alexa-tracking

Aliran Mulajadi Nabolon di Sumut

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5aee687660e24b961b8b4575/aliran-mulajadi-nabolon-di-sumut
Aliran Mulajadi Nabolon di Sumut
Aliran Mulajadi Nabolon di Sumut

Nasaruddin Umar

Aliran Mulajadi Nabolon di Sumut

(Foto: Istimewa)


AGAMA-agama lokal dan Aliran Kepercayaan di Indonesia kelihatannya mendapatkan angin segar di era pasca reformasi, terutama setelah Lukman Hakim Saifuddin selaku Menteri Agama memberikan perhatian khusus terhadap kelompok agama-agama dan kepercayaan lokal.

Atas nama HAM komunitas tersebut kini banyak dibela. Salah satu di antaranya ialah Aliran Mulajadi Nabolon yang didirikan pada tahun 1911 di Hutatinggi dan Pematang Siantar, Sumatera Utara. Aliran ini didirikan oleh sejumlah tokoh seperti Guru Jonggi Pulomorsa, Guru Aji Somolaing Pardede, Raja Mulia Naispospos, dan Raja Patik Tampubolon, dan kini dikembangkan oleh Dr. FF Sylvester yang berpusat di Medan.

Kini aliran ini menyebar ke sejumlah kota khususnya di Sumatera Utara. Bahkan kini sudah tersebar ke beberapa wilayah dan negara dibawa oleh para penganutnya.

Perkembangan agama-agama lokal dan Aliran Kepercayaan di Indonesia dimungkinkan karena diatur dalam perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, terutama setelah reformasi bergulir. Banyak faham, aliran, bahkan partai yang dahulu tiarap sekarang berani mengibarkan bendera karena mereka merasa terlindungi oleh para penggiat HAM.

Satu sisi sesungguhnya positif sebagai simbol pertumbuhan demokrasi di Indonesia, tetapi pada sisih lain sikap mental sebagian warga bangsa yang masih sensitif terhadap perubahan. Seolah-olah setiap perubahan berarti ancaman bagi dirinya.




Mencermati keadaan seperti ini, kelompok minoritas ada baiknya menghitung langkah dan strategi di dalam menjalankan misi dakwahnya agar tidak menuai hal-hal yang ersifat kontra-produktif, yaitu berusaha untuk mengaktualkan diri tetapi yang terjadi ketegangan di dalam masyarakat.

Nama Mulajadi Nobolon bermakna menghayati Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan yang senantiasa membimbing hambanya untuk hidup tenang, layak, dan sejahtera. Atas bimbingan-Nya maka manusia akan memperoleh keselamatan di dunia dan di akhirat. Sebaliknya manusia akan celaka dan binasa manakala Tuhan murka kepada seseorang atau kelompok.

Cara terbaik untuk memperoleh petunjuk dan pertolongan-Nya ialah dengan melakukan perbuatan terpuji dan menjauhi perbuatan yang tercela. Perbuatan terpuji bukan hanya terhadap sesama manusia tetapi juga kepada alam raya. Keserasian hidup manusia dengan alam raya di bawah bimbingan Tuhan Yang Maha Esa, merupakan kunci untuk meraih kebahagiaan.

Aliran Kepercayaan Mulajadi ini memiliki kedekatan ajaran dengan Habonaron Do Bobona yang dapat diketahui melalui salah satu di antara tiga simbol aliran ini. Simbol itu berupa Singa Debata yang menyiratkan sumber kebenaran dan Namunjung Baringinna bermakna menjunjung prinsip demokrasi. Simbol-simbol tradisi lokal Sumatera Utara banyak ditemukan menjadi simbol di dalam aliran kepercayaan Mulajadi.

Penulis belum menemukan hasil penelitian secara khusus yang dilakukan Puslitbang Keagamaan Kementerian Agama perihal inti ajaran fahal atau aliran kepercayaan Mulajadi ini, tetapi di media-media cetak dan media sosial banyak ditemukan pembahasan yang menjelaskan aliran ini. [*]

https://m.inilah.com/news/detail/220...bolon-di-sumut