alexa-tracking

Presiden Dianggap Bikin Rakyat Miskin, Istana dan PDIP Berang

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ad3584356e6af002a8b4568/presiden-dianggap-bikin-rakyat-miskin-istana-dan-pdip-berang
Presiden Dianggap Bikin Rakyat Miskin, Istana dan PDIP Berang
Presiden Dianggap Bikin Rakyat Miskin, Istana dan PDIP Berang
April 15, 2018 12:15

Presiden Dianggap Bikin Rakyat Miskin, Istana dan PDIP Berang

Jakarta, Aktual.com – Pihak Istana dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menanggapi negatif tudingan yang dilontarkan oleh Wakil Koordinator Nasional Gerakan Indonesia Shalat Subuh (GISS),Eggi Sudjana yang menyebut Presiden Joko Widodo telah membuat rakyat Indonesia semakin miskin.


“Tidak benar,” kata Juru Bicara Kepresidenan, Johan Budi SP, Minggu (15/4).

Dalam pidatonya pada pagi tadi, Eggi menyebut rakyat Indonesia tidak dapat merasakan kekayaan alam lantaran telah dikuasai oleh asing. Contohnya adalah tambang emas lantaran telah dibagikan kepada Amerika Serikat.


Hal ini pun dibantah oleh Johan. Menurutnya, kesejahteraan ekonomi dan sosial bangsa indonesia justru menjadi lebih baik dari sebelumnya.


“Di era pemerintahan Presiden Jokowi, bangsa dan masyarakat Indonesia dari berbagai indikator ekonomi maupun sosial mengarah pada arah yang lebih baik,” ucap Johan.


Sebelumnya, Eggi menilai Jokowi membuat rakyat miskin lantaran sumber daya alam di sudah dikuasai oleh asing. Dengan kondisi ini, lanjutnya, masyarakat harus memilih pemimpin yang tepat untuk Pilpres nanti.


“Tapi kenapa kita mendapatkan (emas) 10 persen, kan perintah UU untuk rakyat Indonesia bukan rakyat Amerika. Dengan kondisi seperti ini siapa yang membuat miskin, Allah atau Presiden? Kenapa kiai-kiai kalau miskin terima saja, takdir, masih kita begitu menyalahkan Allah membuat kita miskin, bukan begitu. Padahal kita dikasih minyak, emas, gas dan kelapa sawit, kaya raya Indonesia, dulu rempah-rempah kita diperebutkan,” ujar Eggi saat memberi tausiah setelah mengikuti GIS berjemaah di Masjid Dzarratul Muthmainnah, Tangerang Selatan, tadi pagi.


“Jadi siapa yang membuat kita miskin? presiden atau Allah?” kata Eggi kepada jemaah.


“Presiden,” ujar para jemaah.


Di tempat yang berbeda, Ketua Bidang Perekonomian PDIP, Hendrawan Supratikno juga membantah ucapan Eggi. Ia bahkan menyebut ucapan Eggi sangat ngawur.


“Pernyataan ngawur tanpa data. Setiap tahun, dalam UU APBN, selalu ada pasal tentang target-target pembangunan yang hrs dicapai selain tingkat pertumbuhan ekonomi, seperti angka kemiskinan, angka pengangguran, indeks gini dan indeks pembangunan manusia (IPM),” ujar Hendrawan Supratikno kepada wartawan, Minggu (15/4).


Ia menjelaskan, dalam tiga tahun terakhir ini, angka kemiskinan, pengangguran dan indeks gini ratio Indonesia telah menurun. Sebaliknya IPM Indonesia telah meningkat.
Hendrawan menilai, kebijakan ekonomi yang

 dikeluarkan Jokowi menunjukkan arah perbaikan. Ia meminta para tokoh untuk berbicara menggunakan data.

