alexa-tracking

Cak Imin Kampanye Bawa Nama Gus Dur, Putri Gus Dur Angkat Bicara

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ad34ffe9e7404bf548b4570/cak-imin-kampanye-bawa-nama-gus-dur-putri-gus-dur-angkat-bicara
Cak Imin Kampanye Bawa Nama Gus Dur, Putri Gus Dur Angkat Bicara
Cak Imin Kampanye Bawa Nama Gus Dur, Putri Gus Dur Angkat Bicara
1 day ago

Cak Imin Kampanye Bawa Nama Gus Dur, Putri Gus Dur Angkat Bicara
Cak Imin dan Gus Dur.

Saya sudah yakin pada saatnya putri Gus Dur akan angkat bicara jika pada akhirnya nama Gus Dur dipakai oleh kubu Muhaimin Iskandar. Hanya orang yang tidak tahu masalah PKB saat itu dan mereka yang pro dan menggantungkan hidupnya kepada Cak Imin yang tidak bermasalah soal ini. Tetapi siapapun yang tahu soal konflik ini pasti tidak akan mendukung Cak Imin.


Konflik ini sulit sekali dihilangkan dari sosok Cak Imin, karena pada akhirnya konflik ini juga jadi salah satu penyebab Gus Dur menghembuskan nafas terakhirnya. Cak Imin dan kubunya bisa berdalih dengan alasan apapun, tetapi fakta dari saksi hidup saat itu yang merawat Gus Dur tidak bisa dibantah. Meski Cak Imin bawa-bawa nama seluruh Kiai di Indonesia, tetap saja fakta menderitanya Gus Dur sampai menghembuskan nafas terakhir adalah karena kelakuannya.


Putri Gus Dur yang saya maksudkan merawat Gus Dur dan yang akhirnya bersuara adalah mbak Alissa Wahid. Sepertinya memang sudah saatnya mbak Alissa angkat bicara karena nama Gus Dur semakin massif dipakai kubu Cak Imin untuk berkampanye. Bahkan sudah ada posternya.


“Saya bukan orang politik. Saya anak ideologis untuk Gus Dur yang pejuang rakyat, bukan Gus Dur yang politisi. Karena itu saya tidak punya urusan dengan PKB. Tapi saya keberatan kalau figur Gus Dur dikapitalisasi hanya untuk kepentingan politik praktis. Itu menghina Gus Dur.” kata Alissa melalui akun Twitter pribadinya. 

Ada kawan-kawan bisiki saya, ini konflik internal jangan dibawa keluar. Nanti NU pecah. Saya: “kalau begitu sampaikan pada kawan-kawan politisi itu, ayo sama-sama. Jangan bawa nama Gus Dur ke luar. Itu saja kok.” Masa mereka mlekotho nama Gus Dur dibiarkan, kami menjaga namanya justru ditegur.” tegas Alissa.


Pernyataan mbak Alissa ini menurut saya sangat tepat. Mengkapitalisasi nama Gus Dur adalah perbuatan yang tercela. Kelakuan bawa-bawa nama Gus Dur hanya untuk rebut kekuasaan bukanlah sikap yang tepat dan etis. Lain hal kalau memang perjuangan Gus Dur dikerjakan dengan konsisten sehingga nama Gus Dur dilekatkan rakyat kepadanya.

Hal itulah yang tidak dilakukan oleh Cak Imin. Merasa bahwa putri Gus Dur jadi ancaman eksistensinya sebagai Ketua Umum PKB, Cak Imin menutup akses politik Yenny Wahid, putri Gus Dur yang lanjutkan perjuangan di politik. Yenny akhirnya mencoba mendirikan partai baru yang sayangnya dijegal oleh penguasa yang dekat dengan PKB Cak Imin saat itu.


Kelakuan politik barbar merebut PKB dari Gus Dur inilah yang membuat Cak Imin sampai kapan pun tidak akan bisa jadi cawapres bahkan capres. Melukai Gus Dur sama saja melukai bangsa ini. Dan bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak akan biarkan orang yang melukai guru bangsa seperti Gus Dur, menjadi penguasa.


