alexa-tracking

Agama Masyarakat Pesisir Ciamis

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5aed18b314088dfd698b4569/agama-masyarakat-pesisir-ciamis
Agama Masyarakat Pesisir Ciamis
Agama Masyarakat Pesisir Ciamis

Nasaruddin Umar

Agama Masyarakat Pesisir Ciamis

(Foto: ilustrasi)


AGAMA dan kepercayaan masyarakat pesisir Ciamis, Jawa Barat banyak dipengaruhi oleh tradisi nenek moyang Jawa Barat.

Menurut hasil penelitian Puslitbang Kehidupan Beragama Kementerian Agama, meskipun mereka secara formal beragama Islam tetapi dalam kenyataan sehari praktek keagamaan mereka masih banyak diwarnai tradisi keagamaan leluhur mereka.

Dalam Carita Parahiyangan disebutkan bahwa orang yang pertama kali memeluk agama Islam di wilayah itu ialah Bratalegawa, putra kedua Prabu Prabu Guru Pangandiparamarta Jayadewabrata, sang penguasa kerajaan Galuh. Ia semula tertarik menjadi saudagar antarpulau bahkan ke Cina, Srilanka, Iran, hingga ke negeri Arab.

Persinggungannya dengan sejumlah bangsa yang berpenduduk mayoritas muslim membuatnya mudah menerima agama Islam, walaupun dalam prakteknya tampak masih ada sinkretisme dengan kepercayaan nenek moyangnya.




Bentuk sinkretisme kalangan warga pesisir Ciamis antara lain rutinitas upacara ritual hajat laut dengan mengadakan pertunjukan Wayang Golek dan Wayang Kulit, acara Ruwatan untuk membebaskan manusia dan alam dari malapetaka dan marabahaya. Pertunjukan Wayang bukan hanya sekadar hiburan tetapi seperi menjadi suatu "kewajiban" untuk melakukannya guna memelihara keselarasan antara alam dan manusia bersama dengan Sang Maha Kuasa.

Cerita-cerita yang dimainkan memang didasarkan dari epik Mahabharata dan Ramayana, yang lebih kental dengan pengaruh tradisi Hindu. Kehadiran dunia wayang juga berfungsi untuk menghadirkan suasana batin guna memudahkan terciptanya ketenangan batin dan kehalusan budi pekerti.

Warga pesisir juga mengenal apa yang disebut dengan "libur nelayan" yaitu hari-hari tertentu nelayan tidak boleh melaut seperti Jum'at Kliwon. Para nelayan diserukan untuk melakukan pembersihan diri, yang kebetulan hari Jum'at diwajibkan untuk shalat Jum'at bagi kaum pria. Mereka yakin kalau melanggar petuah ini akan diintai oleh bahaya.

Jum'at Kliwon dianggap hari keramat dan sering dihubungkan dengan aktifitas Penguasa Laut Selatan, yaitu Nyai Roro Kidul. Mitos Nyai Roro Kidul bagi masyarakat Jawa Barat agak berbeda dengan mitos Nyai Roro Kidul Jogyakarta dan Jawa Timur. Masyarakat Jawa Barat mempersepsikannya sebagai Ngegeugeuh, semacam makhluk gaib yang suka mengganggu seperti halnya Kuntil Anak, Jurig, Tuyul, dll.

Nyai Roro Kidul dibayangkan bisa tampil menjadi sosok makhluk seperti perempuan cantik dan lembut tetapi juga bisa berganti wajah dengan bentuk yang amat mengerikan. Karena itu, hubungan manusia, khususnya nelayan perlu selalu harmonis.

https://m.inilah.com/news/detail/220...pesisir-ciamis
kalo soal nyi roro kidul sih ane pernah dengernya dulu itu kisah buatan belanda. biar orang kita kaga pergi melaut jauh ke selatan, soalnya entar ketemu australia. padahal sebelum era itu pelaut kita udah kemana2, sampe ke madagascar dll
begitulah gan, cara orang memahami sesuatu itu berbeda2
makanya harus saling menghargai satu sama lain
dengan menganggap orang lain inferior
kita toh tidak akan jadi superior
emoticon-Cendol Gan
Ciamis emang punya pesisir?
Kabupaten pangandaran udeh berdiri sendiri, pegimane ceritanye punya pesisir?
emoticon-No Hope
*edited
Wolah berita 2015 ternyata, tak kira up to date
emoticon-Cape d...
Quote:


belanda suka bikin hoax mulu ya gan