alexa-tracking

5 Kebiasaan Buruk yang Bisa Buat Anda Terjebak Utang

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ad2e981d675d402478b4581/5-kebiasaan-buruk-yang-bisa-buat-anda-terjebak-utang
5 Kebiasaan Buruk yang Bisa Buat Anda Terjebak Utang
5 Kebiasaan Buruk yang Bisa Buat Anda Terjebak Utang

Merasa terlalu boros dan konsumtif belakangan ini? Hati-hati, Anda bisa terjebak utang! Apalagi jika Anda tidak punya perencanaan finansial yang mumpuni. Jangan pernah anggap sepele utang. Sebab, meski jumlahnya kecil kalau dilakukan berkali-kali lama-lama akan menumpuk.

Beralihnya gaya berbelanja dari toko konvensional ke merchant online sedikit banyak juga turut memengaruhi pola konsumtif sebagian besar orang saat ini. Belum lagi, aneka strategi marketing dari merchant online yang semakin agresif membujuk orang untuk belanja lebih, mulai dari promo kartu kredit yang besar, program cicilan 0%, fasilitas cicilan tanpa kartu kredit, beli 1 gratis 1, promo cashback, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Tidak mau, kan, hidup tidak tenang dan dibayang-bayangi utang? Apabila Anda termasuk yang punya 5 kebiasaan buruk berikut ini, sebaiknya segera hentikan dan perbaiki dari sekarang.

1. Tidak mengontrol penggunaan kartu kredit

Saat ini, kartu kredit sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Tidak hanya satu, sebagian orang bahkan punya lebih dari 1 atau 2 kartu kredit sekaligus. Sebenarnya, kartu kredit bisa jadi teman kalau Anda bijak menggunakannya, dan juga bisa jadi lawan kalau Anda tidak mampu mengendalikan diri. Berbagai promo dan fasilitas yang diberikan kartu kredit juga terbilang menguntungkan.

Namun, sebaiknya, kartu kredit digunakan untuk hal-hal yang sifatnya mendesak dan urgensinya tinggi saja, bukan diniatkan untuk keperluan konsumtif. Kalau sedikit-sedikit gesek, mau makan gesek, mau belanja gesek, mau ngopi gesek, tanpa sadar  tahu-tahu jumlah tagihan plus bunganya sudah membengkak. Akhirnya, penghasilan bulan depan habis untuk bayar utang kartu kredit. Kalau Anda hanya bayar batas minimalnya saja, akhirnya utang terakumulasi dan makin menumpuk di bulan berikutnya.

Bagi Anda yang saat ini belum punya namun berniat apply kartu kredit, sebaiknya tunda dulu sebelum merasa kondisi keuangan benar-benar stabil. Kalau memang ingin sekali beli barang dengan cicilan, solusinya Anda bisa andalkan fasilitas cicilan tanpa kartu kredit seperti Kredivo yang tidak memerlukan DP.

Opsi pembayarannya di Kredivo beragam, mulai dari bayar tunai dalam 30 hari, hingga cicilan. Jika Anda memilih bayar tunai dalam 30 hari, maka ketika belanja, Anda bisa belanja ini itu sekarang dan bayar nanti secara tunai dalam 30 hari setelah transaksi dilakukan. Pilihan bayar tunai dalam 30 hari bebas bunga alias 0%. Sedangkan jika Anda memilih cicilan, terdapat beberapa pilihan tenor yaitu 3, 6, dan 12 bulan. Bunganya pun rendah hanya 2,95% per bulan. Cara kerja Kredivo hampir mirip dengan kartu kredit. Bedanya, jika kartu kredit membebankan biaya admnistrasi bulanan atau tahunan dan biaya tambahan lain, Kredivo sama sekali tidak. Selain bunga, Anda hanya perlu bayar biaya keterlambatan sebesar 3% jika telat bayar cicilan.

2. Impulsif saat berbelanja

Apa yang terlintas di benak Anda saat lihat promo beli 1 gratis 1? Atau promo belanja minimum Rp 200 ribu, gratis voucher Rp 50 ribu yang harus dipakai di hari yang sama saat belanja? Tentu tidak ada habisnya. Inilah salah satu strategi dari merchant yang membuat konsumen berbelanja lagi dan lagi.

Sebagian orang juga ada yang senang membeli barang-barang yang sebenarnya tidak atau belum tentu dibutuhkan. “Asal ada” atau “siapa tahu nanti butuh”, biasanya menjadi tameng di balik fenomena ini. Apakah Anda termasuk salah satunya?

