alexa-tracking

Nama Panglima TNI Muncul Jadi Cawapres Jokowi (terus nama Moeldoko & BG kemana?)

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5aee374098e31b7b528b4567/nama-panglima-tni-muncul-jadi-cawapres-jokowi-terus-nama-moeldoko-amp-bg-kemana
Nama Panglima TNI Muncul Jadi Cawapres Jokowi (terus nama Moeldoko & BG kemana?)
Nama Panglima TNI Muncul Jadi Cawapres, Pengamat: Jokowi Tak Perlu Khawatir

Sabtu, 5 Mei 2018 12:45 WIB

Nama Panglima TNI Muncul Jadi Cawapres Jokowi (terus nama Moeldoko & BG kemana?)
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah (tengah) dan Panglima TNI Jenderal TNI Hadi Tjahjanto (kanan) berjalan usai menyaksikan atraksi pasukan TNI saat kunjungan kenegaraan di Mabes TNI, Jakarta, Kamis (3/5/2018). Kunjungan kenegaraan tersebut dalam rangka penguatan hubungan dan kerja sama bilateral kedua negara di berbagai bidang. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing, mengatakan, saat ini tak ada lagi dikotomi antara matra darat, laut dan udara di TNI.


Sehingga, menurutnya, Presiden Joko Widodo tak perlu mengkhawatirkan latar belakang Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang dari matra udara bila ingin digandeng menjadi calon wakil presidennya di Pilpres 2019 mendatang.


"Pasca reformasi, tak ada lagi dikotomi di tubuh TNI. Semuanya sama. TNI itu satu kesatuan utuh. Jadi silakan bila  Hadi Tjahjanto menjadi cawapres Pak Jokowi," kata Emrus, Sabtu (5/5/2018).

Dia menilai, kekuatan teritorial TNI tidak hanya dikuasai oleh matra darat.


Justru, hari ini, lanjutnya, peperangan modern lebih banyak bertumpu di udara.


"TNI Angkatan Udara juga menguasai teritorial," ujarnya.


Emrus menambahkan, saat ini sudah ada sejumlah purnawirawan TNI yang ada di lingkaran istana berasal dari darat.


Sehingga nantinya, para purnawirawan tersebut bisa membantu Jokowi dalam tugas lainnya bila Hadi menjadi cawapres.


"Nantinya, para purnawirawan TNI (AD) yang ada di lingkar istana bisa menjadi menteri-menteri di kabinetnya," paparnya.


Sebelumnya, Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universiras Padjadjaran, Bandung, Muradi, menilai, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto layak jadi kandidat calon wakil Presiden Joko Widodo di Pemilu 2019 mendatang.


Muradi mengatakan, capaian karir Hadi di militer selama ini memenuhi kriteria sebagai pendamping mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.


"Capaian prestasi sebagai jenderal bintang empat, hal itu memungkinkan sekali yang bersangkutan bisa dimajukan," kata Muradi, Rabu (25/4/2018).


Untuk diketahui,Hadi Tjahjantomerupakan perwira tinggi TNI AU lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) 1986. Sebelum menjabat Panglima TNI dan KSAU, Hadi merupakan Irjen Kemhan dan juga pernah menjadi Sekretaris Militer Kepresidenan.


Kedekatan Hadi dengan Jokowi disebut-sebut menjadi salah satu peluang dipilihnya mantan Kepala Dinas Penerangan TNI AU itu sebagai pendamping Jokowi di 2019 mendatang.


Bahkan, dalam jajak pendapat warganet tentang pasangan Wakil Presiden dari unsur TNI yang dilakukan akun @OpiniWarganet, pasangan Jokowi-Hadi meraih suara 50 persen dukungan, menyusul Jokowi-AHY 29 persen, dan Jokowi-Moeldoko 21 persen.

http://www.tribunnews.com/nasional/2...perlu-khawatir


Budi Gunawan Berpeluang Dipilih Megawati Dampingi Jokowi di Pilpres 2019

Jum'at 04 Mei 2018 06:31 WIB

Nama Panglima TNI Muncul Jadi Cawapres Jokowi (terus nama Moeldoko & BG kemana?)Budi Gunawan.


