alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Serangan AS dan babak baru konflik di Suriah
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ad303b412e2570b1f8b4568/serangan-as-dan-babak-baru-konflik-di-suriah

Serangan AS dan babak baru konflik di Suriah

Serangan AS dan babak baru konflik di Suriah
Sebuah gedung pusat riset ilmiah di Barzeh, Suriah, tampak hancur dihantam rudal yang diluncurkan Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis, pada 14 April 2018. Pemerintah Suriah menyatakan gedung itu digunakan untuk produksi obat-obatan, bukan bom kimia seperti yang dituduhkan.
Pada Sabtu (14/4/2018) subuh, sebanyak 150 rudal ditembakkan pasukan Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis ke tiga titik di bagian barat Suriah. Serangan tersebut membuka babak baru dalam peperangan di negara Timur Tengah yang diawali dengan perang saudara pada tahun 2011.

Serangan tersebut, seperti disampaikan Presiden AS Donald Trump dalam pidatonya, merupakan pembalasan untuk serangan senjata kimia yang dilakukan pasukan pemerintah Bashar al-Assad di Douma, sebuah kota di bagian barat Suriah, pada 7 April, yang menewaskan lebih dari 40 warga sipil.

"Tujuan aksi kami malam ini adalah untuk mencegah produksi, penyebaran, dan penggunaan senjata kimia," tegas Trump.

Titik pertama serangan tersebut, mengutip CBS News, adalah pusat riset dan pengembangan teknologi di Barzeh. Tiga gedung yang terletak di kompleks itu diduga digunakan sebagai lokasi pengembangan, produksi, dan uji coba teknologi senjata kimia dan biologi.

Pemerintah Suriah membantah dugaan tersebut dan menyatakan bahwa gedung itu memproduksi obat-obatan, bukan senjata kimia.

Tidak ada korban jiwa akibat hantaman rudal ke kompleks tersebut.

Dua sasaran lainnya adalah masing-masing sebuah gudang dan bungker di Him Shinshar, Homs, kota di bagian barat Suriah, yang diduga sebagai tempat penyimpanan senjata kimia.

"Ketiga fasilitas tersebut adalah komponen mendasar pada infrastruktur senjata kimia rezim (pemerintah Suriah)," kata Letnan Jenderal Kenneth F. McKenzie, direktur Staf Gabungan Pentagon, dikutip The New York Times, usai penyerangan.

"Kami yakin dengan menyerang Barzeh, kami telah menghantam jantung program persenjataan kimia Suriah."

Walau demikian, pemerintah Suriah, dikutip Reuters, mengklaim bahwa rudal-rudal yang mengarah ke Homs berhasil dialihkan sehingga meleset dari sasaran. Menurut mereka, tiga warga dilaporkan cedera akibat rudal tersebut.

Usai serangan, Kementerian Luar Negeri Suriah mengeluarkan pernyataan yang menegaskan bahwa serangan militer tersebut "tidak akan memengaruhi determinasi dan hasrat masyarakat Suriah dan angkatan bersenjata untuk terus memburu sisa-sisa ... terorisme dan melindungi kedaulatan Suriah."

Dunia pun terpecah serangan yang dipimpin AS tersebut. Inggris dan Prancis jelas mendukung dengan partisipasi aktif mereka. Kemudian ada juga dukungan dari Arab Saudi, Israel, dan Turki.

Sementara itu dukungan utama untuk Presiden Bashar al-Assad datang dari Rusia dan Iran.

Ada pengamat yang memperkirakan serangan itu bisa memicu terjadinya Perang Dunia III, walau ada juga yang menyatakan kemungkinan tersebut terlalu dibesar-besarkan.

Hal pasti, serangan militer tersebut menimbulkan perdebatan hebat dalam sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).

