alexa-tracking

Prabowo, Trump-nya Indonesia?

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ad3e364dcd770381b8b4567/prabowo-trump-nya-indonesia
Prabowo, Trump-nya Indonesia?
Prabowo, Trump-nya Indonesia?
Wednesday, April 4, 2018 19:09


Prabowo, Trump-nya Indonesia?
Media Australia menyamakan Prabowo dengan Donald Trump. Memang sebanyak apa kemiripan keduanya?

Beberapa waktu terakhir, Prabowo sedang gencar mewarnai pemberitaan dalam negeri. Mulai dari ucapan Indonesia akan bubar di tahun 2030, hingga dugaan bahwa tanah di Indonesia dikuasai oleh beberapa persen elit.


Seakan tak mau ketinggalan, Sidney Morning Herald dari Australia, ikut memberitakan persiapan Prabowo memasuki gelanggang Pemilu 2019 mendatang. Media konservatif ini memasukkan pengamatan pakar Indonesia dari Australian National University (ANU), Dr. Marcus Meitzner yang menyebut Prabowo adalah Trump-nya Indonesia.


Kesamaannya itu, disampaikan Meitzner, terletak pada sifat Prabowo yang impulsif, cenderung otoriter, populis, dan sulit ditebak. Siapa yang rela disamakan dengan sifat-sifat demikian?


Prabowo sendiri belum memberi respon lebih lanjut soal pemberitaan ini, barangkali dia sudah ‘lelah’ sebab berkali-kali dihantam pemberitaan miring soal diri dan pandangan politiknya oleh media Australia tersebut. Namun Prabowo memang pernah mencetus bahwa, “Australia punya fobia dengan Indonesia,” untuk membalas pemberitaan soal keterlibatannya dalam aksi massa 212, kejahatan HAM 1998, hingga sepak terjangnya di Timor Timur.


Prabowo, Trump-nya Indonesia?

Menyamakan Trump dengan Prabowo, selain dari sikap dan pandangan politiknya tentu sangat mudah ditilik berbagai pernyataannya. Tetapi, sebenarnya banyak pula perbedaan latar belakang keduanya. Perbedaan dan persamaan ini, ternyata juga tak membuat posisi Jokowi lebih baik.


Prabowo, Mirip ‘Tak Mirip’ Trump


Seperti yang sudah dipaparkan, bila menilik persamaan sikap antara keduanya, memang mudah menyebut Prabowo punya banyak kesamaan dengan Trump. Hal itu bahkan diamini oleh Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari.


Ia berkata, selain sama-sama berusaha menaikkan elektabilitas dan terus dibahas media, baik Trump dan Prabowo sama-sama membangun ketakutan, pesimisme mengenai situasi dan kondisi dalam negeri. “Dengan asumsi-asumsi tersebut (pesimisme dan ketakutan), mereka-mereka yang takut akan datang, bakal lari ke dia, mendukung dia, dan tidak mendukung yang sekarang ini (Jokowi),” jelasnya.


Bisa saja, Prabowo memang terinspirasi dari strategi yang dijalankan oleh Trump di negara Paman Sam tahun 2016 itu, untuk menghadapi Pilpres tahun 2019. Sebab, pola pidato yang diucapkannya memiliki kesamaan.


Sebagai contoh, pidato Trump, seperti yang pernah dilaporkan The Guardian, biasanya langsung tertuju ke inti persoalan, tanpa banyak cingcong. Setelah sapaan singkat, ia langsung menukik dan menggigit, menyengat, dan menyerang, dengan kata-kata: Enam juta dolar. Veteran. Pers. Membunuh. “Aku akan menaikkan anggaran 6 juta dollar untuk para veteran, dan pers membunuhku. Sulit dipercaya,” begitu ungkap Trump.


Prabowo tentu tidak memulai pidato seberingas itu. Ia masih menjabarkan kata-kata sambutan panjang, dan ungkapan salam serta syukur yang diucapkan politisi dengan berhati-hati. Tetapi selanjutnya, kata-kata ‘mental maling’, ‘goblok’, ‘tak setia pada rakyat’, dan menyerang media,  meluncur keluar dari mulutnya. Kata-kata tersebut disamakan dengan bagaimana Trump memilih diksinya saat berpidato.
 

