alexa-tracking

Upaya Mengirim Amien Rais Ke Penjara Untuk Membungkam Sikap Kritis

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ad362c65c779841128b4567/upaya-mengirim-amien-rais-ke-penjara-untuk-membungkam-sikap-kritis
Upaya Mengirim Amien Rais Ke Penjara Untuk Membungkam Sikap Kritis
Upaya Mengirim Amien Rais Ke Penjara Untuk Membungkam Sikap Kritis
 MINGGU, 15 APRIL 2018 , 19:26:00 WIB

Upaya Mengirim Amien Rais Ke Penjara Untuk Membungkam Sikap Kritis

RMOL. Langkah Cyber Indonesia melaporkan Amien Rais ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan pernyataan ujaran kebencian terkait partai Allah dan partai setan dinilai sebagai langkah untuk membungkam Amien Rais yang selama ini dikenal kritis.

Selain itu, pelaporan tersebut sekaligus sebagai bentuk tekanan psikologis terhadap orang atau kelompok yang ingin melakukan kritik keras terhadap Pemerintah.

Demikian disampaikan Kordinator Komunitas Relawan Sadar (Korsa) Amirullah Hidayat kepada redaksi, Minggu (15/4).

"Tindakan pelaporan Amien Rais ini kami nilai dilakukan untuk menekan dan menciptakan ketakutan kepada orang-orang yang ingin mengkritisi pemerintahan Joko Widodo," kata Amirullah.

Amirullah menyimpulkan demikian karena setelah dikaji alasan pelaporan terhadap Amien tidak kuat, hanya gara-gara stetmen partai Allah dan partai setan. 

Jika polisi memproses pelaporan terhadap Amien Rais ini, kata Amirullah, Korsa yang keluar dari barisan pendukung Jokowi karena Jokowi ingkar janji, tidak akan tinggal diam. Pihaknya akan mengkonsolidasikan semua kekuatan rakyat di seluruh Indonesia untuk melakukan perlawanan.

"Bahkan gerakan akan melebihi 212, sebab bila tindakan seperti ini dibiarkan maka akan sangat berbahaya bagi demokrasi dan kebebasan bicara di negeri ini," ujar tokoh muda Muhammadiyah ini.

Korsa sebagai paguyuban eks relawan Jokowi yang terlibat dalam memenangkan Joko Widodo pada Pilpres 2014, kecewa berat atas tindakan penegakan hukum di pemerintahan Jokowi, dimana penegakan hukum sebagai panglima mulai dikaburkan pelaksanaannya.

Hal itu dapat dilihat, menurut dia, dari kenyataan dimana bila kesalahan dilakukan kelompok yang berseberangan dengan pemerintah maka akan cepat diproses, bahkan terkesan dipaksakan sehingga menjurus kepada upaya kriminalisasi. Salah satu contoh penangkapan tokoh-tokoh bangsa dengan tuduhan makar.

"Melihat kondisi ini, Korsa mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk memilih presiden baru pada Pilpres 2019 yang akan datang. Jika ingin mewujudkan hukum sebagai panglima dan hukum tegak dengan adil di negara ini," tegas Amirullah Hidayat

http://hukum.rmol.co/read/2018/04/15...-Sikap-Kritis-


Quote:



---------------------------

Habib Riziek, Gatot, Rocky Gerung, Amien Rais .... Who next?

emoticon-Sorry
CIDUK KARUNG BREDEL emoticon-Marah
Setuju

Amirn rais pasti benar
cangkem amien rasis direvisi biar kekinian emoticon-Angel
Sengkuni mau di penjara ???
Kagak mungkinlah...
Nggak lolos tes kejiwaan soalnya...
emoticon-Leh Uga
yang nglaporin amien merasa tersinnggung golongan setan...emoticon-Big Grin
Ane kira penghinaan sama kritik itu dua kata yg berbeda artinya.......ternyata sama ya??? emoticon-Big Grin



Atau karena kegoblokanya atau kepikunanya , sebenarnya mau kritik...malah jatuhnya menghina.... emoticon-Embarrassment
Astajim

Upaya Mengirim Amien Rais Ke Penjara Untuk Membungkam Sikap Kritis
Quote:


Mirip kasus Ahok.. telah menistakan agama .. Jadi ada umat yang agamanya udah ternista. Karena sudah ternista gak kayak lagi disandingkan dengan agama2 lain.

