alexa-tracking

Survei (Politik) Indikator: Ekonomi Rumah Tangga Membaik di Era Jokowi (Benarkah?)

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5aecf6c8e05227c0608b4567/survei-politik-indikator-ekonomi-rumah-tangga-membaik-di-era-jokowi-benarkah
Survei (Politik) Indikator: Ekonomi Rumah Tangga Membaik di Era Jokowi (Benarkah?)
Survei Indikator: Ekonomi Rumah Tangga Membaik di Era Jokowi

Jumat, 04/05/2018 20:15 WIB

Survei (Politik) Indikator: Ekonomi Rumah Tangga Membaik di Era Jokowi (Benarkah?)
Ilustrasi. (Foto: ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid)

Jakarta, CNN Indonesia -- Survei Indikator Politik Indonesia menemukan bahwa masyarakat menganggap kondisi ekonomi rumah tangga mereka lebih baik saat ini dibandingkan dengan tahun lalu.

Hal itu disampaikan dalam survei terbaru Indikator Politik Indonesia pada Kamis (3/5). 

Dalam temuannya, sebanyak 38,4 persen menyatakan kondisi ekonomi rumah tangga saat ini lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu. Sejak 2014, Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin pemerintahan. 

Pasangan itu menggantikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono yang memimpin pemerintahan periode 2009-2014.

"Ekonomi rumah tangga dalam setahun terakhir dinilai membaik," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam keterangan resminya yang dikutip Jumat (4/5).

Lihat juga:  Pengamat: Model Pertumbuhan Ekonomi RI Ciptakan Kesenjangan

Hasil lainnya adalah tak ada perubahan (38,6 persen); lebih buruk (18,4 persen); jauh lebih baik (2,8 persen); tidak tahu/jawab (1,1 persen); hingga jauh lebih buruk (0,7 persen).

Survei itu juga menemukan lebih banyak warga yang menilai positif keadaan ekonomi saat ini. Rinciannya adalah sedang (48,3 persen); baik (27 persen); buruk (18,9 persen); sangat baik (2,2 persen); tidak tahu (2,1 persen); hingga sangat buruk (1,5 persen).

Membaik Setahun Terakhir

Burhanuddin pun menuturkan warga menilai keadaan ekonomi dalam setahun terakhir terus membaik. Khusus hal itu, hasil yang ditemukan adalah sekitar 39,5 persen warga menyatakan ekonomi nasional dalam setahun terakhir membaik.

"Tidak ada perubahan 34,1 persen, lebih buruk 17,5 persen," katanya. 

Lihat juga:  Data Kemiskinan Laris Manis di Tahun Politik

Selain itu, survei tersebut juga menemukan optimisme warga terhadap ekonomi setahun mendatang akan lebih baik. Burhanuddin mengatakan sebanyak 50,6 persen menyatakan ekonomi dalam setahun mendatang akan lebih positif.

Survei sendiri dilakukan pada 25-31 Maret 2018 terhadap 1.200 responden yang dipilih dengan metode multistage random sampling. Responden dalam survei ini adalah warga negara Indonesia (WNI) yang telah memiliki hak pilih, yakni minimal usia 17 tahun atau sudah menikah. 

Margin of error kurang lebih 2,9 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen. 

https://www.cnnindonesia.com/ekonomi...-di-era-jokowi


Pilihan Bisa Berubah, Pengamat: Jangan Mudah Percaya Survei
Senin 23 April 2018, 15:20 WIB


Bandung - Cagub nomor urut dua Tb Hasanuddin menilai hasil survei Pilgub Jabar yang publikasikan selama ini merupakan pesanan dan tidak valid. Ia menantang sejumlah lembaga survei bekerja independen. Benarkah?

Pengamat politik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Karim Suryadi menuturkan ada etika umum yang harus dipenuhi lembaga survei dalam mempublikasikan hasil kerja di lapangan. Terutama transparansi cara kerja di lapangan.

"Harus menjelaskan metodologi surveinya, bagaimana menjaring responden, mengkontruksi pertanyaannya dan margin of errornya berapa. Kalau gak seperti itu harus diwaspadai," kata Karim saat dihubungi vua telepon genggam, Senin (23/4/2018).

Menurutnya lembaga survei memang diperbolehkan menerima donasi untuk membiayai surveior. Namun, sambung dia, dengan catatan donasi tersebut jangan sampai mempengaruhi hasil survei atau disebut pesanan.

"Dalam lembaga seperti itu harus dibedakan unit redaksi dan usaha. Analoginya, lembaga survei boleh menerima bayaran, tapi jangan mempengaruhi hasil. Kalaupun sebuah lembaga survei mau dibayar, mereka sedang menggali kuburannya sendiri," ungkap dia.

Ia menegaskan hasil survei jangan dijadikan referensi utama untuk mengetahui situasi pemilih saat ini. Pasalnya, sambung dia, terkadang responden survei tidak menjawab setiap pertanyaan sesuai dengan pilihannya nanti.

