alexa-tracking

Filosofi di Balik Ornamen Hitam Putih di Kedai Kopi Kibordis Powerslaves

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ad15fbc1ee5df78198b4569/filosofi-di-balik-ornamen-hitam-putih-di-kedai-kopi-kibordis-powerslaves
Filosofi di Balik Ornamen Hitam Putih di Kedai Kopi Kibordis Powerslaves
Filosofi di Balik Ornamen Hitam Putih di Kedai Kopi Kibordis Powerslaves

TRIBUNNEWS.COM - Kibordis band rock lawas Powerslaves Wiwiex Soedarno rupanya memiliki passion lain selain musik. Apa itu? Kopi!

Passion ini ia wujudkan lewat sebuah kedai kopi yang secararesmi dibuka dengan nama Rumah Kopi 2 Banjarnegara pada Jumat (13/4/2018) di Banjarnegara, Jawa Tengah. 

Grand opening kedai kopi ini dilengkapi dengan sesi ’Ngopi Bareng Powerslaves’ pada pukul 19.00 WIB.

Awal mulanya passion Wiwiex tersebut muncul, sekitar tahun 2011. Wiwiex diajak minum kopi di sebuah kedai kopi yang berlokasi di Bintaro oleh rekannya di Powerslaves, Anwar Fatahillah.

Sejak itu, dia belajar menikmati minum kopi dan selalu mencari kopi khas suatu daerah ketika menggelar konser bersama Powerslaves di berbagai pulau di Indonesia.

Wiwiex juga membeli alat-alat peracik kopi. Kemudian belajar meraciknya di sebuah museum kopi, dari teman-temannya yang sudah lebih dulu membuka kedai kopi, dan dari internet.

Layaknya di dunia musik, Wiwiex mulai mengubah hobi menjadi pekerjaan.

Setelah sekian tahun mempelajari seluk-beluk kopi, Wiwiex kemudian menggandeng rekannya, Darwies, yang lebih berpengalaman di dunia kopi untuk membuka kedai kopi pertamanya, Rumah Kopi Banjarnegara, pada 2016.

Di kedai kopinya, Wiwiex menegaskan, kopi yang tersaji dibuat secara profesional.

"Saya hanya bisa meracik kopi sekadarnya. Buat sendiri aja. Untuk di kedai, ada barista khusus yang benar-benar menguasai bagaimana meracik kopi," kata Wiwiex.

Keberhasilan membuka kedai kopi pertama, membuat Wiwiex terpantik untuk membuka yang kedua.

Dia bahkan bermimpi untuk membuka kedai-kedai kopi lainnya di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Jakarta.

"Saya menjalani bisnis kopi ini mencoba berangkat dari daerah dan berharap nanti bisa membuka kedai kopi lainnya di berbagai provinsi dan ekspansi ke Jakarta. Namanya bermimpi, pengen mimpi setinggi langit. Saya mencoba bikin piramida terbalik. Dari kota kecil ke kota besar. Siapa tahu berhasil," lanjutnya.

"Ketika saya menggeluti bisnis kuliner, saya juga punya pandangan kopi ini sangat dibutuhkan karena merupakan bahan pokok. Bukan sekadar tren. Dan saya menikmati bisnis ini karena tidak memakan waktu terlalu banyak buat saya. Membuka lapangan kerja buat orang lain juga salah satu tujuan saya," ujar Wiwiex.

Rumah Kopi 2 Banjarnegara pun dibuka secara resmi pada 13 April 2018. Lokasinya, di Jl. Dipayuda 2A Banjarnegara atau di tengah kota Banjarnegara yang mudah dijangkau dengan semua kendaraan termasuk berjalan kaki.

Filosofi di Balik Ornamen Hitam Putih di Kedai Kopi Kibordis Powerslaves
Ornamen hitam putih menghiasi interior Rumah Kopi 2 besutan band rock lawas Powerslaves Wiwiex Soedarno.Ornamen hitam putih yang menghiasi interior kedai, yang dilengkapi live musik akustik setiap hari, membuat suasana semakin nyaman dan ngopi kita semakin nikmat. Entah itu sambil bekerja, rapat atau sekadar ngobrol-ngobrol.

"Dalam kehidupan itu ada hitam dan putih, keduanya akan selalu bersama. Andai hitam dan putih itu kita jadikan satu, itu seperti kopi. Enak dan nikmat," Wiwiex menjelaskan filosofi di balik tema hitam putih yang menghiasi kedai kopinya.

Seperti halnya Rumah Kopi pertama. Di kedai kedua ini Wiwiex masih mengusung tema lokal dengan menyediakan kopi organik khas Banjarnegara.

Untuk jenis Arabica proses fullwash ada kopi Kalibening, Balun, Wanayasa, Kasmaran dan Babadan. Sedangkan jenis Robustanya ada kopi Pesangkalan, Tlaga, dan juga Kalibening.

"Saya mau mengeksplorasi kopi Banjarnegara. Kopi Banjarnegara punya kualitas yang tidak kalah dibandingkan kopi dari daerah-daerah seperti Toraja, Gayo, Kintamani, dan kopi-kopi lainnya," kata Wiwiex lagi. 

Kopi Kalibening sendiri berkategori premium. Kopi ini tumbuh di ketinggian 1200-1300 meter di atas permukaan laut.Tapi jangan khawatir.

Meski dilabeli 'kelas pertama', untuk secangkir kopi Kalibenening, pelanggan cukup mengeluarkan uang sebesar Rp15 ribu.

Untuk menambah cita rasa ngopi, Rumah Kopi 2 juga dilengkapi dengan jajanan khas daerah Banjarnegara seperti mendoan dan ketela.


Sumber : http://www.tribunnews.com/seleb/2018...is-powerslaves

---

Baca Juga :

- Duh, Pelaksanaan UNBK Hari ke-2 di 196 Sekolah di Jateng Bermasalah, Siswa Ujian Hingga Tengah Malam

- Menghilang Lebih dari Seminggu, Jasad Casro Ditemukan Mengapung di Sumur Jalatunda

- Kawah Sileri di Dieng Kembali Meletus, Masyarakat Dilarang Mendekati Lokasi