alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Romahurmuziy Blak-blakan soal Dalang di Balik "Obor Rakyat" untuk Serang Jokowi
1.92 stars - based on 13 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ad206231854f709078b4567/romahurmuziy-blak-blakan-soal-dalang-di-balik-quotobor-rakyatquot-untuk-serang-jokowi

Romahurmuziy Blak-blakan soal Dalang di Balik "Obor Rakyat" untuk Serang Jokowi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan ( PPP) Romahurmuziy mengungkapkan asal muasal label komunis dan anti-Islam yang saat ini disematkan kepada Presiden Joko Widodo oleh lawan politiknya. Romi, sapaannya, mengungkapkan dua label tersebut bermula sejak masa kampanye Pilpres 2014.

Saat itu, Romi yang masih menjadi Sekjen PPP menjabat Wakil Ketua Bidang Strategi Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Saat itu, PPP masuk dalam Koalisi Merah Putih yang mengusung Prabowo-Hatta. "Saya katakan dan saya tegaskan bahwa urusan prokomunis itu adalah betul-betul sebuah fitnah dan hoaks. Mengapa? Karena ketika Pak Jokowi diusung jadi Wali Kota Solo dua periode, tidak pernah ada isu demikian," kata Romi dalam pidato pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama PPP di Hotel Patra, Semarang, Jumat (13/4/2018). "Bahkan partai yang sama juga mengusung Pak Jokowi pada Pilgub 2012, tidak muncul isu demikian. Mengapa demikian pada tahun 2014 posisinya berhadapan tiba-tiba muncul isu komunis. Itu artinya ini adalah rekayasa," kata Romi lagi. Baca juga : Terdakwa Kasus Obor Rakyat: Kami Tidak Menyerang Pak Jokowi secara Pribadi Romi melanjutkan, saat berkunjung ke Palu, dia ditanyai oleh salah seorang ulama di sana ihwal kemunculan label komunis dan anti-islam kepada Jokowi. "Termasuk dua hari yang lalu kami bertemu dengan Habib Saggaf, Ketua Ulama Ormas Al Khairat, berpusat di Indonesia Timur. (Habib Saggaf tanya) 'Dek ngana (kamu) adalah orang yang berada di jantung pemenangan waktu itu," ujar Romi menirukan ucapan Habib Saggaf Ia pun mengungkapkan saat itu di tim pemenangan Prabowo-Hatta terdapat banyak faksi, mulai dari yang resmi maupun tidak.

Kala itu, lanjut Romi, ada yang menyampaikan pikiran-pikiran produktif dan ada pula yang menyampaikan pikiran-pikiran provokatif untuk memenangkan Prabowo-Hatta. "Di antara pemikiran provokatif yang muncul pada saat itu adalah bahwa Pak Jokowi adalah anak seorang tionghoa yang bernama Oey Hong Liong, dan dia adalah aktivis PKI. Itu dibuat, dibukukan, dibakukan ke dalam satu tabloid yang bernama Obor Rakyat," ungkap Romi.

