alexa-tracking

Cawapres untuk Prabowo akan Diumumkan Bulan Depan

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5aef1ca9d9d77090038b458d/cawapres-untuk-prabowo-akan-diumumkan-bulan-depan
Cawapres untuk Prabowo akan Diumumkan Bulan Depan
Cawapres untuk Prabowo akan Diumumkan Bulan Depan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono, memastikan pengumuman cawapres untuk Prabowo dilakukan bulan depan. Pernyataan Ferry itu merespons keinginan PKS yang meminta kepastian cawapres Prabowo.

"Bulan depan kita umumkan," kata Ferry saat dihubungi, Ahad (6/5).

Ferry juga mengatakan, cawapres Prabowo berasal dari sembilan nama yang telah disodorkan PKS. Namun, saat disinggung tepatnya nama dari sembilan tokoh tersebut, Ferry enggan menjawabnya.

"Ya, ya, ya pokoknya bulan depan kita umumkan ya," ujar Ferry menutup pembicaraan.

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid membenarkan penggodokan sembilan nama calon wakil presiden (cawapres) yang disiapkan PKS telah selesai. Namun, ia membantah tiga nama yang mengerucut untuk menjadi cawapres dari Prabowo.

"Nggak benar itu kalau mengerucut, kalau penggodokan ya sudah selesai, tapi kita nggak mengenal pengerucutan, hanya mengenal sembilan nama yang disampaikan ke mitra koalisi untuk diputuskan bersama," ujar Hidayat saat dihubungi wartawan, Ahad (6/5).

Menurut Hidayat, sudah ada tim yang dibentuk Majelis Syuro PKS dengan mitra koalisi yakni Partai Gerindra untuk mengkaji nama-nama cawapres bagi Prabowo. Ia melanjutkan, kalaupun sekarang beredar ada tiga nama yang mengerucut seperti nama Ahmad Heryawan, Anis Matta, dan Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua MPR tersebut bagian respons dari mitra koalisi.

"Boleh saja adayang mengatakan demikian, artinya dari mitra koalisi sudah merespons, ya respons itu boleh saja tapi kan itu belum respons final dan bukan yang kami ajukan artinyakami tidak hanya mengajukan tiga nama, tapi sembilan nama," kata Hidayat.

Ia menegaskan, komunikasi saat itu juga terus berjalan antara PKS dengan Gerindra. Saat ini tinggal bagaimana keputusan antara PKS dan Gerindra terkait nama cawapres.

"Hari ini kan ada pertemuan antara Pak Prabowo yang mengajak Pak Sohibul di Jatim, artinya komunikasi terus berjalan dan kita saling bertanggung jawab dalam komunikasi yang kita lakukan," kata Hidayat.

Hidayat melanjutkan, yang penting PKS berharap agar pengumuman nama cawapres tersebut dilakukan sebelum pelaksanaan Pilkada 2018 atau kalau bisa sebelum bulan Ramadhan.

Spoiler for sumber:


jeng... jeng....jeng......!!!
Akankah ada nasbung civil war lagi? emoticon-Big Grin

Btw...kubu yg lain kudu hati2....Pasangan kali ini bener2 menakutkan,dua partai ini kompak dan cocok dalam caranya "bermain" politik emoticon-Big Grin

Cawapres untuk Prabowo akan Diumumkan Bulan Depan

Melihat Peta Politik Pilpres 2019 Pascaputusan MK soal "Presidential Threshold"

image-url-apps
JAKARTA, KOMPAS.com — Partai politik dipastikan harus berkoalisi untuk mengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2019. Tidak ada parpol yang bisa sendirian mengusung pasangan calon.

Kepastian ini didapat setelah Mahkamah Konstitusi menolak uji materi Pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

MK menyatakan Pasal 222 yang mengatur mengenai ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold tersebut tidak bertentangan dengan UUD 1945.

(Baca juga: MK Tolak Uji Materi Presidential Threshold)

Artinya, parpol atau gabungan parpol harus mengantongi 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara sah nasional untuk bisa mengusung pasangan capres dan cawapres pada 2019.

Karena pemilu legislatif dan pemilu presiden 2019 digelar serentak, ambang batas yang digunakan adalah hasil pemilu legislatif 2014 lalu.

Namun, tak ada satu pun partai politik yang meraih 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara sah nasional.