Prabowo, Trump-nya Indonesia?
Prabowo Subianto, capres 2019 dari Gerindra (sumber: istimewa)

Julukan-julukan ‘aduhai’ yang disematkan kedua tokoh dalam pidatonya ini, makin menegaskan pertentangan, yang dianggap beberapa kalangan, menumbuhkan rasa takut dan perasaan terancam. Dari sana, baik Indonesia maupun AS, seolah digentayangi oleh ancaman asing dan aseng lewat pidato yang disampaikan.


Dari sikap berpolitik, apakah lantas pandangan politik keduanya juga serta merta sama? Ternyata tidak juga. Bila Mietzner berkata keduanya populis, tetapi mereka sebetulnya ada di jalur yang berbeda.


Seperti yang sudah diketahui, Trump lahir dari keluarga berlatar belakang pengusaha. Latar belakangnya ini yang mengantarkannya menjadi salah satu miliarder AS. Selain itu, Trump tak punya pengalaman politik sama sekali sebelumnya. Selama beberapa dekade, ia sibuk membangun kerajaan bisnis dari satu tempat ke tempat lain, hingga beberapa kali muncul di televisi dan film sebagai kameo.


Sementara Prabowo dilahirkan di keluarga birokrat profesional, ayahnya adalah begawan Ekonomi Indonesia, Soemitro Djojohadikusumo. Ia sudah kenyang makan pendidikan dan petualangan di dunia militer. Bukan tanpa alasan bila citra nasionalis adalah nilai yang paling kentara melekat pada dirinya. Tak hanya pada dirinya, kecintaan pada tanah airnya itu juga tercetak pada Partai Gerindra, partai yang didirikannya.


Bila dibandingkan dengan sepak terjang di dunia politik, jelas saja Prabowo punya lebih banyak pengalaman ketimbang miliarder Amerika tersebut. Trump, sudah punya angan menjadi Presiden AS sejak tahun 1980-an, dan baru mewujudkannya tahun 2016 yang lalu. Sementara Prabowo, baru menjalankan angan menjadi Presiden di tahun 2004, sampai saat ini nasib baik belum menemuinya. Tetapi dibandingkan Trump, Prabowo sudah mengenal medan politik sejak masih membangun karir di bidang militer.


Dengan demikian, perkataan Mietzner sendiri sebetulnya tidak 100 persen terbukti bila Prabowo akan menjadi menjadi ‘kloning’ Trump di Indonesia, jikalau dirinya terpilih menjadi presiden. Tetapi, bisa disepakat bila Trump dan Prabowo memang punya kesamaan merangkai pidato yang memainkan emosi para pendengarnya.


Sebenarnya, mengungkap pidato yang menggugah emosi dengan memanfaatkan sisi psikologis seperti Prabowo dan Trump, sama sekali tak disalahkan. Tetapi hal yang patut diperhatikan adalah, dampak panjang bagi demokrasi. Kebiasaan menyentuh dimensi emosi ketimbang akal sehat, belum tentu berdampak positif terhadap perkembangan demokrasi.
Lantas, bagaimana dengan Jokowi? Apakah dirinya lebih baik dibandingkan dengan Prabowo?


Jokowi dan Trump, Pengusaha


Bila hendak memulai, Jokowi punya latar belakang yang sama dengan Trump, yakni sama-sama pengusaha. Tetapi, usaha sang presiden ini tidak membuatnya menjadi kuat sehingga bisa maju menjadi presiden.


Jokowi memulai karir sebagai Walikota Solo, lalu Gubernur Jakarta, dan Presiden dalam waktu singkat. Saat dirinya menjadi Presiden, ia mengambil kebijakan ekonomi yang ternyata juga diambil oleh Trump, yakni proteksionisme.


Trump pernah menyebut jika dirinya kecewa oleh perdagangan bebas yang telah berlangsung selama puluhan tahun tersebut. “Globalisasi lebih banyak mendatangkan duka ketimbang suka,” begitu ungkapnya.


