alexa-tracking

Gatot Nurmantyo-Tommy Winata Sahabat Sejati

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ad1402550741089158b4567/gatot-nurmantyo-tommy-winata-sahabat-sejati
Gatot Nurmantyo-Tommy Winata Sahabat Sejati
Gatot Nurmantyo-Tommy Winata Sahabat Sejati
MINGGU, 1 APRIL 2018
Gatot Nurmantyo-Tommy Winata Sahabat Sejati

KETIKA tengah menceritakan riwayat hidupnya sejak lulus Akademi Militer di Magelang, Jawa Tengah, pada 1982, Gatot Nurmantyo tanpa sungkan mengungkap sahabat paling dekat dalam hidupnya yang 58 tahun: Tomy Winata. "Persahabatan saya dengan dia melebihi yang lain," katanya di kantor Tempo pada Selasa pekan lalu.

Keduanya dipertemukan Edi Sudrajat. Saat itu, Gatot baru enam bulan lulus dari Magelang dan ia menjadi ajudan Edi, yang ketika itu menjabat Panglima Komando Daerah Militer III Siliwangi. Edi membawa seorang anak muda Tionghoa, yang diperkenalkan sebagai orang yang tengah merintis usaha, kepada Gatot.
  
Dialah Tomy Winata. Usianya 25 tahun ketika itu. Ke mana-mana naik sepeda motor, Tomy berjualan bahan bangunan dan mengerjakan pelbagai proyek tentara. "Ini Tomy, saya akan didik," ujar Edi, yang meninggal pada 2006, seperti dituturkan Gatot. Edi terkesan pada Tomy yang konsisten membela teman.


Di awal menjadi ajudan, Gatot mengira ia hanya menemani ke mana Edi pergi. Sekali waktu, Edi melihat ada tumpukan kertas di meja kerjanya. Edi bertanya apa kertas-kertas itu. Gatot menjawab tak tahu. Edi membentak sembari melempar kertas-kertas itu. "Ajudan macam apa kamu?" katanya.


Kali lain, Edi melempar tumpukan koran di meja rumahnya. Dari dua kejadian itu, Gatot paham, ia harus membaca semua surat untuk Edi dan menyortirnya, surat mana saja yang penting dan tak penting. Ia harus membaca koran dan membuatkan resume berita yang harus diketahui dan dibaca Edi.


Gatot mengakui Edi sebagai salah satu orang yang paling berpengaruh dalam hidupnya. Ketika dites kewaspadaan, Gatot sudah siap. Edi tiba-tiba masuk ke kamar tidurnya menodongkan pistol. Gatot tidur dengan pistol tergeletak di meja kamar berjarak serengkuhan. "Bagaimana bisa melindungi saya kalau caranya seperti ini?" ujar Edi.


"Di sini ada senjata otomatis, Pak," kata Gatot, tetap berbaring, seraya membuka piamanya. Di sana, tangan kanannya memegang popor sebuah senapan serbu. Edi tersenyum melihat cara ajudannya itu.


Tomy Winata, sementara itu, punya bisnis kian moncer. Ketika Edi menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat, pada 1988, Tomy membeli saham Bank Propelat. Semula, bank ini hanya dimiliki Yayasan Kartika Eka Paksi, yang berada di bawah TNI Angkatan Darat. Bank inilah yang menjadi cikal-bakal Bank Artha Graha, lini utama bisnis Tomy.


Beberapa bulan setelah mengakuisisi Bank Propelat, Tomy mengambil alih saham PT Jakarta International Development, yang mengelola Hotel Borobudur. Untuk transaksi ini, Tomy kembali berkolaborasi dengan Yayasan Kartika Eka Paksi. Empat tahun kemudian, kolaborasi keduanya berekspansi dengan membeli sebuah lahan di kawasan Jalan Jenderal Sudirman.


Tomy mengubahnya menjadi Sudirman Central Business District, kawasan perniagaan elite di Jakarta hari ini. Riset Ernst & Young, seperti dikutip Human Rights Watch, menaksir nilai aset kawasan tersebut beserta pengembangannya saat dibeli mencapai US$ 3 juta ketika itu. Belakangan, kolaborasi Yayasan Kartika Eka Paksi dan Tomy merambah ke berbagai lini bisnis lain, seperti kehutanan, konstruksi, perumahan, pabrik, jasa, dan pertambangan.


