alexa-tracking

Keluh di hari pertama ganjil-genap dua ruas tol

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ad46fec529a45c8278b4573/keluh-di-hari-pertama-ganjil-genap-dua-ruas-tol
Keluh di hari pertama ganjil-genap dua ruas tol
Keluh di hari pertama ganjil-genap dua ruas tol
Petugas tengah memberitahu pengendara mengenai kebijakan ganjil-genap di sejumlah gerbang tol ruas Janger pada Senin (16/4/2018) pagi.
Kebingungan melanda beberapa pengendara yang hendak memasuki sejumlah gerbang tol Jakarta-Tangerang (Janger) dan Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi), Senin (16/4/2018) pagi tadi. Mereka yang terbiasa melewati gerbang tol tersebut, dibuat kecewa.

Pasalnya, sejumlah petugas, seperti dari Dinas Perhubungan, Kepolisian, hingga Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mengadang mereka agar tak melewati gerbang tol tersebut.

Per hari ini, pemerintah menguji coba peraturan baru, yakni penerapan ganjil-genap di tiga gerbang tol di dua ruas tersebut. Gerbang-gerbang tol itu adalah Tangerang 2 dan Kunciran 2 (Janger) dan Cibubur 2 (Jagorawi).

Dalam uji coba ini, pemerintah juga bakal menguji coba Lajur Khusus Angkutan Umum di ruas Bogor-Pasar Rebo dan Tangerang-Kebon Jeruk. Semua kebijakan itu berlaku sejak hari ini hingga 1 Mei mendatang pada pukul 06.00 sampai 09.00.

Menurut Kepala BPTJ, Bambang Prihartono, pemberlakuan sistem ganjil genap di tol Janger dan Jagorawi dilatarbelakangi kebijakan yang sebelumnya diterapkan, yakni peraturan serupa di ruas Cikampek--tepatnya di pintu tol Bekasi Barat dan Timur.

Berdasarkan laporan Kompas.com, kebijakan yang diterapkan pada Maret lalu itu berhasil mengurangi V/C Ratio (perbandingan volume kendaraan dengan kapasitas jalan) hingga 51,29 persen.

Sebelum kebijakan tersebut dibuat, V/C Ratio di gerbang tol tersebut mencapai 1,05, dan kini menjadi 0,46. Sebagai catatan, semakin tinggi V/C Ratio, semakin padat jumlah kendaraan. Fakta lainnya, kecepatan meningkat dari rerata 23,13 km/jam menjadi 35,61 km/jam.

Kondisi bertolak belakang terjadi di arteri Kalimalang, yang justru naik 6,61 persen, dari 0,55 menjadi 0,61. Hal ini, ditengarai karena pengendara mulai menggunakan jalan alternatif Kalimalang akibat kebijakan ganjil-genap.

"V/C Ratio 0,6 itu masih aman, masih dalam kategori safe. Peningkatan itu karena mereka pindah pintu tol," ucap Bambang.

Dengan asumsi itu, pemerintah ingin menerapkannya di sejumlah gerbang tol yang disebut di bagian atas tadi. Maklum, ketiga gerbang tol tersebut menjadi penyumbang terbesar jumlah kendaraan yang masuk ke Jakarta.

Sama seperti Bekasi Barat dan Timur, Kunciran 2 dan Tangerang 2 perhari dalam jam sibuk menyumbang 6.000 kendaraan. Bahkan, di Cibubur 2, mencapai 7.000 kendaraan. Kondisi ini, menurut Bambang sudah tak ideal.

Penerapan sistem ganjil genap di tol Janger dan Jagorawi itu juga diharapkan dapat mengurai kepadatan kendaraan menuju Jakarta hingga 47 persen.

"Target kami adalah ingin mencapai kecepatan rata-rata di jalan tol itu 60 km/jam. Karena persyaratan jalan tol itu kan 60 km/jam, ini harus kita capai minimum," kata dia, seperti yang dikutip dari Detik.

"Kita ingin V/R Ratio menjadi 0,5-0,6 di semua ruas tol. Itu adalah visi rasio ideal, dan kecepatannya 60 km/jam di jalan tol. Sekarang kecepatannya 20 km/jam hingga 25 km/jam, tidak sampai 30 km/jam."

Masalahnya tak semudah itu. Untuk penerapan uji coba di ruas Janger dan Jagorawi hari ini, masih banyak pengendara yang tampak kebingungan. Mereka menganggap bahwa uji coba ini tidak dilalui dengan sosialisasi memadai.

Seperti yang dilaporkan Detik di gerbang tol Kunciran 2, tepatnya di depan kawasan pusat perbelanjaan IKEA. "Ini maksudnya bagaimana, Pak? Kok nggak ada pemberitahuan? Saya mau ke Tomang harus lewat mana?" tanya salah seorang pengendara yang dialihkan.

Pengemudi lain meminta untuk diijinkan lewat, dengan alasan ini baru sosialisasi. Sedangkan pengendara lain keukeuh untuk masuk dengan alasan telak ngantor. "Saya telat ini pak, mau kerja. Kenapa tiba-tiba begini sih ada ganjil genap," katanya pengemudi yang keukeuh tadi.
Keluh di hari pertama ganjil-genap dua ruas tol
Penerapan kebijakan ganjil-genap di gerbang tol Cibubur 2, ruas Jagorawi pada Senin (16/4/2018) pagi.
Hal yang sama terjadi di gerbang tol Cibubur 2. "Minim sosialisasi menurut saya. Spanduk (pemberitahuan) sangat sedikit," ucap Ahmad Maulana, seperti yang dilansir Tribunnews. "Harusnya jauh-jauh hari. Perlu dimatangkan lagi sosialisasinya."

Bahkan, dalam sebuah video yang dilansir Liputan6.com, tampak seorang ibu-ibu yang mencoba nekat menerobos, meski akhirnya berhasil dihentikan oleh petugas kepolisian.

Menurut Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Mabes Polri, Irjen Royke Lumowa kebingungan seperti itu bisa dimaklumi. Menurutnya, masih ada sejumlah pengemudi yang belum mengetahui uji coba ini, meski pihaknya sudah melakukan sosialisasi beberapa hari terakhir.

Penerapan sistem ganjil-genap di sejumlah ruas tol ini diapresiasi Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Tulus Abadi. Menurut Tulus, seperti yang diungkapkan kepada Tirto.id, pemberlakuan kebijakan ganjil-genap tersebut cukup beralasan.

Sejauh ini, V/C Ratio di ruas tol yang telah disebut di atas sangat tinggi. Kondisi ini, sudah sangat merugikan konsumen. Bahkan, menurut Tulus, bila V/C Ratio sudah melebihi angka 1, tarif tol tidak lagi naik.

"Kalau perlu diturunkan," ucapnya. Meski sepaham dengan pemerintah, tapi Tulus meminta agar pemerintah memperbaiki kualitas transportasi umum. Sejauh ini, dalam uji coba tersebut, pemerintah telah menempatkan sejumlah titik pemberangkatan bus.
Keluh di hari pertama ganjil-genap dua ruas tol


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...p-dua-ruas-tol

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Keluh di hari pertama ganjil-genap dua ruas tol Kontroversi dispensasi demi rencana pernikahan bocah SMP

- Keluh di hari pertama ganjil-genap dua ruas tol Neraca perdagangan baru surplus pada bulan ketiga

- Keluh di hari pertama ganjil-genap dua ruas tol Tak ada kerusakan akibat gempa 6,4 SR di Maluku Utara

mungkin pada belum biasa kali ya emoticon-Smilie