Dan terbukti sekarang mereka mengakui kitab suci mereka cuma FIKSI 😄
Ustadz Abdul Somad Buat Kita Semua - Jangan Salah Pilih Musuh


Itu sebuah contoh Tausiyah seorang Ulama Islam, Ustadz Somad, apakah isi ceramah yang kritis dan "keras"dalam ceramah agama Islam seperti ini, meski menyindir umat lain, bisa dilaporkan ke polisi dengan alasan bahwa ceramahnya menghasut misalnya?
THINK!
Sikap kritis? emoticon-Ngakak
Quote:


Upaya Mengirim Amien Rais Ke Penjara Untuk Membungkam Sikap Kritis
Kaya gitu kritis ? Ga salah? emoticon-Bingung
Upaya Mengirim Amien Rais Ke Penjara Untuk Membungkam Sikap Kritis
Upaya Mengirim Amien Rais Ke Penjara Untuk Membungkam Sikap Kritis
namanya juga ngamien rasis
Kalau Ahok salah umat peminum kencing unta demo 7 juta..

Nah Kalau amien gak salah ntar buktikan saja didepan hakim 😄😄😄😪

Temenin Ahok ya min 😄
Politikus PAN Sebut Pernyataan Amien Rais ttg 'Partai Setan' Berdasarkan Ayat,
( di Lakukan di Dalam Masjid Di Hadapan Jamaah Umat Islam)
Minggu, 15/04/2018 21:45 WIB

Upaya Mengirim Amien Rais Ke Penjara Untuk Membungkam Sikap Kritis
Politikus PAN Sebut 'Partai Setan' Berdasarkan Ayat Ketua Majelis Kehormatan PAN Amien Rais, di Jakarta, beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)

Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Sekretaris Jenderal PAN Saleh Partaonan Daulay mengatakan ucapan Ketua Majelis Pertimbangan PAN Amien Rais soal dikotomi partai setan-partai Allah tidak mengandung unsur ujaran kebencian.

Sebab, Amien sama sekali tidak menyebut pihak yang masuk ke dalam golongan partai setan. Amien hanya menyebut pihak yang masuk dalam kategori partai Allah.

"Karena itu, tidak ada niat dan perilaku ujaran kebencian dalam ceramah itu," ujar Saleh dalam pesan singkat, Minggu (15/4).

Saleh menjelaskan tausiah Amien merupakan pendalaman atas Surat Al-Mujadalah ayat 19 dan ayat 22. Ia mengklaim bahwa ayat itu mengatakan ada dua golongan manusia, yakni golongan setan dan golongan Allah.

Lantaran demikian, ia menilai tausiah Amien tidak perlu diperdebatkan karena merupakan pendalaman dari sebuah ayat.

"Soal Al-Quran sebagai sumber hukum Islam semua pasti sepakat. Tidak ada beda kita soal ini. Karena itu, jika beliau menjelaskan tentang adanya dua kelompok manusia menurut Al-Quran, ya itu apa adanya," ujarnya.

Diketahui, Al-Mujadalah ayat 19 hanya menyebut secara eksplisit "golongan setan". Sementara, Al-Mujadalah ayat 22 menyebut soal nikmat di akhirat yang diberikan kepada golongan Allah.

Selain itu, Saleh menyebut tausiah Amien tidak perlu diperdebatkan karena disampaikan dalam forum keagamaan. Menurutnya, pihak yang memperdebatkan tausiah Amien memiliki tendensi tertentu.

"Ini kan dianggap besar karena yang menyampaikan Pak Amien," dalihnya.

Saleh berharap tausiah Amien tidak dilaporkan ke pihak kepolisian. Sebab, ia melihat banyak kasus besar yang seharusnya menjadi prioritas untuk diselesaikan.

"Kalau setiap orang yang ceramah dilaporkan, kasihan Poldanya," ujarnya.

Sebelumnya, Amien mendikotomikan partai politik di Indonesia menjadi dua kutub, yakni partai setan dan partai Allah. Hal tersebut disampaikan Amien saat memberikan tausiah dalam Gerakan Indonesia Salat Subuh berjemaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (13/4).

Dalam tausiah itu, Amien menyebut PAN, PKS, dan Gerindra masuk sebagai partai Allah. Sementara itu, partai besar masuk dalam partai setan.
https://www.cnnindonesia.com/nasiona...an-ayat

--------------------------

Kalau ceramah Pemuka Agama di depan jamaahnya di dalam rumah ibadah rawan digugat .... bisa tutup tuh Masjid dan rumah Ibadah agama lainnya
Jaminan Kebebasan Beragama Tegas Dalam Konstitusi
Maret 7, 2012

Konstitusi Negara Republik Indonesia menegaskan jaminannya terhadap kebebasan beragama bagi setiap orang adalah dalam rangka mewujudkan kerukunan antar umat beragama.

Oleh:
Yasser Arafat, SH

Di samping korupsi, persoalan pelik lainnya yang sering kali mewarnai kehidupan bernegara di Indonesia ini salah satunya yakni persoalan Hak Asasi Manusia. Kepada kita, masyarakat umum, media massa sering kali menghadirkan sejumlah tayangan berita yang berisi pelanggaran Hak Asasi Manusia.