Dalam sebuah wawancara dengan Tempo pada 1999, Tomy mengakui bisnisnya banyak ditopang tentara. Namun ia mengatakan kerja sama tersebut dilakukan secara resmi dan lewat tender. Tomy mengaku sudah berbisnis dengan TNI Angkatan Darat sejak 1970-an. "Dengan Yayasan Kartika Eka Paksi baru pada 1985," ujarnya.


Persinggungan Gatot dengan Tomy terjadi saat Bank Artha Graha hendak mengakuisisi Bank Arta Prima. Pada 1997, Tomy membeli 35 ribu lembar saham bank itu dengan harga Rp 1 per lembar. Setelah diakuisisi Tomy, bank itu berubah nama menjadi Bank Artha Pratama. Menurut Gatot, dia banyak terlibat dalam proses merger karena saat itu menjabat Komisaris Utama Bank Artha Graha. "Sehingga saya tahu seluk-beluknya," kata Gatot.


Gatot mengatakan sama sekali tidak risi membuka persahabatan dengan Tomy, pengusaha Tionghoa yang acap dihubungkan dengan bisnis gelap di Jakarta. Tomy bahkan selalu dikaitkan dengan "Naga Sembilan", kelompok pengusaha Tionghoa yang menguasai bisnis gelap di Indonesia. "Saya tidak pernah menengadahkan tangan kepada dia," ujarnya.


Kedekatan Gatot dengan Tomy dibenarkan Desmond Junaidi Mahesa, pengacara Tomy yang kini menjadi politikus Partai Gerindra. "Mereka berdua memang dekat sejak dulu," tutur Wakil Ketua Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat ini. Karena kedekatan itulah, kata Desmond, Tomy acap mengundang Gatot ke acara perusahaannya.


Pada 10 Juni 2017, Tomy mengundang Gatot melepasliarkan seekor anak harimau bernama Mulli di Tambling Wildlife Nature Conservation di Pesisir Barat, Lampung. Tambling adalah hutan konservasi yang dimiliki dan dikembangkan Tomy. "Kehadiran Pak Gatot di sana sebagai kawan saya," ujar Tomy kepada Tempo pada Kamis pekan lalu.


Tak ayal, persahabatan ini menimbulkan spekulasi bahwa Tomy salah satu penopang finansial Gatot dalam pemilihan presiden nanti. Itu pula sebabnya Mayor Jenderal Kivlan Zen menyebutkan Gatot punya logistik yang lebih banyak daripada Jenderal Prabowo Subianto.


Apalagi, kepada sejumlah orang dekatnya, Tomy pernah mengatakan bersedia membantu Gatot dengan cara apa saja jika mantan Panglima TNI ini menjadi calon presiden. Tomy tak menjawab ketika dimintai konfirmasi soal janjinya ini.


Gatot mengatakan belum mendengar secara langsung Tomy Winata berjanji membantunya jika ia menjadi calon presiden, apalagi sampai ada rumor Tomy siap menjual rumahnya. "Saya tahu siapa dia," ujarnya. "Orang paling konsisten dalam berteman."


Wayan Agus Purnomo (Sumber: MAJALAH TEMPO-LAPORAN UTAMA MINGGU, 1 APRIL 2018)
https://majalah.tempo.co/konten/2018...nggungan/06/47
http://redaksiindonesia.com/read/gat...at-sejati.html



Kivlan Zen Sebut Gatot Nurmantyo Banyak Uang, Terbongkar Ini Bisnisnya
13/04/2018



Gatot Nurmantyo-Tommy Winata Sahabat Sejati

Radarkontra – Beberapa memes/grafis mencoba membongkar bisnis mantan panglima TNI Gatot Nurmantyo setelah terungkapnya hubungan dekat Gatot dengan salah seorang pengusaha 9 naga Tomy Winata. Mayjen (Purn) Kivlan Zen pun tak segan-segan menyebutkan bahwa mantan panglima TNI tersebut banyak uang dan lebih kaya dari Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