Selain menyangkut budaya komunikasi, kata dia, preferensi politik masyarakat di Indonesia belum terbangun. Sehingga, sambung dia, masyarakat cenderung menentukan pilihannya detik-detik terakhir menuju pencoblosan.

"Ketika (responden) ditanya (surveior), belum tentu menjawab sesuai nurani, tapi jawabannya untuk menjaga perasaan penanya. Selain itu preferensi politik tidak dibentuk dari awal, mereka cenderung memilih pada saat terakhir," jelas dia.

Ia mengatakan hasil survei tidak menjamin kemenangan saat pemilihan nanti. Sebab, sambung dia, survei berbeda dengan exit poll yang memiliki pembanding secara elektronik atau manual.

"Kalau survei gak ada pembandingnya. Itu alasan jangan mudah percaya dengan survei. Survei bisa salah bisa karena metodologi, atau budaya komunikasi atau preferensi politiknya. Survei lebih dijadikan political branding atau marketing," ujar Karim.

https://news.detik.com/berita-jawa-b...percaya-survei

Quote:




Biar nggak dianggap memprovokasi hasil survei Indikator diatas, berikut dilampirkan kliping berbagai pandangan akhli dan praktisi bisnis dan indutri mengenai kondisi ekonomi rumah tangga Indonesia belakangan ini:




------------------------------------

Sudahlah ... nggak perlu ada dusta diantara kita ... diantara dirimu dan rakkyatmu!


emoticon-Wow

Kompas.com - 19/08/2016, 06:38 WIB


pasti hoax ye bray .... ancam ajah bangkenya tuh emoticon-Blue Guy Bata (L)
hoax anjing si cebong kerjaannya dugem mulu
Survei (Politik) Indikator: Ekonomi Rumah Tangga Membaik di Era Jokowi (Benarkah?)
kata siapah.... ??!!!! semua naik.. tpi gk ada pemberitahuan dulu.. langsung di naikin... klo buat golongan kecil emang agak kebantu.. dengan bantuan" yg kececeran... tpi percuma aja bray.... wong bantuannya buat usaha... tpi langsung kasih setumpuk.. ya langsung ludes... knapa gk pelatihan aja cobak....

trus klo buat yg menengah itu.. yg keteteran..... emoticon-Ngamukemoticon-Ngamuk
emoticon-Lempar Bataemoticon-Lempar Bataemoticon-Lempar Bataemoticon-Lempar Bata
Makin membaik karena BLL (Bantuan Langsung Lempar)

Bayar listrik mahal njing!
Yg disurvei nastak semua!!
Walau bini di rmh udah ngamuk harga2 naik, nastak blg ekonomi meroket!!
Wkwkwk..
Jadi lebih baik gan.
bisnis surpei memang membaik sepertinya
Lebih baik gundulu mu
ah survei berak....ya ng disurvei TKA semua emoticon-Leh Uga:
nasbung gak yakin dengan survey ini. tapi meyakini banget2 survey masyarakat hidupnya tambah susah.

pilih2 survey yg bikin bisa coli aj ya
Survei (Politik) Indikator: Ekonomi Rumah Tangga Membaik di Era Jokowi (Benarkah?)

Sejak nastak beternak kalajengking, ekonomi rumah tangga nastak membaik, jadi tiap hari bisa touring pake choper

Survei (Politik) Indikator: Ekonomi Rumah Tangga Membaik di Era Jokowi (Benarkah?)
Kayanya pengen banget di bilang membaik lu jok.


ya jelas, buktinya :

wan abud bisa meninggalkan jakarta

Survei (Politik) Indikator: Ekonomi Rumah Tangga Membaik di Era Jokowi (Benarkah?)

hanya untuk mengemis pengakuan di pinggir jalan.

Survei (Politik) Indikator: Ekonomi Rumah Tangga Membaik di Era Jokowi (Benarkah?)

emoticon-2 Jempol
Survei (Politik) Indikator: Ekonomi Rumah Tangga Membaik di Era Jokowi (Benarkah?)
INI AKIBAT EKONOMI MEROKET DI BULAN SEPTEMBER



jiiirr si Burhanudin udah jd penenggak kobokan juga kayak si botak narto emoticon-Ngakak



Survey rilis hasil spin yang bilang membaik cuman 38% kok bisa-bisanya kasih kesimpulan membaikemoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk
Ekonomi sudah meroket ya dari september emoticon-Marah

Dolar juga udah dibawah 10ribu ya emoticon-angry

Nasbung ga bisa baca itu surpei emoticon-Marah

38,4% itu bilang lebih baik, 38,6% ga ada perubahan emoticon-angry

Itu artinya indonesia udah jadi macan asia rawrrrrr emoticon-angry

Nasbung asbun nih emoticon-angry


Nastak mode off
bener gan...ibu-ibu gampang jual On line sekarang..dari bikinin makanan kecil sampe buat kerajinan tangan dan dll

bapaknya pun tutup toko trus dagang di rumah(online) juga..