alexa-tracking

Tes Pegawai Honorer Pemprov DKI Tak Ada Masa Depannya

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5aebe310dad77033558b4567/tes-pegawai-honorer-pemprov-dki-tak-ada-masa-depannya
Tes Pegawai Honorer Pemprov DKI Tak Ada Masa Depannya
Tes Pegawai Honorer Pemprov DKI Tak Ada Masa Depannya


TES penerimaan sekaligus pembaruan kontrak kerja yang terus diulang setiap tahun dikeluhkan para Pegawai Harian Lepas (PHL).

Pasalnya, bukan hanya tidak adanya kesempatan untuk naik kelas menjadi pegawai tetap, usia yang terus bertambah serta tidak adanya tunjangan hari tua menjadi momok menakutkan para pegawai honorer saat ini.

Menjawab keresahan, kewenangan perekrutan pegawai honorer diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, Syamsudin Lologau seluruhnya diserahkan kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) ataupun Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) selaku pengelola pengadaan jasa. Sehingga kebijakan merupakan produk SKPD ataupun UKPD.

"Kalau PHL itu kan masuknya ke pengadaan jasa, bukan wilayahnya Kepegawaian. Jadi semua persyaratan perekrutannya juga diserahkan kepada SKPD-nya, itu kewenangan SKPD," ungkapnya dihubungi pada Kamis (3/5/2018).

Sementara itu, terkait Poin 3 dalam Surat Perintah Kerja pada lampiran Pergub DKI Jakarta Nomor 249 tahun 2016, yakni melarang penyedia jasa perorangan (calon honorer) tidak mengisi formasi CPNS atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), sehingga menutup kesempatan PHL untuk mengikuti tes CPNS, Syamsudin membantah. Sebab, PNS merupakan hak warga negara.

"Kalau soal itu kan SKPD-nya yang bikin (persyaratan), karena kan memang PHL itu kan bukan dipersiapkan untuk pegawai negeri, karena hanya jasanya saja yang dimanfaatkan. Jadi kalau seumpamanya di tengah jalan itu ada penerimaan Pegawai Negeri Sipil, bisa aja, karena kan itu (mengikuti) hak warga negara selama persyaratan-persyaratannya dipenuhi," tutupnya.
sumber

PHL dan PPSU ini sebenarnya sama sekali tidak dianggap pegawai/karyawan
tapi cuman barang/jasa habis pakai saja
tak ada itu namanya nilai kinerja, prestasi ataupun masa kerja
makanya tiap tahun harus mengulang tes lagi dan lagi bersama pelamar2 baru lainnya
kalau dulu PHL ini melalui outsorching pihak ketiga(yayasan swasta penyedia tenaga) maka sekarang melalui pegawai pengadaan barang dan jasa alias sama saja
menyedihkan memang bahkan dilingkungan intern pemerintahan sistem perbudakan outsourching ini tidak bisa dihapuskan
ah elah tinggal gabung oke ocret aja
dikasih modal,dicariin pembeli
ente tinggal gelar lapak ditengah jalan, nanti dibantu wan abud nutup jalan permanen
pembeli senang penjual senang preman gembira pejabat makmur emoticon-Embarrassment
dikabupaten sebelah ane phl 15 thn akhirnya diangkat jd pns

lha jakarta?
masuk TUGP aja

pasti makmur emoticon-Embarrassment
Quote:


di daerah jawa masih ada sih phl yg diangkat menjadi pns
salah satunya yg baru2 ini tetangga bokap yg berstatus satpam sekolah dasar
yg hinanya lagi banyak PHL yg tidak mendapatkan hak2nya secara penuh karna penyelewengan
iuran BPJS kesehatan sering terlambat disetorkan
iuran BPJS ketenagakerjaan yg ditilap masuk kantong pribadi sehingga merugikan PHL saat terjadi kecelakaan kerja
Quote:


di jepara sama demak ada kok phl diangkat jd pns
15 thn br diangkat
masi mending drpd honorer, ampe skrng ga diangkat2
jakarta? minimal saudara dekat wan abud / om topig lobster
br ngomongin soal diangkat pns emoticon-Embarrassment
sulit sih gan ... krn masalah duit ... itu yg bikin berat emoticon-Traveller
Quote:


Tes Pegawai Honorer Pemprov DKI Tak Ada Masa Depannya
Quote:


nasbung laknat kapan move on,sudah mau pilpres lagi nyuk! emoticon-Wkwkwk
kalo tak ada masa depan tinggal kerja yang lain
ternak kalajengking misalnya
kenapa mesti kerja sama pemprov?
Quote:


gimana mau move on org kerjanya aja ga becus, kalo kinerjanya lbh baik dr ahok baru bisa move on. ngarti ora son?
Quote:


Jangan lupe nonton keluarga cemara di tipi kesayangan anda
Tes Pegawai Honorer Pemprov DKI Tak Ada Masa Depannya
emoticon-Leh Uga
Lagi bayangin

kalau jakarta kena bencana kyk gempa mst nasbung ama nastak bakalan:

nasbung ini bencana krn pak kowi pimpin kita

nastak ini bencana krn pak anus

apik lah emoticon-Leh Uga tp smg g ad bencana kedepan
1. Niatnya bikin phl itu untuk nolong yg nganggur, drpd gak makan sementara mending kerja kasar. Dibayar umr dan dapat fasilitas. Tapi kebanyakan mental indo kan memang pengen selamanya kerja kasar jd selalu minta di permanenkan.
Disamain ama otsourcing. Jelas beda. Otsorcing gaji umr dipotong fee lagi buat perusahaan. Blm lagi kalo curang ga bayarin bpjs
2. Dibikin tes tiap taon.. Niatnya bagus. Untuk menciptakan persaingan. Jadi pada berlomba bekerja dengn baik. Tapi buat menciptakan sistem kyk gitu terpaksa kejam kepada yg tua, yg lambat, dll. Klo masi ada celah ya pasti byk yg ga puas. Jd masi butuh pengaduan ke gubernur untuk perlakuan yg ga adil atw yg tua dan lambat yg tersingkir biar dibantu kebijaksanaan gubernur.
3.kenapa ga dipermanenkan. Karena kalo sudah permanen ga ada yg menjamin kerja gak menurun. Mau pecat mesti kasi pesangon, anggaran membengkak mesti bayarin pensiun buat pns. Karena emg ini bukanlah pns. Ini adl phl
kyk ga ada kerjaan aja
Klo d anggap gk ad masa depan nya yh gk usah d ambil lah,
Cari yg lain jg bisa kan
Gk usah ngeluh
kek ada yang peduli aja...ga mau gabung ya sudah, mau gabung ya siap2 diperlakukan kayak...ah sudahlah emoticon-Big Grin

Quote:


dongo lu nyuk
pns aja kurangin, ngabisin anggran negara doank.

emoticon-Ngakak
Quote:


maaf, tp saya setuju ma ini