alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Melek Hukum /
URGENT !!! PENIPUAN DAN PENGGELAPAN, SAYA MEMOHON UNTUK BANTUAN PANDANGAN HUKUMNYA
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ad319789e74048f528b4567/urgent--penipuan-dan-penggelapan-saya-memohon-untuk-bantuan-pandangan-hukumnya

URGENT !!! PENIPUAN DAN PENGGELAPAN, SAYA MEMOHON UNTUK BANTUAN PANDANGAN HUKUMNYA

Selamat sore agan2 sekalian, saya newbie di forum ini dan punya masalah hukum dengan teman dekat saya.
Mohon agan2 sudi kiranya memberikan pandangan hukum terhadap masalah ini.

Pak Tarno (anggota TNI pangkat Letkol) sudah saya kenal bertahun-tahun dan kami adalah rekan kerja di suatu perusahaan. Suatu hari (Hari ke-1, 11 Maret 2018), Pak Tarno kenalkan anak ke saya, Kiki. Kiki mengaku punya proyek pengadaan barang-barang elektronik (AC, laptop, komputer, kamera, TV LCD, Iphone) di Aceh. Pak Tarno memperkenalkan dengan tujuan mendapat keuntungan dari proyek ini. Sebelum melangkah jauh, saya tanyakan pada Tarno,

Saya   : Pak, Kiki orangnya bisa dipercaya ? Bapak lebih kenal lama dengan Kiki kan ?
Tarno   : Rud, yang penting jangan kasih barang kalau belum dikasih cek/giro dan minta cek nya 2 lembar. Dan di tangan
saya ada sertifikat SHM milik Kiki. Kalau terjadi apa2 sertifikat ini kita pegang karena sudah dibuat surat kuasa
jual ke saya.
Saya   : Bapak sudah cek ke BPN sertifikat itu ? Mana tahu sudah dilapor hilang atau sengketa atau gimana Pak ?
Tarno : Disini ada akte jual beli dari pemilik rumah ke Kiki. Jadi mana mungkin dipalsukan.
Saya   : Ok Pak. Saya percaya bapak. Kemudian Pak, saya cuma ambil keuntungan 5% dari proyek ini karena Kiki adalah
keluarga bapak.
Tarno : Kok sikit kali ? Naikkan saja harganya dan bilang pada Kiki, keuntungan ini mau dibagi juga ke Pak Tarno bukan
satu orang tapi 2 orang.
Saya : Ok Pak. Saya sampaikan ke Kiki.
Kiki : Bukan masalah Mas. Naikkan saja harga jadi 10% supaya Pak Tarno dapat bagian juga.

