alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Hoaks berulang menerpa PT Dirgantara Indonesia
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5aeeba3cded7701b2b8b456e/hoaks-berulang-menerpa-pt-dirgantara-indonesia

Hoaks berulang menerpa PT Dirgantara Indonesia

Hoaks berulang menerpa PT Dirgantara Indonesia
Pengunjung melihat-lihat miniatur pesawat pada pameran Bekraf Habibie Festival 2018 di De Tjolomadoe, Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (20/4). Pameran yang menampilkan berbagai teknologi dan inovasi dalam bidang kedirgantaraan, digital startup, sains, industri kreatif, properti dan perbankan tersebut berlangsung hingga 22 April 2018.
Informasi sesat alias hoaks yang menerpa PT Dirgantara Indonesia (Persero) sudah seperti musim dengan siklus tahunan. Perusahaan yang bergerak di bidang industri penerbangan ini diadang kabar palsu yang berulang mengenai kepemilikan asing.

Pada April 2017 lalu, beredar kabar saham PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dijual kepada pemerintah Tiongkok. Pengalihan kepemilikan itu disebut-sebut dilakukan setelah penandatanganan pembayaran utang pemerintah RI kepada Cina oleh Presiden Joko Widodo.

"Dengan demikian, untuk selanjutnya, seluruh pesawat dan komponen hasil produksi akan berlabel Made in Cina," demikian cuplikan pesan berantai itu yang beredar awal April 2017.

Kabar pengalihan kepemilikan itu dibantah PT Dirgantara. Menurut Manager Hukum dan Humas PTDI Irland Budiman menegaskan, berita yang beredar di WhatsApp dan media sosial tentang penjualan PTDI merupakan bohong atau hoaks.

"Industri Pertahanan dilindungi UU No.16 Tahun 2012 yang terjamin oleh negara eksistensinya, dengan demikian tidak boleh sebagian atau seluruh sahamnya dijual kepada pihak manapun dan 100 persen milik Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Irland dilansir Antaranews pada 29 April 2017.

Industri Pesawat Terbang Nurtanio berdiri sejak April 1976 kemudian berganti nama menjadi Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) pada 11 Oktober 1985. Setelah restrukturisasi, IPTN kemudian berubah nama menjadi Dirgantara Indonesia pada 24 Agustus 2000.

BUMN kedirgantaraan ini tidak hanya memproduksi berbagai pesawat tetapi juga helikopter, senjata, menyediakan pelatihan dan jasa pemeliharaan (maintenance service) untuk mesin-mesin pesawat.

Dirgantara Indonesia juga menjadi sub-kontraktor untuk industri-industri pesawat terbang besar di dunia seperti Boeing, Airbus, General Dynamic, Fokker dan lain sebagainya.

Dengan adanya kabar yang menyesatkan itu PTDI mengimbau kepada semua pihak untuk bijak dalam menyampaikan informasi, terutama untuk informasi yang tidak benar.

Informasi dari PT DI itu membuat kabar yang beredar di media sosial masuk kategori hoaks. Sejumlah media memberi cap kabar pengalihan kepemilikan itu hoaks.

Laman BUMN pun turut mengabarkan informasi palsu ini. Kementerian BUMN telah mengonfirmasi bahwa tidak ada penjualan BUMN Industri Strategis PT Dirgantara Indonesia (Persero) oleh pemerintah Indonesia ke pihak asing.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Kementerian BUMN saat itu, Teddy Poernama, menguatkan soal isu yang beredar di media sosial itu adalah kabar bohong.

Setahun berlalu. Kabar pengalihan kepemilikan PT DI kembali mencuat. Ternyata banyak yang luput mencermati sanggahan kabar palsu itu tahun lalu.

Aktivis Ratna Sarumpaet, melalui akun Twitter yang dipercaya miliknya @RatnaSpaet, menuliskan lagi info setahun lalu itu pada 3 Mei 2018. Inti kalimatnya sama.

