alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / News / ... / Sains & Teknologi /
Mengenal GAC : “Buah Langka” Dari Vietnam
3.67 stars - based on 15 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ae9431512e25718598b456a/mengenal-gac--buah-langka-dari-vietnam

Mengenal GAC : “Buah Baru” Dari Vietnam



Sekilas tentang buah Gac

Mayoritas masyarakat Indonesia mengira gac sebagai buah baru asal Vietnam. Sebab di Vietnam dan Indochina pada umumnya, buah gac dibudidayakan secara komersial. Selain dikonsumsi segar, gac juga bahan agroindustri minuman, dan kosmetik.

Padahal buah gac juga ada di Indonesia termasuk Jawa. Sebaran gac mulai dari selatan RRT, Indochina, sampai ke Indonesia dan Australia Utara.

Di Indonesia, buah gac (Momordica cochinchinensis) disebut tepurang, pupia, pakurebu, teruah dan torobuk. Dalam bahasa Inggris gac disebut red melon, baby jackfruit, spiny bitter gourd, sweet gourd, dan cochinchin gourd. Gac masih sama-sama satu genus dengan paria (pare) pahit (Momordica charantia). Bedanya, buah gac berbentuk bulat atau lonjong berukuran sebesar bola rugby. Kulit buah keras dengan permukaan bergerigi, berwarna cokelat kehijauan, kemudian jingga kemerahan ketika masak.
Lain dengan paria, buah gac tidak pernah dimanfaatkan sebagai sayuran dengan cara dipanen muda.

Di Vietnam, Laos, Kamboja dan Thailand, buah gac akan dipelihara sampai tua, hingga warna kulit buah berangsur memerah atau jingga. Sejalan dengan itu, daging buah yang saat mentah keras ini akan menjadi lunak, dan bagian dalamnya berongga. Apabila dibuka, di dalam buah akan tampak biji dengan lapisan pulp berwarna merah darah seperti pada pulp buah paria. Pulp inilah yang dimanfaatkan sebagai minuman kesehatan, pewarna makanan, dan kosmetik. Aroma pulp tidak terlalu tajam, tetapi bertahan cukup lama, dengan rasa tawar. Pemanfaatan gac sebagai minuman dan pewarna makanan, sebenarnya bukan karena aroma, atau warnanya; melainkan dalam pulp buah tersebut terkandung lycopene, beta carotene, Vitamin A, dan zeaxantine.

Pemanfaatan Buah Gac

Pemanfaatan pulp buah gac, mirip dengan pulp buah merah papua (Pandanus conoideus). Secara tradisional, masyarakat Papua memanfaatkan sari buah merah sebagai saus makan. Alasan masyarakat Papua memanfaatkan buah merah, bukan karena faktor rasa, aroma atau warnanya, melainkan untuk tujuan kesehatan. Umumnya pulp buah gac dipasarkan dalam bentuk cairan (juice). Hanya sebagian kecil dalam bentuk pasta (konsentrat), dan serbuk. Gac juice biasanya dikemas dalam botol dan kaleng. Selain di gerai pengecer, minuman buah gac juga sudah dipasarkan di situs penjualan online. Di situs penjualan online Alibaba, gac juice dalam kaleng ditawarkan 4,6 sampai 7,8 dollar AS per karton, dengan minimal order 200 karton.

Agar bisa memperoleh asupan beta karoten secara teratur, masyarakat tradisional mengonsumsi bahan pangan dengan kandungan beta karoten tinggi berupa saus buah merah dan gac. Di Indonesia, buah gac hampir tak dikenal. Padahal gac tumbuh secara liar di hutan-hutan Indonesia. Masyarakat bali ada yang memanfaatkan gac yang tumbuh liar di hutan, sebagai kelengkapan upacara adat tertentu. Di Jawa, gac hampir tak dikenal. Bahkan ketika disebutkan tepurang sebagai nama Indonesianya, sebagian besar masyarakat tetap tak tahu. Ketika ditunjukkan fotonya pun mereka tetap tidak tahu dan menganggap gac sebagai buah aneh, atau buah yang baru didatangkan dari luar negeri. Mereka yang menemukan buah gac di hutan pun, menganggap buah ini beracun.

Budidaya Tanaman Gac

Gac merupakan tanaman merambat, seperti markisa. Umur berbuah antara satu sampai dengan dua tahun sejak tanam. Karena merupakan tanaman merambat, budi daya gac harus menggunakan pagar, para-para atau dirambatkan ke pohon/perdu. Misalnya ke tanaman lamtoro. Gac merupakan tumbuhan berumah dua. Artinya bunga jantan dan bunga betina berada pada dua individu tanaman berbeda. Apabila yang ditanam hanya gac berbunga jantan, tak akan menghasilkan buah. Apabila yang ditanam gac betina, akan bisa berbuah invertil. Artinya buah itu tak berisi biji, atau berisi biji tapi biji tersebut hampa. Karenanya, paling sedikit kita harus membudidayakan tiga individu tanaman gac agar ada pohon betina dan pohon jantan hingga dijamin akan menghasilkan buah.



Biji gac berbentuk seperti biji paria, hanya berukuran lebih besar, berukuran sekitar 1,5 sampai 2 cm, dan berwarna coklat kehitaman. Kulit biji gac tebal dan keras seperti kulit biji genus Momordica pada umumnya. Meskipun berkulit keras, biji gac mudah sekali dikecambahkan. Sebelum dikecambahkan, pulp yang membungkusnya harus dikelupas, selanjutnya biji dicuci sampai bersih. Penyemaian biji gac dengan menggunakan serasah daun-daunan yang telah 50% mengompos. Dengan media ini, biji buah gac akan tumbuh dalam jangka waktu sekitar satu minggu. Pertumbuhan semaian gac sangat cepat, hingga harus segera dipindahkan ke lokasi penanaman.