JAKARTA - Joko Widodo (Jokowi) maupun partai pendukungnya hingga kini masih menjaring figur yang cocok sebagai calon wakil presiden (cawapres) untuk Pilpres 2019. Sejumlah nama kian mengemuka, salah satunya Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan. 

Dalam sejumlah survei, setidaknya nama BG kerap masuk dalam bursa cawapres Jokowi. Apalagi, yang bersangkutan memiliki rekam jejak cukup dekat dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin mengatakan, Budi Gunawan memiliki kans untuk dipilih Megawati sebagai cawapres Jokowi di 2019 mendatang. "Dilihat dari kedekatan Megawati dengan Budi Gunawan. Bisa saja Megawati mengusulkan Budi Gunawan untuk menjadi Cawapresnya Jokowi," kata Ujang kepada Okezone, Jumat (4/5/2018).

Peluang mantan Wakapolri itu menjadi pendamping Jokowi disebut masih terbuka. Kata Ujang, angkanya masih 50:50. Semuanya tergantung pada pilihan Jokowi, Megawati dan parpol koalisi lainnya. "Semua masih terbuka opsinya," jelas Ujang.


(Baca juga: Survei Indikator: Nama Budi Gunawan Masuk dalam Bursa Cawapres Jokowi)

Ujang mengakui bahwa Budi Gunawan memiliki prestasi gemilang selama berkarir di Korps Bhayangkara. Hal itu menjadi modal yang dapat mengantarkannya untuk duduk sebagai pendamping Jokowi di 2019. "Dilihat dari karir di kepolisian bagus-bagus saja. Dan layak-layak saja untuk jadi pendamping Jokowi. Namun kan harus dapat dukungan rakyat," jelasnya.

Di sisi lain, Ketua DPP PDIP, Hendrawan Supratikno mengakui nama Budi Gunawan masuk dalam bursa penjaringan cawapres Jokowi. Namun, ia tidak tahu nama Budi masuk dalam kategori apa di dalam pola penjaringan cawapres partainya.


Partai berlambang banteng moncong putih itu, diketahui memiliki pola penjaringan tersendiri, di antaranya melalui kategori daftar panjang, daftar pendek, dan daftar prioritas. "Bisa juga masuk daftar pendek dan daftar prioritas. Kami tidak tahu. Yang masuk daftar pendek dan prioritas hanya Ketum (Megawati) yang tahu," ujarnya saat dikonfirmasi.

Menurut Hendrawan, nama-nama pendamping Jokowi harus masuk ke dalam daftar panjang terlebih dahulu sebelum masuk dalam daftar pendek dan daftar prioritas. Figur yang masuk ke dalam daftar panjang, artinya telah memenuhi kriteria umum. Sedangkan figur yang masuk ke dalam daftar pendek, berarti telah memenuhi kriteria spesifik dan dikomunikasikan antar parpol.

Sementara itu, figur yang masuk dalam daftar prioritas artinya telah memenuhi kriteria yang diinginkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri secara spesifik, dan memiliki kecocokan atau kedekatan dengan Jokowi selaku calon presiden (capres) di 2019.

"Itu kan bertahap," jelas Hendrawan.

https://news.okezone.com/read/2018/0...i-pilpres-2019



Saat Moeldoko Pasang Badan buat Jokowi sampai Jawab Isu Cawapres
Selasa 24 April 2018, 21:41 WIB


Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Moeldoko bakal menjadi yang terdepan dalam mengamankan Jokowi dari pengganggu. Moeldoko juga menjawab isu panas soal masuknya nama dia di bursa cawapres Jokowi. 

Dalam wawancara dengan CNN Indonesia di acara Prime News pada Senin (23/4/2018) malam, Moeldoko banyak bicara soal isu terkini, salah satunya isu panas menjelang Pilpres 2019.

