alexa-tracking

#22 Menit Kejebak dalam Lift

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5aeee651e0522719678b4567/22-menit-kejebak-dalam-lift
#22 Menit Kejebak dalam Lift
#22 Menit Kejebak dalam Lift
 
Kalian pernah mengalami menit-menit yang begitu menegangkah dalam hidup? Menit-menit yang seolah menjadi penentu keberlangsungan hidup kalian? Seperti ada di antara hidup dan mati. Aku mau sharing nih pengalaman mendebarkan seperti itu, hidup menjalani menit demi menit yang rasanya seperti berada di ambang kematian.

Waktu itu aku seperti biasa menjalani rutinitas hari, tidak ada yang berbeda atau janggal. Rutinitas pagiku berlajalan lancar, tanpa satu kendala sedikitpun. Mungkin satu-satunya kendala yang aku temui hanyalah kemacetan di jalan menuju kantor, tapi bagiku itu adalah hal yang lumrah.  Jalan Jakarta memang sangat jarang terbebas dari kemacetan, kecuali saat ditinggal mudik oleh masyarakatnya ketika lebaran.  Setelah lepas dari kemacetan Jakarta tibalah aku di kantor. Sebuah pusat perniagaan yang berada di jantung Ibukota.

Sesampainya aku di kantor, aku pergi terlebih dahulu ke kantin membeli kopi hangat untuk kembali menangkan syaraf yang tegang setelah berjibaku melewati kemacetan. Di sana aku temui teman-teman sekantor yang telah terlebih dahulu berada di kantin. Seperti biasa kami saling menyapa dan melempar candaan untuk mempererat pertemanan sebagai sejawat. Selalu ada kesenangan setelah momen saling melempar candaan itu selesai, dia memilih terlebih dahulu naik ke atas, mau merapihkan meja kerja dari berkas-berkas kemarin katanya. Yaa, tentu saja aku dengan senang hati mempersilahkannya pergi, meski dalam hati kecil akan lebih senang jika kita bisa naik menuju kantor berbarengan.  Tapi sudahlah, toh aku pun sudah bersama kopi hanya yang menemaniku, ini sudah lebih dari cukup.

Kopi pagiku sudah kugenggam, tidak ada lagi hal yang  aku tunggu, secara sigap aku berjalan menuju lift terdekat dari kantin. Dari sinilah dimulainya menit-menit menegangkan itu terjadi, menit-menit yang tidak pernah aku bayangkan terjadi dalam hidupku.  Tidak ada keanehan atau firasat buruk saat menekan tombol lift tersebut, mungkin saat itu kopi sudah benar-benar berhasil membawa ketenangan bagi diriku. Lift akhirnya tiba di lantai tempatku berdiri, dia terbuka, kosong tidak ada orang yang berdiri didalamnya, mungkin memang karena jam kerja baru saja dimulai sehingga tidak ada orang yang turun ke bawah. Aku masuk secara perlahan, memencet tombal 15, kantorku berada di lantai itu. Setelah tombol itu kupencet, pintu tidak segera aku tutup, aku memberikan jeda beberapa saat mungkin akan datang orang lain yang akan menggunakan lift juga. Selang beberapa saat tak kunjung ada orang yang menghampiri lift, pintu lift segara tertutup secara otomatis.

Naiklah aku dalam lift tersebut dibawanya menuju lantai 15. Tidak ada yang ganjil saat aku berada di dalam situ, semua bagian lift nampat berfunsi secara baik, cahaya lampunya pun terang. Aku melewati lantai demi lantai dengan tenang, lalu lampu lift menyala di lantai tujuh. Aaah, seketika terbersit rasa senang dihatiku, ada kawan sekantorku yang berbeda divisi berkantor di lantai itu. Lift berhenti dan membuka, tapi sayangnya tidak ada orang yang berdiri di depan lift, lalu terdengar bunyi kling dari lift sebelah, akh mungkin mereka manaiki lift sebelah. Pintu lift tertutup kembali, dan lanjut ke lantai berikutnya.