“Kami berharap para tokoh berbicara berbasis data. Jangan sekadar cari sensasi,” kata Hendrawan.

http://www.aktual.com/presiden-diang...n-pdip-berang/

-------------------------------

Nggak usah pake gaya marah-marah ... buktikan saja ke rakyat kalo tudingan itu nggak bener!

emoticon-Sorry
Kenapa allah izinkan jkw jd presiden dan bukan egy sudjana?
Presiden Dianggap Bikin Rakyat Miskin, Istana dan PDIP Berang
Bappenas Antisipasi Keparahan Kemiskinan
Selasa 09 January 2018 18:38 WIB

Presiden Dianggap Bikin Rakyat Miskin, Istana dan PDIP Berang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, indeks kedalaman kemiskinan dan indeks keparahan kemiskinan Indonesia pada 2017 memburuk dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut Bambang, untuk mengatasi itu diperlukan upaya pemerintah yang lebih baik terutama dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat miskin.

"Pada September 2017, indeks kedalaman kemiskinan sedikit meningkat dibandingkan September 2016. Ini menunjukkan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung menjauhi garis kemiskinan. Hal ini mengindikasikan biaya yang dibutuhkan untuk mengangkat orang keluar dari kemiskinan semakin besar," ujar Bambang dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (9/1).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, indeks kedalaman kemiskinan pada September 2017 sebesar 1,79 atau memburuk dibandingkan September 2016 yang sebesar 1,74. Begitu pun dengan indeks keparahan kemiskinan yang memburuk dari 0,44 pada September 2016 menjadi 0,46 pada September 2017.

"Ini mengindikasikan ketimpangan di antara penduduk miskin semakin melebar, sehingga ketepatan sasaran program-program dalam menjangkau terutama penduduk miskin semakin diperlukan," ujar Bambang.

Ia menjelaskan, pada periode Agustus hingga November 2017 terjadi peningkatan inflasi padi dan umbi-umbian yang cukup tinggi dibandingkan inflasi umum. Hal ini disebabkan tingginya biaya operasi penggilingan padi imbas kekurangan pasokan gabah kering. Selain itu, terdapat hama wereng yang melanda 30 kabupaten di Jawa Tengah pada Februari hingga Juli 2017. Seperti diketahui, Jawa Tengah merupakan daerah penghasil beras.

Menurut Bambang, hal itu kemudian berdampak pada penurunan daya beli penduduk termiskin baik di wilayah perkotaan dan perdesaan. Hal itu menjadi catatan yang perlu diperbaiki mengingat pemerintah berhasil menurunkan tingkat kemiskinan pada September 2017 mencapai titik terendah selama hampir dua dekade yaitu mencapai level 10,12 persen. Jumlah penduduk miskin bahkan berkurang 1,18 juta jiwa dibandingkan tahun sebelumnya.

"Ini merupakan penurunan paling besar, karena sebelumnya, rata-rata penurunan kemiskinan hanya kurang dari 500 ribu orang per tahun," ujar Bambang.
http://republika.co.id/berita/ekonom...han-kemiskinan
ngapain nanggapin pendengki
Sri Mulyani:
Tren Kesenjangan di Indonesia Memburuk
19/08/2016, 06:38 WIB

Presiden Dianggap Bikin Rakyat Miskin, Istana dan PDIP Berang
Ilustrasi Kemiskinan di pinggiran Kota Jakarta (KOMPAS/AGUS SUSANTO)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan, meski kesenjangan di Indonesia bukan yang terburuk, namun trennya memburuk. Karena itu, kondisi tersebut harus diantisipasi. Menurut Sri Mulyani, jika kesenjangan semakin tinggi, hal itu akan kontra produktif terhadap masa depan negara, lantaran memunculkan kompleksitas sosial dan politik.

"Atau juga karena kebijakan ekonominya sangat melenceng sehingga orientasinya hanya untuk satu kepentingan, baik sangat populis maupun sangat elitis. Ini harus dicegah," ujarnya sebagaimana dikutip dari Harian Kompas, Jumat (19/8/2016).

Untuk mengatasi persoalan ini, pemerintah akan memfokuskan APBN, salah satunya untuk melindungi masyarakat yang paling miskin. Caranya, bisa dengan berbagai skema seperti halnya subsidi langsung sampai beras untuk rumah tangga miskin. Lainnya adalah melalui layanan dasar pemerintah, seperti kesehatan dan pendidikan.