Dalam memes tersebut disebutkan bahwa Gatot Nurmantyo terlibat dalam pengadaan Tank dari Eropa jenis M113 yang salah satu unitnya tenggelam di sungai Bogowonto  Purworejo, Jawa Tengah pada 10 Maret 2018 yang menyebabkan dua orang meninggal.

htps://www.instagram.com/p/BFrPRaSvhBx
  • tank M113 memiliki kemampuan amfibi dan mobilitas yang baik.
  • M113 ialah kendaraan angkut personel beroda rantai dan berlapis baja yang paling sering digunakan oleh Angkatan Darat Amerika di Perang Vietnam.
  • M113 dijuluki ‘Naga Hijau’ oleh Viet Cong karena sering digunakan untuk mendobrak kumpulan semak belukar dan pepohonan serta menyerbu posisi musuh, tetapi julukan paling tersohor darinya ialah APC dan ACAV (armored cavalry assault vehicle) oleh pasukan sekutu.
  • Pengembangan APC M113 dimulai pada tahun 1956.


Disebutkan bahwa Tank M113 yang tahun dibeli oleh TNI Angkatan Darat disebutkan dibeli melalui seorang perempuan bernama Krisna Srikandi, yang menurut empunya grafis bahwa Krisna inilah yang menjadi kepanjangan tangan Tomy Winata untuk mengatur bisnis dengan Panglima TNI saat itu.

Gatot Nurmantyo-Tommy Winata Sahabat Sejati

Disebutkan semua proyek yang ditangani oleh Krisna pasti mendapatkan lampu hijau dari Gatot. Disebut-sebut PT. Indo Certes menjadi pelaku tunggal dalam banyak pengadaan dan aliran dana diperoleh dari akun rekening tanpa nama di Bank Artha Graha.

Sementara itu 11 Unit Helikopter Karga didatangkan oleh PT. Indo Certes dari sumber yang tidak dikenal dan diduga helikopter tersebut adalah ilegal alias selundupan.


Di tahun 2016 Krisna Srikandi melalui Indo Certes disebutkan memenangkan proyek TNI untuk pengadaan senjata api type SIG 516 dan ternyata beberapa pucuk senjata api tersebut dinyatakan hilang. Panglima TNI Gatot Nurmantyo terkesan menutup-nutupi kejadian tersebut dan mengambil alih pengusutan. Oleh empunya grafis lagi-lagi disebutkan bahwa senpi tersebut diperuntukkan untuk bodyguard Tomy Winata.


Bahkan manuver Gatot Nurmantyo tidak berhenti hingga disitu, bahkan dalam sidang Komisi I DPR RI tanpa sungkan-sungkan Gatot meminta DPR dapat menekan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu agar mengegolkan proyek pengadaan alutsista lainnya. 


“Mudah-mudahan dengan ini Komisi I bisa menekan menteri pertahanan bu (Megawati), agar Sukhoi 35 dan kapal class kilo bisa terwujud bersama-sama angkatan udara dan angkatan laut,” kata Jenderal Gatot Nurmantyo dalam acara pembekalan yang dihadiri Komisi I DPR di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (21/7/2017) lalu seperti dikutip dari detikcom.
https://radarkontra.com/kivlan-zen-s...ini-bisnisnya/


Gatot Nurmantyo Bicara Kedekatan dengan Tomy Winata

Senin, 2 April 2018 08:06 WIB


Gatot Nurmantyo-Tommy Winata Sahabat Sejati


Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. TEMPO/Fajar Januarta


JAKARTA - Jenderal Gatot Nurmantyo blak-blakan mengungkapkan hubungan dekatnya dengan pengusaha sekaligus pemilik Grup Artha Graha, Tomy Winata. Mantan Panglima TNI itu bahkan tidak peduli dengan orang-orang yang mencibir kedekatannya dengan pengusaha kelahiran Pontianak, Kalimantan Barat, 58 tahun lalu, tersebut.

