alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Tribunnews.com /
Dewan Pers: Materi Khutbah Bukan Bahan Penulisan Berita
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ad2a48e5c779876498b4571/dewan-pers-materi-khutbah-bukan-bahan-penulisan-berita

Dewan Pers: Materi Khutbah Bukan Bahan Penulisan Berita

Dewan Pers: Materi Khutbah Bukan Bahan Penulisan Berita

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Dewan Pers, Jimmy Silalahi, mengingatkan insan pers supaya menghindari menjadikan materi khotbah sebagai bahan penulisan berita.

Menurut dia, materi khotbah merupakan ranah privat yang berisi pesan rohani, hubungan antara manusia dengan Tuhan.

"Kami dari dewan pers tak menganjurkan apa disampaikan sebagai isi khotbah langsung dihadirkan menjadi berita oleh teman-teman pers. Apapun yang terjadi, kita harus menghormati substansi sebuah kotbah, sebuah ceramah keagamaan," tutur Jimmy dalam diskusi bertema "Peran Media Dalam Melawan Hoaks, Ujaran Kebencian dan SARA" di Sentul Bogor, Jawa Barat, Sabtu (14/4/2018).

Dia menjelaskan, insan pers harus memastikan apakah bahan berita yang didapat layak dibuat menjadi produk jurnalistik. Dia menegaskan, aturan-aturan seperti verifikasi, keberimbangan, dan prinsip 5W dan 1H diperhatikan.

"Yang namanya isi khotbah, tidak pernah ada unsur 5W dan 1H, karena itu kan sepihak, dari pengkhotbah, penceramah atau rohaniawan, makanya kami dari dewan pers tidak pernah mengajurkan isi khotbah bulat-bulat dijadikan berita," kata dia.

Selain itu, kata dia, diperlukan cek dan ricek terhadap bahan berita. Hal ini, karena hanya satu orang saja yang menyampaikan materi khotbah tersebut. Sementara kalau berita tidak hanya menyangkut satu orang, tetapi juga menyangkut hal atau orang lain, maka kewajiban mengecek, mengkonfirmasi dan verifikasi dari pihak lain.

"Yang namanya khotbah adalah penyampaian secara khusus dalam frame hubungan antara manusia dan Tuhan. Hal tersebut sensitif. Ini dinamakan butuh kebijaksanaan teman-teman wartawan. Kalau namanya khotbah, sebaiknya bijaksanalah teman-teman pers, jangan langsung dijadikan berita," kata dia.

Dia menyarankan materi khotbah hanya dijadikan background penulisan. Setelah pengkhotbah selesai menyampaikan materi khotbah, dia melanjutkan, awak media dapat meminta keterangan lebih lanjut. Selain itu, ditambahkan keterangan dari narasumber yang lain sebagai pembanding atau pelengkap.

Meskipun khotbah yang disampaikan berisi materi keagamaan dan disampaikan di depan publik, namun, dia menegaskan keagamaan sudah pasti bersifat privat walaupun disampaikan di tempat terbuka. Sebab ada media atau alat pengeras suara yang membuat materi khotbah itu terdengar ke mana-mana.

"Itu baru namanya berita. Kalau anda bulat-bulat mengutip isi khotbah, anda yang salah jadinya. Sekali lagi, pers itu tetap pers," tambahnya.

Sebelumnya, terjadi polemik terkait tausiah Amien Rais, Ketua Penasihat Persaudaraan Alumni 212 di acara Gerakan Indonesia Salat Subuh berjemaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (13/4/2018).

Mantan ketua MPR RI tersebut mengelompokkan partai politik di Indonesia menjadi dua, yaitu partai politik yang membela agama dan partai politik yang anti Tuhan atau partai setan.

Hadir juga dalam diskusi tersebut, Anggota Dewan Pers Jimmy Silalahi, Kabag Publikasi Sosialisasi Informasi KPU, Robby Leo, Komisioner Korbid Pengawasan Isi Siaran KPI, Hardly Stefano, Sekretaris Ditjen Aplikasi dan Informatika Kominfo, Maria F Barata dan Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Usep Hasan Sadikin.


Sumber : http://www.tribunnews.com/nasional/2...nulisan-berita

---

Baca Juga :

- Konglomerasi Media Mengancam Kebebasan Pers

- Alasan AHY Incar Suara Millenial di Pilpres 2019

- Soal Penangkapan Wartawan di Medan, Tim Advokasi Pers Mundur Sebagai Kuasa Hukum Lindung

Urutan Terlama


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di