Berikut perolehan suara sah nasional 10 parpol dalam Pemilu 2014:

1. Partai Nasdem 8.402.812 suara (6,72 persen)
2. Partai Kebangkitan Bangsa 11.298.957 suara (9,04 persen)
3. Partai Keadilan Sejahtera 8.480.204 suara (6,79 persen)
4. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 23.681.471 suara (18,95 persen)
5. Partai Golkar 18.432.312 suara (14,75 persen)
6. Partai Gerindra 14.760.371 suara (11,81 persen)
7. Partai Demokrat 12.728.913 suara (10,19 persen)
8. Partai Amanat Nasional 9.481.621 suara (7,59 persen)
9. Partai Persatuan Pembangunan 8.157.488 suara (6,53 persen)
10. Partai Hanura 6.579.498 suara (5,26 persen)

Berikut jumlah kursi 10 parpol tersebut di DPR:

1. Partai Nasdem (36 kursi atau 6,4 persen)
2. Partai Kebangkitan Bangsa (47 kursi atau 8,4 persen)
3. Partai Keadilan Sejahtera (40 kursi atau 7,1 persen)
4. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (109 kursi atau 19,4 persen)
5. Partai Golkar (91 kursi atau 16,2 persen)
6. Partai Gerindra (73 kursi atau 13 persen)
7. Partai Demokrat (61 kursi atau 10,9 persen)
8. Partai Amanat Nasional (48 kursi atau 8,6 persen)
9. Partai Persatuan Pembangunan (39 kursi atau 7 persen)
10. Partai Hanura 6.579.498 (16 kursi atau 2,9 persen)

Peta koalisi bisa dilihat dari komposisi parpol pendukung pemerintah versus oposisi.

Parpol pendukung pemerintah mendominasi, bisa dilihat dari kursi PDI-P, Golkar, Nasdem, PKB, PPP, Hanura, dan PAN yang mencapai 68,9 persen.

Meski demikian, gabungan parpol oposisi, yakni Partai Gerindra dan PKS sebesar 20,1 persen, sudah cukup untuk mengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Namun, kekuatan oposisi masih bisa bertambah apabila Partai Demokrat yang selama ini memosisikan diri sebagai penyeimbang ikut bergabung.

Belum lagi jika PAN akhirnya memutuskan menyeberang dari partai pemerintah menjadi partai oposisi.


PAN saat ini secara de facto masih berada di koalisi pemerintah. Namun, sejumlah kebijakan yang diambil Fraksi PAN di DPR belakangan ini justru menunjukkan sikap yang berseberangan.

Bahkan, PAN sempat tak diundang dalam rapat dengan Presiden Jokowi di Istana.

Partai yang dipimpin Zulkfli Hasan itu juga belakangan terus menunjukkan kemesraan dengan Partai Gerindra dan PKS dalam koalisi di pilkada serentak 2018.

Jika koalisi pemerintah versus oposisi saat ini solid, kemungkinan hanya akan muncul dua pasang calon seperti pada Pilpres 2014.

Namun, jika koalisi pecah, bisa muncul lebih banyak capres.


Spoiler for TKP:
image-url-apps
salah satu dr 9 onta kah?
ato mungkin rafathar anaknya rapi amat?
KASKUS Ads
image-url-apps
Halaaaaaaaah...
Sok penting bener
emoticon-Najis
image-url-apps
Sak karepmu, cuuuuk!
Partai pekok.
image-url-apps
Quote:


Penting lah..... ini waktunya memetakan penggalangan dana....ehh massa emoticon-Big Grin

Dah carut marut ndak seperti kemarin...

PAN,DEMOKRAT belum jelas.... golkar dah move on... apalagi perindo... emoticon-Big Grin
image-url-apps
puan emoticon-Blue Guy Bata (L)
image-url-apps
TITISAN TUHAN HARUSNYA WAKIL NYA JUGA BUKAN MANUSIA BIASA


VOTE BAGINDA HABIB RIJIEG SHIHAB KARENA BELIAU ITU UDH GUE ANGGAP SETARA NABI
image-url-apps
CUMAN HRS YANG BISA MENYELAMATKAN PERSATUAN UMAT

SAAT NANTI VIDEO KESEBAR SEMUA ANAK MANUSIA AKAN BERSATU MINTA LINK
image-url-apps
Quote:


Hmmm....ada bocoranya?? emoticon-Big Grin

Bisikin.. emoticon-Embarrassment
image-url-apps
Quote:


BELUM


KARENA ITU MARI KITA SEMUA DUKUNG HRS JADI CAWAPRES
image-url-apps
Quote:


Done.... emoticon-Shakehand2


Cawapres untuk Prabowo akan Diumumkan Bulan Depan
image-url-apps
Kalau bulan depan diumumkan cawapresnya Lucinta Luna , gue lansung slametan 1 kampung plus gundang orkes dangdut
emoticon-Recommended Seller
image-url-apps
zon cocok tuh. sama2 gembyor

kek emak2 gemuk
image-url-apps
Wowo Aher emoticon-Selamat
image-url-apps
Quote:


takutnya malah di jadiin ibu negara
image-url-apps
Quote:


Bisa jadi emoticon-Leh Uga
image-url-apps
jadi gini..

Capres saja belum deklarasi


Ntap

Cawapres untuk Prabowo akan Diumumkan Bulan Depan Cawapres untuk Prabowo akan Diumumkan Bulan Depan
image-url-apps
Quote:


Kecebong menyaru loe.
Gak demen yg ginian.
Kerjaan banci pecundang macam gini.
image-url-apps
Quote:


DUKUNG HABIB RIJIEG YA GAN
×