"Ini titik intervensi yang sangat penting bagi masyarakat, terutama (masyarakat) paling bawah. Kalau kelas menengah-atas, mereka bisa melindungi diri untuk urusan dasar ini," lanjut dia. Karena itu, pemerintah akan lebih fokus untuk memerangi kemiskinan dan ketimpangan. Bagaimanapun, dua agenda ini sebenarnya untuk tujuan Indonesia ke depan.
https://ekonomi.kompas.com/read/2016...nesia.memburuk
BPS: Jumlah Penduduk Miskin Bertambah
Senin, 17 Juli 2017 | 15:25 WIB

Presiden Dianggap Bikin Rakyat Miskin, Istana dan PDIP Berang

Jakarta- Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan Maret 2017 mencatat, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Indonesia mencapai 27,77 juta orang (10,64 persen), bertambah sebesar 690.000 orang dibandingkan dengan kondisi September 2016 yang sebesar 27,76 juta orang (10,70 persen).

Data yang diperoleh dari situs BPS di Jakarta, Senin (17/7) juga menyebutkan, persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2016 tercatat sebesar 7,73 persen, turun menjadi 7,72 persen pada Maret 2017. Sementara, persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada September 2016 sebesar 13,96 persen, turun menjadi 13,93 persen pada Maret 2017.

Selama periode September 2016–Maret 2017, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebanyak 188.190 orang (dari 10,49 juta orang pada September 2016 menjadi 10,67 juta orang pada Maret 2017). Sementara, di daerah perdesaan turun sebanyak 181.290 orang (dari 17,28 juta orang pada September 2016 menjadi 17,10 juta orang pada Maret 2017).

Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan). Sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan pada Maret 2017 tercatat sebesar 73,31 persen. Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan kondisi September 2016 yaitu sebesar 73,19 persen.

Jenis komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan di perkotaan maupun di perdesaan adalah beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, daging ayam ras, mi instan, gula pasir, kopi bubuk dan kopi instan (sachet), dan bawang merah. Sementara itu, untuk komoditi bukan makanan yang besar pengaruhnya adalah biaya perumahan, listrik, bensin, pendidikan, angkutan, kesehatan, dan perlengkapan mandi.
http://www.beritasatu.com/bisnis/441...bertambah.html
Amin & Eggy for Endonesah 2019 breh..
emoticon-Leh Uga
Jokowi Beberkan Alasan Jumlah Orang Miskin Bertambah
24 Jul 2017, 14:15 WIB

Presiden Dianggap Bikin Rakyat Miskin, Istana dan PDIP Berang
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersiap memimpin rapat terbatas terkait peraturan transportasi online di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (18/7). Dalam rapat, Jokowi meminta para menteri menanggapi fenomena transportasi online. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan bahwa meningkatnya jumlah orang miskin di Indonesia seperti yang dilaporkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) lantaran kurangnya koordinasi antar kementerian dan lembaga (K/L). Dia membantah jika peningkatan jumlah orang miskin ini disebabkan oleh masalah yang fundamental.

Jokowi menyatakan, pemerintah berupaya semaksimal mungkin untuk menekan angka kemiskinan. Namun kurangnya koordinasi antara kementerian dan lembaga membuat hasil survei yang dilakukan BPS seolah memperlihatkan bahwa upaya pemerintah tidak menunjukkan hasil.

"Ini sebetulnya tahapan-tahapan untuk menuju ke situ (menekan angka kemiskinan) sudah baik, sudah baik. Tetapi, pada saat survei oleh BPS, ini BPS juga saya harapkan kalau melakukan sesuatu berkaitan dengan survei, itu semua kementerian harus ngerti," ujar dia di Istana Negara, Jakarta, Senin (24/7/2017).

Dia mencontohkan, survei yang dilakukan BPS bertepatan dengan terlambatnya penyaluran beras sejahtera (rastra). Akibatnya hasil survei BPS menunjukkan adanya peningkatan angka kemiskinan.