Lift telah melawati 10 lantai sebelum tiba-tiba aku rasakan ada turbulensi terjadi dalam lift tersebut. Ada apa ini pikirku awalnya, masih dengan pikiran positif. Lift perjalanannya terhenti antara lantai 11 dan 12. Alamak lift berhenti pikirku, ada permasalahan kan? Kondisi dalam lift masih baik-baik saja, lampu tidak redup sama sekali, seperti film-film yang sering menggambarkan kejadian lift yang menyeramkan.  Kepanikan mulai mengalir dalam kepalaku sudah lebih dari 2 menit aku rasakan lift berhenti. Mulai aku berpikir langkah-langkah strategis cara selamat dari kondisi terjebak dalam lift, aksi-aksi seperti film Hollywood mulai terbayang dalam benakku. Aku masih berusaha tenang, sambil meminum kopi. Desir kepanikan mulai dapat aku rasakan mengalir dalam tubuhku, kopi yang tadi berhasil menenangkan justra serasa membuat diriku lemas. Akankah aku mati lemas sebab kekurangan oksigen? Ah terlalu mengada-ada.

Aku mulai coba menekan tombol telpon yang ada di dalam lift. Semoga ada operator yang menjawab. 2 menit telah aku habiskan di telpon tersebut, tetap tidak ada jawaban, kemana perginya operator ini!!! Kekesalan sudah mulai membuncah. Aku cari jalan lain, kulihat telpon seluler yang ada dalam sakuku. Sial!! Percuma tidak ada jaringan sama sekali yang masuk di dalam lift. Kepanikan mulai mengisi kepalaku sepenuhnya, sungguh saat itu mulai terlintas pikiran yang tidak karuan, mungkinkah aku akan menjumpai kematian dalam lift itu? Aku akhirnya pasrah, kopi aku minum banyak-banyak, biarlah lemas, aku lebih tenang dengan cara ini. Sambil berharap ada bantuan. Akhirnya setelah Sembilan menit akhirnya ada operator yang bersuara dalam liftku. Akkh, sedikit kelegaan dapat aku rasakan. Operator tersebut memohon kepadaku untuk tetap tenang dan bersabar. Mereka sedang mengupayakan perbaikan secepat mungkin. Baiklah kataku dengan tenang, aku akan bersabar dan berdamai beberapa waktu lagi.

Begitu lama aku rasakan detik-detik berlalu, mungkin pada saat itu adalah perjalanan waktu yang sungguh aku hayati selama hidup. Benar-benar merasakan waktu yang berjalan detik demi detik. Begitu lama aku rasakan 5 menit setelah operator lift menghubungi aku tadi. Akhirnya, hampir dimenit ke 6 tiba, dia memberi kabar bahwa lift hampir selesai diperbaiki. Cukup memberi aku kembali ketenanngan, meski belum berhasil mengusir kepanikan dan ketakutanku sedikitpun. Dimenit-menit selanjutnya justru aku rasakan kepanikan berlebih, banyak terdengar suara gemuruh yang datangnya dari atas dan bawah lift, lift juga berasa terguncang ke kanan dan kiri, makin kalut aku dibuatnya. Setelah itu aku mendengar ada seperti suara mesin yang baru dihidupkan. Lalu lift serasa beranjak dari tempatnya.

 Tetiba Lampu menyala di lantai 12, lalu pintu terbuka, dan ada cahaya ruangan masuk ke dalam lift ku. Gembira dan lemas sekaligus aku dibuatnya. Terlihat sudah banyak orang yang menanti pintu itu terbuka dengan wajah yang cemas. Lalu ada terikiakan dari teman yang aku temui di kantin tadi, Elizzzz!!!! Kamu baik-baik saja kan???? Teriakan itu menerjang tubuhku cukup keras, lalu aku mulai tersadar dari kelinglingungan yang sempat mengisi pikirannku. Aku terjatuh dalam pelukan sejawatku yang napasnya terdengar begitu terengah-engah.

Itulah sepenggal kisah menenggangkan yang pernah aku alami, terjebak di dalam lift selama 22 menit. Sungguh kenangan yang sangat membekas pada pikirannku.
 
Salah kamar Gan/Sist,
Silakan Posting di Sini
emoticon-terimakasih