alexa-tracking

Impian kemakmuran di balik Padi dan Kapas

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ad2096714088def538b4570/impian-kemakmuran-di-balik-padi-dan-kapas
Impian kemakmuran di balik Padi dan Kapas
Impian kemakmuran di balik Padi dan Kapas
Petani merontokan biji tanaman padi hasil panen di Kerjo, Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (21/3/2018). Padi dan Kapas adalah lambang yang paling banyak digunakan pemerintah daerah.
Dengan bekal duit Rp4 juta hasil jual ternak babi, Nikolaus Newa dan Fransiska Enga nekat pergi ke Jakarta. Pasangan asal Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu berangkat ke ibu kota karena dirundung penyakit. Perut Fransiska, kena infeksi hingga sulit buang air sampai perutnya membesar.

Jakarta menjadi tujuan karena, rumah sakit di kampung halamannya peralatan medis tak memadai. Mereka ke ibu kota ingin dibuatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan dirawat di Jakarta.

Naas, uang bekal mereka habis, sehingga terpaksa tidur di jalanan. Petugas Dinas Sosial DKI Jakarta menemukan pasangan ini di sekitar Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Kepala Seksi Data dan Informasi Dinas Sosial DKI Jakarta Miftahul Huda menyatakan, segera berkoordinasi dengan petugas Kementerian Sosial agar sepasang suami istri itu mendapatkan perawatan kesehatan. "Rencananya mereka akan dirujuk ke rumah sakit rujukan nasional," kata Huda, Sabtu (14/4/2018).

NTT, provinsi asal Nikolaus dan Fransiska, dikenal sebagai salah satu provinsi termiskin di Indonesia. Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTT, Maritje Pattiwaellapia, porsi penduduk miskin di NTT tahun ini mencapai 21,38 persen alias 1.134.740 orang. Peringkat ini di belakang Papua (27,76 persen) dan Papua Barat (23,12 persen).

Kemiskinan masih menjerat kuat di sebagian masyarakat Indonesia. Walau sudah merdeka 72 tahun, ihwal kebutuhan dasar seperti akses kesehatan masih menjadi masalah.

Cita-cita kemakmuran yang dituangkan dalam Pancasila, masih jauh hinggap dalam impian. Selama ini, alih-alih mewujudkan, pemerintah-pemerintah daerah justru gemar memajang Pancasila dalam lambang daerah mereka.

Lima sila ini banyak dijajarkan dalam lambang daerah mereka. Sesuai pasal 48 ayat 2 Undang undang nomor 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, 5 sila diringkas dalam 5 lambang.

Sila ketuhanan, dilambangkan dengan perisai bintang. Sila kemanusiaan, diwakili rantai. Lambang Pohon Beringin menjadi gambaran sila persatuan. Sila kerakyatan digambarkan dengan lambang kepala Banteng. Sedangkan sila keadilan sosial dilambangkan dengan Padi dan Kapas.

Menurut pendataan tim Lokadata, lambang padi dan kapas menjadi lambang favorit identitas daerah. Dari 34 provinsi, ada 23 di antaranya yang memasang logo ini dalam identitas mereka.

Nah, NTT adalah salah satu provinsi yang paling lengkap unsur yang mereka pasang dalam identitas daerah mereka. Dari 5 lambang yang mewakili 5 sila Pancasila, NTT memungut 3 lambang; bintang, pohon beringin, serta padi dan kapas. Padi dan kapas diartikan keadilan dan kemakmuran.

Provinsi lain yang memungut 3 lambang adalah Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Bali dan Gorontalo
Impian kemakmuran di balik Padi dan Kapas

Di beberapa daerah, simbol padi disandingkan dengan tanaman lain. Seperti kopi (Bengkulu), lada (Bangka Belitung), cengkeh dan pala (Sulawesi Utara), sagu (Maluku). Tanaman tersebut melambangkan kekayaan alam hasil dari daerah tersebut.