Atas dasar itu, ia akhirnya keluar dari pakta perdagangan North American Free Trade Agreement(Nafta) yang selama ini dianggap memudahkan perdagangan antara AS, Kanada, dan Meksiko. Hal ini berimbas pada turunnya nilai mata uang Meksiko.


Sementara Presiden Jokowi mengambil langkah proteksionis dengan pengetatan impor sejumlah produk dan pengetatan kewajiban penggunaan bahan atau produksi lokal dalam negeri. Selain itu, Jokowi juga gencar memungut pajak dari berbagai lini, salah satunya adalah perusahaan raksasa internet, Google.


Yang menarik, kebijakan ekonomi ini sempat dikritik oleh Duta Besar AS, Joseph R. Donovan, yang berkata kalau pembatasan impor seperti itu bukanlah hal yang tepat karena hanya akan membatasi perdagangan. Kritik atau tepatnya keluhan, tersebut sangatlah bisa dipahami sebab AS bergantung dengan pasar Indonesia. Membatasi impor sama saja mengancam keperluan dagang AS.


Prabowo, Trump-nya Indonesia?
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Joko Widodo (sumber: istimewa)

Kini, Trump memberlakukan hal yang sama dengan negaranya. Ini pun juga mendapat sorotan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani. Sama seperti nada Donovan, Sri Mulyani juga menuding kesalahan yang dilakukan oleh kebijakan ekonomi Trump.


Bila dibandingkan, dalam mengambil kebijakan ekonomi, baik Jokowi dan Trump, sebetulnya lebih punya banyak kesamaan. Selain lahir dari rahim bisnis, keduanya memberlakukan proteksionisme ekonomi dan tak lupa saling menyalahkan.
Balas Dendam Pada Prabowo?


Bila dibandingkan dengan Jokowi, Prabowo memang lebih banyak dihajar dengan isu, yang disebutnya, itu-itu saja. Yakni HAM, sifat tempramennya, serta tendensi populisme politik yang dimainkannya.


Jokowi sebetulnya juga tak luput dari kritik soal pencitraan yang dijalankannya oleh media asal Negeri Kangguru tersebut. Namun, berbeda dengan Jokowi, Prabowo menjadi sasaran empuk karena pernah terlibat dalam Operasi Seroja, operasi tempur TNI di Timor Timur.


Prabowo saat itu bertugas sebagai ketua Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di Timor Timur. Di tengah kemelaratan, usaha mempertahankan diri karena keterbatasan pasokan makanan, serta mengajar Bahasa Inggris, Prabowo juga dianggap terlibat dalam pembunuhan 5 jurnalis Australia. Peristiwa itu dikenal sebagai Balibo Five.


Selain itu, sebagai pemimpin muda Kopassus, Prabowo juga getol mengejar para milisi Fretilin. Sementara saat itu, Australia berada di belakang Fretilin karena memiliki kepentingan dalam mencaplok sumber minyak di laut lepas pantai Timor Timur.


Berdasarkan dua hal ini, bukan tak mungkin akan menjadi penyebab mengapa Australia lebih leluasa menuding Prabowo ketimbang Jokowi. Selain karena hubungan Indonesia dan Australia yang memang sudah ‘rapuh’, Australia dikenal masih belum bisa menerima bila warga negaranya dihukum mati karena kasus Narkoba di Indonesia, yaitu yang ‘terbaru’ adalah Andrew Chen dan Myuran Sukumaran di tahun 2016.


Tapi mau bagaimana lagi? Indonesia, bagaimana pula, masih menjadi pasar yang berharga bagi Australia. Cara termudah meredam ‘dendam’ barangkali melempar Prabowo dengan “tanah”, dari pijakan longsor Pemerintahanan Jokowi yang diinjak oleh Australia sendiri.

https://pinterpolitik.com/prabowo-tr...nya-indonesia/


Gaya Prabowo Mirip Dengan Gaya Donald Trump Saat Pilpres

Rabu, 4 April 2018 19:14 WIB

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUN-VIDEO.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari berpendapat manuver yang dilakukan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, serupa dengan strategi politik yang dilakukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ketika pilpres Amerika Serikat.