Karena itu, lupakan saja Cak Imin. Kampanye cawapres hanyalah dagelan saja dan tidak akan ada manfaatnya. Jokowi pasti menghormati Gus Dur dan tidak akan sudi bersanding dengan orang yang lukai Gus Dur.


Pesan saya sama Cak Imin, akui kesalahan dan rangkul lagi putri Gus Dur. Kalau tidak, maka karir politik hanya sampai level Ketua Umum dan legislatif saja. Jadi menteri di era Jokowi pun sulit karena kena screening KPK soal dus durian.
Karena siapa pun mencintai Gus Dur, tidak akan memilih Cak Imin.
Salam Gus Dur.
https://www.indovoices.com/politik/c...angkat-bicara/


Quote:



Cak Imin Kampanye Bawa Nama Gus Dur, Putri Gus Dur Angkat Bicara

-----------------------

Biarin ajalah Cak Imin bawa-bawa nama pakdenya sendiri dalam kampanye selama ini. Toh ada yang ditiru, partai XYZ yang sukanya nggotong-gotong nama seorang 'Founding Father'di negeri ini.
Klaim koalisi ideologis PDIP-PKB dipertanyakan
11 Mei 2014

Sesaat setelah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memutuskan untuk berkoalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Sabtu (10/05), calon presiden Joko Widodo alias Jokowi menyatakan bahwa pembentukan koalisi kedua partai bukan didasarkan kesepakatan berbagi kursi melainkan kesepahaman ideologi.

Indria Samego, pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), menilai pernyataan Jokowi tersebut merupakan strategi populis menjelang pemilihan presiden pada 9 Juli mendatang.

“Strategi yang mungkin dianggap lebih populis dan diharapkan bisa meningkatkan elektabilitas elite politik PDIP, PKB, dan Nasdem. Sebab, bagaimanapun juga, elektabilitas Jokowi dan Prabowo tampaknya tidak jauh berbeda. Karena itu, mereka (PDIP) mencari metode yang paling pas untuk meyakinkan publik,” kata Indria kepada wartawan BBC Indonesia, Jerome Wirawan.

Strategi tersebut, lanjutnya, diprediksi akan berjalan efektif bila memang pernyataan Jokowi dapat dibuktikan.

Sebab, bagaimanapun juga, elektabilitas Jokowi dan Prabowo tampaknya tidak jauh berbeda. Karena itu, mereka (PDIP) mencari metode yang paling pas untuk meyakinkan publik.
“Kalau janji itu ditepati, publik akan respek. Sebab, dalam sejarah koalisi, mulai dari Megawati hingga (Susilo Bambang) Yudhoyono, terlihat fenomena koalisi tidak lebih dari dagang sapi. Artinya, dukungan akan disertai dengan persyaratan,” tambah Indria.

Konsep Trisakti
Eva Sundari, juru bicara PDIP, menegaskan bahwa sejak awal PDIP dan PKB tidak mengungkit wacana pembagian kekuasaan atau kursi menteri dalam kabinet jika Jokowi terpilih sebagai presiden.

PDIP, menurutnya, mengajukan konsep Trisakti yang diusung mantan presiden Soekarno, yakni berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang budaya.

“Yang kita ajukan platform politik kok. Setuju atau tidak dengan Trisakti? Kalau setuju, mari kita gabung. Begitu cara berpikirnya. Bukan ‘berapa posisi menteri yang bisa saya dapatkan’? Soal itu, wewenang Pak Jokowi. Biar dia yang menentukan nanti,” kata Eva.
http://www.bbc.com/indonesia/berita_...140511_pdippkb
image-url-apps
dasar imin mentri duren gak tau diuntung... muka tembok keGRan pgn nyapres gitu" bawa nama org yg udh gak ada padahal anak"nya aja nggk pernah jualan nama bapaknya...beda sm klan itu tuuuuh yg isinya dikit" bapak,kakek, om saya. layakno kowe ra diakoni Gus Dur minnn paimin Imin masamuh wong NU kabeh iso mok apusi gawe jeneng Gus Dur a...???
KASKUS Ads
Positioning” Cak Imin Segaris dengan John Naro di Zaman Soeharto
2 months ago

Cak Imin Kampanye Bawa Nama Gus Dur, Putri Gus Dur Angkat Bicara
Muhaimin Iskandar, Cak Imin, Cawapres, Pilpres 2019, John Naro, Sejarah, Soeharto, Headline Muhaimin Iskandar (Foto: Tirto.id)

Benarkah Muhaimin Iskandar bertindak seperti John Naro pada masa Soeharto untuk memancing siapa calon wakil presiden sesungguhnya dari Joko Widodo?

