alexa-tracking

Meski Aksi Sepi, Gojek Tetap Respons Massa Driver Taksi Online

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ad48fe6d89b09ca1f8b456f/meski-aksi-sepi-gojek-tetap-respons-massa-driver-taksi-online
Meski Aksi Sepi, Gojek Tetap Respons Massa Driver Taksi Online
Meski Aksi Sepi, Gojek Tetap Respons Massa Driver Taksi Online

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Go-jek merespons massa driver taksi online yang menggelar aksi di depan kantor pusat Go-jek di kawasan Blok-M, Jakarta, Senin (16/04/2018).

Dalam aksi yang dimulai dari kantor Grab di Kuningan, Jakarta Selatan, itu, terdapat tiga poin tuntutan driver taksi online ke aplikator.

Tuntutan itu antara lain kenaikan tarif menjadi Rp4.600 per km, menolak aplikator menjadi perusahaan transportasi, dan memisahkan taksi reguler (konvensional) dengan taksi individu dari aplikasi.

Director Corporate Affairs Go-Jek, Nila Marita Indreswari merespons tiga tuntutan tersebut.

”Untuk (tarif) Gocar sudah mengikuti ketentuan yang diatur Pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan No 108,” katanya dalam keterangan.

Pada prinsipnya, sambung Nila, Go-Jek selalu menginginkan persaingan usaha yang sehat agar bisnis dapat berjalan secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat positif ke masyarakat.

”Go-Jek sebagai technology enabler berkomitmen meningkatkan kesejahteraan seluruh stakeholder dalam ekosistem kami. Dalam hal ini termasuk wacana terkait tarif berdasarkan ketentuan perundangan yang berlaku di Indonesia,” terang Nila.

Baca: Diduga Jebakan First Travel Gaet Calon Jemaah Umroh, Begini Faktanya

Sedangkan tuntutan penolakan aplikator menjadi perusahaan transportasi, Nilai menilai wacana tersebut merupakan ranah pemerintah.

Hal tersebut memerlukan kajian dan diskusi mendalam dari para pihak terkait.

”Tujuannya untuk memastikan kemampuan perusahaan aplikasi sebagai technology provider untuk tetap dapat menyediakan lapangan pekerjaan dalam skala luas secara sustainable melalui sistem kemitraan,” urai Nila.

Baca: Ricuh di Stadion Kanjuruhan Malang, Pembina The Jakmania: Itu Tergantung Prestasi Tim

Terakhir seputar perlunya pemisahan taksi konvensional dan individu dari aplikasi, Nila menjelaskan kerjasama dengan perusahaan taksi reguler merupakan wujud kolaborasi dengan semua pihak.

Pertimbangannya agar dapat memberikan layanan maksimal kepada masyarakat.

Baca: Cerita Artis Irish Bella Diselamatkan Gojek saat Mobilnya Kena Aturan Ganjil-genap

”Di Go-Jek tidak ada perlakuan istimewa untuk pihak manapun. Semua mendapatkan peluang yang sama dalam melayani pelanggan,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sekitar puluhan massa yang menamakan dirinya Koalisi Kesejahteraan Driver Online Indonesia (KKDOI) mendatangi kantor Go-Jek.

Aksi massa ini mendapat pengawalan dari kepolisian. "Jumlah massanya sekitar 50 orang," kata Kasat Binmas Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Dri Hastuti.

Dia menjelaskan kedatangan massa ke markas Go-Jek dimaksudkan untuk menyampaikan tuntutan kesejahteraan.

"Iya ini demo driver transportasi online, yang roda empat ya bukan yang roda dua," terangnya.

Ketua Umum Asosiasi Driver Online (ADO) Christiansen FW mengaku dalam aksi ini membawa tiga tuntutan utama.

Pertama, meminta kenaikan tarif menjadi Rp 4.600/km. Kedua, menolak aplikator menjadi perusahaan transportasi.

"Bentuk perusahaan transportasi kan PT (perseroran terbatas), maka konsep kemitraan akan gugur karena akan berubah menjadi seperti majikan dan bawahan," ujarnya ditemui di lokasi aksi.


Sumber : http://www.tribunnews.com/metropolit...r-taksi-online

---

Baca Juga :

- Puluhan Driver Taksi Online Datangi Kantor Grab dan Go-Jek

- Setelah Maki, Ludahi, hingga Lindas Kaki Polisi, Begini Nasib Pengemudi Taksi Online Sekarang

- Dapat Order Antar Penumpang, Saat Bertemu Ternyata Mantannya, Kejadian Selanjutnya Bikin Nyesek!