Dia menilai, Prabowo sedang menguatkan isu kesenjangan sosial antara kaum atas dan kaum bawah di masyarakat.

“Pak Prabowo itu saya lihat sedang menjalankan strateginya Donald Trump dalam pilpres 2016 di Amerika Serikat. Apa strateginya? Strateginya itu mempertentangkan kalangan bawah dan kalangan atas, jadi persoalan kesenjangan,” kata M. Qodari saat ditemui di Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (3/4/2018).


Selain itu, dugaan Qodari, terlihat saat Prabowo pernah menyebut Indonesia akan bubar pada 2030 mendatang.
Saat itu, Prabowo menyebut bahwa seluruh tanah serta sistem ekonomi di Indonesia telah dikuasai oleh asing.
Penyampaian Prabowo tersebut, kata Qodari, persis strategi Trump saat berkampanye.


Trump menyampaikan rasa takut bahwa Amerika berada di bawah ancaman asing.


“Trump dulu menyatakan kita ini di bawah ancaman China. Awas ada ancaman dari Islam, awas ancaman tenaga kerja dari imigran Meksiko, begitu. Sebenarnya ini agak mirip. Jadi yang disebarkan adalah pesimisme, ketakutan, dan kalau kita lihat kasus di Amerika, ternyata pesimisme dan ketakutan ini dibeli oleh rakyat Amerika sehingga mereka memilih Donald Trump,” papar Qodari.

Qodari juga menyebut, isu nasionalis serta pesimisme di bawah tekanan asing tersebut menjadi alat Prabowo meyakinkan masyarakat agar memilih Prabowo pada Pilpres 2019.


"Pak Prabowo sedang mengatakan Indonesia ini sekarang dan ke depan tidak akan baik kalau bukan saya yang menjadi pemimpin, itu pesannya," terang Qodari.

Diketahui sebelumnya, Prabowo semakin gencar mengkritik pemerintahan Jokowi dibeberapa kesempatan.
Bahkan, Prabowo sempat menyebut elite-elite politik saat ini bermental maling. Serta, menyebut sistem ekonomi di Indonesia salah besar.

http://www.tribunnews.com/nasional/2...p-saat-pilpres



Ketum Gerindra Disebut Mirip Trump, 

Fadli Zon: "Pak Prabowo Lebih Santun"

RABU, 04 APR 2018 22:42



Prabowo, Trump-nya Indonesia?

Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon mengaku keberatan dengan Direktur indo Barometer yang menyebut Prabowo mirip dengan Donald Trump. (JawaPos.com)

JawaPos.com - Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari menyebut rentetan pidato kritik yang disampaikan oleh Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dinilai mirip dengan cara dan gaya Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mengatakan, dirinya menilai Qodari salah memahami kritik yang dilontarkan mantan Danjen Kopassus itu. Menurutnya, Prabowo hanya sekadar mengutarkan masalah yang tengah dihadapi bangsa ini. 

"Pak prabowo mengingatkan tentang sejumlah masalah yang dihadapi oleh bangsa kita, itu bukan menebarkan ketakutan seperti Trump, saya kira  Indo Barometer itu salah paham," kata Fadli di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (4/4).


Prabowo, Trump-nya Indonesia?

Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari menyebut Prabowo Subianto mirip denga cara Donald Trump dalam memenangkan Pilpres di AS. (indobarometer)

Pasalnya, kata Wakil Ketua Umum Gerindra itu, apa yang disampaikan oleh Pak Prabowo adalah persoalan-persoalan kebangsaan yang harus dihadapi tentang kemiskinan, korupsi, ketimpangan ekonomi, soal impor.


“Masak persoalan itu disebut sebagai sebuah ketakutan," sambungnya.


Lebih lanjut, Fadli menjelaskan, dirinya memang sudah sedari dulu berbicara apa adanya. Karena untuk memahami sebuah realitas itu menyakitkan.


"Mungkin itu yang dianggap menakutkan bagi kekuasaan yang gagal iya.Tapi bagi rakyat saya kira itu yang dirasakan, merasa terwakili dengan apa yang disampaikan Pak Prabowo," ungkapnya.