BACA JUGA
Naik 6.900 Orang, Jumlah Orang Miskin di RI Capai 27,77 Juta
Orang Miskin RI Banyak Habiskan Uang untuk Beli Beras dan Rokok
Naik 6.900 Orang, Jumlah Orang Miskin di RI Capai 27,77 Juta
‎"Sehingga jangan sampai pas pembagian rastranya terlambat, pas itu dilakukan survei. Masalah Itu saja sebetulnya, bukan masalah lain-lain yang fundamental.‎ Kalau kemarin sinkron tidak akan, saya jamin pasti turun yang namanya kemiskinan itu. Hanya keterlambatan rastra itu sampai ke rumah tangga sasaran. Ini tolong hati-hati mengelola hal-hal yang sensitif seperti ini," jelas dia.

Oleh sebab itu, Jokowi meminta agar Kementerian Koordinator (Kemenko) untuk bisa mengkoordinir bantuan-bantuan sosial yang menjadi program pemerintah secara lebih baik. Dengan demikian diharapkan angka kemiskinan benar-benar bisa diturunkan.

‎"Saya minta juga semua kementerian, lembaga untuk memberikan perhatian dalam menekan kemiskinan. Dan saya minta Menko untuk mengkoordinasi hal-hal seperti ini. Ini sudah urusan koordinasi saja," tandas dia.

Sebelumnya, BPS melaporkan jumlah penduduk miskin di Indonesia bertambah 6.900 orang menjadi 27.771,22 juta orang pada Maret 2017 dari 27.764,32 juta orang pada September 2016. Faktor penyebabnya terjadi hambatan dalam distribusi beras sejahtera (rastra) ke rakyat miskin.

Kepala BPS, Suhariyanto atau akrab disapa Kecuk mengungkapkan, jumlah penduduk miskin pada Maret 2017 sebanyak 27.771,22 juta orang. Sedangkan realisasi di September 2016 sebanyak 27.764,32 juta orang. Itu artinya penduduk miskin di Indonesia bertambah 6.900 orang dalam kurun waktu enam bulan ini.

"Jumlah penduduk miskin pada Maret 2017 sebesar 27,77 juta orang atau meningkat 0,01 juta orang dibanding September tahun lalu yang ‎sebanyak 27,76 juta orang," kata Kecuk saat Konferensi Pers di kantornya, Jakarta, Senin (17/7/2017).

Jika dibanding Maret 2016 yang sebanyak 28,01 juta orang, jumlah orang miskin di Republik ini turun 240 ribu orang selama setahun ini. "Penurunan jumlah penduduk miskin memang relatif lebih lambat dibanding tahun-tahun sebelumnya," tegasnya.

Sementara dilihat dari tingkat penduduk miskin di Indonesia, dengan jumlah 27.771,22 juta orang miskin di Maret 2017, ‎persentasenya mencapai 10,64 persen atau turun 0,06 poin dibanding realisasi September tahun lalu 10,70 persen. Sedangkan di Maret 2016, tingkat penduduk miskin mencapai 10,86 persen.

"Di Maret ini, tingkat penduduk miskin di desa mencapai 13,93 persen dan di kota 7,72 persen. Jadi memang disparitas kemiskinan antara perkotaan dan perdesaan sangat tinggi," Kecuk menerangkan.
https://www.liputan6.com/bisnis/read...skin-bertambah
yang kaya makin kaya, yang di tengah ya gitu2 aje....yang kismin2 ke laut terjun bebas gih...itu sudah emoticon-Shakehand2

revisi mental emoticon-Angel
5 Fakta jumlah orang miskin sulit turun di era Presiden Jokowi
Selasa, 18 Juli 2017 08:00

Presiden Dianggap Bikin Rakyat Miskin, Istana dan PDIP Berang
Pengemis. ©2013 Merdeka.com


Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat data jumlah penduduk miskin pada Maret 2017 di Indonesia yang mencapai 27,77 juta orang. Angka ini sekitar 10,64 persen dari total penduduk Indonesia.

Pemprov Bali anggarkan dana untuk bedah rumah 2.000 unit di tahun 2019
Jumlah ini bertambah sekitar 6.900 orang dibandingkan dengan September 2016 yang hanya 27,76 juta orang atau sekitar 10,70 persen.