Baca juga : Sasar Pondok Pesantren, Dua Terdakwa Obor Rakyat Andalkan Google

Namun, Romi menyatakan mereka yang membuat Obor Rakyat bukan bagian dari tim pemenangan dan relawan resmi. Romi menyebut mereka sekadar pendukung Prabowo-Hatta. Romi juga mengaku diminta untuk mengedit Tabloid Obor Rakyat edisi pertama. Saat membaca kontennya, Romi mengaku langsung menolak sebab berisikan fitnah. "Saya mengatakan ini fitnah. Kalau nanti Prabowo enggak menang kita bakal dapat masalah. Kalau menang bisa jadi dengan kekuasaan bisa ditutup hukumnya. Tetapi kalau kalah bisa cilaka kita. Maka saya enggak mau melakukan koreksi," ujar Romi. Sehari sebelum pemungutan suara, Warga Kabupaten Jember, Jawa Timur, mendapat kiriman tabloid Obor Rakyat, Selasa (8/7/2014).(KOMPAS.com/ Ahmad Winarno) Ia melanjutkan saat itu tabloid tersebut diproduksi sebanyak 1 juta eksemplar dan disebarkan ke 28.000 pondok pesantren serta 724.000 masjid di Pulau Jawa. Romi bahkan mengetahui lokasi pencetakan tabloid tersebut namun enggan mengungkapkannya. Ia pun kembali menegaskan isi tabloid tersebut merupakan fitnah dan propaganda untuk menyerang Jokowi. "Saya berada di jantung pertarungan itu dan saya baru kali ini cerita. Kenapa? Karena hari ini pertarungan politik sangat tidak sehat. Dan sudah sangat mengganggu keutuhan kita sebagai bangsa. Karena yang seperti ini harus kita luruskan," papar Romi. "Masyarakat kita di bawah tidak tahu bahwa itu semua palsu karena melihat itu dibungkus melalui tabloid yang sangat rapi. Cetakannya bagus. Saya pun tahu dimana tabloid itu dicetak. Dimana dikirimkannya. Tetapi itulah yang terjadi pada pemilu 2014 yang lalu," lanjut dia. Dua terdakwa dalam kasus ini, yakni Setiyardi Budiono dan Darmawan Sepriyossa, akhirnya divonis 8 bulan penjara. Setiyardi merupakan Pemimpin Redaksi Tabloid Obor Rakyat, sedangkan Darmawan adalah redaktur tabloid tersebut. Mereka dianggap melakukan pencemaran nama baik dan penghinaan terhadap Joko Widodo melalui tabloid Obor Rakyat. Tabloid Obor Rakyat memuat pemberitaan yang dianggap fitnah terkait isu SARA yang menyerang Jokowi pada Pemilu 2014 lalu. Tabloid ini disebarkan secara masif di beberapa pesantren di Pulau Jawa.


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Romahurmuziy Blak-blakan soal Dalang di Balik "Obor Rakyat" untuk Serang Jokowi", 

[url]https://nasional.kompas.com/read/2018/04/13/19403021/romahurmuziy-blak-blakan-soal-dalang-di-balik-obor-rakyat-untuk-serang?page=all
[/url]
Penulis : Rakhmat Nur Hakim
Editor : Sabrina Asril
https://nasional.kompas.com/read/2018/04/13/19403021/romahurmuziy-blak-blakan-soal-dalang-di-balik-obor-rakyat-untuk-serang?page=all
Romahurmuziy Blak-blakan soal Dalang di Balik "Obor Rakyat" untuk Serang Jokowi

skrng da tau kan sapa kubu kuda sapi yg doyan tebar hoax tipu tipu pitnah ?
Diubah oleh lovelykei
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
sip, wis ceto bro...partai ngendi sing seneng gawe kericuhan
Sekarang yang bilang kitab suci adalah fiksi dibela sama mereka yang dulunya teriak2 anti bla bla bla

Dengan adanya pandangan bahwa semua kitab suci adalah fiksi, berarti menghidupkan pemahaman tanpa agama

Aneh tapi nyata yang terjadi di sekitar kita
nasbung sapi kuda fpi hti emoticon-Embarrassment
Kutu loncat

Di sini ngomongin sana


Di sana nanti ngomongin sini



Siap2 aja

emoticon-Leh Uga
Mulai saling serang secara terang2an
ya semoga warga indonesia lebih bijak adanya hal seperti ini
nah lohh
Lirick
Ujung aspal pondok gede .......
satu persatu sahabat pergi fan tak pernah krmbali
Diubah oleh lutfa.04
Diatas ada yg kesurupan. emoticon-Big Grin
#2019 Mau Jadi Presiden harus nikah
Pemrednya skrng jadi komisaris ya
emoticon-Leh Uga
sakjane koe ki kepengen opo to Romahurmuziy??

pengen didadekno kutu loncat opo wereng ???

kok seneng banget dadi penjilat....
ini si romy lg ngomongin diri sendiri apa ya

bukan tuh obor ada yg ditaro di antam :goyang


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di