alexa-tracking

Perusahaan Tiongkok Jajaki Investasi Baja, Karbon, dan Baterai Rp 137 Triliun

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ad32721582b2ed52c8b456b/perusahaan-tiongkok-jajaki-investasi-baja-karbon-dan-baterai-rp-137-triliun
Perusahaan Tiongkok Jajaki Investasi Baja, Karbon, dan Baterai Rp 137 Triliun
Satu perusahaan asal Tiongkok berminat investasi di berbagai daerah di Indonesia senilai US$ 10 miliar (Rp 137 triliun). Sektor yang disasar baja, karbon dan baterai.

"Satu perusahaan yang ingin investasi di Indonesia ini di luar kerangka kerja sama OBOR (One Belt One Road/Jalur Sutera dan Jalur Maritim Abad ke-21 yang digagas Tiongkok)," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan kepada Antara di Beijing, Sabtu (14/4) malam.

Minat investasi itu menyusul pertemuan pimpinan perusahaan asal Tiongkok tersebut dengan Luhut di sela-sela kunjungan resminya ke Beijing pada 12-14 April 2018.

Luhut mengatakan, perusahaan Tiongkok memiliki beberapa mitra bisnis di Indonesia, dan siap mengembangkan industri di Morowali, Sulawesi Tengah, dan Halmahera Utara, Maluku Utara. Di kedua wilayah Indonesia timur itu, akan mengembangkan industri baja dan karbon. Selain itu, industri lithium (baterai) untuk mobil listrik di Indonesia.

Menteri Perindustrian dan Perdagangan di era pemerintahan Abdurrahman Wahid itu mengungkapkan keinginan Tiongkok berinvestasi di Indonesia karena tertarik dengan kebijakan insentif pajak (tax holiday) yang nilainya di atas US$ 2,5 miliar.

Dalam kunjungannya ke Tiongkok tersebut, Luhut bertemu dengan Perdana Menteri Li Keqiang, Penasihat Pemerintahan sekaligus Menteri Luar Negeri Wang Yi, jajajaran pejabat Menteri Perdagangan, pimpinan Komisi Nasional untuk Pembangunan dan Reformasi (NDRC), pimpinan Bank Pembangunan Tiongkok dan kalangan pengusaha.

Luhut juga menyaksikan beberapa penandatanganan kontrak kerja sama bisnis antara perusahaan Indonesia dengan Tiongkok dan lembaga lainnya dalam kerangka kerja sama OBOR.

Jenderal purnawirawan TNI itu juga mendapatkan kepastian dari PM Li yang akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada 6-8 Mei 2018.

http://www.beritasatu.com/ekonomi/48...-rp-137-t.html

jajaki gan
kerjasama investasi......buruh dari china..
lalu kita dapet untung apa pak....cuman jadi tempat numpang berak doang..emoticon-Wakaka
Quote:


Apa buktinya ? Wong cuma jadi buruh tim pembangunan pabrik supaya cepat selesai & quality control. Izin kerja maximal 1 tahun. Bego aja perusahaan mau gaji operator dari negara lain yg mahal dari pada gaji buruh lokal yg murah. Dasar dungu emoticon-Big Grin

400 RIBU TKI di China hingkong Macau, usir aja balik ke indonesia

30 ribu TKA (china, jepang, korea) usir balik ke negaranya. Mantab tuh emoticon-Big Grin

emoticon-Traveller emoticon-Traveller
baterai, sangat strategis di masa datang
Quote:


kasian buruh kasar d mari makin trpuruk d negeri sendiri gan emoticon-Frown
Quote:


Di sulawesi aja, bangun rumah maunya pake kuli orang jawa yg terkenal rajin dan cepat kerja dan suka lembur. Orang asli sini malasnya minta ampun.

Kerja datang jam 9, jam 11 istirahat pulang makan katanya, eh gak balik2 lagi.

emoticon-Traveller