"Orang bilang, 'Wah, Pak Gatot dekat sama TW'. Memang iya. Saya tidak pernah malu karena saya tahu benar komitmen dia," kata Gatot saat mengunjungi kantor Tempo, Selasa, 27 Maret 2018.


Baca: Disebut Lebih Kaya dari Prabowo, Gatot Nurmantyo: Itu Doa


Gatot memaparkan seperti apa hubungan mereka. "Yang jelas, saya pun tidak pernah berutang sama dia, saya tidak pernah menengadahkan tangan sama dia," kata Gatot.

Ia pun mengungkapkan kedekatannya dengan Tomy ketika Bank Artha Graha ingin mengakuisisi Bank Arta Prima pada 1997. Bank tersebut kemudian berubah nama menjadi Bank Pratama. Gatot saat itu menjadi Sekretaris Komisaris Bank Artha Graha. "Sehingga saya tahu seluk-beluknya," ujarnya. "Saya-lah yang membuat aktivasinya sampai detik-detik terakhir itu dikimpoikan."


Baca: Jalan Kontroversial Jenderal Gatot


Kedekatan dengan Gatot pun diamini Tomy. Dia menceritakan mengundang Gatot melepas seekor anak harimau di Tambling Wildlife Nature Conservation di Pesisir Barat, Lampung. "Kehadiran Pak Gatot di sana sebagai kawan saya," kata Tomy, seperti dimuat dalam majalah Tempo edisi 2-8 April 2018.


Baca: Ada Edi Sudradjat Antara Gatot Nurmantyo dan Tomy Winata


Kedekatan inilah yang menimbulkan spekulasi bahwa Tomy bakal menjadi salah satu penopang dana jika Gatot berniat maju dalam pemilihan presiden 2019. Gatot menyebut tak mengetahui spekulasi tersebut. "Saya tidak tahu itu bicara seperti itu," kata Gatot Nurmantyo. "Tapi saya yakin, persahabatan saya dengan dia melebihi yang lain."

https://nasional.tempo.co/read/10753...an-tomy-winata

-----------------------

Biasalah tyerjadi dalam sistem politik yang mendewakan Demokrasi seperti di AS, negeri Barat dan kini di Indonesia, bahwa setap ada tokoh yang akan maju sebagai pemimpin negeri itu, akan ditelanjangi habis-habisan oleh media semua aib diri tokoh ybs pada masa lalunya dulu.

emoticon-Wowemoticon-Ultahemoticon-Wow
Gatot Nurmantyo Dekat dengan “9 Naga”, Dana Pencapresan Bakal Ditopang Tomy Winata?
2 April 2018

Gatot Nurmantyo-Tommy Winata Sahabat Sejati
Foto: Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo bersama pengusaha Tomy Winata/Majalah Tempo

Inilahjambi – Jenderal Gatot Nurmantyo digadang-gadang bakal menjadi calon presiden dalam Pilpres 2019 mendatang. Dalam beberapa kesempatan wawancara dengan sejumlah media, Gatot mengiyakan kemungkinan dirinya maju dalam bursa calon Presiden RI mendatang itu.

Mayjen (Purn) Kivlan Zein sempat menyatakan bahwa modal (uang) Gatot lebih banyak dari mantan Danjen Komando Pasukan Khusus (Kopasus), pendiri sekaligus Ketua Umum Partai Gerinda Prabowo Subianto, apabila mantan Panglima TNI itu siap bertarung dalam Pilpres 2019.

“Jumlah uangnya saya tahu melebihi uang Prabowo saat ini. Cuma sekarang dia butuh meyakinkan untuk dapat partai. Kalau PKB dan PPP enggak cukup,” tutur mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat ini dalam diskusi kebangsaan yang bertema “Hukum dan Perilaku Kekuasaan, , Jumat 2 Maret 2018, dilansir Kumparan.com.

Pernyataan Kivlan terhubung dengan spekulasi sejumlah orang yang menyatakan bahwa ada Tomy Winata di belakang Gatot Nurmantyo. Sejumlah orang dekat Tommy bahkan menyatakan bahwa taipan ini siap membantu Gatot dengan cara apa saja jika Gatot menjadi calon presiden.