Dalam teori marketing, positioning adalah hal paling utama untuk menentukan diferensiasi dan keunikan atas produk. Banyak yang mengira apa yang dilakukan Cak Imin ini soal baru dalam menentukan positioningnya, padahal tahukah anda apa yang dilakukan Cak Imin ini semacam Deja Vu atas apa yang terjadi dalam politik Indonesia di jaman Pak Harto tahun 1988.

Saat itu Pak Harto sedemikian kuatnya, dan nggak mungkinlah ada calon lain di luar Pak Harto yang mampu menantang Pak Harto, lalu seluruh kekuatan politik diarahkan ke posisi Wakil Presiden.

Saat itu beredar luas bahwa LB Moerdani atau yang dikenal Benny Moerdani, seorang Jenderal dan ahli intelijen paling jago di masa-nya ingin menduduki Jabatan Wapres, dan di saat yang sama Jenderal Benny juga mulai merapat ke Gus Dur.

Banyak beredar isu saat itu, Jenderal Benny-lah yang akan menggantikan posisi Pak Harto, maka menaikkan Jenderal Benny ke posisi Wapres adalah sebuah langkah politik taktis. Ketika ada angin bahwa Benny akan mengejar posisi Cawapres, maka kelompok militer pro Suharto mulai pasang jarak, dan masih menghitung-hitung posisi, siapakah yang tepat.

John Naro (Foto: Wikipedia.corg)John Naro (Foto: Wikipedia.corg)
Melihat keadaan menjadi ‘saling menunggu’ maka muncullah politisi PPP dari unsur Parmusi, Djaelani atau dipanggil di kalangan anak nongkrong Menteng tahun 1960-an sebagai “John” Naro. Boss PPP John Naro ini adalah seorang ahli intelijen juga, dia reserse di Kejaksaan yang tau peta politik saat itu. John Naro tiba-tiba masuk menjadi kandidat Cawapres, untuk memancing kekuatan politik lain serta branding politik John Naro, maka Surya Paloh-lah yang jadi penggerak media mendukung John Naro.

Akhirnya masyarakat terkejut saat Naro bisa berani menyatakan terang terangan pengin posisi RI-2, Pak Harto juga mulai tidak suka, karena dikabarkan ia tidak nyaman bila bersanding dengan Naro, walaupun John Naro ini anak Menteng dan menjadi mesin buldoser kelompok Moh Roem, Djarnawi dan Lukman Harun yang dipandang masih bagian dari Masyumi tulen, tapi ia tidak pernah berada dalam garis perjuangan militer Orde Baru.

Baca Juga: Partai Caper yang Keblinger, Tatkala Tsamara "Mention" Vladimir Putin
Sementara publik saat itu melihat Naro menjadi sebuah bentuk penyegaran politik, angin kencang itu tidak boleh dibiarkan lama-lama, lalu dengan cepat ring satu yang dipercaya Pak Harto menyodorkan nama Sudharmono sebagai Cawapres. Jelas Pak Harto nyaman dengan Sudharmono yang dikenal di kalangan tentara sebagai “tukang ketik”. Memang Dharmono bukan sekedar tukang ketik, dia adalah ahli administrasi ulung, di jaman Bung Karno berkuasa Dharmono-lah yang menghidupkan “War Room Strategy” pada KOTI (Komando Operasi Tertinggi) di masa persiapan perang dengan Malaysia.

Sudharmono selalui di samping Bung Karno dalam rapat rapat dengan para Jenderal-Jenderal dan politisi papan atas di masa ketegangan politik Ganjang Malaysia. Saat hari hari genting setelah Gestok 1965, Nasution menyerahkan pimpinan KOTI dan pimpinan segala operasi perang kepada Mayjen Suharto.