Jika ya, Anda perlu mengurangi atau bahkan menghentikan kebiasaan ini. Berbelanjalah sesuai kebutuhan dan sesuai daftar perencanaan bulanan agar hidup lebih teratur dan pengeluaran menjadi tepat sasaran. Cheating satu dua kali mungkin tidak begitu menjadi masalah, namun kalau terlalu sering dan dianggap wajar, bisa-bisa belum juga tanggal tua Anda sudah harus makan mie instan setiap hari.

3. Tidak punya dan sering melanggar anggaran pengeluaran

Sudahkah Anda menyusun anggaran pemasukan dan pengeluaran per bulannya? Kalau sudah, jangan langgar anggaran yang telah Anda susun. Apalagi sampai besar pasak daripada tiang. Sekali melanggar, nantinya Anda akan ketagihan dan melakukannya sering-sering. Kalau sudah begitu, Anda sendiri yang akan susah karena pengeluaran akan jadi berantakan dan tidak tepat sasaran.

Kalau belum, maka mulailah dari sekarang. Mencatat jumlah pemasukan dan menyusun pos-pos pengeluaran tentu akan membantu menghindari Anda dari gaya hidup konsumtif yang berujung utang. Anda bisa menerapkan formula 50-30-20 dalam rencana keuangan Anda tiap bulannya. 50% merupakan bagian anggaran untuk kebutuhan hidup dasar yang meliputi biaya sehari-hari seperti makan, sewa tempat tinggal, ongkos, transportasi, listrik, air dan sebagainya. 30% merupakan bagian anggaran untuk hiburan, dan pengembangan diri seperti hangout, traveling, atau kursus. 20% merupakan bagian anggaran untuk kebutuhan investasi seperti tabungan, asuransi, dan juga cicilan.

4. Berlebihan dalam menggunakan media sosial

Makan di tempat mewah, update, liburan ke luar negeri, update, beli barang bermerek, update, kurang lebih begitulah fenomena pengguna media sosial saat ini. Meski tidak semua pengguna bersikap demikian, tak dapat dipungkiri kalau media sosial juga turut berpengaruh besar dalam mendukung gaya hidup konsumtif. Tak jarang tuntutan “pembuktian kelas” dan pergaulan membuat orang rela melakukan apa saja demi sebuah postingan bagus di media sosial, termasuk berutang.

Jika dengan bermain media sosial membuat Anda merasa perlu tampil “wah” dari Anda yang biasanya, Anda sebaiknya berhati-hati dan mulai mengendalikan diri. Anda juga harus memahami kemampuan finansial dan kelas Anda sendiri. Jangan sampai memaksakan kehendak demi “pamer” di media sosial. Sebab pada akhirnya, kalau Anda sampai terjebak utang demi gaya hidup, bukan followers Anda yang menanggung bebannya, melainkan Anda sendiri.

5. Sering kredit barang atau ajukan pinjaman dengan bunga yang besar

Kadang-kadang, saat dalam kondisi sangat mendesak atau sangat menginginkan sesuatu, kita jarang berpikir panjang untuk ambil kredit barang atau ajukan pinjaman. Setelah bayar angsuran pertama, baru sadar bahwa angsuran dan bunganya sangat mencekik. Pernah mengalami kondisi tersebut? Jika pernah, jangan ulangi lagi di kemudian hari.

Sebelum memutuskan kredit barang, Anda harus tahu persis detail suku bunga hingga aneka biaya tambahan yang harus dibayar per bulannya beserta angsuran. Carilah fasilitas kredit yang memberikan bunga rendah. Kalau hobi belanja online, Anda bisa coba Kredivo. Lebih dari 150 merchant online ternama di Indonesia sudah bermitra dengan Kredivo, seperti Tokopedia, Lazada, Bukalapak, JD.id, Shopee, dan Blibli. Anda bisa download aplikasi Kredivo di Google Play Store atau App Store.

Persyaratan daftarnya juga mudah dan tanpa jaminan apa pun. Anda hanya perlu berpenghasilan minimum Rp 3 juta per bulan, berusia minimum 18 tahun, serta berdomisili di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Palembang atau Medan. (*)


Sumber : http://www.tribunnews.com/bisnis/201...terjebak-utang

---

Baca Juga :

- Posisi Utang Indonesia Masih Aman

- Biar Gampang Cari Barang Diskonan, Lazada Kenalkan Fitur Shake Shake

- Peringatan Agar Sejarah Krisis Finansial Tak Terulang

×