alexa-tracking

Beri Perlindungan, Presiden: Agama dan Negara Harus Berjalan Beriringan

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ad39493d89b09d1068b456b/beri-perlindungan-presiden-agama-dan-negara-harus-berjalan-beriringan
Beri Perlindungan, Presiden: Agama dan Negara Harus Berjalan Beriringan
Beri Perlindungan, Presiden: Agama dan Negara Harus Berjalan Beriringan

JPP, SEMARANG - Agama dan negara harus dapat berjalan beriringan dan saling memperkukuh, bukan untuk saling dipertentangkan. Negara memberikan perlindungan dalam berkeyakinan dan agama memberikan panduan Ilahiah bagi masyarakat dalam berperilaku dan bermasyarakat

Demikian ditegaskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sambutannya pada Silaturahmi Penyuluh Agama se-Jawa Tengah yang digelar di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (14/4/2018).

“Oleh karena itu, peran penyuluh agama menjadi sangat penting untuk menghadirkan agama yang ramah untuk umatnya dan antarumat beragama. Penyuluh agama harus memberikan contoh dan teladan berbudi pekerti luhur, teladan untuk saling berinteraksi dengan penuh empati dan saling menghormati,” ujar Presiden.

Tak hanya itu, Kepala Negara juga mengingatkan bahwa penyuluh agama adalah pemandu umat yang harus dapat menumbuhkan motivasi, harapan dan optimisme, bukan pemandu yang menakut-nakuti dan menumbuhkan pesimisme.

“Pikiran positif akan memancarkan aura semangat untuk seluruh umat kita,” jelas Presiden.

Lebih jauh, Kepala Negara mengatakan bahwa aparat pemerintah dan para pemuka agama harus selalu bekerja sama untuk membangun Indonesia yang kokoh. Selain toleran dan saling pengertian, juga harus terus bersinergi dan bekerja sama, menjaga sikap umatnya masing-masing.

“Dan bekerja sama untuk meningkatkan saling pengertian antaragama, antaretnis dan antarstatus sosial,” ujar Presiden.

Di awal sambutannya, Kepala Negara memperoleh informasi bahwa penyuluh agama se-Jawa Tengah yang hadir sebanyak 5.711 orang, baik dari perwakilan agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu.

“Terima kasih atas partisipasinya, kerelaannya dan keikhlasannya. Bapak, Ibu, Saudara sekalian telah ikut berperan menjaga persatuan dan kesatuan,” ucap Presiden.

Dalam kesempatan ini, Kepala Negara juga mengapresiasi para penyuluh agama. Menurutnya, apa yang dilakukan penyuluh agama merupakan hal yang luar biasa.

“Luar biasa, karena Saudara-saudara telah memberikan pengorbanan kepada negara, bangsa dan agama. Luar biasa atas komitmen Saudara memperkuat kerukunan bangsa serta luar biasa atas komitmen Saudara untuk memperkokoh NKRI memperkokoh Pancasila serta memperkokoh Bhinneka Tunggal Ika,” papar Presiden.

Menurut Kepala Negara, peran agama dalam kehidupan masyarakat Indonesia sangat sentral. Presiden menyebutkan bahwa dalam Pancasila, sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa menjiwai keempat sila lainnya.

“Bahwa kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan semuanya dibangun dalam kerangka ketuhanan. Harus kita pahami dan sadari bersama,” jelas Presiden.

Berbagai hasil penelitian, menurut Kepala Negara, selalu menunjukkan bahwa mayoritas rakyat Indonesia di atas 80 persen menganggap agama merupakan hal yang sangat penting.

“Namun, di saat yang sama juga terpotret bahwa konflik sosial dengan akar agama harus tetap terus diwaspadai, terus diantisipasi. Hal ini lah yang harus menjadi perhatian kita bersama,” ujar Presiden.

Selanjutnya, Kepala Negara berpesan agar masyarakat tidak menghabiskan energi untuk mempertajam perbedaan. Terutama perbedaan yang terkait dengan pilihan dalam pemilihan bupati/wali kota, pemilihan gubernur, maupun pemilihan presiden.

“Nah, ini urusan perbedaan, sekarang di Jawa Tengah ada pilgub dan ada pilihan bupati, wali kota ada tujuh. Nanti 2019 ada pilpres, sampaikan kepada masyarakat bahwa pilihan berbeda dalam demokrasi itu biasa. Pilih pemimpin yang paling baik. Setelah coblos rukun kembali sebagai saudara sebangsa dan setanah air, bersama-sama membangun negara ini,” ulas Presiden.

NKRI Tidak Dapat Dipisahkan

Ketika memberikan kuis berhadiah sepeda, salah satu pertanyaan Presiden adalah untuk menyebutkan 17 ribu pulau yang dimiliki Indonesia. Seorang ibu bernama Mujiarti, penyuluh non-PNS Kota Surakarta, mendapatkan kesempatan untuk menjawabnya.

“Indonesia. Karena saya tidak bisa menyebutkan 17 ribu, Pak. Semua pulau itu tergabung menjadi satu, namanya Negara Kepulauan Republik Indonesia. Tidak bisa dipisah-pisahkan, Pak,” jawab Mujiarti.

Mendengar jawaban tersebut, Kepala Negara mengapresiasinya dan mengatakan bahwa jawaban tersebut merupakan jawaban yang pintar. Namun demikian, Presiden tetap meminta Mujiarti menyebutkan tujuh nama pulau.

“Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Papua, Sulawesi, Pulau Bali, Pulau Madura,” ujar Mujiarti yang diiringi tepuk tangan seluruh hadirin.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara tersebut Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Ketua MUI K.H. Ma’ruf Amin, dan Plt. Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko. Juga tampak hadir, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy. (stkb/bpmi/nbh)


Sumber : https://jpp.go.id/24-nasional/319680...lan-beriringan

---

Kumpulan Berita Terkait :

- Beri Perlindungan, Presiden: Agama dan Negara Harus Berjalan Beriringan Kemenag Gulirkan Lagi Bantuan Program Penelitian PTKI

- Beri Perlindungan, Presiden: Agama dan Negara Harus Berjalan Beriringan Menteri PPPA Meminta Peran Aktif Perempuan di Daerah

- Beri Perlindungan, Presiden: Agama dan Negara Harus Berjalan Beriringan Aplikasi Safe Travel untuk Melindungi WNI di Mancanegara