alexa-tracking

Agama Slam Sunda Wiwitan

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5aece13cddd77091618b4571/agama-slam-sunda-wiwitan
Agama Slam Sunda Wiwitan
Agama Slam Sunda Wiwitan

Nasaruddin Umar

Agama Slam Sunda Wiwitan

(Foto: istimewa)

GAMA Slam Sunda Wiwitan (SSW) adalah agama yang dianut mayoritas masyarakat Baduy, yang mendiami tanah adat ulayat di kawasan pegunungan Kandeng, khususnya di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten.

Kawasan ini berhawa sejuk, berada di atas ketinggian 200-300 di atas laut, dengan suhu sekitar 16-30 derajat selsius. Masyarakat Baduy tidak mau disebut suku terasing tetapi lebih nyaman disebut masyarakat adat. Bahkan istilah Baduy pun tidak terlalu disukai masyarakat di sana karena selain pemberian kolonial Belanda, juga konotasinya masyarakat badawy (nomaden) seperti kabilah-kabilah di jazirah Arab yang berpindah-pindah tempat. Mereka lebih nyaman menyebut dirinya dengan Urang Kanekes, Urang Rawayan, Urang tantu, atauUrang Girang, tergantung peta lokasi keberadaan hunian mereka.

Slam Sunda Wiwitan terdiri atas tiga kata, yaitu Slam sering dihubungkan dengan Islam, karena begitu banyak persamaan agama ini dengan agama Islam. pendapat lain mengatakan Slam dihubungkan dengan pelaksanaan sunat (khitan) bagi semua warganya, baik laki-laki maupun perempuan. Pelaksanaannya dilakukan dengan upacara tertentu sebagai pertanda setiap warga Baduy terikat dengan ajaran agama dan adat istiadatnya.

Mereka yang tidak disunat tidak bisa diakui sebagai warga Baduy atau penganut agama SSW. Sunda Wiwitan berarti Sunda asal atau Sunda Awal. Kata Sunda Wiwitan ini selanjutnya enjadi nama dari agama yang dianut oleh komunitas agama Baduy. Nama Sunda Wiwitan kemudian diabadikan secara antropologis sebagai konsep sistem kepercayaan (agama) masyarakat Baduy.




Asal-usul etnik Baduy banyak pendapat. Ada peneliti mengungkapkan etnik Baduy menghuni kawasan itu semenjak abad ke 16, bersamaan dengan jatuhnya Kerajaan Pajajaran yang menganut agama Hindu-Budha.

Sebagian besar masyarakat Sunda masuk agama Islam dan etnik Baduy tetap mempertahankan kepercayaan lamanya yang dianggap tidak bertentangan dengan Islam. Namun ada juga berpendapat bahwa sejak semula masyarakat Baduy tidak pernah beragama Hindu-Budha dan tidak juga terkait dengan agama Islam, tetapi tetap berpegang kepada kepercayaan nenek moyang mereka yang cenderung animis.

Pendapat lain mengatakan sejak awal agama SSW bukan agama animis yang cenderung monoteis, tetapi monoteis, yang memuja Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini terbukti dengan istilah yang digunakan di dalam agama ini, antara lain Batara Tunggal (Yang Maha Esa), Sanghyang Kersa (Yang Maha Kuasa), Batara Jagat (Penguasa Alam), Batara Seda Niskala (Yang Maha Gaib), Yang Bersemayam di Buana Nyungcung (Buana Atas), dll. (Lihat misalnya dalam "Saatnya Baduy Bicara" karya Asep Kurnia & Ahmad Sihabuddin, dan Laporan Penelitian Kementerian Agama dalam "Dinamika Agama Lokal di Indonesia).

AgamaSSW masih kuat dipegang masyarakat Baduy, khususnya Baduy Dalam. Masalah yang dihadapi komunitas Baduy yang geragama SSW seringkali berhadapan sejumlah persoalan hukum, misalnya dalam setiap upacara perkimpoian, para penghulu harus hadir tetapi tidak mencatat atau memberi Akta Nikah karena dianggap tidak beragama Islam. Akibatnya anak-anak mereka sulit mrndapatkan akte kelahiran, dan selanjutnya Kartu Keluarga, dan selanjutnya lagi KTP, dan tentu saja kesulitan mendapatkan Paspor.

Dampak ekonominya sulit mengakses perbankan dan lembaga-lembaga formal. Bagaimana sesungguhnya inti ajaran SSW? Apakah masuk kategori agama atau Aliran Kepercayaan, akan dibahas dalam artikel mendatang. 

https://m.inilah.com/news/detail/219...-sunda-wiwitan
image-url-apps
Rasanya kok keji sekali memaksakan mrk ikut kepercayaan lain yg tak sesuai hati kepercayaan mrk yg asli di era dulu.
image-url-apps
Agama Slam Sunda Wiwitan

ane gk faham
×