Di sisi lain, Fadli pun enggan sang ketua umumnya disamakan dengan Presiden Trump. Sebab, perkataan yang diucapkan oleh Prabowo dinilainya lebih santun.


"Berbeda dengan di Amerika, kalau di sana perdebatannya kasar sekali. Bahkan Donald Trump mengatakan akan memenjarakan Hillary, beda dengan di Indonesia, Pak Prabowo masih sangat santun mengemukakan pendapatnya," pungkasnya.

https://www.jawapos.com/read/2018/04...o-lebih-santun

------------------------------

Mungkin yang mirip jitu iwa nasionalismenya ... Trump sangat nasionalis, ingin negerinya tak dikuasai asing (terutama China). Prabowo yang mewarisi genetika ayahandanya yang adalah seorang begawan ekonomi di zamannya, dikenal seorang yang sangat nasionalis dan peduli pada kehidupan ekonomi rakyat kecil serta agak änti dengan kegiatan ekonomi monopolis dari kalangan non-pri saat itu.

emoticon-Ultah
image-url-apps
baru baca separo berita
belum bisa kasih komeng
KASKUS Ads

guru kencing berdiri, murid kencing berlari

muridnya bakar sekolah

Prabowo, Trump-nya Indonesia?

gurunya pernah bakar jakarta.

kalau jadi pesinden, apa yang akan dibakar ? emoticon-Ngakak (S)

image-url-apps
iyalah zonk keberatan wong wowo mirip putin ko dibilang mirip trump emoticon-Big Grin
image-url-apps
bukannya bokap wowo itu dedengkot mafia barkeley yg jd awal mula neolib di indo ya? emoticon-Ngakak
Gua kok lebih Percaya sama omongannya Gus Dur
daripada celotehan media asing "Sidney Morning"dari Aussi diatas itu ...




emoticon-Ultah
image-url-apps
jadi gini... bukan
putingnya


ntap
Prabowo, Trump-nya Indonesia? Prabowo, Trump-nya Indonesia?
image-url-apps
Emang prabowo anti china? lah dia kan keturunan china. masa iya dia anti sm keluarganya sendiri
Prabowo, Trump-nya Indonesia?

asing, aseng ? PANDIR !!.
Said Aqil: Gus Dur Pernah Meramal Prabowo Jadi Presiden
Jumat 27 Juni 2014, 15:06 WIB


Prabowo, Trump-nya Indonesia?
KH Said Aqil Siradj, Ketua PBNU

Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj memiliki kisah unik soal ramalan. Suatu ketika menurut dia, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur pernah meramalkan Prabowo bakal menjadi presiden.

Percayakah Said Aqil atas ramalan Gus Dur tersebut?

"Gus Dur kalau ngomong tepat. Dulu Kapolri Sutarman itu kan diramal jadi Kapolda Metro dan Kapolri. Itu benar jadi kenyataan," kata Said Aqil kepada wartawan di Lapangan Desa Kempek, Kabupaten Cirebon Jawa Barat Jumat (27/6/2014). Dia pun yakin bahwa semua yang diramalkan Gus Dur akan menjadi kenyataan.

Said Aqil memberi contoh lain, yakni ketika dia diramalkan suatu saat nanti mendapat kesempatan menjadi Ketua Umum PBNU. Menurut dia, saat itu Gus Dur meramal dirinya menjadi Ketua PBNU di usia 56.

"Beliau ngomong sama saya kalau sampeyan berumur 56 tahun jadi Ketua PBNU. Nah itu jadi kenyataan lagi. Saya beneran jadi Ketum PBNU di usia 56," katanya.

Dia menceritakan, Gus Dur meramal Prabowo bisa menjadi presiden saat di usia yang sudah matang seperti sekarang.

