alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Ini Dasar Hukum Penumpang Garuda Tuntut Ganti Rugi Rp 11 M
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ad139dac0d7700f518b4567/ini-dasar-hukum-penumpang-garuda-tuntut-ganti-rugi-rp-11-m

Ini Dasar Hukum Penumpang Garuda Tuntut Ganti Rugi Rp 11 M

TEMPO.CO, Jakarta - Kuasa hukum B.R.A. Koosmariam Djatikusumo, 69 tahun, penumpang pesawat Garuda yang menggugat karena tersiram air panas, David Tobing, mengaku tak asal bicara menuntut ganti rugi Rp 11 miliar atas kliennya yang tersiram air panas di atas pesawat maskapai pelat merah itu pada 29 Desember 2017. Tuntutan itu mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkutan Udara.
Koosmariam melalui kuasa hukumnya, David Tobing, menuntut maskapai Garuda mengganti kerugian materiil sebesar Rp 1,25 miliar dan ganti rugi imateriil sebesar Rp 10 miliar atau total Rp 11,25 miliar atas cacat tetap yang terjadi pada payudara sebelah kanannya akibat tersiram air panas.
"Kami tidak asal bicara dan ada dasar hukumnya. Kami hanya menuntut ganti rugi imateriil sebesar Rp 10 miliar sekalipun saya bisa menuntut lebih dari itu," ujar David Tobing kepada Tempo di kantornya pada Jumat, 13 April 2018.

Dasar hukum yang dimaksud David adalah Pasal 1 angka 14 Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011 yang menyatakan cacat mental termasuk dalam cacat tetap. Dalam pengertian lebih lanjut, cacat tetap total mengakibatkan penumpang tidak mampu lagi melakukan pekerjaan yang memberikan penghasilan yang layak diperoleh sesuai dengan pendidikan, keahlian, keterampilan, dan pengalamannya sebelum mengalami cacat.

Koosmariam, kata David, saat ini masih menjabat sebagai direksi di sebuah perusahaan telekomunikasi IT. Akibat kejadian itu, ujar dia, perempuan yang akrab disapa Kus itu tak mampu bekerja dengan optimal.

Untuk itu, dia menggugat berdasarkan pada Pasal 3 huruf c Permenhub tersebut terkait dengan penumpang yang dinyatakan cacat tetap total oleh dokter dalam jangka waktu paling lambat 60 (enam puluh) hari kerja sejak terjadinya kecelakaan diberikan ganti kerugian sebesar Rp 1.250.000.000 per penumpang.
Dia juga menuntut ganti rugi imateriil sebesar Rp 10 miliar berdasarkan Pasal 23 Permenhub 77 Tahun 2011 tentang besaran ganti kerugian tidak menutup kesempatan kepada penumpang untuk menuntut pengangkut ke pengadilan negeri di dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia atau melalui arbitrase atau alternatif penyelesaian sengketa lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. "Dua pasal ini yang menjadi dasar hukum kami," ujar David.

David Tobing mendaftarkan gugatan atas kliennya, B.R.A. Koosmariam Djatikusumo, ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 11 April 2018. Namun Corporate Secretary PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Hengki Heriandono mengatakan pihaknya belum mendapat pemberitahuan secara resmi mengenai gugatan yang dimaksud.

Hengki menjelaskan kepada Tempo, Kamis, 12 April 2018, kejadian tersebut merupakan tindakan yang tidak disengaja dan Garuda telah meminta maaf, serta melakukan hal-hal yang diperlukan sebagai bentuk pertanggungjawaban.
“Hingga saat ini, Garuda Indonesia belum mendapat pemberitahuan tentang gugatan penumpang ini secara resmi dari pengadilan, namun Garuda Indonesia akan bekerja sama dengan pihak terkait untuk menyelesaikan kejadian ini dengan baik sesuai ketentuan berlaku,” ujar Hengki kepada Tempo, Kamis.

sumur


Padahal nich pengacaranya lupa atau pura-pura...

di Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkutan Udara pada Pasal 3 huruf d  ada penjelasan yang dimaksud dengan catat total berbunyi "Cacat Tetap Total sebagaimana dimaksud pada huruf c angka 1 yaitu kehilangan penglihatan total dari 2 (dua) mata yang tidak dapat disembuhkan, atau terputusnya 2 (dua) tangan atau 2 (dua) kaki atau satu tangan dan satu kaki pada atau di atas pergelangan tangan atau kaki, atau Kehilangan penglihatan total dari 1 (satu) mata yang tidak dapat disembuhkan dan terputusnya 1 (satu) tangan atau kaki pada atau di atas pergelangan tangan atau kaki."
Urutan Terlama
Halaman 1 dari 2
sio, wah sampai segitu ya
pengacara mah mana peduli sama penjelasan peraturannya, yang penting bela ampe berbusa terus kecipratan duit gugatan. emoticon-Leh Uga
buset nomimal bikin ngiler aja bisa beli satu pulau emoticon-Belo
oh payudaranya ya yg kesiram. untung aja kmaren wowo waktu pamer payudara sembari dipanggul gak kecipratan kopi panas juga emoticon-Leh Uga
ijin baca
Namanya menuntut ya semaksimal mungkin, tinggal membela,nanti tinggal hakim memutuskan
tu duid bs bli zuzu brp byk
Quote:


Gak nyampe 1 pulo om paling rumah atau apartemen
pengacara sableng kayaknya nich...
Quote:


astajim😱 kyk beras aja dipanggul
Mumpung........ Mayan la 11m
Quote:


pengacara emang kudu sableng lah, terlepas tuntutannya absurd, kesadaran legal action kek gini justeru kudu dipelihara & ditingkatkan, Indonesia ini kesadaran masyarakat utk menggugat itu rendah, akibatnya dikibulin produsen jasa atau barang terus, cukup dgn minta maaf di koran persoalan selesai, padahal sdh meraup keuntungan cukup besar....di LN , perusahaan listrik negara matiin listrik aja bisa dituntut & berkali-kali kalah....itu penting buat perubahan, msh ingat pengacara lokal yg nuntut perusahaan parkir ganti rugi kehilangan barang & kendaraan? msh ingat kasus penurunan paksa penumpang United Airlines? skrg ganti petugas security bandara yg dipecat yg nuntut
Terus apa kabar model cantik yg nabrak kang ojol yg kakinya sampe putus? kok malah gamau nahan polkisnye?
numpang ngakak lah
Quote:


udah ada itikad baik mau ganti rugi kok
Quote:


Emang 11 m bisa beli satu pulau ?
Nyang boneng....
Quote:


Bener bre. Apalagi kalo dikibulin. Dikita pln suka mati tiba tiba alat elktronik pada rusak ga bisa apa apa emoticon-Frown
Quote:


emg
makanya kl YLKI d sini sampe bagus ky d US atau aussie
bisa bangkrut itu pe el en udh brp banyak alat elektronik & komputer yg tewas gr gr mati listrik dadakan...
Diubah oleh wen12691
pembelajaran yg bagus.

tebakan putusan: sama hakim diketok 1m

ko

Quote:

makanya di negara maju byk diserahkan ke swasta...listrik jepang termasuk yg rajin ganti rugi kerusakan barang konsumen tuh .... coba kita lihat jasa parkir dulu, seenaknya di tiket parkir bilang "kerusakan & kehilangan barang & kendaraan bukan tanggungan kami" pdhl klausula itu aja sdh mlanggar UU
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di