Di situlah Sudharmono dan Suharto bekerja sangat dekat, dan kemunculan Sudharmono di tahun 1988 menjadi Cawapres Suharto membuat Suharto nyaman, walaupun serangan kepada Dharmono begitu kuat, seperti ungkapan ungkapan “Jenderal tak pernah pegang pasukan”, serta tuduhan serius lainnya. Tapi apa boleh buat Suharto sangat nyaman dengan Sudharmono karena mulai munculnya John Naro ketika posisi kandidat Cawapres tidak secara eksplisit diucapkan oleh Suharto.

Foto: TwitterFoto: Twitter
Terlepas dari permainan politik John Naro apakah masih ada kaitannya dengan operasi politik Benny Moerdani, karena dua orang ini sama sama punya basis intelijen, maka kemunculan Naro justru merupakan katalisator munculnya tokoh baru yang tidak terduga yaitu: Sudharmono, dan ini bikin kelabakan kelompok Benny Moerdani, ketika nama Sudharmono naik, tiba-tiba muncullah interupsi dari Brigjen Ibrahim Saleh dari Fraksi ABRI, interupsi ini bikin heboh karena jaman Orde Baru bisa terjadi interupsi di luar skenario pemerintah.

Baca Juga: Imbas Pemecatan dari Kabinet Jokowi Untungkan Anies di Pilkada?
Ibrahim Saleh menyatakan dengan keras “apakah layak Sudharmono bisa jadi Cawapres, karena terindikasi masa lalunya ke kiri dan ikut ikutan Pesindo”, interupsi Ibrahim Saleh inilah yang kemudian dibaca publik bahwa Orde Baru sudah pecah ke beberapa kubu. Tapi jelas Suharto yang di tahun 1988 sudah menyatakan ingin mundur kembali, tetap menjadi Presiden RI dan ia paham pertarungan adalah Putera Mahkota di posisi Cawapres.

Walaupun 10 tahun kemudian Orde Baru jatuh, dan Cawapres BJ Habibie yang naik jadi Presiden RI, seraya BJ Habibie mengakhiri episode Orde Baru lalu dialektika politik saat itu menaikkan Gus Dur yang dimasa Benny Moerdani digadang-gadang menjadi Presiden RI bukan lewat Pemilu tapi lewat dengkulnya Amien Rais.

Kembali ke Cak Imin dan positioningnya ini, Cak Imin sudah membaca bahwa Presiden adalah Jokowi, Cak Imin juga memberi sinyal pertarungan 2019 bukanlah Jokowi lawan siapa, tapi siapa Wakil Jokowi karena ini adalah persoalan pertarungan 2024. Jadi semua menyorot ke arah posisi Cawapres.

Cak Imin mulai melakukan insepsi bawah sadar publik bahwa dirinyalah yang pas jadi Cawapres dengan politik baliho-nya dan ini jelas akan membuka posisi penawaran kelompok NU, terhadap Jokowi soal dukungan secara politis. Tapi yang jadi persoalan adalah ketika NU justru secara solid mendukung Jokowi tanpa syarat politik apapun. Kedua apakah Cak Imin bertindak seperti John Naro untuk memancing siapa Cawapres sesungguhnya dari Jokowi?

Kalau ini pancingan untuk membuka konstelasi politik di rahasia kantong Jokowi, betapa jeniusnya Cak Imin…
http://pepnews.com/2018/02/12/positi...aman-soeharto/
Sekjen PDIP:
Megawati Anggap Cak Imin Anak Sendiri
Selasa, 10/04/2018 17:45 WIB

Cak Imin Kampanye Bawa Nama Gus Dur, Putri Gus Dur Angkat Bicara
Sekjen PDIP: Megawati Anggap Cak Imin Anak Sendiri Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto di kantor DPP PKB, Jakarta Pusat. (CNN Indonesia/Rebeca Joy Limardjo)

Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) belum memutuskan nama calon wakil presiden yang akan diusung mendampingi Presiden Joko Widodo.

