alexa-tracking

Monumen untuk Buruh Indonesia

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ad38962947868375b8b4574/monumen-untuk-buruh-indonesia
Monumen untuk Buruh Indonesia
Law-Justice.co - Sebanyak 16 kasus kecelakaan konstruksi terjadi dalam 6 bulan terakhir di berbagai daerah di Indonesia. Terakhir adalah insiden jatuhnya besi proyek Pasar Rumput di Jakarta yang menewaskan warga pada 18 Maret 2018. Pemerintah juga sempat memoratorium atau menghentikan sementara seluruh proyek infrastruktur jalan tol layang di Indonesia menyusul rentetan kecelakaan konstruksi saat itu.


Baca juga : Memperebutkan Suara Buruh di Pemilu 2019, Kemana Suaranya Akan Berlabuh
Lima orang meninggal, empat di antaranya buruh dan delapan belas buruh lainnya luka-luka dalam belasan kasus kecelakaan kerja beberapa bulan terakhir ini. Jumlah ini tentu akan lebih banyak lagi jika ditambahkan dengan jumlah korban jiwa dari proyek-proyek konstruksi selama NKRI ini berdiri.

Dari sisi pemerintah, berbagai upaya memang telah dilakukan, mulai dari melakukan penyelidikan hingga penjatuhan sanksi kepada perusahaan yang dianggap lalai. Salah satu perusahaan BUMN yang mendapat sanksi yaitu PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Baca juga : Suara Buruh Jadi Rebutan, KPBI: Idealnya Buruh Punya Parpol Sendiri
Pemberian sanksi tersebut mengacu pada jumlah kecelakaan kerja pada proyek-proyek yang digarap Waskita yakni sebanyak 7 kasus kecelakaan kerja dari belasan kasus yang terjadi. Sanksi tersebut berupa perombakan jajaran direksi Waskita. Sanksi ini dinilai sejumlah pihak tidak cukup menjadi solusi atas kecelakaan kerja di proyek Waskita lainnya.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga telah menggelar pelatihan dan percepatan uji sertifikasi untuk menindaklanjuti maraknya kasus kecelakaan kerja konstruksi di berbagai daerah. Diharapkan kegiatan ini mampu meningkatkan kompetensi buruh sehingga tidak ada lagi kecelakaan konstruksi pada masa mendatang.

Baca juga : DPR Dikuasai Pengusaha dan Orang-orang yang Awam Masalah Perburuhan

Upaya-upaya tersebut memang penting untuk mencegah kecelakaan kerja serupa terulang kembali di kemudian hari. Namun dari sisi buruh tentu upaya tersebut dinilai belum cukup. Ditambah lagi, buruh konstruksi yang menjadi korban selama ini hanya ditangani dengan ala kadarnya yakni melalui santunan dan biaya perawatan. 

Pemerintah semestinya perlu memberikan pendekatan kemanusiaan lain terhadap buruh-buruh yang menjadi korban kecelakaan konstruksi. Sebab dengan santunan dan pemberian biaya perawatan yang diberikan selama ini, tidak akan mampu mengembalikan nyawa dan anggota-anggota tubuh buruh yang hilang saat kecelakaan tersebut.

Rezim yang berkuasa saat ini juga perlu memberikan penghargaan yang tinggi kepada buruh-buruh konstruksi selayaknya seorang pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk kepentingan masyarakat banyak. Sebab dari hasil keringat merekalah proyek-proyek konstruksi seperti jalan raya, tol, gedung-gedung bertingkat dapat dinikmati banyak orang.
Salah satu bentuk penghargaan yang bisa dilakukan pemerintah yaitu dengan membangun monumen-monumen buruh di setiap lokasi kecelakaan konstruksi terjadi. Cara ini tentu lebih baik ketimbang para pemimpin negeri ini mulai dari presiden, gubernur hingga bupati atau walikota hanya melakukan seremonial potong pita ketika proyek selesai.

Cara ini juga tidak sulit dilakukan pemerintah. Rezim Joko Widodo-Jusuf Kalla tinggal melongok saja ke sejumlah negara yang memiliki monumen-monumen buruh terkenal di dunia. Antara lain Workers Monument di Kanada, The Labor Monument di Amerika Serikat, dan Worker and Kolkhoz Woman di Rusia.

Atau bisa juga mencontek negara-negara di Asia lainnya yang memiliki monumen buruh yaitu India yang memiliki The Triumph of Labour dan Korea Utara yang memiliki The Monument to the Korean Workers Party.

Atau kalau misalkan monumen-monumen buruh itu masih dianggap terlalu mahal oleh pemerintah, setidaknya nama-nama buruh yang meninggal akibat kecelakaan konstruksi bisa ditulis di batu peresmian proyek atau gedung-gedung yang selama ini didominasi oleh presiden, gubernur dan pejabat daerah.

Dengan demikian generasi penerus Indonesia pada masa mendatang dapat mengetahui jika infrastruktur yang berdiri megah dan kokoh ini merupakan hasil kerja keras dan pengorbanan buruh, termasuk jiwa dan raganya.

Dengan monumen ini pula, penulisan sejarah yang hanya berkutat dengan nama-nama besar sejak era kerajaan hingga era reformasi sekarang, dapat sedikit berubah dengan menulis kisah orang-orang kecil yang bergelut di dalamnya. Itu terjadi tentunya jika nama-nama buruh itu tertulis dalam monumen-monumen buruh di proyek-proyek konstruksi. 

sumber: https://law-justice.co/monumen-untuk-buruh-indonesia.htmlMonumen untuk Buruh Indonesia
Foto: The Monument to the Korean Workers Party, Korea Utara (sumber: lindsayfincher.com)

Sasmito Madrim, Ketua Federasi Serikat Pekerja Media Independen