBM selama Ramadan dipastikan stabil


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...astikan-stabil

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Pasokan dan harga BBM selama Ramadan dipastikan stabil PTUN tolak gugatan Hizbut Tahrir Indonesia

- Pasokan dan harga BBM selama Ramadan dipastikan stabil Penjualan bayi lutung jawa lewat Facebook digagalkan

- Pasokan dan harga BBM selama Ramadan dipastikan stabil Untuk pertama kali Prabowo ungguli Jokowi

biar ga antre panjang pas mudik