alexa-tracking

Vonis 8 tahun untuk pembakar Joya

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5aec04f5d675d43c0a8b456a/vonis-8-tahun-untuk-pembakar-joya
Vonis 8 tahun untuk pembakar Joya
Vonis 8 tahun untuk pembakar Joya
Dua tersangka kasus main hakim sendiri terhadap Joya di Polres Metro Bekasi, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (7/8/2017). Mereka divonis antara 7-8 tahun.
Para terpidana pengeroyok dan pembakar Muhammad Al Zahra alias Joya, diganjar vonis antara 7 hingga 8 tahun.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bekasi menjatuhkan vonis 8 tahun untuk terpidana Rosadih, Kamis (3/5/2018).

Sidang yang dipimpin Hakim Musa Arief Aini, menyebut terpidana Rosadih divonis paling berat karena dinilai sebagai provokator. Rosadih juga diketahui sebagai pelaku pembakaran Joya.

"Memutuskan, terdakwa Rosadih terbukti melakukan pengeroyokan dan menyebabkan kematian, dengan vonis 8 tahun penjara termasuk pemotongan masa tahanan serta biaya pengadilan Rp500," kata Hakim Musa Arief Aini, seperti dikutip dari Metrotvnews.com.

Lima terpidana lain dianggap sebagai pelaku pengeroyokan sebagaimana dimaksud dalam pasal 170 Kitab Undang-undang Hukum Pidana. Mereka divonis 7 tahun penjara.

Vonis ini lebih ringan dari pada tuntutan jaksa. Sebelumnya, jaksa menuntut Rosadih dihukum 12 tahun.

Atas vonisnya, Rosadih belum menyatakan banding atau menerima. "Saya pikir-pikir," ucap Rosadih seperti dinukil dari Kompas.com.

Terpidana lainnya juga dihukum lebih rendah dari tuntutan. Terpidana Zulkafi, Aldi, Najibulah dan Subur yang sebelumnya dituntut 11 tahun penjara masing-masing divonis 7 tahun penjara. Mereka juga masih pikir-pikir atas putusan hakim tersebut.

Karta, terpidana lainnya, yang dituntut 10 tahun penjara juga mendapatkan vonis 7 tahun. Ia juga menyatakan pikir-pikir.

Jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Bekasi, Muhamad Ibnu Fajar, enggan mengomentari putusan majelis hakim. "Kami akan mempelajari dan menelaah sesuai dengan undang-undang yang berlaku," katanya seperti dikutip dari Viva.co.id.

Siti Zubaidah, istri mendiang Joya menyatakan tidak puas dengan hukuman yang diberikan hakim kepada para pengeroyok dan pembakar suaminya. "Kalau boleh jujur, saya tidak puas," ujar Zubaidah usai persidangan, Kamis (3/5/2018).

Kuasa hukum keluarga Joya, Abdul Chalim menilai, hakim tidak menjatuhkan vonis yang maksimal.

"Tapi kami menghargai hakim dengan intervensi yang dilakukan. Dari segi hukum positif kami berterima kasih pada Jaksa penuntut karena meminta hukuman maksimal," ucap Abdul.

Joya adalah warga Kampung Jati, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, tewas setelah dikeroyok dan dibakar hidup-hidup oleh massa pada Selasa (1/8/2017) silam di Kampung Muara Bakti RT 012/07, Desa Muara Bakti.

Dia dituduh mencuri alat pengeras suara (amplifier) milik Musala Al-Hidayah yang berjarak 34 kilometer dari rumahnya.

Belakangan, penyelidikan polisi menemukan, Joya merupakan pelaku pencurian amplifier. Berdasarkan barang bukti yang didapatkan, sebanyak tiga amplifier ditemukan. Dua ditemukan di motornya dan satu berada di dalam tas ransel Joya.

Menurut Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, amplifier ini dicocokkan dengan bukti pembelian milik pengurus musala. "Walaupun dia pencuri enggak boleh dibunuh," kata Setyo tegas.
Vonis 8 tahun untuk pembakar Joya


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...-pembakar-joya

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Vonis 8 tahun untuk pembakar Joya Ancaman pilot mogok dan hak konsumen yang tercederai

- Vonis 8 tahun untuk pembakar Joya Mayoritas pelaku korupsi pegawai Pemda, negara tekor banyak

- Vonis 8 tahun untuk pembakar Joya Hak pilih 844 ribu orang bisa hangus karena E-KTP

image-url-apps
the power of keroyokanemoticon-Takut