alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Berita Luar Negeri /
Pasukan Khusus AS Diam-diam Bantu Saudi Perangi Houthi
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5aec57ccdcd77032268b4579/pasukan-khusus-as-diam-diam-bantu-saudi-perangi-houthi

Pasukan Khusus AS Diam-diam Bantu Saudi Perangi Houthi

Pasukan Khusus AS Diam-diam Bantu Saudi Perangi Houthi

SINDONEWS.com, WASHINGTON - Pasukan Baret Hijau Amerika Serikat (AS) secara diam-diam dilaporkan telah membantu Arab Saudi dalam memerangi kelompok pemberontak Houthi di Yaman. Laporan menyebutkan sebuah tim yang terdiri dari 12 anggota Baret Hijau AS telah tiba di perbatasan Arab Saudi dengan Yaman pada akhir tahun lalu.

Tim tersebut dilaporkan turut membantu menemukan dan menghancurkan tempat persembunyian dan situs peluncuran rudal balistik Houthi di Yaman. Situs tersebut digunakan untuk menyerang Riyadh dan sejumlah kota Saudi lainnya.

Pengerahan pasukan khusus AS ke perbatasan pada bulan Desember ini dilakukan setelah berminggu-minggu kelompok Houthi menembakkan rudal balistik ke Riyadh. Namun itu cukup bagi Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman untuk meminta bantuan AS memerangi Houthi.

Untuk diketahui, kampanye udara Saudi pada tahun 2015 awalnya ditujukan untuk menghancurkan rudal balistik Soviet yang digunakan Yaman dalam perang saudara pada 1994. Militer Saudi menganggap senjata-senjata itu bisa jatuh ke tangan Houthi.

Pada April 2015, setelah satu bulan penyerangan, koalisi pimpinan Saudi mengatakan telah mencapai tujuannya menghancurkan rudal dan peralatan yang digunakan untuk meluncurkannya.

Namun pada bulan Juni, pemberontak Houthi meluncurkan secara serentak rudal balistik pertama mereka, yang ditujukan ke Khamis Mushayt, sebuah kota Saudi sekitar 60 mil dari perbatasan Yaman.

Sejak itu, Houthi telah meluncurkan lusinan rudal, termasuk senjata anti-rudal jarak pendek yang dimodifikasi dan mengimpor amunisi Iran. Dalam empat bulan pertama tahun ini, Houthi telah meluncurkan lebih dari 30 rudal - kira-kira setara dengan jumlah semua rudal yang ditembakkan pada 2017, menurut data yang dikumpulkan oleh Pusat Studi Strategis dan Internasional.

Menurut pengamat Institut Washington untuk Kebijakan Timur Dekat, Michael Knights, Saudi hanya memiliki dua opsi yang layak untuk menangkal serangan dari pantai barat Yaman. Wilayah ini termasuk pelabuhan yang dikuasai Houthi di Al Hudayah, di mana para pejabat di Riyadh percaya bahwa komponen rudal telah dikirimkan.

Yang pertama, kata Knights, adalah menemukan misil di mana mereka disimpan, yang membutuhkan banyak informasi intelijen. Yang kedua jauh lebih sulit yaitu menyerang lokasi peluncuran.

"Mereka memiliki masalah yang sangat sulit," kata Knights seperti dikutip dari The New York Times, Jumat (4/5/2018).
Pemberontak Houthi dapat menyembunyikan peluncur rudal mobile di mana saja dari dalam gorong-gorong ke bawah jalan raya layang. Mereka mudah dipindahkan untuk peluncuran yang terburu-buru.

Berurusan dengan masalah itu membutuhkan sistem yang diatur dengan baik oleh koalisi yang dipimpin Saudi, membentang dari satelit ke pasukan di darat, untuk memastikan pesawat dapat menemukan dan dengan cepat menghancurkan peluncur rudal.

“Dalam lingkungan misil seluler, itu adalah tantangan,” kata Jenderal David L. Goldfein, kepala staf Angkatan Udara, dalam sebuah wawancara.


Menghadapi hal ini, tentara AS di sepanjang perbatasan bekerja dengan pesawat pengintai yang dapat mengumpulkan sinyal elektronik untuk melacak senjata Houthi dan tempat peluncuran mereka, menurut para pejabat, yang semuanya berbicara dengan syarat anonim karena mereka tidak berwenang untuk membahas misi ini secara terbuka.

Rincian operasi Baret Hijau, yang belum pernah diungkapkan sebelumnya ini, diberikan kepada The New York Times oleh pejabat Amerika Serikat dan para diplomat Eropa.

Laporan ini berbeda dengan yang selama ini didengungkan oleh Pentagon. Pentagon menyebut bantuan militer AS hanya terbatas pada pengisian bahan bakar pesawat, logistik, dan pembagian informasi intelijen umum. Pengerahan pasukan khusus AS ke perbatasan pada bulan Desember dikatakan hanya untuk melatih pasukan darat Saudi untuk mengamankan perbatasan mereka.

Sejumlah pejabat mengatakan dukungan AS untuk koalisi yang dipimpin Saudi terhadap pemberontak Houthi, awalnya digariskan dalam dokumen tahun 2015 yang dikenal sebagai Rice Memo. Penamaan ini merujuk pada penasehat keamanan nasional Obama, Susan E. Rice.