"Gus Dur bilang Anda masih muda, sabar dulu, nanti setelah memasuki masa tua akan jadi pemimpin. Mudah-mudahan saat ini," kata Said.

https://news.detik.com/berita/262134...-jadi-presiden
Quote:


Lulusan Belanda, gan!
Doktor Ilmu Ekonomi dari Nederlandse Economise Hogeschool, Rotterdam, Belanda
Berkeley itu Amrik!

emoticon-Big Grin
Sosok Prabowo di Mata Sahabatnya Semasa Dinas TNI
Kamis, 22 Mei 2014 12:27 WIB

Prabowo, Trump-nya Indonesia?
Prabowo Subianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Dua orang sahabat Prabowo Subianto semasa di TNI memuji sosok Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra tersebut. Prabowo dinilainya memiliki pribadi yang mengagumkan dan punya jiwa patriotik tinggi.

"Jiwa patriotik Prabowo itu bagi saya luar biasa, sangat mengagumkan. Hati dan isi kepalanya cuma ada Indonesia. Saya kaget dan terkesima, tiap kali mendengar lagu Indonesia Raya, Prabowo langsung berdiri sigap mengambil sikap sempurna. Ini mengingatkan saya pada pasukan Jepang yang selalu hening dan hormat jika lagu kebangsaan mereka, Kimigayo dinyanyikan walaupun oleh seorang anak kecil," kata mantan Kasum TNI Letnan Jenderal TNI (Purn) Suryo Prabowo dalam pernyataannya, Kamis(22/5/2014).

Pemegang bintang Adhimakayasa Akademi Milter tahun 1976 ini menjelaskan bahwa Prabowo adalah tipe orang yang tidak mudah menyerah, itu terbukti saat Prabowo berhasil menaklukkan puncak tertinggi di dunia, Gunung Everest.

"Dunia mengakui, tidak mudah menaklukkan puncak tertinggi di Gunung Everest. Dengan tekad yang kuat pada tahun 1997 Tim Nasional Indonesia terdiri dari Kopassus, Wanadri, FPTI dan Mapala UI yang diprakarsai Prabowo berhasil mengibarkan merah putih di puncak Gunung Everest," ujarnya.

Prabowo kata Suryo juga dikenal sangat perhatian pada kesejahteraan prajuritnya. Prabowo, katanya, memiliki jiwa sosial yang tinggi. Hal ini mungkin tidak banyak diketahui orang tapi setiap prajurit yang pernah dipimpinnya pasti merasakan hal itu.

"Hingga saat ini banyak prajurit mantan anak buahnya terutama yang cacat karena membela merah putih sampai sekarang dibantu dan bekerja di perusahaannya," ujarnya.

Sementara itu, mantan Asintel Pangkostrad, Mayor Jenderal TNI (Purn) Djoko Susilo mengatakan Prabowo pernah menyelamatkan 10 orang nyawa manusia.

"Akhirnya operasi tersebut berhasil menyelamatkan nyawa 10 peneliti Ekspedisi Lorentz 95, tujuh orang diantaranya peneliti dari Inggris, Belanda dan Jerman. Di kalangan pasukan elit dunia, nama Kopassus menjadi sangat harum dan disegani," ujarnya.

"Mungkin kalau Prabowo tidak berjiwa patriotik, pantang menyerah dan gampang digertak, dia sudah tenggelam sejak tahun 1998. Peristiwa 1998 itu bukan saja menjadi trauma bagi bangsa, tapi juga menjadi catatan hitam untuk Prabowo. Orang yang sudah terbukti mewakafkan jiwa dan raganya untuk NKRI seperti dilupakan begitu saja oleh sejarah. Jiwa patriotik, pantang menyerah dan tidak mudah digertak ini yang saya fikir selalu memanggil Prabowo. Karena pernah menghilang dari peredaran pentas nasional, sampai saat ini banyak orang tidak mengetahui sisi perjuangan Prabowo," tambah Djoko.

http://www.tribunnews.com/pemilu-201...masa-dinas-tni
image-url-apps
Quote:


disebut mafia berkeley karena anggotanya sebagian besar lulusan berkeley meski dedengkotnya sendiri lulusan belanda
ga menutup kemungkinan yah.....itu sudah emoticon-Traveller
image-url-apps
Prabowo, Trump-nya Indonesia?
"MENGAPAPRABOWO 'DITAKUTI' OLEH SEBAGIAN JENDERAL ?"
22 Juni 2014 pukul 10:56

Prabowo, Trump-nya Indonesia?