Di Vietnam, umumnya gac ditanam di atas para-para, untuk memudahkan panen. Meskipun termasuk tanaman semusim, gac mirip dengan markisa yang hanya bisa bertahan hidup selama dua sampai tiga tahun. Selanjutnya tanaman akan mati hingga harus diremajakan. Gac hanya bisa dikembangbiakkan dengan benih generatif berasal dari biji. Karena pulp buah gac berasa tawar, dengan aroma tak terlalu kuat, minuman gac yang diproduksi di Thailand biasanya dicampur dengan buah lain seperti nanas, leci, atau jeruk. Gac hanya dimanfaatkan warna merah serta beta karotennya. Belakangan, minuman gac juga dipercaya sebagai stimulan (penguat daya tahan tubuh), bagi para penderita kanker yang sedang menjalani pengobatan.

Sebagai tambahan informasi, seperti artikel yang telah tayang di Kompas.com, Buah langka yang memiliki julukan 'fruit from heaven' ini mulai dikembangkan di Gunungkidul, Yogyakarta. Selama ini, buah ini hanya dikembangkan di Vietnam dan baru-baru ini di Thailand.

Manfaat Lain Buah Gac

Hanya sebagian kecil buah gac dikonsumsi segar, baik untuk minuman maupun pewarna makanan. Sebagian besar buah gac di Vietnam dan Thailand masuk ke dunia industri untuk diolah menjadi juice, konsentrat, dan sebagai bahan kosmetik (lulur), untuk kulit wajah dan badan. Di Thailand pemanfaatan pulp buah gac sebagai pewarna makanan tidak sepopuler sebagaimana di Vietnam. Di negeri yang pernah berjaya menang perang melawan AS ini, gac merupakan buah yang cukup penting secara nasional. Pada hari raya Tet (Tết Nguyên Đán, Perayaan Pagi Pertama, Tahun Baru Vietnam); disajikan masakan ketan dengan buah gac. Menu ini disebut Xôi Gấc, terbuat dari beras ketan, pulp buah gac, arak masak (Angciu), santan, garam dan gula.

Pertama-tama beras ketan direndam dalam pulp gac yang sudah dicampur arak masak dan sedikit air. Perendaman selama 6 – 12 jam, sampai beras ketan menjadi lunak. Setelah itu ketan dikukus setengah matang (sampai menggumpal). Kemudian disiapkan santan dengan gula, garam, dan sisa pulp buah gac. Ketan setengah masak yang sudah berwarna merah itu dicampur dengan santan, gula, dan garam serta sisa pulp gac sampai rata. Ketan yang sudah tercampur santan, gula, garam dan pulp gac; dikukus lagi sampai masak. Biasanya Xôi Gấc disajikan bersama dengan parutan kelapa, biji wijen, dan beberapa biji gac yang ikut dimasak. Fungsi biji gac ini sekadar sebagai hiasan. Tetapi bisa pula biji ini ikut dimakan seperti sebagai “nuts”.

Kadang Xôi Gấc dikonsumsi bersama dengan sayuran dan tahu. Di Vietnam, Xôi Gấc sudah benar-benar melekat dengan perayaan Tet. Meskipun gac identik dengan tahun baru Tet, dalam kehidupan sehari-hari buah ini tetap dimanfaatkan sebagai bahan pangan penting, terutama untuk sumber beta karoten. Di RRC, gac justru dibudidayakan sebagai bahan obat tradisional. Selain pulpnya, biji gac juga digunakan sebagai bahan obat. Bahkan biji gac juga dikeramatkan, karena kerutan diatas permukaan kulit biji dianggap berupa kaligrafi huruf China. Selain memanfaatkan gac secara tradisional, RRC juga serius meneliti khasiat gac, terutama dalam rangka menggali potensinya sebagai obat kanker.

Sumber referensi:
- Tabloid Kontan
- Kompas.com
- Farmakoterapi.com

Ditulis oleh heane untuk dipublikasikan di Kaskus
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 11
satu post buat ts kalau ada tambahan
gac kalau di sini lebih banyak dikenal sebagai nama grup musik emoticon-Ngakak

harganya berapaan ya?
gac dibaca bunyinya gmn?
gas? gak? ???
Quote:


baru tau kalau ada nama band juga emoticon-Big Grin

harganya? ada tuh di thread emoticon-Big Grin

Quote:


kalau dari sekian testimoni yang ada dibaca [gak]
tertarik budidaya?
Quote:


ga punya lahannya emoticon-Frown
kalo punya mendingan buat jenitri
Quote:


butuh lahan?
seperti budidaya labu siam aja kok emoticon-Big Grin
wah... kaya lycopene sama zeaxantin? potensi antioksidannya oke punya tuh gan. Pantesan dibikin kosmetik ya
Diubah oleh megatron21
Yummy
baru tau ane ada buah gituan emoticon-Shakehand2
Buah langka.. harus di budidayakan dong.. jangan sampe kek hewan yang udah tinggal nama doangemoticon-Big Grin

Btw.. baru tau saya bentukan buahnyaemoticon-Hammer (S)
Diubah oleh lapar.bang
keliatannya enak banget ,rasanya kayak apa sih ? pait apa manis ... baca dari atas gak ada keterangan rasanya ?
Buah semangka aja dah emoticon-Traveller
baru tau ada buah kyk gt
emoticon-Kaskus Radio gac
menarik emoticon-Genit
Bisa buat saus toh bree
rasanay giman tuh ? emoticon-Bingung
Warna ny terang menarik gitu ya kalo masak. Tapi rasa ya ap manis??
Gembok
wah muantaps
Halaman 1 dari 11


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di