Namun Tomy, seperti dilansir majalah Tempo 1 April 2018 tak menjawab ketika dimintai konfirmasi soal janjinya ini. Sementara Gatot mengaku tidak tahu soal janji Tommy itu.

Spekulasi adanya Tomy yang identik dengan “Sembilan Naga” di belakang Gatot terungkap dari reportase majalah Tempo, edisi 1 April 2018. Gatot mengaku kenal dekat melebihi yang lain dengan pengusaha keturunan (Tionghoa) ini sejak dirinya menjadi ajudan Pangdam III Siliwangi, Edi Sudrajat pada 1982 silam.

“Persahabatan saya dengan dia melebihi yang lain,” katanya.

Bisnis Tomy Winata memang banyak ditopang tentara sejak Orde Baru. Kedekatannya dengan petinggi di Angkatan Darat khususnya sejak 1970-an tidak diragukan lagi. Namun ia mengatakan kerja sama tersebut dilakukan secara resmi dan lewat tender.

Saat mengakuisisi Bank Artha Prima pada 1997, Tomy melibatkan Gatot Nurmantyo sebagai Komisaris Utama Bank Artha Pratama yang dimerger dengan Artha Prima.

Politisi Gerinda yang pernah menjadi pengacara Tomy membenarkan kedekatan bekas kliennya itu dengan Gatot Nurmantyo

“Mereka berdua memang dekat sejak dulu,” tutur Wakil Ketua Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat ini. Karena kedekatan itulah, kata Desmond, Tomy acap mengundang Gatot ke acara perusahaannya.

http://www.inilahjambi.com/gatot-nur...g-tomy-winata/
image-url-apps
KASKUS Ads
image-url-apps
TW emang cerdas, dia selalu mengamati kader2 di tni yg dia anggap punya prospek bagus. dia deketin lalu dijadiin partner biar bs jd backing yg kuat klo ntar sang partner punya posisi yg kuat
Gatot Nurmantyo-Tommy Winata Sahabat Sejati
source:
https://chirpstory.com/li/387606
image-url-apps
Jokowi dekat dengan siapa bre?
Dana kampanya ditopang siapa?

Kalo ahok?


emoticon-Traveller
Gatot Nurmantyo-Tommy Winata Sahabat Sejati
Gatot Nurmantyo-Tommy Winata Sahabat Sejati
source:
https://chirpstory.com/li/387606
image-url-apps
subannalloh, Gatot sahabat ama 9 naga emoticon-Recommended Seller
Tomy Winata Bicara Soal Wikileaks:
Tomy Winata: Sembilan Naga Itu Imajinasi Tingkat Tinggi
Rabu, 16 Maret 2011 02:08 WIB

Gatot Nurmantyo-Tommy Winata Sahabat Sejati
Tomy Winata bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tomy Winata, pengusaha yang disebut-sebut mendanai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, mengaku heran atas pemberitaan dua koran Australia, The Age dan Sydney Morning Herald, yang menyebutkan dirinya sebagai seorang figur bawah tanah. Oleh dua koran tersebut, Tomy juga disebut sebagai anggota 'Geng Sembilan' atau 'Sembilan Naga', sindikat judi terkemuka.
"Nah dengan yang namanya sembilan naga dan segala macam, saya pun kalau memang nanti yang menulis atau menyatakan itu ada, saya tanya ke dia, dasar apa dia menyebutkan itu? Kalau
under water saya mengerti karena kerjaan saya hampir setiap bulan di laut," ungkap Tomy dalam jumpa pers di Hotel Borobudur, Jakarta, Mingu (13/3/2011) petang.

"Bukannya saya guyon tapi memang saya juga bingung. Tuduhan sembilan naga juga saya kira mereka terkesima dengan cerita-cerita soal yang orang bilang lucu-lucu," tegasnya.

Selain itu, Tomy mengaku tidak pernah memenuhi undangan resmi. Apalagi kegiatan santai seperti ngerumpi di tempat-tempat yang tidak jelas.

