alexa-tracking

Survei Ines Bikin Kaget: Jokowi Drop, Prabowo-Gerindra Menang Pemilu

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5aeead69dc06bd6a5f8b4576/survei-ines-bikin-kaget-jokowi-drop-prabowo-gerindra-menang-pemilu
Survei Ines Bikin Kaget: Jokowi Drop, Prabowo-Gerindra Menang Pemilu
Jakarta - Indonesia Network Election survei (INES) merilis hasil survei terhadap elektabilitas bakal calon presiden 2019. Berbeda dengan kebanyakan hasil survei lembaga lainnya, survei INES menunjukkan elektabilitas Prabowo Subianto jauh mengungguli petahana Joko Widodo (Jokowi).

Peneliti INES dalam paparannya menyatakan, survei tersebut dilakukan pada 12-28 April 2018. Survei dilakukan kepada 2.180 responden yang dipilih secara proporsional di 408 Kabupaten/kota di Indonesia. Metode yang dilakukan dengan multistage random sampling. Margin of error dari survei ini yakni +- 2,1%, dengan tingkat kepercayaan 95%.

Populasi survei ini adalah warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di sektor domestik atau publik dengan aneka profesi dengan ragam pendidikan dan ragam umur, serta penghasilan dan latar belakang agama yang berbeda. INES melakukan pengumpulan data dilakukan dengan wawancara secara sistematis dengan melakukan cek ulang di lapangan sebanyak 20% dari seluruh responden.

"Ini top of mind, dengan pertanyaan jika pemilu dilakukan hari ini siapa presiden yang akan dipilih? Prabowo unggul 50,20%, Jokowi 27,70%, Gatot Nurmantyo 7,40%, dan tokoh lain 14,70%," ujar Direktur INES Oskar Vitriano, dalam paparannya, di Mess Aceh Amazing Hotel, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (6/5/2018).

Sementara menggunakan pertanyaan tertutup, Prabowo masih tetap unggul dengan perolehan suara di atas 54,50%. Sementara Jokowi mendapatkan 26,10%, Gatot Nurmantyo 9,10%, dan tokoh lain 10,30%.

"Tingkat kepercayaan publik kepada Prabowo semakin meningkat," katanya.

Untuk partai politik, Gerindra mendapatkan suara terbanyak dengan angka 26,2 persen disusul PDIP (14,3 persen), Golkar (8,2 persen), PKS (7,1 persen), Perindo (5,8 persen), PKB (5,7 persen), PAN (5,8 persen) , Demokrat (4,6 persen), PPP (3,1 persen), Nasdem (3,1 persen), Hanura (2,3 persen), PBB (2,1 persen), PKPI (0,9 persen),Berkarya (0,7 persen), Garuda (0,4 persen) dan PSI (0,1 persen).

Hadir sebagai narasumber Ketua Bidang Media dan Komunikasi Massa Perindo Arya Sinulingga, Pengamat Politik Syahganda Nainggolan, Aktivis 1998 Haris Rusli Moti, Kepemimpinan Spiritual Indonesia Eko Sriyanto Galgendu, dan ekonom Salamudin Daeng. Sementara Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Ferry Juliantono, dan Politikus PDIP Effendi Simbolon yang dijadwalkan hadir belum tiba di lokasi.

Sumur

Survey sendiri, isi sendiri, umumin sendiri, jadi presiden sendiri emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin

Survei Ines Bikin Kaget: Jokowi Drop, Prabowo-Gerindra Menang Pemilu

emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk
cawapresnya siapa jadinya beb?
emoticon-Kiss
"Survey itu tergantung yang bayar" mbuh jare sopo iki
Inimah Naikkan Elektabilitas Suka-sukanya = INES
segera angkat kamerad puting vlabovvo jd pesinden skrg juga emoticon-Ultah
Mantap
Jd inget puskaptis ngoahahaha

Survei Ines Bikin Kaget: Jokowi Drop, Prabowo-Gerindra Menang Pemilu
Bosen sm yang goblok

Survei Ines Bikin Kaget: Jokowi Drop, Prabowo-Gerindra Menang Pemilu
ines ini apanya anis yaaaemoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Uga
Si wowo kalo ampe kena kibul lagi berarti emang benar2 goblok
Survei Ines Bikin Kaget: Jokowi Drop, Prabowo-Gerindra Menang Pemilu
Quote:


bru mo post eh udh keduluan emoticon-Ngakak

poto lejen emoticon-Ngakak



INDONESIA2014 - Ketua Umum Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (PERSEPI), Nico Harjanto, dengan tegas mengatakan bahwa lembaga yang merilis hasil surveinya, tapi tak terdaftar di KPU dan tidak bergabung dalam asosiasi, ia pastikan lembaga itu bermasalah. Dua di antaranya Indonesia Network Election Survey (INES) dan Indonesia Research Center (IRC). Hasil survei keduanya berbeda sangat jauh dengan temuan lembaga lain yang kredibel.

