alexa-tracking

Sikap ganda dan keberatan Setya Novanto dalam pleidoinya

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ad147551a997508148b4573/sikap-ganda-dan-keberatan-setya-novanto-dalam-pleidoinya
Sikap ganda dan keberatan Setya Novanto dalam pleidoinya
Sikap ganda dan keberatan Setya Novanto dalam pleidoinya
Terdakwa kasus korupsi pengadaan KTP elektronik Setya Novanto membaca nota pembelaan pada sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (13/4/2018).
Sekitar dua pekan sebelum agenda vonis (29/4/2018), terdakwa kasus korupsi pengadaan KTP elektronik Setya Novanto membaca nota pembelaan alias pleidoi dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (13/4).

Menurut kuasa hukumnya, Maqdir Ismail, naskah pleidoi dibuat langsung oleh Novanto. Sementara ketebalannya disebut mencapai sekitar 500 halaman (h/t Tirto).

Novanto dituntut jaksa penuntut umum (JPU) 16 tahun penjara dan denda sebesar Rp1 miliar subsider enam bulan kurungan, Kamis (29/3). JPU juga meminta kepada hakim agar memerintahkan Novanto mengembalikan uang $7,3 juta AS dikurangi Rp5 miliar yang sudah dikembalikan lebih awal serta mencabut hak politik eks ketua umum Partai Golkar ini selama lima tahun setelah menjalani hukuman.

Namun dalam nota pembelaannya, Novanto meminta hak politiknya tak dicabut. Diberitakan Antaranews, bekas ketua DPR RI ini mengatakan sudah menjalani 20 tahun karier politik dari bawah hingga puncak. Lantas selama pemeriksaan dan persidangan, dirinya bersikap kooperatif agar proses hukum bisa berjalan lancar.

Mencabut hak politik dianggap Novanto merampas kapasitasnya sebagai pencari nafkah keluarga. Selain seorang istri, Novanto mengungkapkan punya empat orang anak --salah satunya masih berusia 12 tahun.

Novanto juga mengklaim punya tanggungan anak-anak tidak mampu di Yayasan Pesantren Al-Hidayah di Sukabumi dan di Yayasan Yatim Mulia Nurbuwah di Sawangan, Depok --seluruhnya di Jawa Barat.

Novanto juga meminta hakim untuk mencabut pemblokiran seluruh aset, tabungan, giro, kendaraan, dan properti atas nama dirinya serta istri dan empat anaknya. "...karena berdasarkan fakta persidangan tidak ada kaitan langsung dengan perkara ini," katanya.

Saat menyinggung keluarganya itu, Novanto pun terisak dan menangis. Bahkan saat berusaha menahan tangis, Novanto terbatuk sehingga Ketua Majelis Hakim Yanto menawarkan apakah sang terdakwa ingin minum.

Selain menyinggung hak politiknya, Novanto mengakui bahwa ada pembagian uang dalam proyek KTP elektronik tersebut. Namun seperti ditulis Kompas.com, Novanto menolak untuk bertanggung jawab.

Penolakan Novanto dilatari kesepakatan pembagian uang antara mantan dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Irman, pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong, dan Ketua Komisi II DPR pada saat kasus berlangsung Burhanudin Napitupulu.

Irman sudah divonis tujuh tahun penjara dan Andi mendapat vonis delapan tahun penjara. Sedangkan Burhanudin meninggal akibat serangan jantung ketika tengah bermain golf pada 21 Maret 2010.

"Kesepakatan Andi Agustinus dengan Burhanudin Napitupulu adalah di luar tanggung jawab saya. Kesepakatan itu dilakukan sebelum Agustinus memperkenalkan saya dengan Irman di Hotel Gran Melia, Kuningan," ujar Novanto dalam CNNIndonesia.com.

Uniknya, meski menolak bertanggung jawab serta mengklaim tak pernah mengintervensi pengadaan proyek E-KTP, Novanto tetap menyesal telah terlibat dalam mega korupsi ini. Seperti dimuat Sindonews, Novanto mengaku khilaf dan memohon maaf.

Dalam nota pembelaan itu, Novanto juga kembali membeberkan para anggota DPR ketika itu yang kecipratan uang proyek E-KTP. Selain nama-nama yang pernah diungkapkan dalam persidangan terdahulu seperti Puan Maharani dan Pramono Anung, dua kader PDIP serta kini menjadi menteri dalam Kabinet Kerja rezim Joko Widodo, Novanto menyebutkan nama baru.

Salah satu nama yang disebut adalah anggota Fraksi Partai Golkar Agun Gunandjar Sudarsa. Agun disebut menerima uang sebesar $1 juta AS dari Andi Narogong. Adapun "kurirnya" adalah keponakan Novanto, Irvanto Hendra Pambudi, yang juga sempat diperiksa KPK pada 21 Maret lalu.

"Pada pokoknya, pihak yang akan berikan fee pada anggota DPR guna memperlancar persetujuan adalah Andi Narogong," katanya.

Karena latar itu semua, Novanto menilai tuntutan JPU selama 16 tahun penjara adalah berlebihan. Apalagi JPU menyatakan Novanto tak pernah menerima uang secara fisik, kecuali hanya sebagai beneficial owner atau pemilik paket uang sebenarnya.

Jadi, menurut Novanto, tuntutan hukuman kepada dirinya seharusnya sama dengan durasi tuntutan hukuman penjara untuk Andi Mallarangeng --eks menteri pemuda dan olahraga-- selama 10 tahun penjara dalam kasus korupsi pembangunan pusdiklat olahraga nasional pada Juni 2014.

"Apabila jaksa berkesimpulan bahwa tidak menjadi soal apakah secara fisik uang tersebut diterima oleh saya atau tidak, maka seharusnya tuntutan kepada saya tidak jauh berbeda," pungkas Novanto.
Sikap ganda dan keberatan Setya Novanto dalam pleidoinya


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...lam-pleidoinya

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Sikap ganda dan keberatan Setya Novanto dalam pleidoinya Kesaksian Zuckerberg, Prabowo segajah, hingga rompi oranye Zumi Zola

- Sikap ganda dan keberatan Setya Novanto dalam pleidoinya Hampir sepertiga calon pemilih pilkada pengguna media sosial

- Sikap ganda dan keberatan Setya Novanto dalam pleidoinya Perubahan konsumsi memaksa mal berubah