alexa-tracking

Inilah Makna Kepemimpinan: dari perjalananku lima hari terakhir

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5aef33c3582b2e41188b456a/inilah-makna-kepemimpinan-dari-perjalananku-lima-hari-terakhir
Inilah Makna Kepemimpinan: dari perjalananku lima hari terakhir
Inilah Makna Kepemimpinan: dari perjalananku lima hari terakhir
(Photo by mentatdgt from Pexels)

Apa makna leadership untuk Agan-agan sekalian? Mengapa Agan menjadi seorang pemimpin dalam bisnis? Saya mencoba merangkum apa yang saya temukan tentang makna leadership dari perjalanan kehidupan saya seminggu lalu. Kiranya penemuan saya boleh membantu Agan-agan menemukan makna leadership untuk pribadi. Selamat membaca.

Senin 30 April 2018.
Saya memulai minggu yang sibuk, ada banyak meeting dan pekerjaan yang perlu dituntaskan. Lalu masuk notifikasi di whatsapp saya, staff saya sakit dan meminta izin pulang lebih cepat. Istri saya memberi tambahan info bahwa staff tersebut kemungkinan sedang frustrasi karena merasa gagal dalam prospek training yang sebenarnya lumayan besar.


Saya sendiri pun sedang merasa stress karena April ini penjualan kami tidak mencapai target. Akan tetapi, saya diingatkan dengan apa yang Dr John Maxwell katakan:


Quote:



Saya pun terdorong untuk menghiburnya dengan teks singkat melalui whatsapp: “lebih baik istirahat dan kembali fit dulu. Kita bisa mengejar kembali kemudian.” Saya menunda keinginan saya untuk mengejar target dan memulai upaya memahami kegentaran dari staff saya.


Malam harinya saat berdoa, saya seolah mendengar Yang Maha Kasih berbisik “Inilah kepemimpinan“.

Saya belajar salah satu makna leadership hari itu: melayani dan menguatkan orang yang berjuang untuk kepentingan bisnis saya.


Selasa, 1 Mei 2018
Inilah Makna Kepemimpinan: dari perjalananku lima hari terakhir
(Foto: Kumparan.com)

Hari buruh. Yang pasti jalanan macet di mana-mana. 
Masalahnya, ada hal-hal tambahan yang perlu saya persiapkan di luar rumah untuk training keesokan harinya, agar panitia training lebih terbantu di tengah kesibukan yang mereka alami. Saya sudah memberikan janji untuk turut membantu persiapan, daripada sekedar datang untuk mengajar materi.


Spoiler for spoiler:



Tapi sekali lagi, hari itu Hari Buruh (May Day) dan macet cenderung di mana-mana. Sebenarnya saya lebih ingin di rumah, apalagi putri saya baru kecelakaan motor. Akan tetapi, saya diingatkan kembali dengan kalimat Dr John Maxwell:


Quote:



Dan saya pun keluar rumah dan melakukan beberapa persiapan di kantor, mall, tempat printing. Saat masuk ke mobil sebelum mengarah ke rumah, hati saya seakan menyerukan sesuatu: “Inilah kepemimpinan”.

Dan saya kembali diajar sebuah makna leadership: menciptakan kepercayaan dari orang lain dengan menepati janji.


Rabu, 2 Mei 2018
Hari itu saya sudah sibuk dari jam 6 pagi. Training full day yang diadakan dengan topik Think and Grow Rich dilaksanakan dengan sukses oleh panitia, dan jujur saya kelelahan sesudahnya. Akan tetapi pulang malamnya, putri saya masih menanti ayahnya pulang – walau dia sendiri masih susah gerak dan susah makan akibat beberapa sobek karena kecelakaan.


Inilah Makna Kepemimpinan: dari perjalananku lima hari terakhir
(foto putri saya yang kecelakaan motor dan mengalami sobek di dagu dan bibirnya)

Saya mengambil waktu untuk mendengarkannya, menemaninya makan, sampai akhirnya kami sekeluarga ke kamar untuk tidur. Putri saya mengatakan ia senang bisa ditemani makan oleh ayahnya, dan saya mencoba menyembunyikan air mata (saat saya menyadari bahwa hal kecil seperti menemani makan adalah hal yang bisa membuat keluarga saya senang). 