Padahal, sejumlah nama calon presiden sudah muncul dan siap maju sebagai calon wakil presiden, seperti Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua umum PPP Romahurmuzziy, dan Menko Polhukam Wiranto.

PKB bahkan mengklaim Muhaimin Iskandar akan segera mendeklarasikan diri sebagai cawapres Jokowi. Namun, PDIP enggan berkomentar mengenai deklarasi Jokowi-Cak Imin.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto hanya mengatakan bahwa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar alias Cak Imin memiliki hubungan yang sangat dekat. Tapi, dia tidak menjawab soal kemungkinan duet Cak Imin-Jokowi.

"Antara Mega dan Cak Imin, bu Mega sering katakan itu seperti anaknya sendiri Cak Imin itu," ujar Hasto ketika melakukan silaturahmi di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB di Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Selasa (10/4).
Lihat juga: Bantah Merapat ke Jokowi, Demokrat Masih Upayakan Poros Baru

Kata Hasto, dari sisi sejarah antara PDIP dan PKB memiliki hubungan yang sangat erat.

"Bagaimana antara bung Karno, kemudian tokoh-tokoh yang bersama mendirikan republik ini, Kyai Haji Hasyim Ashari, kemudian Gus Dur, itu juga memiliki kedekatan di dalam perjuangan untuk menegakkan Pancasila, NKRI, dan juga mengawal konstitusi kita," tutur Hasto.

Diakui Wakil Sekretaris Jenderal PKB Daniel Johan, sejumlah kader PKB menginginkan agar Muhaimin maju sebagai Cawapres. Namun, hal itu akan diputuskan dalam Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) PKB, yang bakal digelar usai pelaksanaan Pilkada serentak pada bulan Juni 2018.

"Kalau kader keras Cak Imin harus Wapres, tetapi itu kan belum keputusan. Keputusan kan tetap di Muspimnas nanti," ujar Daniel di Gedung DPR.
https://www.cnnindonesia.com/nasiona...n-anak-sendiri
Cak Imin Kampanye Bawa Nama Gus Dur, Putri Gus Dur Angkat Bicara
source pic: detik.com

Cak Imin Kampanye Bawa Nama Gus Dur, Putri Gus Dur Angkat Bicara
image-url-apps
cak imin sepertinya akan habis karirnya dg tragis
image-url-apps
Nasbungtod gblokk urus sna wowok bingung cari wapres mau dari fekaes biar tambah blangsakkk suaranya
Jokowi - Muhaimin (Join) = Auto win
ngarep kan boleh boleh saja
image-url-apps
nonton kemarin pas diwawancarai Rossi.. dalam acara tipi *ROSSI* keliatan sekali orang ini NGEBETT pingin jadi cawapres nya Jokowi..
ADA UDANG DIBALIK BAKWAN
anggep aja iklan gratis biar gak tenggelem emoticon-Hammer
image-url-apps
tk ndelok ae..cocok yo dipilih ora yo golput...gitu aja kok repot
image-url-apps
Ko aneh.. kemaren bukannya pas pilkada bawa2 nama gusdur jg?
Ko ga ditentang sm si mbaknya?
Ah tau lah.. ra mudeng konfliknya
ngebet bener nih orang jadi wapres

11 12 sama gatot emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka
image-url-apps
Sengkuni yg njegal Gus Dur aja kualat gabisa jd presiden sampek hampir gila sekarang.
Apalagi yg enih, keluarga sendiri tp kelakuan kek bangcyatt
image-url-apps
Seorang turis melihat banyak baleho bergambar ketua pekabe, Muaimin, for wapres...
Karena penasaran, dia tanya ame pengemudi Go-jek.,
Turis: who is Muhaimin?
Pengemudi : Muhaimin is kandar..
emoticon-Blue Guy Bata (L) emoticon-Blue Guy Bata (L)
Sory..ndak lucu!
emoticon-Malu
image-url-apps
Pkb bawa gusdur

Pdi bawa sukarno, jokowi, mega

Demokrat bawa sby



Pas
image-url-apps
Quote:


fak emoticon-Leh Uga
image-url-apps
sekalian gembok emoticon-Malu
×