Ok banyak yang minta topik kenapa Prabowo ditakuti sebagian jendral hingga mrka mau gagalkannya sgla cara ya....

Kita bahas fakta knpa prabowo08 ditakuti sbgian jenderal purn ? Bgtu takutnya mreka shgga cari cara utk gagalkan 08
Prabowo biasa dipanggil "08" atau koslap (kosong lapan, Danjen Kopassus ke - 8) memang beda dgn jenderal2 lain. Dia punya keistimewaan
Kita tahu dari fakta sejarah, Prabowo Subianto adalah mantan menantu Pak Harto, Presiden RI yang sangat berkuasa selama 32 tahun
Kita tahu, Prabowo adalah perwira TNI paling cermerlang di jaman Pak Harto berkuasa. Saking cemerlangnya, dia diambil jadi mantu Presiden
Kami sdh infokan kemarin, bhw Prabowo menikah dgn Titiek Hediato Hariadi Suharto thn 1983 karena dimakcomblangi Jendral Benny Moerdani

Saat itu Mayor Prabowo staf khusus Menhamkam/Pangab Jend Moerdani. Prabowo jadi menantu, sukses di semua penugasan, karirnya melejit

Prabowo dlm usia 46 tahun sudah berpangkat Letjen dgn jabatan Pangkostrad. Namun, bukan semua itu yg membuat Prabowo ditakuti jendral2

Prabowo ditakuti sebagian jenderal karena :
"HE KNOWS TOO MUCH"

Dia tahu terlalu banyak

Mengenai apa ?

Mari kita urai semuanya

Prabowo tahu terlalu banyak tentang :
  • Siapa2 saja jenderal yang kekayaannya tidak wajar
  • Tahu dari mana asalnya, siapa cukongnya
  • Prabowo tahu sisi kelam /catatan kejahatan /kelemahan/ dosa2/ integritas para jendral itu
  • Prabowo tahu sejarah mereka
  • Prabowo tahu jenderal mana yang benar loyal pada negara
  • Prabowo tahu jenderal mana penjual negara, pengkhinat
  • Prabowo tahu jenderal mana yang jenderal salon, tak pernah perang, penakut, pengecut.
  • Tahu siapa jenderal kacung mafia cina
  • Prabowo tahu siapa jenderal yg suka bocorkan & jual informasi rahasia negara ke negara asing
  • Tahu jendral mana piaraan asing
  • Prabowo tahu jendral mana yang jadi beking mafia kayu, mafia tambang, mafia penyelundupan BBM bersubsidi, mafia pencurian ikan dst
  • Prabowo tahu jenderal2 pemilik tambang & HPH Ilegal
  • Tahu jenderal2 tukang cuci uang haram
  • Tahu dimana uang tsb disimpan
  • Prabowo tahu siapa jenderal2 yg terlibat rekayasa penculikan, penghilangan, pembunuhan 13 warga yang mendompleng ops Tim Mawar 1998
  • Banyak lagi rahasia hitam, kebusukan para jend purn itu yang diketahui Prabowo . Knpa dia bisa tahu info RHS yg orang lain tdk tahu?

Karena : 1. Prabowo adalah menantu presiden yang ketika perseteruannya dgn LB Moerdani terjadi pada 1985 - 1998 : PERAN PRABOWO SENTRAL

Ketika Pak Harto temukan bukti2 Moerdani benar telah merencanakan rekayasa konfrontasi Suharto vs Islam, Pak Harto percayai Prabowo
Pak Harto percayai Prabowo pada mulanya sebatas pemberi saran thdp kebijakan2 Pak Harto di ABRI saja, termasuk promosi perwira ABRI

Meski peran Prabowo awalnya sebatas saran pada Pak Harto terkait ABRI, namun hampir semua pati ABRI saat itu promosi berkat Prabowo
Di luar perwira ABRI Genk Moerdani, semua kolonel & jenderal di ABRI tdk luput dr pantauan, keterlibatan, bantuan Prabowo dlm promosinya
Silahkan tanya jend2 tua yg dulu msh aktif di jaman Pak Harto 1985-1998, apakah mrka bisa promosi jadi jendral tnpa bantuan Prabowo?