Memo itu memuat detail bantuan militer dan dimaksudkan untuk mencegah AS keluar dari operasi serangan terhadap Houthi, dengan fokus pada membantu Saudi mengamankan perbatasan mereka. Di bawah pemerintahan Trump, ruang lingkup pedoman tersebut tampaknya telah berkembang - sebagaimana dibuktikan oleh penambahan pesawat pengintai AS dan tim Baret Hijau.




bentar lagi diam-diam bantu Saudi nyerang Iran.. langsung gak pake lama pecah perang dunia ke 3 pake tongkat dan batu
Urutan Terlama
Halaman 1 dari 2
Quote:


perang dunia ya ga mgk diem2 lah..
Green berets yang turun emoticon-Matabelos
12 orang rambo "grenn baret" emoticon-Big Grin

edit

cuma 12 orang tanda us belum serius di yaman emoticon-Traveller
Diubah oleh kudo212
Saudara Amerika kami!
Militer amerika adalah yang terhebat di zaman ini.

Coba jika pakai S300-400 Rusia, bisa hancur kota-kota indah di Saudi oleh sarunger-Missiler.
Post ini telah di hapus oleh Kaskus Support 06
Good news ... klo bs sluruh dunia d bawah kuasa kulit putih .. good for me
arab saudi banci
lawan sarunger aj pake bantuan mamarika emoticon-Leh Uga



Al-Qaeda claims it is ‘fighting alongside’ US-backed coalition forces in Yemen

Pasukan Khusus AS Diam-diam Bantu Saudi Perangi Houthi

The leader of al-Qaeda’s forces in Yemenhas said his fighters have worked with government-allied factions in the civil war towards their common goal of ousting Houthi rebels.

Qasim al-Rimi, who has led the branch of the global jihadist movement known as al-Qaeda in the Arabian Peninsula (Aqap) since his predecessor was killed in 2015, told the group’s media arm al-Malahem on Sunday that his followers were de facto aligned with an array of forces in the complex conflict.

“We fight alongside all Muslims in Yemen, together with different Islamic groups,” he said, including “the Muslim Brotherhood and also our brothers among the sons of (Sunni) tribes.”

While al-Rimi did not elaborate on what he meant by “alongside”, many Sunni tribal militias, as well as the pan-Arab Muslim Brotherhood movement and conservative Salafis, are allied to the exiled Yemeni government fighting against Shia rebels known as Houthis who seized control of the capital Sanaa in 2014.

The militias receive extensive funding and arms from the US-backed Saudi-led coalition, which has supported President Abed Rabbo Mansour Hadi with air strikes and ground troops since March 2015.

Yemen’s civil war has killed more than 10,000 people to date and left more than half of its 27 million strong population reliant on food aid. The international community has condemned the Saudi Arabian bombing campaign, which is thought to be responsible for most civilian deaths.

The UN warned at a donor conference last month that the country is on the brink of famine. Of the $2.1 billion in funding needed to avert the looming catastrophe, only half was pledged by participating governments and international bodies.

The branch of the global jihadist movement in Yemen was formed in 2009 after mergers of smaller militant groups. It has strong alliances with Sunni tribes across the country.

Since Yemen descended into full-scale civil war in 2015, al-Qaeda as well as other extremist movements such as Isishave taken advantage of the chaos to greatly increase their footprint in the country - particularly in the lawless southern provinces.

al-Rimi, who made his comments from an undisclosed location inside Yemen, is one of the main targets of US drone strikes in the country, with a bounty on his head of $5 million.

In the early hours of last Sunday a US drone strike in southern Marib province killed five al-Qaeda members, local news and government officials reported.

The US has significantly increased its bombing of extremist targets in Yemen since President Donald Trump entered office in January.

The Pentagon has confirmed that more than 70 drone strikes have been carried out since 28 February - more than double the number of strikes in 2016.

The accelerated campaign comes after the botched Navy Seal raid on an Aqap base in January thought to have killed up to 20 civilians, including an 8-year-old American citizen.

https://www.independent.co.uk/news/w...13321.html?amp
Diubah oleh nusantara91


Quote:

Klo green baret emg cocok bt misi jangka panjang yg bersentuhan dg budaya gan

klo seal cocoknya misi pendek cpt yg g perlu kerjasama dg budaya lokal stempat emoticon-Big Grin


Quote:

Bisa dijelasin kenapa?
Quote:


S300-400 itu payung udara gan😁
Ga usah diam diam seluruh dunia juga tahu USA-ARAB-ISRAEL adalah trio iblis yang memporak porandakan dunia

Jadi?

Quote:


Quote:


Justru karna ada USA lah dunia agak damai.
perang itu dua arah..

ada orang yg ngaku netral , anti perang.
gak taunya cuma anti ameriki. ckckckck
Aneh proxy war kan kayak gini...emoticon-Big Grin
Yaman jatuh ke Houthi jelas ancaman serius ke Saudi...emoticon-Big Grin
Quote:


jangan-jangan imam mahdi adalah donald trump?

jengjengjeng
Quote:


bisa jadi
emoticon-Wakaka emoticon-Wkwkwk
Quote:


kok bs?
proxynya termasuk g?
saudi sma amrik ini macam adik kaka lain ibu
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di