Rusia, Tiongkok, dan Bolivia meminta agar PBB mengeluarkan resolusi yang mengecam serangan terhadap Suriah oleh AS dan sekutunya itu. Namun resolusi tersebut ditolak oleh delapan anggota DK PBB lainnya.

Duta Besar Rusia untuk PBB, Vasily A. Nebenzia, menyatakan tiga negara Barat itu telah menyerang sebuah negara berdaulat yang berada pada posisi terdepan dalam pemberantasan terorisme di dunia.

"Amerika Serikat dan sekutunya terus menunjukkan pengabaian mereka terhadap hukum internasional secara terang-terangan," ujar Nebenzia.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengimbau agar semua pihak menahan diri.

"Saya mendesak semua negara anggota (DK PBB, red.) untuk menahan diri dalam situasi berbahaya ini dan untuk menghindari aksi-aksi yang bisa memperuncing masalah dan memperparah penderitaan masyarakat Suriah," kata Guterres.

Secara prinsip Guterres menyatakan ia mengutuk penggunaan senjata kimia dan mengecam kegagalan DK PBB dalam menyelesaikan konflik di negara Timur Tengah itu, yang disebutnya sebagai "ancaman paling serius terhadap perdamaian dan keamanan internasional saat ini."
Rakyat Suriah makin sengsara
Serangan AS dan sekutunya ini berpotensi untuk memperpanjang konflik yang terjadi di negara tersebut sejak tahun 2011.

Apa yang berawal dari protes rakyat setempat terhadap merebaknya korupsi, pengekangan terhadap kebebasan, dan tingginya tingkat pengangguran pada masa pemerintahan Presiden Bashar al-Assad, yang diutarakan dalam unjuk rasa "Arab Spring" pada Maret 2011, lalu memburuk menjadi perang saudara.

Bashar al-Assad menyebut para demonstran tersebut sebagai "teroris yang didukung kekuatan asing" dan menggunakan kekuatan militer untuk memerangi "para pemberontak".

Situasi menjadi semakin kompleks dan kacau karena kemudian banyak negara yang ikut campur dalam konflik di Suriah karena memiliki kepentingan masing-masing. Kekacauan itu juga yang kemudian menyuburkan perkembangan kelompok ekstrem ISIS.

Korban terbesar dari konflik yang panjang ini, tentu saja, adalah rakyat jelata. Mereka semakin sengsara.

Menurut data Syrian Observatory for Human Rights (h/t BBC), hingga Maret 2018 peperangan di negara tersebut tercatat menewaskan 353.900 orang, termasuk 106.000 warga sipil.

Angka itu belum termasuk sekitar 100.000 kematian yang tak terdokumentasikan dan lebih dari 59.000 orang yang hilang.

Selain korban tewas, sebanyak 6,1 juta warga kehilangan tempat tinggal mereka, sementara 5,6 juta lainnya memilih untuk mengungsi ke luar dari Suriah, negara yang dihuni 22 juta rakyat sebelum peperangan berlangsung.
Serangan AS dan babak baru konflik di Suriah


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...flik-di-suriah

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Serangan AS dan babak baru konflik di Suriah Masyarakat tak ingin calon tunggal di Pilpres 2019

- Serangan AS dan babak baru konflik di Suriah Peringkat utang naik, Indonesia makin dipercaya dunia

- Serangan AS dan babak baru konflik di Suriah Perusahaan BUMN menjadi tersangka korupsi

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
pertamax emoticon-Kaskus Lovers

baca dari berita hanya geleng-geleng kepala, ada yang salah dengan turki
erdogan mengatakan benjamin netanyahu teroris dan kemudian bersekutu dengan israel
apakah ini berarti turki menjalankan taktik politik ganda seperti amerika

arab saudi malah sekutu dengan israel

apakah suriah akan menjadi irak ke-2
dengan rumor pembuatan nuklir dan langsung serang
setelah hancur, tempat pembuatan nuklir tidak pernah ada

perang dunia ke-3??
emoticon-Shutup


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di