alexa-tracking

Brayat Agung Mojopahit di Bondowoso

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5aee462dc0d770b12d8b4584/brayat-agung-mojopahit-di-bondowoso
Brayat Agung Mojopahit di Bondowoso
Brayat Agung Mojopahit di Bondowoso

Nasaruddin Umar

Brayat Agung Mojopahit di Bondowoso

(Foto: Voa-Islam)


SALAH satu laporan hasil penelitian Kementerian Agama (2012) tentang paham, aliran, dan gerakan keagamaan di Indonesia ialah aliran Brayat Agung Mojopahit (BAM). Aliran ini dikembangkan oleh Pangerang Agung yang memiliki nama samaran Agung Sucahyo Aprilia, Prabu Wardaya, Pangeran Sukma Sejati, atau pangeran Sumber Nyowo.

Ia masih tergolong muda untuk memimpin sebuah aliran kepercayaan, umurnya baru 44 tahun, kelahiran Malang dan mempunyai alamat di Desa Sekarputih, Kecamatan Tegal Ampel, Kabupaten Bondowoso. Ia dikenal sebagai figur kontroversial karena berani memperkenalkan sesuatu yang melawan arus mainstream di dalam masyarakat.

Ajaran yang paling kontroversi di dalam BAM ialah menganggap Pancasila sebagai agama. Ia menegaskan bahwa selama Pancasila dijadikan landasan Negara RI, maka Majapahit akan tetap ada. Karena itu, Pancasila bukan hanya sebagai falsafah Negara, tetapi agama Negara. Kitab sucinya ialah Brayat Agung Mojopahit. 

Ia selalu menegaskan di mana-mana bahwa masyarakat Indonesia. khususnya masyarakat Jawa, agama atau kepercayaan aslinya adalah kejawen. Bukan agama-agama lain, termasuk Islam sebagai agama yang dianut di dalam masyarakat Jawa Timur. Buku ini ditulis di dalam bahasa Jawa Kuno yang inti ajaran di dalamnya mirip dengan faham kejawen lainnya.




Agung Sucahyo, sang pemimpin aliran ini membuka ajarannya untuk semua orang dan lapisan, tidak membedakan jenis kelamin, tua atau muda, pendatang atau penduduk setempat. Menariknya ia mengembangkan ajarannya di Situbondo yang dikenal sebagai kota santri.

Ajarannya yang lain ialah sembahyang tidak mesti dengan shalat, yang melakukan beberapa gerakan, sebagaimana dipraktekkan umat Islam. Senbahyang cukup dengan melakukan semedi atau eling sejenak. Puasa, tidak mesti dilakukan secara fisik, cukup berpuasa secara batin, yakni melatih diri untuk mengendalikan diri, tidak sombong, menjauhi kekerasan, dan menuruti nafsu syahwat.

Demikian pula Haji, tidak mesti dilakukan dengan melakukan perjalanan panjang ke Mekkah, tetapi cukup di tempat dengan cara dan pengamalan tertentu. Yang paling membuat umat Islam mainstream tersinggung ialah pernyataan Agung Sucahyo mnyebut agama Islam agamanya orang Arab, agamanya penjajah, dan agama asli Indonesia sesungguhnya adalah Kejawen.

Meskipun ajaran ini agak nyeleneh, tetapi pengikutnya cenderung meningkat. Wajar saja jika masyarakat setempat banyak yang protes. Untuk menghindari tindakan yang tidak dapat dikontrol dari masyarakat luas, maka Agung Sucahyo kemudian ditahan oleh pihak keamanan.

Para ulama dan tokoh masyarakat meminta kepada pihak berwajib untuk segera mengamankan Agung Sucahyo dan berusaha menyadarkan para pengikutnya untuk tidak lagi mengikuti ajaran baru ini yang oleh MUI jelsa ditegaskan sebagai aliran sesat dan menyesatkan.

https://m.inilah.com/news/detail/220...t-di-bondowoso