alexa-tracking

Rambu Pilkada bagi PNS, hati-hati menulis status

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5aee3fe5dc06bdb9498b458d/rambu-pilkada-bagi-pns-hati-hati-menulis-status
icon-hot-thread
Rambu Pilkada bagi PNS, hati-hati menulis status
Rambu Pilkada bagi PNS, hati-hati menulis status
Petugas menata kotak suara di kantor KPU Kota Tegal, Jawa Tengah, Rabu (2/5).
Pemilihan Kepala Daerah Serentak pada 27 Juni 2018 diharapkan berjalan dengan lancar, aman, serta tanpa kecurangan. Imbauan bersikap netral pun dikumandangkan, termasuk bagi pegawai negeri sipil (PNS) atau aparatur sipil negara (ASN).

Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara Mohammad Ridwan mengatakan pegawai negeri kerap menjadi sorotan dalam setiap pagelaran pemilu. Pemerintah pun memastikan perangkat birokrasi terbebas dari keterlibatan aktivitas politik, khususnya saat masa kampanye Pilkada.

Ridwan menyoroti ihwal PNS ini dalam diskusi dengan tema netralitas PNS dalam Pilkada di Bogor, (Jumat 4/5/2018). Acara diskusi juga menghadirkan anggota Bawaslu Rahmat Bagja dan Komisioner Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Profesor Prijono Tjiptoherijanto.

Dari diskusi itu, muncul beberapa poin yang menjadi pedoman bagi PNS menghadapi Pilkada nanti. Dilansir laman Sekretariat Kabinet, berikut 8 rambu verboden bagi PNS pada Pilkada 2018:

1. Tidak memberikan like atau dislike fanpage pasangan calon

2. Tidak hadir dalam kampanye pasangan calon

3. Tidak membuat status tentang program pasangan calon

4. Tidak menggunakan kaos kampanye pasangan calon

5. Tidak berfoto dengan pose nomor pasangan calon

6. Tidak membahas politik di kantor

7. Tidak memasang stiker tentang pasangan calon di kendaraan pribadi.

8. Tidak menghadiri acara debat pasangan calon secara langsung.

Tahun ini pemilihan kepala daerah berlangsung di 171 wilayah. Ada 17 pemilihan gubernur, 39 pemilihan wali kota, dan 115 pemilihan bupati.

PNS menjadi sorotan karena harus selalu netral. Kementerian Dalam Negeri telah menjatuhkan sanksi terhadap pegawai negeri yang terlibat politik praktis.

Kasus paling baru adalah 6 kepala desa di Karawang, Jawa Barat dijerat dengan pidana Pemilu. Sebab mereka berfoto dan berpose bersama calon Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar. Dalam foto itu, mereka dengan mengacungkan 4 jari, nomor urut pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi.

Dilansir iNews, Direktur Jenderal Otonomi Daerah, Kemendagri, Soni Sumarsono mengatakan telah menghentikan sementara 219 pegawai per Jumat (4/5/2018) karena dianggap tidak netral pada Pilkada.

Kementerian Dalam Negeri juga telah menggelontorkan sekitar sejuta surat teguran karena persoalan netralitas PNS ini.

Soni kini menjalankan tugas sebagai penjabat Gubernur Sulawesi Selatan. Sejak awal dilantik sebagai penjabat Gubernur Sulawesi Selatan pada 9 April lalu, Soni mengatakan akan memprioritaskan menjaga netralitas PNS pada Pilkada 2018.

Soni menuturkan, jika ada PNS terlibat politik praktis dan melanggar netralitas, prosesnya sederhana yaitu dilaporkan ke Panitia Pengawas Pemilu dan Badan Pengawas Pemilu.

Jika dalam persidangan Panwaslu/Bawasalu yang bersangkutan memang dinilai melanggar, kasusnya akan dilanjutkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) yang memberikan rekomendasi, sanksi, mulai dari teguran satu, teguran dua, dan terakhir pemecatan.

Larangan bagi PNS terlibat dalam kampanye atau melakukan hal yang menguntungkan salah satu calon ini tercantum dalam pasal 71 ayat 1 Undang-Undang Nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada. Pelanggaran terhadap aturan ini dapat dipidana penjara paling lama 6 bulan dan denda maksimal Rp6 juta.
Rambu Pilkada bagi PNS, hati-hati menulis status


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...menulis-status

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Rambu Pilkada bagi PNS, hati-hati menulis status 2 Suara Gatot Nurmantyo soal politik di masjid

- Rambu Pilkada bagi PNS, hati-hati menulis status Aksi politik di CFD bakal ditindak

- Rambu Pilkada bagi PNS, hati-hati menulis status Jadi CPNS guru honorer tetap harus tes

image-url-apps
Sudah siap pemilu gan. semoga barokah utk semuanya
image-url-apps
keduaxx
KASKUS Ads
image-url-apps
Rambu Pilkada bagi PNS, hati-hati menulis status

Quote:
emoticon-Leh Uga Tahun politik ngaco
pejuwan dulu.
image-url-apps
baru tahu ane PNS harus netral
image-url-apps
pekiwan
Quote:

terus kalo pose "peace" alias angka 2 gak boleh?
image-url-apps
Quote:


Kalo pk kaos berbahasa surga masuk gak ya?
image-url-apps
Peraturan ada pasti buat d langgar emoticon-Berduka (S)
image-url-apps
jadi nasbungtaik harus di apain nie ? emoticon-Cool
hati-hati menulis status, di status single eh taunya anaknya udah seabregemoticon-Leh Uga
image-url-apps
PNS yang banyak berpolitik itu sekarang dosen, gue lihat dosen banyak sekali yg terang2an dukung mendukung
image-url-apps
Quote:


harus diberi pengarahan yg lebih baik emoticon-Big Grin
image-url-apps
lebih Baek netral dari pada dimutasi
image-url-apps
Quote:


bukan netral sih sbnernye, hanya dilarang ngumbar dukungan politik di tempat umum apalagi di instansi tmpat kerjanya emoticon-Big Grin
klo netral bneran ya semua pns bs golput dong pas pilkada/pilpres emoticon-Hammer2
image-url-apps
PNS tuir yg baru ngerti Android biasanya berisik di facebook/Instagram. Kalo WA grup jangan ditanya toxic nya.. Ampun..
bagus juga
apa dosen dan guru (PTN/sekolah negeri) juga termasuk?
soalnya ada dosen gue yg tiap jam (sumpah tiap jam) posting,like,share berita2 hoax,ujaran kebencian, dan rasis..sumpah eneg dan jijik liatnya emoticon-Busa
posisi te*ni* el*kt*o di salah satu ptn di sulsel
image-url-apps
Ane kira status apaan, taunya kek apdet status gitu to emoticon-Big Grin

Kalo dulu dah otomatis terpilih sebagai kuning emoticon-Embarrassment
×