Selain tak terdaftar di KPU, keduanya juga tidak tergabung di salah satu asosiasi pegiat survei yang ada di Indonesia: PERSEPI dan Asosiasi Riset Opini Publik Indonesia (AROPI). Bagi KPU sendiri, lembaga yang tak terdaftar di lembaga negara itu dianggap liar.

“Yang tidak mendaftar kami katakan sebagai lembaga survei liar,” ujar Anggota KPU Ferry Kurnia Rizkiansyah, 13 Januari lalu.

INES sendiri dalam berbagai surveinya selalu mengunggulkan Prabowo Subianto dan Gerindra. Hasilnya selalu berbeda dengan temuan berbagai lembaga survei lain. Bahkan Raharja Waluya Jati, aktivis PDIP yang mengenal tokoh utama INES, FX Arief Poyuono, mengatakan: “INES itu lembaga survei tidak serius. Lembaga survei guyon,” ujar Raharja. (lihat: http://www.indonesia-2014.com/read/2014/02/25/rekayasa-kemenangan-prabowo-oleh-aktivis-gerindra#.U0oThvmSySo)

Hasil survei teranyar INES bertajuk ‘Elektabilitas Parpol dan Capres Jelang Pemilu 2014’ yang dirilis 31 Maret lalu di Ballroom Hotel Sari Pan Pacific ini, sebagaimana dilansir Kompas.com, menempatkan Prabowo pada urutan teratas. Elektabilitas calon presiden dari Partai Gerindra ini tertinggi (35,2 persen). Di urutan kedua, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (18,7 persen), dan Joko Widodo (9,4 persen). Survei INES ini juga menempatkan Gerindra pada urutan pertama dengan 25,4 persen. Disusul PDIP (21,1 persen) dan Golkar (18,9 persen).

Selain merilisnya, INES juga secara khusus mengiklankannya di beberapa media awal April lalu. Di antaranya, di Harian Kompas dan The Jakarta Post. Tak tanggung-tanggung, di Kompas misalnya, iklannya setengah halaman dan ditayangkan selama dua hari. Untuk biaya iklan itu saja bisa memakan ratusan juta. Hal yang nyaris jarang bahkan tak pernah dilakukan lembaga survei lain.

IRC sendiri adalah sebuah lembaga penelitian baru yang menjadi bagian dari kelompok media MNC. Pemiliknya Hary Tanoesoedibjo, calon wakil presiden Wiranto dari Partai Hanura. Tak heran surveinya menempatkan Hanura dan pasangan calonnya itu di posisi yang cukup tinggi. Uniknya, lembaga ini merilis dua kali hasil surveinya berdasarkan pengolahan 30 dan 50 persen data dari 16 ribu responden. Hingga kini IRC belum merilis hasil pengolahan 100 datanya. Bisa jadi hasilnya tak menguntungkan pasangan Win-HT jika 100 persen pengolahan datanya dirilis.

Dari sini saja bisa terlihat kedua lembaga itu ingin mendapat berkah bandwagon effect. Efek yang ingin mempengaruhi dan menggiring opini calon pemilih dengan hasil survei itu.

Menurut Nico, sangat mudah untuk mendeteksi mana lembaga kredibel dan pegiat survei yang bermaksud mempengaruhi dan menyesatkan opini publik. Jika lembaga survei tak mendaftar di KPU dan bergabung dalam asosiasi berarti lembaga itu tidak punya tanggungjawab moral dan profesi. Sebaliknya, mereka yang mendaftar ke KPU dan bergabung di asosiasi adalah lembaga yang bertanggungjawab dan ingin memajukan dunia survei di Indonesia. Mereka ini lembaga di jalur yang benar. “Minimal benar dari sisi administratif dan komitmen,” imbuh Chairman Populi Center ini.

Dengan bergabung di asosiasi, kata doktor ilmu politik di Northern Illinois University, Amerika Serikat ini, tiap lembaga bisa bersosialisasi dan saling check and balancing dengan sesama pegiat survei. Tujuannya untuk menjaga kredibilitas lembaga survei di mata masyarakat. Apalagi di PERSEPI tiap lembaga yang bergabung diminta untuk menandatangani pakta integritas dan harus menaati kode etik.

http://www.saifulmujani.com/blog/2014/04/14/%E2%80%9Csurvei-ines-dan-irc-bermasalah%E2%80%9D
Quote:


Goblok gitu bisa nipu nastak brey emoticon-Ngakak
Kredibilitasnya setara tv one gak nih?
Sujud duluuuu........ emoticon-Ngakak
ane kira inces td emoticon-Malu
Ooo my god... Survey membuktikan.. Teteeet
WOWO BAKAL MERAIH KENANGAN KEMBALI.

SUJUD SYUKUR (DIKIBULIN) LAGI.
tidak lupa untuk sujud sukur bray emoticon-Kaskus Banget




emoticon-Ngakak