alexa-tracking

Islam Wetu Telu di Lombok

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5aeeb513925233066b8b456e/islam-wetu-telu-di-lombok
Islam Wetu Telu di Lombok
Islam Wetu Telu di Lombok

Nasaruddin Umar


ISLAM Wetu Telu (IWT) yang ada di Bayang, Lombok, NTB menurut hasil penelitian Jajang Jahroni dan Dadi Darmadi, dari Kementerian Agama, masih tetap eksis, meskipun sudah mengalami adaptasi.

IWT oleh sebagian masyarakat di sana dianggap perpaduan melalui proses tawar menawar antara dua kelompok nilai, yaitu nilai-nilai adat lokal dan nilai-nilai keislaman yang bersifat universal. Mesyarakat Bayang menganggap kehadiran Islam tidak mengancam nilai-nilai adat leluhur, yang juga memiliki unsur spiritualitas , oleh penelitinya diasumsikan memiliki pengaruh kuat dari agama Hindu-Budha yang datang ke daerah ini jauh sebelum Islam datang.

Sebaliknya kehadiran Islam melengkapi dan menyempurnakan adat-istiadat lokal. Belakangan memang, tokoh adat setempat sekaligus menjadi tikoh agama (Islam), bahkan mereka rata-rata sudah menunaikan ibadah haji.

Istilah Wetu Telu dihubungkan dengan kepercayaan leluhur mereka yang menekankan tiga aspek penting dalam falsafah hidup dan kepercayaan setempat, yaitu: lahir, bertelur, dan tumbuh. Pandangan dan falsafah hidup ini berpengaruh di dalam pandangan dunia (world views) masyarakat setempat dan sekaligus menjadi pandangan kosmologi mereka bahwa alam sangat penting artinya dalam kehidupan manusia.

Hubungan antara manusia, alam, dan tentunya kekuatan gaib harus selalu harmonis. Keharmonisan itu dapat dipertahankan melalui hubungan-hubungan khusus, antara lain dengan melakukan sistem upacara adat. Wetu Telu juga dihubungkan secara simbolis dengan tiga unsur penting di dalam masyarakat, yaitu Adat, Agama, dan Negara.

Adat istiadat mereka tetap dipertahankan sebagai perekat lokal, Agama (Islam) selalu diindahkan guna mendapatkan makna hidup sejati, dan aturan negara ditaati guna tertibnya kehidupan bermasyarakat.




Istilah Wetu Telu sering diangkat sebagai symbol pemersatu komunitas jika muncul konflik di antara mereka. Memang masih ada sekelompok kecil masyarakat di sana menghubungkan konsep Weyu Telu dengan tradisi Hindu-Budha yang juga masih memiliki bekas di dalam adat istiadat mereka, namun mereka pada umumnya tidak menyadari kalau tradisi itu berasal dari atau ada persamaannya dengan agama Hindu-Budha. Seperti diketahui, sebelum Islam datang, kerajaan besar dan kecil di kawasan ini dipengaruhi oleh agama Hindu-Budha.

Islam masuk di Lombok termasuk ke Sasak semenjak abad ke 16 dibawa oleh Sunan Prapen, seorang muballig berwibawa dari Jawa. Pada abad ke 17 kerajaan Gowa Sulawesi Selatan juga memasuki wilayah ini dengan membawa agama Islam. Namun menurut penelitinya masyarakat setempat lebih respek kepada penganjur agama Islam dari Jawa, karena bercorak sufistik yang lebih dekat dengan tradisi spiritual mereka.

Sedangkan Islam yang dari Gowa agak lain. Mungkin karena Islam yang dikembangkan di Sulawesi Selatan saat itu terpengaruh oleh tiga Datuk dari Padang yang membawa agama Islam ke Sulawesi, yautu Datuk ribandang, Datuk Sulaiman, dan Datuk Ditiro. Perkembangan terakhir, Islam di Bayan (Sasasak) lebih konstruktif dengan hadirnya Pesantren Nahdlatul Wathan (NW) yang diasuh oleh Tuan Guru Bajang, yang kebetulan sekarang sudah menjadi Gubernur untuk periode kedua di NTB. Ia mewarisi ayahnya memimpin NW, yang saat ini bukan hanya sebagai ponddok pesantren tetapi sudah menjadi Organisasi Masyarakat (Ormas) yang amat berpengaruh di NTB.

Ribuan alumni pondok pesantren NW menyebar ke seluruh pelosok tanah air mengembangkan Islam. Praktek animism dan sinkretisme lainnya praktis semakin terkikis melalui kesadaran masyarakat yang dibangun melalui pendidikan.

Masih ada sekelompok masyarakat tradisional yang berusaha mempertahankan system kepercayaan lama tetapi generasi pelanjutnya mereka sudah mengecap pendidikan modern, apalagi dengan melalui pondok pesantren, sehingga kekuatan dan pengaruh mereka tidak terlalu besar lagi. Raden Dewanep, ketika peneliti di sana sudah berumur 67 tahun, adalah seorang tokoh adat yang disegani tetapi di akhir-akhir hidupnya semakin menikmati Islam sebagai agamanya.

https://m.inilah.com/news/detail/220...telu-di-lombok
kenapa lombok gk bs kayak bali?




























bntr lagi ane dimaki2 nasbung nih....
emoticon-Ngakak
Gw islam yg terpenting buat gw sih sholat 5 waktu aja udah. ane gak mau mikirin yg lain. Intinya berislam mah gitu emoticon-Cool
Jadi nyampur nih dengan beberapa tradisi dari hindu-budha jaman dahulu?