alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Indonesia Update /
Membangun Indonesia dari Pinggiran, Tekad Jokowi Sejak Masa Kampanye
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5aeba4e656e6afcb3f8b4582/membangun-indonesia-dari-pinggiran-tekad-jokowi-sejak-masa-kampanye

Membangun Indonesia dari Pinggiran, Tekad Jokowi Sejak Masa Kampanye

Membangun Indonesia dari Pinggiran, Tekad Jokowi Sejak Masa Kampanye

JPP, BOGOR - Saat berkampanye dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) Tahun 2014, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Wapres JK) sudah bertekad akan membangun Indonesia dari pinggiran.

Itu janji politik yang sekarang dengan kerja keras terus diwujudkan. Jadi bukan untuk pencitraan. Namun janji yang wajib ditunaikan. Demikian disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo saat memberikan kuliah umum di Institut Pertanian Bogor (IPB), Jawa Barat, Rabu (2/5/2018) kemarin.

"Pak Jokowi dan Jusuf Kalla punya janji politik saat kampanye. Itu janji calon presiden dan calon wakil presiden. Begitu dia terpilih dengan Nawacitanya, salah satunya membangun Indonesia dari pinggiran. Membangun dari pinggiran itu adalah bagaimana mempercepat pembangunan desa tertinggal, kelurahan yang ada termasuk kawasan perbatasan Negara," ujar Tjahjo.

Maka, ketika awal pemerintahan bekerja, Mendagri menjelaskan, yang dicanangkan adalah menggenjot pembangunan di wilayah pinggiran. Terutama di beranda depan negara, daerah perbatasan. Dan, hasilnya kini mulai dirasakan.

Dari Sabang sampai Merauke, berjajar pulau-pulau sambung menyambung menjadi satu, itulah Indonesia yang dulu masih sebatas syair lagu, kini mulai terwujud. Indonesia dari Sabang sampai Merauke kini sambung menyambung.

"Insya Allah terwujud dengan baik. Dengan percepatan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial, mulai dari ujung Pulau Rondo, Belawan, Sabang, Natuna, Entikong, Sanggau Sebatik, Nunukan, Muratara, masuk ke Morotai, Pulau bitung, perbatasan Talaud, Papua Barat, sambung menyambung," ulas Tjahjo.

Setelah menyambungkan wilayah pinggiran, lanjut Mendagri, pemerintah pun tak melupakan pembangunan infrastruktur pendukung lainnya seperti puskesmas, sekolah, pasar dan pusat-pusat pertumbuhan. Penguatan sumber daya manusianya pun jadi prioritas.

"Ini di 174 kecamatan, Insya Allah di akhir tahun ini puskesmasnya sudah ada, mulai puskesmas pembantunya ada, rumah sakit rujukannya juga ada, PLBN selesai dibangun, jalannya ada, pelabuhan udara ada, pelabuhan laut ada, pasarnya sudah ada semua, tinggal sentra -sentra pangan dan industri ini harus kita cermati ke depan," papar Tjahjo.

Selanjutnya, Mendagri menekankan peran serta perguruan tinggi memajukan dan menggali potensi wilayah perbatasan. Tentu kontribusi perguruan tinggi di wilayah pinggiran sesuai fungsinya, misalnya lewat studi atau penelitian. Termasuk melalui kuliah kerja nyata.

“Sehingga pembangunan di perbatasan itu tetap memperhatikan kearifan lokal. Perguruan tinggi, termasuk IPB bisa memainkan perannya dalam konteks itu. Sebagaimana contoh di Kaltara (Kalimantan Utara). Sumber daya alamnya luar biasa, tapi jangan sampai tercabut akar budaya masyarakatnya," ujar Tjahjo.

Percepatan pembangunan, khususnya di perbatasan, menurut Mendagri, dalam rangka untuk mengejar ketertinggalan yang selama 72 tahun sejak Indonesia merdeka belum juga bisa diwujudkan. Misalnya soal kemandirian dalam bidang pangan. Serta ketersediaan papan bagi masyarakat. Tentu bukan perkara mudah. Dibutuhkan energi yang begitu besar.

“Yang lebih penting dukungan dari semua elemen bangsa. Sebab tantangan bangsa Indonesia kian kompleks, mulai dari menguatnya radikalisasi, terorisme, narkoba, korupsi sampai ketimpangan sosial. Makanya Pak Jokowi ini dalam dua tahun ini harus selesai membangun perbatasan termasuk pengamanannya, infrastrukturnya, bea cukainya, imigrasinya, telekomunikasinya,” jelas Tjahjo.

Ini, menurut Mendagri, yang sekarang sedang dipacu dengan percepatan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial. Pemerintahan Jokowi ingin mengejar ketertinggalan. “Sudah 72 tahun kita merdeka tapi ketertinggalan sangat jomplang sekali," ucap Tjahjo. (dgr/nbh)


Sumber : https://jpp.go.id/24-nasional/320588...-masa-kampanye

---

Kumpulan Berita Terkait :

- Membangun Indonesia dari Pinggiran, Tekad Jokowi Sejak Masa Kampanye Perpres Direvisi, Masa Jabatan Kepala SKK Migas Dibatasi 4 Tahun

- Membangun Indonesia dari Pinggiran, Tekad Jokowi Sejak Masa Kampanye Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah Pertemuan Kim Jong Un dan Presiden Trump

- Membangun Indonesia dari Pinggiran, Tekad Jokowi Sejak Masa Kampanye Indonesia dan Iran Jajaki Kerja Sama Permberdayaan Perempuan

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di