alexa-tracking

'ReacttotheK' Pelajar Musik Klasik yang Bahas Musikalitas K-Pop

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5aec0fd854c07adc448b456e/reacttothek-pelajar-musik-klasik-yang-bahas-musikalitas-k-pop
'ReacttotheK' Pelajar Musik Klasik yang Bahas Musikalitas K-Pop
'ReacttotheK' Pelajar Musik Klasik yang Bahas Musikalitas K-Pop

Saat ini, video reaksi (reaction video) menjadi salah satu pilihan penggemar K-Pop dalam mengekspresikan rasa suka mereka terhadap para penyanyi idola. Medium ini pula yang menjadi pilihan Umu, wanita pendiri kanal YouTube ‘ReacttotheK’ untuk membahas seputar musik dan video klip para musisi Korea.

Wanita yang juga dikenal dengan nama Emma ini adalah siswi sebuah sekolah musik klasik di New York, Amerika Serikat. Pada 2016, Umu membuat kanal YouTube bernama ReacttotheK dan memulai serial video reaksi bertajuk 'Classical Musicians React'.

Dalam video-videonya, Umu biasa menghadirkan reaksi spontan secara personal atau dari teman-temannya di sekolah musik yang sama. Mereka biasanya membuat video reaksi video K-Pop. 

Kegiatannya sederhana, mereka akan mengomentari berbagai aspek video K-Pop, mulai dari visual hingga musikalitas yang diusung oleh para idola.

Tak jarang, ulasan ini dibahas dengan begitu mendetail. Penonton bisa melihat melihat bagaimana para reactor mengomentari musik K-Pop dengan menggunakan istilah musik yang mungkin jarang didengar oleh orang awam.

“Video reaksi yang ada dalam kanalku sedikit berbeda dengan tipikal (video) reaksi berjenis ‘menghibur dan dapat dipahami’,” tulis Umu kepada kumparanK-Pop melalui e-mail.

“Aku tak hanya ingin menghibur dan menjadi relatable dengan para penonton kami melalui musik, tapi aku juga ingin mengedukasi mereka,” tambahnya.

Meski demikian, penonton tidak perlu khawatir. Walau memiliki muatan edukatif, video-video Umu disajikan dengan sangat ringan, kocak, dan tidak dibuat-buat.

Umu mengatakan, awalnya, ia membuat kanal tersebut dengan harapan bisa membagikan kesukaannya terhadap K-Pop. Ia sempat khawatir tidak memiliki teman untuk berbagi hobinya tentang musik populer Korea Selatan itu.

"Bagiku, reaction video adalah cara untuk berhubungan dengan orang-orang dari berbagai belahan dunia," tulisnya.

"Terkadang, sulit untuk menemukan orang-orang di sekitar yang punya minat sama denganmu. Untungnya, kita semua bisa mengandalkan internet, (tempat) jutaan orang berkomunikasi," tambahnya.

Kini, Umu telah memiliki lebih dari 300.000 subscribers atau penonton setia dan lebih dari 400 video dalam kanalnya. Wanita yang menyukai grup Mamamoo, VIXX, dan BTS itu biasa menyajikan video dengan lima tema, yaitu video ulasan personal milik Umu, serial ‘Classical Musicians React’, serial ‘Classical Vocalists React’, serial dengan bintang tamu, juga serial teori musik.

Saat ini, ada sekitar 14 orang yang turut mengisi kanal tersebut bersama Umu. Uniknya, tidak semua dari mereka adalah fans K-Pop.

“Aku yakin aku paling banyak mendengarkan K-Pop di antara semua reactor yang ada. Aku mencoba untuk mengecek setidaknya lima lagu baru atau lima grup baru setiap harinya. Aku punya playlist berisi lebih dari 500 lagu K-Pop dalam ponselku,” sebut Umu.

Namun, reaksi jujur teman-teman Umu justru menjadi daya tarik dari video-video dalam kanal ‘ReacttotheK’. Tak satu pun dari video Umu yang dibuat dengan menggunakan naskah atau telah diatur sebelumnya.

“Terkadang, seorang reactor mungkin sudah pernah mendengarkan suatu lagu dan menjadi familiar dengannya. Tapi, aku tidak pernah menyuruh mereka mengatakan sesuatu dan mereka tidak pernah mengatur kata-kata yang akan mereka sebutkan dalam video,” sebut Umu.

Dalam membuat video-videonya, Umu bukannya tidak pernah menemukan kendala. Ia justru sudah berhadapan dengan begitu banyak kritik dari para penggemar K-Pop.

Umumnya, karena para fans tidak setuju dengan komentar yang ada dalam video atau dengan pilihan yang Umu ambil dalam mengelola kanalnya.

Misalnya, saat ada reactor yang memberikan pendapat terhadap suatu musik tanpa alasan atau teori kuat yang bisa mendukung pendapat itu. Hal ini terjadi pada musim pertama dari serial ‘Classical Musicians React’.

Umu menjadikan ini sebagai pengalaman, kemudian meminta kepada teman-temannya untuk menjelaskan pendapat mereka dengan fakta mengenai musiknya.

“Selain itu, ada juga kritik terhadap para reactor yang merasa tidak nyaman melihat konsep imut. Mereka tidak bisa mendukung pendapat mereka dengan fakta-fakta musik, sehingga itu menghasilkan begitu banyak kritik dan kemarahan (dari kalangan fans) di bagian komen,” sebut Umu.

Namun, tentunya, hal ini tidak menghentikan Umu. Umu mengatakan bahwa ia tidak berniat berhenti memproduksi video reaksi, bahkan hingga nanti ia dan teman-temannya telah lulus dari kampus mereka kini.

Walau belum tahu akan seperti apakah jadinya nanti, Umu mengatakan bahwa ia akan terus melakukan video reaksi atau video review.

“Untuk saat ini, aku berfokus pada masa kini dan melakukan yang terbaik untuk meningkatkan kualitas kanalku tiap hari!” pungkasnya.



Sumber : https://kumparan.com/@kumparank-pop/...ikalitas-k-pop

---

Kumpulan Berita Terkait :

- 'ReacttotheK' Pelajar Musik Klasik yang Bahas Musikalitas K-Pop 'ReacttotheK' Pelajar Musik Klasik yang Bahas Musikalitas K-Pop

- 'ReacttotheK' Pelajar Musik Klasik yang Bahas Musikalitas K-Pop Dispatch Rilis Artikel Baru Soal Keterlibatan JYP dan Sekte Salvation

- 'ReacttotheK' Pelajar Musik Klasik yang Bahas Musikalitas K-Pop E’Dawn 'Pentagon' Ungkap Menyesal 'Energetic' Jadi Milik Wanna One

×