alexa-tracking

Lembaga Pendidikan Harus Mampu Menyesuaikan Diri di Era Digital

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ad307f25a516374128b4576/lembaga-pendidikan-harus-mampu-menyesuaikan-diri-di-era-digital
Lembaga Pendidikan Harus Mampu Menyesuaikan Diri di Era Digital
Lembaga Pendidikan Harus Mampu Menyesuaikan Diri di Era Digital

JPP PURBALINGGA - Pesatnya perkembangan teknologi dan informasi turut berpengaruh terhadap perkembangan dunia industri. Oleh karenanya, lembaga pendidikan harus mempersiapkan diri sebaik mungkin agar dapat mengantisipasi dampak perubahan yang terjadi.

"Industri kita sudah berubah. Mau gak mau pendidikan kita juga harus berubah agar bisa tetap bertahan dan berkembang di era digital," kata Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) M. Hanif Dhakiri saat menjadi narasumber dalam Seminar Nasional Pra Muswil Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah di Pendopo Dipokusumo, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Sabtu (14/04/2018) .

Menurut Menaker, perubahan industri akan menyebabkan kebutuhan jenis-jenis pekerjaan pun berubah. Dengan adanya perubahan jenis pekerjaan tersebut, maka keterampilan yang dibutuhkan juga berubah.

"Kalau industri berubah, pekerjaannya berubah, keterampilannya juga berubah, tapi pendidikannya tidak berubah, maka akan ketinggalan," kata Menaker.

Secara umum, Menteri Hanif menjelaskan bahwa lembaga pendidikan harus memperhatikan 5K untuk menyiapkan output yang kompetitif di tengah perubahan industri tersebut.

Pertama, karakter. SDM kompetitif tidak hanya ditentukan dengan penguasaan keterampilan semata. Namun lebih dari itu, Menaker menekankan bahwa karakterlah pondasi utama bagi SDM Indonesia agar mampu bersaing dengan SDM negara-negara lain.

"Namun landasan utamanya tetap karakter. Sedangkan keterampilan dan sebagainya itu bisa diintervensikan," kata Menaker lebih lanjut menjelaskan.

Selanjutnya adalah keterampilan. Lembaga pendidikan harus menyesuaikan antara suplai dan permintaan, yakni pendidikan yang diselenggarakan sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

"Agar bisa terserap pasar kerja atau berwirausaha," lanjut Menaker menjelaskan.

Ketiga, kolaborasi. Menaker menilai bahwa daya saing bukan hanya persoalan persaingan satu sama lain. Namun juga bisa berkolaborasi atau bekerja sama membangun jejaring dengan berbagai pihak.

Keempat, kontribusi atau produktivitas."Jadi generasi masa depan ini harus dipersiapkan menjadi generasi produktif," ujarnya.

Terakhir, kreativitas atau inovasi. Untuk mengimbangi pesatnya perkembangan teknologi dan informasi, Menaker menilai lembaga pendidikan harus bisa mendorong siswanya menjadi kreatif dan inovatif.

Dengan sikap kreatif dan inovatif tersebut, Menaker menilai setiap orang akan tetap eksis di tengah berbagai perubahan yang ada.

"Karena, saat ini tenaga kerja tidak bisa hanya berbekal tenaga dan kemudian bekerja saja. Sekarang tenaga kerja itu harus berbasis pengetahuan, berbasis inovasi," paparnya.

Turut hadir dalam seminar ini Gubernur Jawa Tengah yang diwakili Asisten III Bidang Administrasi Sekda Provinsi Jawa Tengah Budi Wibowo, Bupati Purbalingga Tasdi, dan Forkopimda Kabupaten Purbalingga.(ker)


Sumber : https://jpp.go.id/teknologi/pendidik...di-era-digital

---

Kumpulan Berita Terkait TEKNOLOGI :

- Lembaga Pendidikan Harus Mampu Menyesuaikan Diri di Era Digital Kerja Sama dengan 101 Universitas, BTN Luncurkan Kredit Pendidikan Berplafon Rp 200 Juta

- Lembaga Pendidikan Harus Mampu Menyesuaikan Diri di Era Digital Sekjen Kemenag: Madrasah Kian Berkembang Cepat

- Lembaga Pendidikan Harus Mampu Menyesuaikan Diri di Era Digital UNESCO Diminta Dorong Pembangunan Budaya Masuk Pendidikan

×