alexa-tracking

Dianugerahi Gelar Adat, Presiden Optimistis Pembangunan di Asmat Lancar

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ad37ae4a2c06eae2a8b456c/dianugerahi-gelar-adat-presiden-optimistis-pembangunan-di-asmat-lancar
Dianugerahi Gelar Adat, Presiden Optimistis Pembangunan di Asmat Lancar
Dianugerahi Gelar Adat, Presiden Optimistis Pembangunan di Asmat Lancar

JPP, ASMAT - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai pembangunan yang tengah dilakukan di Kabupaten Asmat, Papua, pasca kejadian luar biasa (KLB) campak dan gizi buruk berjalan dengan baik.

Demikian disampaikan Kepala Negara kepada para wartawan di Bandara Internasional Mozes Kilangin, Kabupaten Mimika, Papua, usai berkunjung ke Kabupaten Asmat, Kamis (12/4/2018).

Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Asmat meliputi pembangunan jangka pendek maupun menengah mulai dari infrastruktur air bersih, sanitasi, jembatan, perbaikan jalan kampung, bedah rumah, dan pembangunan permukiman baru.

“Saya lihat tadi semuanya, semuanya berjalan dengan baik. Kita juga membangun tampungan untuk air baku ada sembilan yang lima di Agats kemudian yang empat dibangun di distrik-distrik yang ada,” ujar Presiden.

Tentang gizi anak-anak, Kepala Negara menyampaikan bahwa dirinya telah memerintahkan Bupati Asmat untuk benar-benar memperhatikan gizi anak-anak di Kabupaten Asmat.

Saat ini, menurut Kepala Negara, ada 320 anak setiap hari diberikan kacang hijau, sayur dan makanan bergizi lainnya. Namun yang ada di distrik-distrik penanganannya tidak mudah.

“Ada 13 puskesmas. Namun, pemberian gizi di distrik tidak mudah karena keterisolasian. Karena itu, saat ini pemerintah membangun jalan Trans Papua untuk membuka daerah yang terisolasi,” ujar Presiden.

Pembangunan jalan Trans Papua, Kepala Negara menjelaskan, memudahkan kita untuk bisa mengakses kepada distrik, mengakses pada kabupaten, ada koneksi antar provinsi, ada koneksi antar kabupaten dan kota.

“Arahnya ke sana, jadi kalau ini belum bisa kita selesaikan, sulit meyelesaikan hal-hal yang berkaitan dengan distrik-distrik yang ada, di kabupaten manapun,” ujar Presiden.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana mengunjungi Kabupaten Asmat, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Pj Gubernur Papua Soedarmo dan Bupati Asmat Elisa Kambo.

Pemberian Nama Adat

Saat tiba di Helipad kawasan pelabuhan Laut Agats, Kabupaten Asmat, Kamis (12/4/2018), Kepala Negara dan Ibu Iriana disambut tarian Selamat Datang dan juga dianugerahi gelar adat yang secara simbolis ditandai dengan penyerahan kayuh perahu dan noken.

Presiden diberi nama adat yang telah diputuskan dalam Musyawarah Pimpinan Lembaga Masyarakat Adat Asmat, yaitu Kambepit.

Kambepit adalah nama Panglima Perang Asmat yang berasal dari rumpun Bismania. Bagi Suku Asmat, Panglima Perang Kambepit adalah pemimpin pemberani dan visioner yang memimpin Suku Asmat memasuki era perubahan di mana masyarakat Suku Asmat mengenal peradaban modern seperti sekarang ini.

Dengan pemberian nama Kambepit dan gelar adat sebagai Panglima Perang kepada Presiden Joko Widodo, masyarakat adat Asmat menginginkan agar Presiden bisa menjadi Panglima Kambepit di masa kini yang memimpin mereka menuju era perubahan dan masa depan yang lebih baik. (stkb/bpmi/nbh)


Sumber : https://jpp.go.id/24-nasional/319665...i-asmat-lancar

---

Kumpulan Berita Terkait :

- Dianugerahi Gelar Adat, Presiden Optimistis Pembangunan di Asmat Lancar Warga Jayapura Antusias Sambut Kedatangan Presiden Jokowi

- Dianugerahi Gelar Adat, Presiden Optimistis Pembangunan di Asmat Lancar Yudi Latiief: Sambut 1 Juni, BPIP Gelar Aneka Lomba Kreasi Pancasila

- Dianugerahi Gelar Adat, Presiden Optimistis Pembangunan di Asmat Lancar Menuju Papua, Presiden Tinjau Jembatan Holtekamp dan Kunjungi Asmat

×