Jawabnya : BISA ! Tapi hanya segelintir. Yakni para perwira binaan Moerdani (yg anti islam, islam phobia) dan "perwira tertentu.
Perwira tertentu itu adalah perwira2 yg atas pengamatan dan pantau Pak Harto sendiri, dinilai cakap dan layak promosi. Jmlhnya ga banyak

Pasca Pak Harto Mualaf dan naik haji, peran Prabowo jauh lebih besar sampai ke ranah politik. Periode itu tahun 1990-1998

Prabowo mendapat kepercayaan luar biasa besar dari Pak Harto sampai ke masalah2 politik, termasuk pembinaan tokoh2 islam

Banyak kader2 pemuda Islam yg kini jadi tokoh besar di bidangnya masing2 yg berutang jasa besar kepada Prabowo. Apakah mereka ingat?

Puluhan bahkan mungkin ratusan tokoh Islam dulu "dibantu dibesarkan" Prabowo dgn buka akses ke Pak Harto, Cendana, Politik, bisnis dll

Kita sebut saja contohnya: Din Syamsudin, Yusril Ihza Mahendra, Idrus Marham, Jimly Assidiqie, Hadjrianto Tohari, dll. Panjang daftarnya

Knpa sbgan dr mereka kini mlah tdk dekat, ada yg musuhi Prabowo ?

Salah paham
Emang bejat ga tahu diri hehehe
Mental khianat
Para jendral dan sebagian tokoh sipil Indonesia yang kini bersatu menjegal prabowo dgn segala cara : takut hukuman, takut balas dendam
Mereka kenal Prabowo, tahu sifat & karakter Prabowo yg tdk mentolerir perbuatan /tindakan pengkhianatan thdp negara. Mrka takut sama 08

Orang ini = BERBAHAYA BAGI MUSUH NEGARA

Salah satu contoh bukti ultra patriotiknya Prabowo adalah obsesinya mau jadi presiden RI. Otak & hatinya panas melihat RI tersia2kan
Padahal untuk apa Prabowo yg sdh kaya raya, punya usaha dimana2, punya sahabat dan teman para Raja, capek2 mau jadi Presiden Indonesia?

Bayangkan usaha Prabowo utk jadi Presiden, dia terpaksa berhadapan dgn semua musuhnya yg bersatu melawan dia. Ga peduli. Maju terus
Prabowo sdh 3 kali berusaha jadi presiden/wapres : 1. Konvensi Golkar 2004, Pilpres 2009 bersama Mega dan 2014 bersama Hatta Rajasa
Ketika ditanya kenapa Prabowo ngotot jd Presiden ? Jawabnya tegas. Mau Wujudkan Indonesia Raya !!

Apakah motif Prabowo itu menakutkan?

Ya ! Maksud Prabowo jadi Presiden utk "Mewujudkan Indonesia Raya" itu benar2 menakutkan bagi : Musuh2 negara, aseng, asing, antek !

Kenapa? Karena karakter Prabowo itu keras, satu kata dan perbuatan, konsekwen, tekad baja. Kalau dia jd presiden, musuh2 negara : MATI !
Setidak2nya, para musuh negara itu, jendral2 korup itu, antek asing aseng dan beking mafia itu, kabur duluan, ditangkap atau tiarap !

Info ini berdasarkan hasil wawancara langsung dengen beberapa sumber... semuanya kembali kepada anda... pilihan ada ditangan anda...!!! Salam Prabowo – Hatta
https://www.facebook.com/notes/bayu-...6111319460910/

Prabowo, Trump-nya Indonesia?
image-url-apps
Vlabovvo

Quote:


Ndal usah bawa2 mendiang Gus Dur
image-url-apps
Hanya Wowo
harapan terakhir umat manusia
untuk mengalahkan Thanos.

Karena batu soul stone terakhir
tertanam di bekas cabutan anunya.

emoticon-Matabelo
×