Memang, berani mengaku atau tidak, di Indonesia ini persoalan pelanggaran Hak Asasi Manusia kerap kali mengemuka. Salah satu dari bentuk pelanggaran itu yang terhangat adalah penyerangan bahkan hingga pembakaran pesantren Syi’ah di Madura.

Para aktivis Hak Asasi Manusia pun kemudian satu per satu melontarkan protes kerasnya terhadap tragedi memilukan tersebut. Mereka menganggap, tragedi pembakaran pesantren Syi’ah di Madura merupakan bentuk pelanggaran jaminan kebebasan beragama yang telah dijamin dalam konstitusi negara RI.

Terlalu berlebihan jika pendapat tersebut dianggap sebagai omong kosong belaka. Pasalnya, dalam Undang-Undang Dasar (UUD) RI pada amandemen ke II memang dengan tegas tertulis bahwa negara menjamin setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya masing-masing.

Setidaknya, itu tertuang dalam pasal-pasal berikut. Pasal 28E ayat (1) yang menyatakan, ”Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya….” dan Pasal 28E ayat (2) berbunyi, ”Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran, dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya.” Selain itu, kebebasan beragama juga diatur dalam Pasal 29 ayat (2) bahwa, ”Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.”

Musdah Mulia berpendapat bahwa secara normatif kebebasan beragama mengandung delapan unsur. Pertama, kebebasan bagi setiap orang menganut agama atau kepercayaan atas dasar pilihan bebas, termasuk bebas berpindah agama atau kepercayaan. Kedua, kebebasan memanifestasikan agama atau kepercayaan dalam bentuk ritual dan peribadatan. Ketiga, kebebasan dari segala bentuk pemaksaan. Keempat, kebebasan dari segala bentuk diskriminasi. Negara wajib menghormati dan menjamin kebebasan beragama atau berkepercayaan semua individu di dalam wilayah kekuasaannya tanpa membedakan suku, warna kulit, jenis kelamin, jender, pilihan politik, dan sebagainya.

Kelima, kebebasan yang mengakui hak orang tua atau wali. Negara berkewajiban menghormati kebebasan orang tua dan wali untuk menjamin bahwa pendidikan agama dan moral bagi anak-anak mereka adalah sesuai dengan pemahaman agama mereka. Keenam, kebebasan bagi setiap komunitas keagamaan untuk berorganisasi atau berserikat. Ketujuh, kebebasan bagi setiap orang untuk memanifestasikan ajaran agama hanya dapat dibatasi oleh UU. UU dibuat demi kepentingan melindungi keselamatan dan ketertiban publik, kesehatan atau kesusilaan umum atau hak-hak dasar orang lain.

Kedelapan, negara menjamin pemenuhan hak kebebasan internal bagi setiap orang, dan itu bersifat non-derogability.

Lebih lanjut, Musdah mengatakan, kedelapan unsur jika diimplementasikan dengan baik dalam kehidupan masyarakat akan terwujud suasana damai penuh toleransi. Setiap komunitas agama akan menghormati komunitas lain, dan mereka dapat berkomunikasi dan bekerja sama dalam suasana saling pengertian, penuh cinta kasih. Dalam konteks Indonesia yang multi-agama, prinsip kebebasan beragama tak hanya mempunyai landasan pijak dalam konstitusi dan UU nasional, melainkan juga berakar kuat dalam tradisi berbagai agama dan kepercayaan yang hidup ribuan tahun di Nusantara. (http://www.elsam.or.id/new/index.php...ew&cat=c/101/)

Kaelan dalam satu makalahnya yang berjudul ”Relasi Negara dan Agama Dalam Perspektif Filsafat Pancasila” berpendapat bahwa setiap warga negara bebas berkeyakinan atau memeluk agama sesuai dengan keyakinan dan kepercayaannya. Kebebasan dalam pengertian ini berarti bahwa keputusan beragama dan beribadah diletakkan pada domain privat atau pada tingkat individu. Selanjutnya ia menambahkan bahwa negara dalam hubungan ini cukup menjamin secara yuridis dan memfasilitasi agar warga negara dapat menjalankan agama dan beribadah dengan rasa aman, tentram dan damai.


Referensi:
  • Kaelan. 2009. ”Relasi Negara dan Agama Dalam Perspektif Filsafat Pancasila”. Makalah. Yogyakarta, tanggal 1 Juni 2009.
  • Musdah Mulia. ”Ada Apa dengan Kebebasan Beragama”. http://www.elsam.or.id/new/index.php...iew&cat=c/101/
  • Undang-Undang Dasar 1945 Amandemen IV.

source:
https://ressay.wordpress.com/2012/03...am-konstitusi/