"Hampir stagnan dibandingkan September 2016 lalu. Ini menunjukkan bahwa penurunan penduduk miskin jauh lebih lambat dibandingkan periode sebelumnya," ujar Kepala BPS Suhariyanto di Kantornya, Jakarta.

Secara tahunan, penduduk miskin ini hanya turun tipis. Di mana, pada periode yang sama, tercatat warga miskin pada Maret 2016 mencapai 28,01 juta jiwa atau 10,86 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. Sementara, dibanding Maret 2015, warga miskin mencapai 28,59 juta jiwa atau sebesar 11,22 persen.

Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, mengakui pemerintah masih sulit menurunkan tingkat kemiskinan di Indonesia. "Memang makin lama makin susah itu menurunkannya karena orang miskinnya tidak seperti dulu kan. Satu, itu kalau turun ke bawah 10 persen, sudah kita tidak mudah turunkan. Tapi ya memang kebijakan pemerataan harus bisa kita push," ujar Menko Darmin di Kantornya, Jakarta.

Lalu apa saja fakta di balik sulit turunnya jumlah penduduk miskin di era Presiden Joko Widodo? Berikut merdeka.com akan merangkumnya untuk pembaca.
https://www.merdeka.com/uang/5-fakta...en-jokowi.html
Ilustrasi berang..berang:

Presiden Dianggap Bikin Rakyat Miskin, Istana dan PDIP Berang
Quote:


Presiden Dianggap Bikin Rakyat Miskin, Istana dan PDIP Berang




Presiden Dianggap Bikin Rakyat Miskin, Istana dan PDIP Berang
makin miskin tapi kuota haji minta ditambahin emoticon-Leh Uga
Presiden Dianggap Bikin Rakyat Miskin, Istana dan PDIP Berang

Kmaren bbm naik aja pd diem emoticon-Ngakak
Quote:


Weleh weleh emoticon-Big Grin
Dulu, Fir'aun saking berkuasanya nganggap dirinya Tuhan, tapi dibiarkan
Lu pikir dia dikasih kemuliaan?
Quote:


Presiden Dianggap Bikin Rakyat Miskin, Istana dan PDIP Berang
Menko perekonomian Darmin Nasution Soal Kemiskinan:
Makin lama makin susah menurunkannya
Senin, 17 Juli 2017 18:24

Presiden Dianggap Bikin Rakyat Miskin, Istana dan PDIP Berang

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2017 mencapai 27,77 juta orang. Angka tersebut meningkat 6.900 orang dibandingkan dengan kondisi September 2016.

Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, mengakui pemerintah masih sulit menurunkan tingkat kemiskinan di Indonesia. Sebab, kebijakan pemerataan ekonomi yang dicanangkan oleh pemerintah belum berjalan maksimal.

"Memang makin lama makin susah itu menurunkannya karena orang miskinnya tidak seperti dulu kan. Satu, itu kalau turun ke bawah 10 persen, sudah kita tidak mudah turunkan. Tapi ya memang kebijakan pemerataan harus bisa kita push," ujar Menko Darmin di Kantornya, Jakarta, Senin (17/7).

Menko Darmin mengatakan, saat ini pemerintah tengah mempercepat realisasi kebijakan pemerataan ekonomi. Hal tersebut akan terus didorong agar mampu menekan tingkat kemiskinan di Indonesia.

"Nah itu (kebijakan pemerataan ekonomi) kan belum jalan, masih sedikit. Tapi bulan bulan Agustus ini akan mulai kita percepat," jelas Menko Darmin.

Menko Darmin menambahkan apabila kebijakan pemerataan ekonomi saat ini tidak mampu menekan angka tersebut, pemerintah akan memikirkan kebijakan-kebijakan tambahan lain.

"Kalau jalan terus ya, gini diperlukannya kebijakan-kebijakan tambahan untuk menurunkan tingkat kemiskinan. Memperbaiki pemerataan apa saja itu. Sebenarnya kalau rumusannya kita sudah buat. Kebijakan pemerataan ekonomi itu, tapi pelaksanaannya memang soal lahan macam-macam itu masih butuh waktu," pungkasnya.
https://www.merdeka.com/uang/menko-d...runkannya.html

halah omong opo