Moeldoko meminta semua pihak memberikan kesempatan kepada Presiden Jokowi untuk bekerja dengan tenang. Dia mengingatkan tidak boleh ada yang mengganggu Jokowi dengan hal tidak substansial.

Nama Panglima TNI Muncul Jadi Cawapres Jokowi (terus nama Moeldoko & BG kemana?)Baca juga: Moeldoko: Kalau Presiden Diganggu, Saya Harus Maju

"Tapi, kalau dia diganggu, saya harus maju," kata Moeldoko.

Moeldoko lantas bicara soal tantangan utama menjelang Pemilu 2019. Antara lain isu SARA yang dimainkan untuk memobilisasi massa. Ia menyebut Jokowi bisa menjadi sasaran empuk isu tersebut. Ia pun siap menghadapi semua tantangan itu.

"Saya ini prajurit, tidurnya di jalanan. Pada saat 1991 sampai 2001, saya di Jakarta tidur saya di jalanan. Saya punya naluri untuk itu tetap tinggi," ujar Moeldoko.

"Jangan sampai menggunakan isu SARA untuk memobilisasi massa, eventdia menjadi presiden, isu itu akan memakan dirinya sendiri," ingat Moeldoko.

Ia menegaskan pemerintahan Jokowi tak antikritik. "Kritik-kritik itu justru menjadi pupuk agar kita ibarat tanaman supaya makin subur. Jadi prinsipnya pemerintah sekarang tidak begitu alergi terhadap kritik. Semua hal yang bersifat positif dalam rangka membangun negara ini ya kita terima dengan baik," katanya.

Dalam kesempatan itu, Moeldoko juga menegaskan pemerintah saat ini fokus pada program-program prorakyat. Presiden Jokowi, diterangkan Moeldoko, tak pernah menyinggung soal Pemilu 2019.

"Justru presiden menekankan kepada para pembantunya, kepada para menteri, untuk semakin sungguh-sungguh. Semuanya menyadari dengan bergabungnya para menteri dari parpol mungkin akan terganggu dengan program-program parpol, tetapi yang tidak boleh terjadi, presiden sangat menekankan pekerjaan-pekerjaan kementerian tidak boleh kendur atas dasar peristiwa politik yang kita hadapi ke depan," katanya.

Moeldoko lantas bicara bagaimana dirinya menyesuaikan diri dengan jabatan kepala staf kepresidenan. Moeldoko memimpin rapat staf kepresidenan dua kali sepekan untuk memastikan semua program presiden berjalan lancar. Nah, di pengujung, ia ditanya soal masuknya namanya di jajaran cawapres Jokowi versi sejumlah lembaga survei. Moeldoko menjawab dengan kalem.

"Wah nggak usah berpikir aneh-aneh kayak gitu. Saya ingin fokus kepada (tugas) dan ini sudah menjadi kebiasaan saya di mana saya kerja di situ saya fokus. Silakan survei-survei silakan, tapi bagi saya yang lebih penting bagaimana memberikan kontribusi kepada pemerintah, kepada negara, sehingga kehadiran saya ada manfaatnya, itu yang paling penting," pungkasnya. 

https://news.detik.com/berita/398894...b-isu-cawapres

Soal Cawapres Jokowi, PDIP: Jadi Hak Prerogatif Ketum

Rabu 14 Maret 2018, 17:00 WIB

Nama Panglima TNI Muncul Jadi Cawapres Jokowi (terus nama Moeldoko & BG kemana?)
Ingat lhoo ya, siapapun mau jadi cawapres Jokowi ... lewati gua dulu, yak?

Jakarta - PDIP menyerahkan kriteria cawapres untuk pendamping Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019 mendatang kepada Ketumnya, Megawati Soekarno Putri. Keputusan tersebut disepakati pada Rakernas PDIP di Bali beberapa waktu lalu.

