alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Mengingat gerakan menolak reklamasi reluk benoa dari kapal Greenpeace
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ad190751ee5dfb7208b4577/mengingat-gerakan-menolak-reklamasi-reluk-benoa-dari-kapal-greenpeace

Mengingat gerakan menolak reklamasi reluk benoa dari kapal Greenpeace

Mengingat gerakan menolak reklamasi reluk benoa dari kapal Greenpeace
Kapal Rainbow Warrior milik Greenpeace bersandar di Pelabuhan Benoa, Bali, Jumat (13/4/2018).
Kapal legendaris Greenpeace, Rainbow Warrior, singgah di Pelabuhan Benoa, Bali. Kedatangan Rainbow Warrior mengusung tema Jelajah Harmoni Nusantara.

Kepala Greenpeace Indonesia Leonard Simanjuntak mengatakan tujuan kehadiran Rainbow Warrior di Bali adalah untuk mendukung penolakan reklamasi Teluk Benoa."Ini ajang menyatukan energi. Penolakan reklamasi Teluk Benoa merupakan salah satu gerakan sosial paling kuat di Indonesia," katanya, Jumat (13/4/2018).

Gerakan Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi (ForBALI) telah berjuang selama lima tahun. Bagi Leonard, komitmen tersebut menjadi fondasi gerakan penolakan reklamasi Teluk Benoa untuk terus tumbuh. "Ada solidaritas yang kuat dan meluas," ujarnya.

Meski begitu, lanjut Leonard, kemajuan gerakan tersebut tidak lepas dari berbagai tantangan. Lima tahun gerakan perjuangan bukan hal mudah untuk merawat tenaga dan kesabaran. "Ada daya tahan yang dibangun dari kemampuan menentukan arah strateginya," katanya.

Ini bukan persinggahan pertama Rainbow Warrior di Bali. Mereka pernah bersandar di pelabuhan yang sama pada Mei 2013, saat gerakan penolakan reklamasi Teluk Benoa berawal.

Tuntutan utama lima tahun lalu adalah mendesak Gubernur Bali Made Mangku Pastika mencabut SK 2138/02-C/HK/2012 tentang Izin dan Hak Pemanfaatan, Pengembangan dan Pengelolaan Wilayah Perairan Teluk Benoa. Pada Agustus 2013, sang gubernur pun mencabut SK 2138/02-C/HK/2012.

Namun Pastika justru menerbitkan SK 1727/01-B/HK/2013 tentang Izin Studi Kelayakan Rencana Pemanfaatan, Pengembangan dan Pengelolaan Wilayah Perairan Teluk Benoa. Ia juga mendorong kajian kelayakan dijadikan bagian meneruskan usaha reklamasi.

Saat ini perjuangan penolakan reklamasi Teluk Benoa berlanjut dengan menuntut Presiden Joko Widodo membatalkan Peraturan Presiden Nomor 51 tahun 2014. Itu merupakan perpres warisan dari presiden terdahulu, Susilo Bambang Yudhoyono.

Inti dari peraturan presiden itu adalah mengubah kawasan konservasi perairan Teluk Benoa menjadi pemanfaatan umum dan diizinkan reklamasi seluas 700 hektare."Kami ForBALI bersyukur bisa berjumpa Rainbow Warrior di tempat yang sama," kata Koordinator ForBALI I Wayan Gendo Suardana.

Gendo mengenang kedatangan kapal Greenpeace pada lima tahun lalu. Saat itu gerakan penolakan reklamasi belum membesar. Gendo bersama beberapa orang anggota Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Bali di dalam kapal itu mendiskusikan tentang penolakan rencana reklamasi.
Mengingat gerakan menolak reklamasi reluk benoa dari kapal Greenpeace
Para aktivis ForBali dan ForBANYUWANGI berfoto bersama Greenpeace di geladak kapal Rainbow Warrior di Pelabuhan Benoa, Bali, Jumat (13/4/2018).
"Kedatangan kapal hari ini kita melihat kondisi teluk yang sama dan masyarakat Bali masih berjuang. Teluk Benoa saat ini masih terselamatkan," katanya.

Kehadiran Greenpeace bersama Rainbow Warrior tetap menghadirkan kampanye penyelamatan lingkungan. Greenpeace menyoroti pembangunan di Bali yang menimbulkan banyak persoalan lingkungan hidup sehingga menjadi perhatian masyarakat dunia.

Selain menolak rencana reklamasi Teluk Benoa, Greenpeace mengkampanyekan penggunaan energi terbarukan dan pengelolaan sampah plastik. Greenpeace saat ini fokus mengkritik rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Celukan Bawang di Kabupaten Buleleng, Bali.

Greenpeace bersama masyarakat pun telah mengajukan gugatan agar rencana proyek PLTU tersebut segera dibatalkan."Kalau lingkungan tidak diselamatkan, manusia tak bisa hidup sejahtera dan yang didapat hanya bencana," kata Juru kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Hindun Mulaika.

Ia menjelaskan PLTU batubara menjadi penyebab salah satu kerusakan iklim. Maka PLTU batubara telah ditinggalkan banyak negara dan beralih ke energi terbarukan seperti tenaga surya.

Adapun ihwal sampah plastik bagi Greenpeace tidak hanya cukup pembersihan dan melakukan daur ulang. Perlu kesadaran masyarakat untuk mengubah pola penggunaan plastik. "Sampah plastik mencemari lingkungan dan laut adalah bukti kegagalan sistem, wujud dari produksi-konsumsi", kata Juru kampanye Kelautan Greenpeace Indonesia, Arifsyah Nasution.

Kehadiran Rainbow Warrior di Bali ini menjadi pelecut semangat bagi para pegiat lingkungan lokal. Selain dari Bali, hadir juga perwakilan aktivis dari Forum Rakyat Banyuwangi (ForBANYUWANGI) yang bersama Greenpeace menyuarakan semangat perlawanan menolak tambang emas di Tumpang Pitu, Banyuwangi, Jawa Timur.

Greenpeace, organisasi nirlaba yang memperjuangkan dan mendorong pelestarian lingkungan hidup, kebetulan bukan cuma singgah di Bali hingga 16 April nanti. Pada 12 Maret lalu, Rainbow Warrior singgah di Pelabuhan Pelindo, Manokwari, Papua Barat.

Ini adalah kunjungan ketiga Rainbow Warrior di perairan Papua setelah 2006 dan 2013.
Mengingat gerakan menolak reklamasi reluk benoa dari kapal Greenpeace


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...pal-greenpeace

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Mengingat gerakan menolak reklamasi reluk benoa dari kapal Greenpeace Bank lokal mulai gelontorkan kredit pendidikan pascasarjana

- Mengingat gerakan menolak reklamasi reluk benoa dari kapal Greenpeace Sikap ganda dan keberatan Setya Novanto dalam pleidoinya

- Mengingat gerakan menolak reklamasi reluk benoa dari kapal Greenpeace Kesaksian Zuckerberg, Prabowo segajah, hingga rompi oranye Zumi Zola

Urutan Terlama


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di