Di momen itu, Tuhan seolah berbisik di telinga saya, kembali mengingatkan: “Inilah kepemimpinan”.

Sebuah makna leadership yang indah, adalah saat kita mendefinisikan sukses sebagai:


Quote:




Kamis, 3 Mei 2018
Dua jadwal konsultasi bisnis menanti dari pagi sampai sore. Saya juga berkesempatan untuk sarapan pagi dengan seorang sahabat dan eks-klien yang sudah lama tidak bertemu. Senang bisa mendengar kisah perjalanan bisnisnya, dan bagaimana apa yang pernah beliau dapatkan dalam business coaching beberapa tahun silam masih terpakai dan bermanfaat.


Akan tetapi, di sore hari itulah saya menemukan sesuatu yang membukakan mata saya tentang makna leadership.


Agenda coaching sore itu cukup ambisius dan waktu terus berpacu. Dan kami (saya dan klien) menemukan bahwa kesediaan untuk mendengarkan, kesediaan untuk memahami sudut pandang mitra bisnis kita – serumit apa pun beliau mengungkapkannya, adalah sebuah pelayanan yang kita berikan untuk kemajuan bersama.


Saya tidak bisa menyebutkan siapa nama klien tersebut, tetapi saya bisa mengatakan bagaimana saya bangga dengan kesediaannya untuk menyesuaikan kecepatan dengan mitranya yang sedang kewalahan dengan banyaknya tugas dan tanggung jawab.


Meminjam istilah dari Napoleon Hill, seolah Tuhan, Sang Infinite Intelligence menegaskan dalam hati saya: “Inilah leadership”.


Quote:



Jumat, 4 Mei 2018
Weekend telah tiba dan hari ini saya hanya punya sebuah jadwal coaching dengan seorang pengusaha muda di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan. Pengalaman saya dengan beliau adalah pengalaman yang menyegarkan tentang makna leadership.


Pengusaha muda ini memiliki ambisi yang besar dan juga luhur. Yang menarik terjadi di siang itu adalah bagaimana kami berdua sama-sama belajar tentang makna leadership. Terlepas dari keinginan untuk segera mengapai ambisinya, pengusaha muda ini berani terbuka dan meluangkan fokus dari: Very Important Ambition kepada Very Important Reality.


Itu penting, karena memang tugas pertama seorang pemimpin adalah mendefinisikan realitas.


Dua jam konsultasi berjalan sangat cepat, penuh dengan kejujuran dan keterbukaan. Dan dua komponen itulah – kejujuran dan keterbukaan – yang membuat beliau menemukan jawaban yang sebenarnya sudah ada dalam dirinya selama ini. Senang mendengarkan beliau merasa puas dengan sesi coaching pertamanya ini, yang ia sebut “ilmu seperti ini tidak saya dapat dari kuliah“.


Kalau boleh jujur, kepala saya cukup besar juga dengan pujian itu. 

Sampai saya merasakan teguran yang muncul dalam hati saya: “Ini adalah leadership, bukan show”. 
Dan saya belajar banyak di hari itu, makna leadership dititikberatkan pada kesediaan kita membantu orang lain menggapai potensinya – bukan pada pujian atau rewardnya.


Diskusi
Saya menemukan beragam makna leadership dalam kehidupan saya seminggu lalu, tentang apa makna leadership yang sebenarnya dalam bisnis dan relasi. Saya menemukan bahwa leadership tidak terbatas pada jabatan, posisi atau fungsi dalam perusahaan – yang saya coba kelola dengan strategi dan manajemen semata.


Leadership ternyata adalah sesuatu yang hidup, yang bertumbuh, seraya kita peduli satu sama lain, mendengarkan satu sama lain, menyemangati satu sama lain, dan mengingat motivasi mengapa kita mengemban kepemimpinan.


Dapatkah Agan-agan menceritakan apa makna leadership untuk Agan-agan sekalian?


Disadur dari tulisan Coach Danny Wira Dharma - a John Maxwell Team Coach

Sumber: ide-bisnis.com
×