alexa-tracking

Datangi KPK, Warga Sentul City Laporkan Dugaan Korupsi Air di Pemda Bogor

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ad1fedba09a391c628b4567/datangi-kpk-warga-sentul-city-laporkan-dugaan-korupsi-air-di-pemda-bogor
Datangi KPK, Warga Sentul City Laporkan Dugaan Korupsi Air di Pemda Bogor
Komite Warga Sentul City (KWSC) mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi di Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (13/4/2018). Mereka berkonsultasi untuk membuat pelaporan terkait dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan air di perumahan Sentul City.
Baca juga : Komnas HAM Minta PT. Sentul City Hormati Proses Hukum
Kuasa hukum KWSC Gita Purba menjelaskan, kedatangan mereka kemarin sementara hanya dalam proses audiensi untuk berkonsultasi dengan penyidik KPK. Beberapa poin yang dibicarakan adalah tentang sistem penyelenggaraan air bersih untuk warga, yang diduga dilanggar oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.
“Intinya pada pihak KPK menerima dan menganggap memang ada potensi korupsi pada jual beli air antara PDAM, Pemda Bogor dan, PT. Sentul City,” kata dia saat ditemui setelah melakukan audiensi.
Baca juga : Konflik Berlanjut, Pengembang Putus Pasokan Air Sebagian Warga Sentul City
Dikatakan, KWSC telah memaparkan semua masalah yang ada dalam pengelolaan air bersih di daerah itu. Mulai dari kontrak antara izin pengelolaan air yang diberikan kepada PT. Sukaputra Graha Cemerlang (anak perusahaan pengembang PT. Sentul City), izin Sistem Penyelenggaraan Air Minum (SPAM) dari Bupati Bogor, hingga pencurian air bersih di Sungai Cibimbin.
KPK, ujar Purba, hanya meminta pihaknya untuk lebih melengkapi alat bukti. Gita mengaku sudah menyiapkan apa yang diminta KPK. Ia bahkan mengklaim telah memiliki alat bukti baru yang mempermudah kerja KPK jika memang nanti menangani kasus tersebut.
Baca juga : Pengaruhi Aparat Hukum, Jurus PT Sentul City Tbk Menjegal Aspirasi Warga?
“KPK sih melihatnya, yang penting ini masih dalam lingkup besar masalah air. Yang penting semua bukti dilengkapi,” ujar Gita.
Gita memastikan, pihaknya serius dalam menindaklanjuti usulan KPK dan dalam waktu dekat, akan datang lagi ke komisi anti rasuah itu.
Konflik air di Sentul City sudah terjadi setidaknya sejak 2004. Di jalur hukum, konflik ini sudah sampai ke tingkat kasasi di Mahkamah Agung. Warga merasa hak-haknya untuk memperoleh air bersih terancam karena pengelola air menjadikan sebagai alat saudara. PT. SGC menggabungkan tarif tagihan air dengan Biaya Pemeliharaan dan Pengelolaan Lingkungan (BPPL). Warga sendiri mempermasalahkan iuran BPPL karena tidak ada koordinasi bersama. Selain itu, PT. Sentul City tidak pernah menyerahkan Prasarana, Sarana, dan Utilitas ke Pemda Bogor.
“Setiap tahun iuran BPPL naik. Mereka secara sepihak menentukan tarif. Tidak pernah dibicarakan dengan warga,” ujar Fendi Simanjuntak, salah seorang warga Sentul City.
Ia mengatakan, jika ada salah satu dari dua iuran tersebut tidak dibayarkan, maka perusahaan akan memutus distribusi air ke rumah warga. Hingga saat ini, puluhan warga sudah tidak memiliki saluran air, sehingga terpaksa meminta air kepada tetangga. Ratusan lainnya sudah dikirim surat peringatan akan diputus saluran airnya.
“Padahal kami selalu bayar air. Tapi karena tidak bayar BPPL, itu dihitung tunggakan air,” ucap Fendi.

Sumber: www.law-justice.co
×