Selain simbol Pancasila, mayoritas juga menggunakan perisai atau golok yang memiliki nama berbeda di tiap daerah. Perisai diasosiasikan dengan makna perlindungan, keberanian dan ketahanan.

Sedangkan bentuk lambang yang paling populer yakni segi lima terbalik dengan lengkungan di bawah. Sebanyak 17 provinsi menggunakan lambang ini.

Anehnya, tak ada daerah yang menggunakan lambang Kepala Banteng sebagai identitas mereka. Bisa jadi, ini juga turut menggambarkan keengganan pemerintah daerah menggunakan nilai-nilai kerakyatan dalam mengelola daerah.

Sedangkan urusan warna, hijau menjadi idola. Warna ini dipadukan dengan kuning dan putih. Hijau adalah warna dominan dari padi dan kapas serta lambang bintang yang bermakna ketuhanan dan keagamaan. Bintang adalah simbol Pancasila terpopuler kedua.
Impian kemakmuran di balik Padi dan Kapas

Lambang-lambang ini bisa hanya jadi pajangan jika tak diejawantahkan ke dalam kerja.

Bahkan pemekaran daerah yang sudah dilakukan sejak 1999 dengan menambah 8 provinsi baru, tak sesuai harapan. Kementerian Dalam Negeri malah berniat menggabungkan kembali daerah-daerah yang terlanjur mekar.

Agustus tahun lalu, Direktur Jenderal Otonomi Daerah, Kementerian Dalam Negeri, Sumarsono menyatakan 67 persen daerah hasil pemekaran, ternyata tak sesuai harapan.

Sumarsono menyebut, hanya 33 persen daerah pemekaran yang memenuhi harapan dalam menjalankan fungsi sebagai daerah baru. "Itu hasil evaluasi. Pemekaran itu kan tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Sumarsono, di kantornya, Jakarta, Kamis (24/8) seperti dikutip dari JPNN.com.

Merujuk pada data yang lain, dalam Pilkada Serentak kali ini, angka kemiskinan di 30 daerah naik. Paling banyak ada di NTT.

NTT adalah provinsi dengan yang mengangkat isu kemiskinan sebagai dagangan pada Pilkada Serentak ini. Para petahana di NTT, maju untuk mempertahankan kursi mereka dengan isu kemiskinan. Padahal, di bawah kerja mereka, angka kemiskinan masih saja tinggi.
Display only on mobile var divElement = document.getElementById('viz1523620666511'); var vizElement = divElement.getElementsByTagName('object')[0]; vizElement.style.width='320px';vizElement.style.height='527px'; var scriptElement = document.createElement('script'); scriptElement.src = 'https://public.tableau.com/javascripts/api/viz_v1.js'; vizElement.parentNode.insertBefore(scriptElement, vizElement); var divElement = document.getElementById('viz1523620730975'); var vizElement = divElement.getElementsByTagName('object')[0]; vizElement.style.width='650px';vizElement.style.height='527px'; var scriptElement = document.createElement('script'); scriptElement.src = 'https://public.tableau.com/javascripts/api/viz_v1.js'; vizElement.parentNode.insertBefore(scriptElement, vizElement);
Bisa jadi, imajinasi kemakmuran yang dilambangkan dalam identitas daerah, memang dipasang sangat jauh dari bayangan. Agar kita lama sampai ke sana. Agar selalu ada yang bisa diimpikan, dan selalu ada yang bisa dijajakan dalam setiap pemilihan.
Impian kemakmuran di balik Padi dan Kapas


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...padi-dan-kapas

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Impian kemakmuran di balik Padi dan Kapas Mendikbud berkelit lantaran soal UN terlalu sulit

- Impian kemakmuran di balik Padi dan Kapas Kala sekawanan singa tewas di taman nasional Uganda

- Impian kemakmuran di balik Padi dan Kapas Mengingat gerakan menolak reklamasi Teluk benoa dari kapal Greenpeace

×