alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Kumparan /
Makna di Balik Tarian Bedhaya Banyu Neng Segara
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5aef2085902cfe6f158b4577/makna-di-balik-tarian-bedhaya-banyu-neng-segara

Makna di Balik Tarian Bedhaya Banyu Neng Segara

Makna di Balik Tarian Bedhaya Banyu Neng Segara

Tujuh wanita remaja sedang menarikan tarian Bedhaya Banyu neng Segara di trotoar Jalan Kenari, utara Balikota Yogyakarta. Mereka sedang mengingatkan orang-orang yang selalu mengganggu keistimewaan Yogyakarta. Salah seorang penari, Maria Fransiska, menuturkan dalam bahasa Jawa, Bedhaya berarti tari. Sebuah tarian sakral yang hanya dapat ditarikan dilingkup Keraton dan peristiwa tertentu saja.

"Dengan tarian ini kami mengingatkan kembali Jogja itu masih Istimewa, kita hidup di tanah Jogja, kita harus mengikuti kultur, budaya dan adat istiadat yang ada di Jogja," kata Maria saat ditemui kumparan.com/tugujogja usai melakukan ritual tarian di Jalan Kenari, Yogyakarta, Minggu (6/5).

Ia menerangkan, kehidupan Yogyakarta yang Istimewa adalah Yogyakarta yang njawani. Dalam berkesenian, menjadi njiwani itu sangat penting. Sebab, bersikap dan berprilaku njawani mengarahkan kita menjadi manusia yang tidak memaksakan kehendak.

Selain itu, mengarahkan agar menjadi manusia yang tepa slira, tidak memaksakan kemauan, tidak hanya mencari keuntungan pribadi dan tidak mementingkan diri sendiri. "Njawani juga mengasah kepekaan untuk memiliki rasa ngemong, merawat, dan menjaga diri dari lingkungan," katanya.

Tarian tersebut, menurut dia, hanya bisa dipertunjukkan dengan angka ganjil, mulai angkat tujuh dan sembilan yang semua penarinya harus wanita. "Tarian ini menceritakan laku doa tujuh perempuan untuk bumi. Bumi yang dipijak sebagai tempat bernaung, hidup dan mati," katanya.

Ketujuh penari perempuan tersebut berpenampilan riasan edan-edanan dengan dipadu kaos bertuliskan 'Jogja Ora Didol'. Perpaduan tersebut, melambangkan sikap dan perilaku njiwani para penari. "Penari sebagai warga, ingin terus menerus merawat kotanya, kota Yogyakarta yang istimewa dalam sebuah semangat besar Jogja Ora Didol," katanya. (Nadhir Attamimi)

Maria Fransiska bersama teman-temannya saat membawakan tarian Bedhaya Banyu neng Segara di trotoar Jalan Kenari, utara Balikota Yogyakarta, Minggu (6/5). Foto: Nadhir Attamimi/ kumparan.com/tugujogja



Sumber : https://kumparan.com/tugujogja/taria...aan-yogyakarta

---

Kumpulan Berita Terkait :

- Makna di Balik Tarian Bedhaya Banyu Neng Segara Makna di Balik Tarian Bedhaya Banyu Neng Segara

- Makna di Balik Tarian Bedhaya Banyu Neng Segara Festival Anak Bertanya

- Makna di Balik Tarian Bedhaya Banyu Neng Segara Mengenal Legong Binoh yang Jadi Unggulan Denpasar di Pesta Kesenian Bali

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di