Akun resmi PT DI di Twitter pun kembali membantah seraya menautkan berita tahun lalu. "Berita ini adalah berita bohong yang berulang dari tahun 2017 lalu," tulis akun PT Dirgantara yang sudah terverifikasi.

Tak perlu menunggu lama, Ratna menghapus cuitan basi dan palsu itu. Ia pun kembali menuliskan cuitannya.

"Saya minta maaf karena telah dengan teledor tanpa sengaja menebar berita hoaks tentang PT Dirgantara," tulis Ratna.

Kicauan Ratna Sarumpaet di akun berpengikut lebih dari 200 ribu itu pun sudah tidak terlihat pada Jumat (4/5/2018).

Meski beberapa akun Twitter lain mendesak pihak kepolisian menangkap Ratna, namun tak ada respons dari pihak kepolisian tentang hal ini.
Baik. Kpd semua pihak yg mrs terganggu/dirugikan - sy MINTA MAAF krn tlh dgn teledor d tanpa sengaja menebar brita hoax ttg PT. Dirghantara Indonesia >> Skrng, sy juga meminta sdr @ajiesandro11 mengingatkan pak @jokowi ttg semua janji kampanyenya y msh nihil d menyusahkan Rakyat. https://t.co/3vDraKy2yi
— Ratna Sarumpaet (@RatnaSpaet) May 5, 2018 Pemberitaan mengenai PT Dirgantara Indonesia (Persero) dijual ke pihak asing, kami nyatakan HOAX. Berita ini adalah berita bohong yang berulang dari tahun 2017 lalu.#PTDI #PerangiHoax #HantamHoax #TurnBackHoax #TolakBeritaBohong pic.twitter.com/tMdIep5Ad4
— Dirgantara Indonesia (@officialptdi) May 3, 2018 Minta baca, literasi media, dan peredaran hoaks
Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Niken Widiastuti, pada acara Trusted Media Summit 2018 dan peluncuran website CekFakta.com, di Hotel Gran Melia, Jakarta, Sabtu (5/5), mengemukakan rendahnya minat baca masyarakat Indonesia jadi salah satu penyebab penyebaran hoaks.

"Masyarakat Indonesia itu sangat cerewet di medsos, tetapi minat bacanya rendah. Akhirnya banyak yang tidak tahu informasi sebenarnya yang beredar di medsos, tapi langsung disebar saja tanpa melakukan verifikasi," kata Niken, dikutip Beritasatu.com (5/5).

Dalam acara yang sama, organisasi nirlaba yang bergerak di bidang literasi digital, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), menilai hoaks ihwal politik dan kesehatan menjadi yang terbanyak pada kuartal pertama 2018 ini berdasarkan jangkauan mereka.

"Awal 2018 ini, hoaks tentang politik dan isu SARA. Kesehatan juga banyak dan mengganggu," kata Ketua Mafindo, Septiaji Eko Nugroho, dalam lansiran Antaranews.com, Sabtu (5/5).

Mafindo menyatakan hoaks tersebar karena literasi digital masyarakat yang rendah. Masyarakat hidup dalam kelompok-kelompok, sehingga mudah menaruh curiga pada orang yang berada di luar kelompoknya.

Untuk memperluas jangkauan dalam memerangi hoaks, Mafindo bekerja sama dengan 22 media dari Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) untuk membuat situs pengecek fakta, CekFakta.com, untuk melakukan verifikasi dan klasifikasi terhadap hoaks yang beredar.
Hoaks berulang menerpa PT Dirgantara Indonesia


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...tara-indonesia

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Hoaks berulang menerpa PT Dirgantara Indonesia Siswa dianggap kurang motivasi UNBK pun dievaluasi

- Hoaks berulang menerpa PT Dirgantara Indonesia Kiprah Amin Santono, anggota DPR berakhir di tahanan KPK

- Hoaks berulang menerpa PT Dirgantara Indonesia Ada waktu 30 menit untuk batalkan tiket kereta

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di