Hal itu dikatakan oleh Wasekjen PDIP Ahmad Basarah. Dia menuturkan, Megawati mempunyai hak prerogatif sebagai Ketum untuk menentukan itu.

"Berdasarkan keputusan Rakernas ketiga kemarin di Bali, yang pertama diputuskan oleh Rakernas adalah Capres itu (dipilih) menggunakan hak prerogatif Ketum. Artinya cawapres pun nanti akan diputuskan dengan wewenang hak prerogatif Ketum PDIP karena itu ada di AD/ART," kata Basarah di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Nama Panglima TNI Muncul Jadi Cawapres Jokowi (terus nama Moeldoko & BG kemana?)Saat disinggung perihal nama yang masuk dalam radar cawapres Jokowi, Basarah menyebut PDIP selalu terbuka dengan segala kemungkinan. 

"Sebetulnya PDIP membuka diri seluas-luasnya dengan seluruh kekuatan partai politik untuk bisa bersama-sama dengan Pak Jokowi di dalam Pilpres yang akan datang," ujarnya.

Sebelumnya, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebut tetek-bengek soal cawapres Jokowi diurus Mensesneg Pratikno.

"Manalah. Itu urusan Pak Mensesneg (Pratikno). Saya kan ndak urusi begitu-begitu," ujar Luhut di kompleks istana kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (13/3) lalu.

https://news.detik.com/berita/391660...erogatif-ketum

--------------------------------

Benar juga kalo begitu isu yang berkembang di warung kopi selama ini bahwa Pilpres 2019 sebenarnya "peperangan" antar Jenderal, khususnya di Angkatan Darat. 

Di kubu seberang Jokowida ada kubu Jenderal Prabowo Subianto, yang punya bejibun 'stock' pensiunan jenderal angkatan darat di markasnya. Sementara di dalam kubu Jokowi sendiri, ada banyak pensiunan Jenderal pula yang "bersaing" untuk meraih kursi RI-2 mendampingi pak Jokowi di 2019, katakanlah antara lain: Jenderal Moeldoko, Jenderal Budi Gunawan, Jenderal Luhut, dan kini ditambah lagi satu nama baru yaitu Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. 

Di luar kubu Jokowi dan kubu Prabowo, ada pula kubu Jenderal SBY. Disini pun 'stock' pensiunan jenderalnya banyak (umumnya juga dari angkatan darat) tapi SBY sepertinya sudah menjatahkan untuk cawapres atau Capres itu jatuh ke anak sulungnya, Mayor (P) Agus. Hanya untuk calon SBY ini tentu nggak sebanding, tidak 'apple to apple' ... masa sih 'pensiunan' Mayor mau dipertandingkan dan dipersamakan dengan kapabilitas para Jenderal itu? 

emoticon-Wowemoticon-Sorryemoticon-Wow
Namanya juga pensiunan,klo sudah out ya ga ngaruh lagi titlenya,bahkan dengan pak dhe yang tukang kayu sudah apple to apple itu,sama sama sipil
Pendukung jokowi terlalu banyak menghayal

Nama Panglima TNI Muncul Jadi Cawapres Jokowi (terus nama Moeldoko & BG kemana?)
Jokowi sama siapapun, ogah ane milih!!
2019 ganti presiden!!
Quote:


iyoo trus gantine sopo jal ? emoticon-Cape d... (S)
belum ada nama kok ganti ... mungkin kosongkan jabatan presiden gitu ya emoticon-Stick Out Tongue
Quote:


Bisa Prabowo atau gatot!!
Quote:


mana deklarasinya ?
itu kan kalo die bisa/jadi nyapres tong
lo kira semua orang bisa nyapres ? emoticon-Ngakak
Jokowi-Moeldoko

Rapatkan Barisan

Jangan kasi kendor

emoticon-Matabelo
sdh dibilangin sama cak imin,,, klo gak sama dia ya kalah emoticon-Leh Uga
Quote:
Quote:


asal bukan jokowi atau dari pdi

Quote:


Mantap emoticon-shakehand
Quote:


takis

jodoh