"Jadi saya benar-benar bingung dengan istilah sembilan naga itu. Saya kira itu mungkin hanya imajinasi mereka sendiri. Berpikir terlalu tinggi tentang diri saya. Udah gitu imajinasi tersebut
dicantumkan sebagai keyakinan yang seolah-olah itu benar. Dan itulah muncul tuduhan-tuduhan yang cenderung merugikan image kami. Itulah kira-kira gambaran yang bisa saya
sampaikan," imbuh Tomy.

http://www.tribunnews.com/nasional/2...tingkat-tinggi
nastaik kerja keras bikin klipingan aib musuhnya joktod...
jangan lupa ambil amplopnya ya tak... hahaha
image-url-apps
jadi inget tank busuk tekhnologi perang vietnam yg nyemplung ke sungai kmaren saat outbound anak paud emoticon-Hansip
Tomy Winata:
Saya Patuh dan Loyal Pada Siapapun Presidennya
Rabu, 16 Maret 2011 06:54 WIB

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Ismunadi

Gatot Nurmantyo-Tommy Winata Sahabat Sejati
Tomy Winata

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tomy Winata tidak menyangkal punya kedekatan dengan para pemimpin dan pimpinan di Indonesia. Namun kedekatan itu, kata Tomy, adalah kedekatan konstitusi.

Siapa pun pemimpin dan pimpinan yang dipilih rakyat melalui sistem pemilu adalah juga pemimpin bagi Tomy.

"Saya patuh dan loyal pada siapapun juga presiden dan wakil presidennya. Yang memimpin
secara konstitusi sampai hari terakhir beliau selaku presiden," katanya.

"Walau pun setelah tak jadi presiden, silahturahmi pribadi masih terjadi kalau masih dimungkinkan. Itu adalah silahturahmi pribadi dengan pribadi beliau. Saya tidak pernah double standar. Dari mulai Presiden Bapak Soeharto, beralih ke Bapak Habibie, beralih kepada Bapak Gus Dur, beralih pada Ibu Megawati, dan sekarang era SBY. Tugas saya adalah mengisi pembangunan dan berkarya di siapa pun juga Presidennya," ujar Tomy.

Sehubungan dengan data WikiLeaks yang kemudian dikutip The Age dan Sydney Morning Herald, Tomy mengatakan bahwa data itu adalah dari sumber yang sulit dan tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Tomy menyatakan istilah-istilah yang disampaikan dalam konon, katanya WikiLeaks dapat dari Kedubes AS, itu tidak pernah ada. Begitu juga dengan tindakan-tindakan yang menurut WikiLeaks pernah dilakukan Tomy.

"Dan kalau kami melihat apa yang dituliskan Sydney Morning Herald dengan keaslian yang dikeluarkan WikiLeaks tidak apple to apple, ada pendapat-pendapat," katanya.

http://www.tribunnews.com/nasional/2...un-presidennya

image-url-apps
Quote:


subanballoh emoticon-Matabelo
image-url-apps
1998 jadi komisaris bank . .

emang boleh ya TNI aktip punya jabatan di perusahaan ??

ato karena dulu jaman orba jadi gapapa ??
image-url-apps
Dari jaman dilantik ane juga nrasa ada yg gabener. emoticon-DP
image-url-apps
Quote:


OTW bre..

Gatot Nurmantyo-Tommy Winata Sahabat Sejati
image-url-apps
gudpren ternyata
image-url-apps
ndak masalah.. Kalau jd PRESIDEN psti akan ane coblos... emoticon-Coblos

tapi kalau jd WAPRESNYA JOKOWI... Ya ane skip saja... emoticon-Ngacir
image-url-apps
Sejatinya pilpres itu adalah pertarungan cukong2emoticon-Ngakak
image-url-apps
prsis yg ane duga..

nastak mulai nyerang personal dari pak gatot nurmantyo... (karena takut pak gatot) akan jd saingan berat di pilpres mndatang... emoticon-Leh Uga

kita lihat saja.. Seandainya pak gatot jadi wakilnya jokowi.. (nastak) psti akan mnjilat semua, apa yg telah mereka tuduhkan... (trhadap pribadi) pak gatot... emoticon-Leh Uga
×