Hari ke-2, saya menghubungi para distributor untuk mempersiapkan barang-barang elektronik tersebut dengan termin 7 hari. Sore harinya semua barang sudah terkumpul semuanya.
Hari ke-3, Kiki datang menjemput dan saya minta Kiki dibuat 2 lembar cek sesuai arahan Tarno. Pada menit itu juga saya telpon Pak Tarno bahwa Kiiki hendak mengambil semua barangnya dan sudah diberikan 2 lembar cek. Pak Tarno tidak berkomentar banyak, "Yang penting cek nya 2 lembar".
Hari ke-4, Pak Tarno dan saya janji bertemu. Saat itu Pak Tarno membawakan sertifikat SHM milik Kiki, akte jual beli tanah dan bangunan, surat kuasa dari Kiki ke Pak Tarno. Pak Tarno menunjukkan pada saya bahwa surat2 ini ada semua adalah asli tidak mungkin dipalsukan sambil menggesek jarinya ke stempel benang akte jual beli tersebut. Saya tanya kembali, "Bapak sudah cek ke BPN ? Mana tahu sudah dilapor hilang atau lainnya ?". Pak Tarno meyakin saya kembali, "Kamu lihat surat akte jual beli ini, stempel dan segel2 masih utuh, mana mungkin dipalsukan !". Dalam pikiran saya, Pak Tarno adalah orang hukum di oditurat TNI Pengadilan Tinggi, saya percaya dengan beliau.
Hari ke-6, Kiki sudah tidak bisa dihubungi baik telepon, SMS, WA milik dia. Saya lapor ke Pak Tarno dan Pak Tarno menyakin saya, "Kamu tidak amblas, tidak 'Loss' sama sekali, kan saya pegang surat tanah Kiki".
Hari ke-8, saya mengajak Pak Tarno untuk berkunjung ke alamat sertifikat SHM yang dikuasakan Kiki ke Pak Tarno.
Sesampai disana ternyata tuan rumahnya juga mengenal Kiki dan menyebutnya sebagai penipu karena sertifikat SHM miliknya telah digelapkan Kiki beberapa bulan yang lalu dan telah dilapor hilang ke BPN. Saya tanya ke Pak Tarno, "Apa langkah selanjutnya Pak ?". Pak Tarno menyuruh saya mencairkan 2 lembar cek yang diberikan Kiki.
Hari ke-9, saya mencairkan cek ke bank dan pihak bank menerbitkan Surat Keterangan Penolakan (SKP) dengan alasan SALDO TIDAK CUKUP. Saya lapor ke Pak Tarno.
Hari ke-10, saya minta pertanggung-jawaban Pak Tarno atas kerugian ratusan juta dan berhutang pada distributor-distributor. Pak Tarno menunjukkan sikap buang badan (tidak mau bertanggung jawab) dan berdalil bahwa saat penyerahan barang-barang itu, dia tidak berada pada saat itu.
Saya sudah melaporkan Pak Tarno ke POMDAM (Polisi Militer), mereka menduga Pak Tarno bersekongkol dengan Kiki. Dan Pak Tarno mengancam saya, "Kalau saya bisa membuktikan saya tidak bersekongkol dengan Kiki maka kamu akan saya lapor balik dengan tuduhan pencemaran nama baik saya". Saya bukan orang hukum, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan untuk menyelesaikan masalah ini.

Mohon agan2 memberikan bantuan pandangan hukumnya, saat ini saya dibawah tekanan dari para distributor atas hutang barang2 elektronik tersebut dan mengancam saya akan dilaporkan ke polisi.
Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan ribuan terima kasih atas bantuannya.
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Kejar kiki nya dulu gan, bukti cek kosong udah ada kan. Sementara itu hubungan agan dengan distributor adalah hubungan hukum perdata jadi tidak ada hubungannya ke ranah pidana. Yang belum jelas dari cerita agan, agan membeli barang2 dengan distributor itu atas nama agan sendiri apa di bawah perusahaan (PT) agan bekerja, hal ini utk menjelaskan yg berhutang itu agan atau PT agan.
Quote:


Sebelum terima atas waktu dan pendapatnya Gan.
Saya memesan barang tersebut atas nama pribadi karena saya yakin dan sudah kenal lama dengan Pak Tarno dan sebelumnya Pak Tarno telah meyakinkan saya dengan menunjukkan surat SHM milik Kiki (yang akhirnya ketahuan SHM abal-abal) yang bisa jadi jaminan bila terjadi sesuatu hal yang merugikan saya, itulah pandangan Pak Tarno kepada saya.
Dan akhirnya, Pak Tarno menunjukan sikap tidak bertanggung jawab atas semua ucapan dan kerugian materi yang saya alami dengan alasan dia hanya memperkenalkan Kiki kepada saya dan saat serah terima barang kepad Kiki, dia tidak ada di tempat.
Apakah Pak Tarno bisa dipidanakan dengan maksud, memperkenalkan, meyakinkan, menggerakkan seseorang untuk melakukan sesuatu dengan tujuan Pak Tarno untuk mendapatkan keuntungan dari proyek pengadaan barang Kiki tersebut ?
Quote:


Sebenarnya bisa saja gan, Pak Tarno itu bisa terjerat pidana dari pasal pembantu kejahatan bersama si Kiki, yg jelas agan harus kumpulkan dulu bukti2 mendukung pelanggaran pidana mereka, seperti cek kosong, surat kuasa menjual (terutama ini). Dari situ agan, buat LP ke pakpol. Hanya, permasalahan pidana agan ga melepas permasalahan perdata agan dengan distributor. Krn ane melihatnya itu suatu hubungan yg terpisah yg harus diselesaikan masing2.
Quote:


Ok Gan. Saya sekarang mulai jelas duduk masalah ini, thanks a lot sebelumnya Gan.


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di